Index futures contract on the S & P / ASX 200 in Australia and Seoul's Kospi index rose 0.4 percent in recent trading as the Nikkei 225 index futures in Chicago and Osaka closed at levels above yesterday's closing index of Japan. Index futures Standard & Poor's 500 Index fell 0.2 percent. Meanwhile, in one month the Indonesian rupiah and the Korean won rose at least 0.3 percent after the currency skidded yesterday. Gold snapping a four-day because the price of crude oil in New York fell for a second day. (Yds)
Thursday, March 20, 2014
U.S. Stocks Rebound; Asian Index Futures Gain
Index futures contract on the S & P / ASX 200 in Australia and Seoul's Kospi index rose 0.4 percent in recent trading as the Nikkei 225 index futures in Chicago and Osaka closed at levels above yesterday's closing index of Japan. Index futures Standard & Poor's 500 Index fell 0.2 percent. Meanwhile, in one month the Indonesian rupiah and the Korean won rose at least 0.3 percent after the currency skidded yesterday. Gold snapping a four-day because the price of crude oil in New York fell for a second day. (Yds)
Saham AS Gain Pasca Data Ekonomi Membayangi Kekhawatiran Naiknya Suku Bunga
Indeks Standard & Poor 500 naik 0,6 persen menjadi 1,872.04 pada 04:00 sore di New York. Indeks Dow Jones Industrial Average menambahkan 109,01 poin, atau 0,7 persen, menjadi 16,331.18. Kedua indeks menghapus sebagian besar penurunan kemarin. Perdagangan saham di S&P 500 adalah 9,4 persen di atas rata-rata 30-hari pada hari ini.
Acuan ekuitas turun 0,6 persen kemarin setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengatakan bahwa program stimulus bank sentral dapat berakhir pada musim gugur ini dan suku bunga acuan dapat naik sekitar enam bulan kemudian. The Fed sebelumnya mengatakan tidak akan menaikkan suku bunga untuk jangka waktu yang cukup, tanpa menentukan kerangka waktu.(yds)
Sumber : Bloomberg
Saham Eropa Ditutup Turun Terkait Pernyataan Yellen
Saham GlaxoSmithKline Plc kehilangan 1,6 persen setelah mengatakan bahwa obat eksperimental untuk kanker paru-parubuatan mereka mengalami kegagalan dalam studi klinis. Saham Rheinmetall AG mengalami penurunan terbesar dalam empat bulan terakhir setelah sebuah laporan mengatakan bahwa pemerintah Jerman menghentikan kesepakatan perusahaan pertahanannyadengan pihak Rusia dikarenakan krisis Ukraina. Saham Munich Re naik 1,4 persen setelah mengumumkan pembelian kembali saham mereka.
Indeks Stoxx Europe 600 naik kurang dari 0,1 persen menjadi 327,67 pada sesi penutupan perdagangan, setelah dua saham turun untuk setiap satu yang naik. Indeks acuan telah turun 0,2 persen pada tahun 2014, setelah mengalami keuntungan dalam dua tahun terakhir, pasca The Fed memulai pemangkasan pembelian aset sebesar $ 10 miliar per bulan dan konflik di Ukraina yang menyebabkan ketegangan antara pemerintah Rusia dan Amerika Serikat.
Sejumlah indeks nasional 11 dari 18 pasar di Eropa baratmengalami penurunan. DAX Jerman naik 0,2 persen, FTSE 100 Inggris turun 0,5 persen dan CAC 40 Prancis naik 0,5 persen.(frk)
Sumber: Bloomberg
Saham AS Menguat Pada Data ekonomi, Dolar Catat Kenaikan
Indeks Standard & Poor 500 naik
sebanyak 0,3 persen pada 12:04 siang di New York, membalikkan penurunan
sebelumnya sebesar 0,3 persen. Dolar menguat terhadap 14 dari 16 mata
uang utama, dengan penguatan mata uang AS sebanyak 0,4 persen terhadap
euro. Indeks MSCI Emerging Markets turun 1,2 persen dan tembaga jatuh
2,2 persen karena saham Cina di Hong Kong memasuki Bear-market. Minyak
kehilangan 1 persen, mencatat penurunan untuk pertama kalinya dalam tiga
hari terakhir.
Indeks leading indicator AS naik 0,5
persen pada Februari, tanda ekonomi akan menguatt setelah perlambatan
cuaca yang disebabkan pada kuartal pertama. Ketua Federal Reserve Janet
Yellen mengatakan acuan suku bunga kemarin bisa naik dalam enam bulan
setelah The Fed mengakhiri program pembelian obligasinya.
S & P 500 turun 0,6 persen dan yield
Treasury melonjak kemarin pasca Janet Yellen mengatakan program
stimulus bank sentral bisa mengakhiri musim gugur ini dan cuansuku bunga
a bisa naik sekitar enam bulan kemudian. The Fed sebelumnya mengatakan
tidak akan menaikkan suku bunga untuk jangka waktu yang tidak
ditentukan. (yds)
Sentimen Komentar Yellen, Tekan Bursa Saham AS Melemah
Indeks Standard & Poor 500 melemah 0.1% ke level 1,859.05 pukul 9:30 pagi waktu New York. Dow Jones Industrial Average melemah 19.07 poin atau 0.1% ke level 16,203.10.
Kemarin Indeks S&P 500 melemah 0.6% setelah Yellen menyatakan bahwa program stimulus bank sentral akan dihentikan dan acuan suku bunga akan dinaikkan pada 6 bulan kedepan. Federal Reserve sebelumnya telah menyatakan bahwa tidak akan meningkatkan suku bunga untuk beberapa periode, tanpa memberikan spesifikasi waktunya.
Perkiraan The Fed kuartalan juga menunjukkan bahwa bank sentral memprediksi acuan suku bunga saat ini mendekati 0, akan dinaikkan setidaknya 1% diakhir 2015 dan 2.25% di tahun berikutnya. Bank sentral menyatakan akan memangkas pembelian obligasi bulanannya sebesar $10 miliar, sehingga total pembelian menjadi $55 miliar.
Tiga putaran stimulus Federal Reserve stimulus dan acuan suku bunga telah membantu kenaikan acuan ekuitas tersebut naik 178% dari level 12 tahun terendahnya. (bgs)
Sumber : Bloomberg