Monday, May 23, 2016

Emas Terus Menurun Terkait Kemungkinan Fed Menaikkan Suku Bunga pada Bulan Juni



Emas berjangka pada hari Senin menetap di level terendah untuk sesi keempat berturut-turut, terkait harapan bahwa The Fed mungkin akan menaikkan suku bunga segera setelah bulan depan mendorong harga logam mulia tersebut ke level terlemahnya sejak akhir April lalu.
Emas untuk pengiriman Juni turun $ 1,40 atau 0,1 %, untuk menetap di level $ 1,251.50 per ons, dengan harga penutupan pada pekan lalu berada di level terendah sejak 27 April, emas berjangka anjlok sekitar 1,6 %.
Sejumlah pembicara Fed pekan ini diperkirakan akan menegaskan kembali sikap yang lebih tinggi pada suku bunga seiring kebijakan yang telah menyatakan atas kekhawatiran mereka bahwa kenaikan suku bunga AS berisiko jika ekonomi terus menunjukkan tanda-tanda perbaikan. (knc)
Sumber : Market Watch

Pasokan Global Yang Melimpah Bertahan, Minyak Berakhir di Terendahya 1-Minggu



Harga minyak berakhir di level terendahnya dalam seminggu pada Senin ini karena kekhawatiran akan meredanya gangguan terbaru untuk produksi minyak mentah, memperbaharui harapan bahwa pasokan global akan terus melebihi permintaan.
Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Juli turun 33 sen, atau 0,7%, untuk berakhir di $ 48,08 per barel di New York Mercantile Exchange. Itu merupakan penutupan terendah untuk kontrak bulan depan sejak 16 Mei. Minyak mentah Brent di London™s ICE Futures exchange turun 37 sen, atau 0,8%, ke $ 48,35 per barel.(mrv)
Sumber: MarketWatch

Bursa Hong Kong ditutup sedikit lebih rendah di tengah kekhawatiran investor (Review)


Saham Hong Kong memberikan keuntungan awal mereka dan berakhir datar pada hari Senin, mencerminkan kewaspadaam lanjutan investor di tengah kekhawatiran tentang ekonomi China dan kemungkinan kenaikan suku bunga AS bulan depan.
Indeks Hang Seng kehilangan 0,2 persen, ke level 19,809.03, sedangkan Indeks China Enterprises menguat 0,1 persen, ke level 8,308.21 poin.
Sebagian besar sektor jatuh, dengan saham properti dan energi memimpin penurunan.
Total volume perdagangan perusahaan yang termasuk dalam indeks HSI yakni 1,1 miliar saham, dekat dengan level terendah dalam lebih dari empat bulan.

Saham AS Berakhir di Zona Merah Ditengah Fokus Kenaikan Suku Bunga


Saham AS menglami penurunan di menit akhir perdagangan, dengan Indeks S&P 500 bertahan dalam kisaran tipis dalam lima minggu terakhir, seiring para investor menunggu arahan lebih lanjut pada laju pertumbuhan ekonomi dan prospek suku bunga yang lebih tinggi.
Indeks acuan bergerak dalam volume yang sedikit setelah dalam seminggu berayun setiap hari antara keuntungan dan kerugian. Saham Monsanto Co naik ke level 10-bulan tertinggi setelah Bayer AG menawarkan untuk membeli sahamnya sebesar $ 62 miliar. Penguatan pada saham maker mendorong kenaikan pada saham bahan baku, sementara Apple Inc rally untuk ketiga kalinya dalam empat hari terakhir untuk meningkatkan kelompok teknologi sampai menit terakhir perdagangan.
Indeks S&P 500 turun 0,2 % ke level 2,048.34 pada pukul 16:00 sore waktu New York, pangkas keuntungan tahun ini untuk setengahnya. (knc)
Sumber : Bloomberg

Saham AS Berfluktuasi Ditengah Fokus Fed; Minyak Turun untuk Hari Keempat



Saham AS berfluktuasi, seiring para investor menunggu kejelasan lebih lanjut tentang waktu kenaikan suku bunga berikutnya dari Federal Reserve dan prospek inflasi. Sementara Yen menguat, sedangkan minyak mentah merosot untuk hari keempat.
Kenaikan pada Indeks S&P 500 terhadap saham teknologi diimbangi oleh penurunan di produsen energi. Minyak turun karena produsen asal Kanada bekerja untuk melanjutkan operasinya dan Iran terus meningkatkan ekspor, sementara tembaga dan aluminium menghapus penurunan. Yen rebound dari level terendahnya bulan ini, didorong oleh surplus perdagangan terbesar dalam enam tahun terakhir. Perusahaan Brasil bersiap untuk meningkatkan usaha penjualan obligasi di pasar internasional setelah Petroleo Brasileiro SA mengakhiri level 11-bulan terendahnya pada pekan lalu.
Indeks S&P 500 turun tipis kurang dari 0,1 % pada pukul 12:47 siang waktu New York. Investor akan mengkaji data ekonomi pekan ini pada indeks manufaktur, perumahan, sentimen konsumen dan pertumbuhan sebagai petunjuk tentang apakah ekonomi AS telah cukup kuat untuk menopang biaya pinjaman yang lebih tinggi. Indeks manufaktur pada pembacaan bulan Mei yang dirilis hari ini berada di bawah perkiraan ekonom yang disurvei oleh Bloomberg, merosot ke level terendahnya sejak September 2009 dengan pesanan pabrik berada di level terlemah tahun ini. (knc)
Sumber : Bloomberg