Bloomberg (23/4) – Bursa Asia jatuh,
yang menghapus gain sebelumnya, setelah dirilisnya sebuah laporan
pendahuluan yang memperlihatkan bahwa sektor manufaktur China telah
meluas kurang dari estimasi para ahli ekonomi.
Agricultural Bank
of China Ltd., yang merupakan pemberi pinjaman terbesar ketiga dinegara
itu, telah merosot sebanyak 2% di Hong Kong, saham Yamada Denki
Co.tenggelam sebanyak 6.3% di Tokyo setelah para penjual terhadap
konsumen elektronik yang memotong perkiraan terhadap laba penuh
tahunannya, sementara Woodside Petroleum Ltd., yang merupakan produsen
minyak terbesar kedua di Australia, melompat sebanyak 8% setelah
mengumumkan rencananya untuk mengembalikan uang tunai kepada para
pemilik saham.
Index MSCI Asia Pacific merosot sebanyak 0.2%
menuju ke level 137.12 pada jam 11:36 pagi di Tokyo, yang telah
menghapus gainnya sebanyak 0.3%, terdapat sebanyak lima saham yang
terjatuh untuk setiap tiga saham yang jatuh pada acuan tersebut,
ukurannya naik sebanyak 6.2% ditahun ini hingga Senin kemarin diantara
sinyal-sinyal bahwa kondisi ekonomi A.S sedang pulih dan ekuitas Jepang
sedang reli dengan sebuah spekulasi bahwa BOJ akan meningkatkan lebih
banyak upaya untuk menstimulasi kondisi ekonominya, sementara sektor
manufaktur China sedang memperluas pada laju yang lebih lambat pada
bulan ini, menurut sebuah laporan pendahuluan oleh HSBC Holdings Plc dan
Markit Economics.(tito)
http://www.bloomberg.com/news/2013-04-23/asian-stocks-little-changed-as-investors-await-china-data.html
No comments:
Post a Comment