AFP (22/3) - Pasar saham Hong Kong
turun 0,50 persen pada hari Jumat di tengah kekhawatiran tentang krisis
yang semakin berkembang di Siprus, di mana Bank Sentral Eropa telah
mengancam akan memangkas pendanaan jika Presiden Siprus, Nicosia tidak
menuntaskan sebuah rencana bailout baru.
Indeks Hang Seng merosot 110.58 poin dan ditutup pada level 22,115.30 dengan volume transaksi mencapai HK$60.17 milyar.
Nicosia
hanya memiliki waktu sampai hari Senin untuk menyetujui 'Rencana B'
dengan Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional atau menghadapi tekanan
pemangkasan pendanaan dari Bank Sentral Eropa yang kemungkinan akan
menyebabkan bank-bank di pulau itu runtuh.
Menambah tekanan,
sumber dari Uni Eropa mengatakan bahwa kecuali Siprus memunculkan sebuah
rencana yang disepakati oleh parlemennya dan merestrukturisasi sektor
perbankan hingga Selasa, maka akan mempertaruhkan keanggotaannya dari
zona euro.
Pasar global telah minggu ini yang sebagian besar didorong oleh krisis utang Siprus setelah
pemerintah
pada akhir pekan lalu mengumumkan rencana untuk mengenakan pajak
tabungan hingga 9,9 persen sebagai bagian dari kesepakatan untuk
memenuhi syarat bailout dari Uni Eropa/IMF senilai $ 13 miliar.
Di
Hong Kong, PetroChina turun 1,3 persen menjadi HK$10,24 setelah
melaporkan laba bersih tahun 2012 yang turun 13 persen, sementara HSBC
kehilangan 1,19 persen menjadi HK$83,10 dan Cathay Pacific kehilangan
0,44 persen menjadi HK$13,50.
Namun, pasar saham China ditutup
naik 0,17 persen. Indeks Shanghai Composite menambahkan 4,04 poin
menjadi 2,328.28 dengan volume transaksi 86,0 miliar yuan ($ 13,8
miliar). Indeks itu naik 2,19 persen selama seminggu setelah menderita
kejatuhan besar tahun ini. (brc)
No comments:
Post a Comment