TOKYO, Bloomberg (21/03) –- Bursa
saham Jepang akhiri perdagangan pekan ini pada teritori negatif, dengan
Nikkei 225 Stock Average mencatat kejatuhan mingguan terbesar sejak
November karena penguatan yen setelah permintaan bailout Siprus ditolak
oleh Rusia dan Gubernur baru Bank of Japan, Haruhiko Kuroda gagal
mengumumkan stimulus baru seperti yang diharapkan pasar.
Index
Nikkei 225 turun 2,4 persen di 12,338.95 pada penutupan perdagangan di
Tokyo, turun 1,7 persen selama pekan ini, penurunan mingguan terbesar
sejak periode yang berakhir 9 November. Indeks Topix turun 1,9 persen
menjadi 1,038.57, dengan semua dari subindex mengalami penurunan.
'Kuroda
tidak mengumumkan sesuatu yang konkret dan market berada di posisi
sedikit lebih depan dari fundamentalnya dirinya sendiri dalam hal
ekspektasi,' kata Ayako Sera, ahli strategi pasar dari Sumitomo Mitsui
Trust Bank Ltd. 'Rasa hati-hati dari para investor meningkat karena
masalah Siprus, dan kini berada dalam suasana risk-off.'
Kuroda,
berbicara kemarin dalam konferensi pers pertamanya dengan
mengulangjanjinya untuk mengejar kebijakan pelonggaran yang berani guna
mencapai target inflasi 2 persen dan melanjutkan program pembelian aset
secara terbuka (tanpa batas waktu). Ia menolak untuk mengomentari apakah
ia akan mengadakan pertemuan darurat sebelum pertemuan kebijakan bank
sentral tanggal 3-4 April mendatang.
Siprus gagal mengamankan
bailout setelah Rusia menolak permintaan untuk pendanaan seperti yang
dikatakan Menteri Keuangan Siprus, Michael Sarris hari ini. Negara
dengan ekonomi terkecil ketiga di kawasan euro tersebut sedang mencoba
untuk mencari pembiayaan darurat setelah anggota parlemen menolak
pungutan pada tabungan bank yang belum pernah terjadi sebelumnya sebagai
syarat untuk mendapatkan bailout. (brc)
No comments:
Post a Comment