Bloomberg (17/4) – Yen jatuh untuk
hari kedua terhadap keseluruhan 16 mata uang pesaing besarnya seiring
dengan para investor yang berspekulasi bahwa Jepang akan melepaskan diri
terhadap kecaman pada pertemuan G-20 yang akan diadakan pada minggu ini
terhadap kebijakan moneter yang telah melemahkan mata uang tersebut.
Yen
telah melanjutkan sebuah pemulihan dari reli terbesarnya selama dua
hari versus dollar dalam hampir tiga tahun seiring dengan acuan dari
volatilitas market bursa A.S yang jatuh paling banyak pada tahun ini,
yang melemahkan demand bagi mata uang Jepang sebagai sebuah Haven,
sementara Pound Inggris tetap melemah terhadap euro setelah dirilisnya
laporan dari hasil pertemuan terhadap kebijakan BOE pada bulan April
ini.
Yen jatuh sebesr 0.5% menuju level 98.05 per dollar pada jam
10:03 pagi di Tokyo, yang memperluas terhadap penurunan sebesar 0.8%
sejak hari Selasa kemarin yang reli sebanyak 3% pad dua sesi sebelumnya
yang merupakan gain terbesarnya sejak tanggal 6 Mei 2010.
Mata
uang Jepang telah mengalami penurunan sebesar 0.7% menuju level 129.37
per euro, dengan perubahannya pada level $1.3183, sementara Menkeu G-20
dan bank sentral akan bertemu selama dua hari di Washington mulai dari
hari Kamis besok setelah pembicaraan pada akhir pekan yang lalu oleh IMF
dan Bank Dunia, pada pertemuan terakhir mereka dibulan Februari yang
telah memberi sinyal bahwa Jepang dapat memberi stimulus kondisi
ekonominya yang sedang mengalami stagnant selama kebijakan yang ada
dapat menahan dari advokasi publik terhadap kemerosotan nilai mata uang
yen.(tito)
No comments:
Post a Comment