
New York, 11/07 (Bloomberg) – Emas
berjangka reli ke level tertinggi dua minggu setelah Ketua Federal
Reserve, Ben S. Bernanke kemarin mengatakan bahwa AS membutuhkan 'sangat
membutuhkan kebijakan moneter yang akomodatif di masa mendatang.'
Bullion
merosot 23 persen di kuartal terakhir setelah Bernanke mengatakan bahwa
bank sentral dapat mengurangi pembelian aset bulanan senilai $ 85
milyar pada tahun ini. Risalah pertemuan kebijakan the Fed yang dirilis
kemarin menunjukkan banyak pejabat ingin melihat lebih banyak
tanda-tanda peningkatan di pasar tenaga kerja sebelum memangkas program
pembelian obligasinya. Klaim untuk tunjangan pengangguran di AS secara
tak terduga mengalami peningkatan ke level tertinggi dua bulan pada
pekan yang berakhir 6 Juli lalu berdasarkan angka dari Departemen Tenaga
Kerja AS yang dirilis hari ini.
'Emas mendapat dorongan setelah
Bernanke memberikan kesan bahwa pemangkasan program saat ini adalah
masih mimpi yang jauh,' kata Carlos Perez-Santalla, broker dari Marex
North America LLC, dalam sebuah wawancara telepon. 'Hari ini menunjukan
adanya fakta bahwa perekonomian masih belum sepenuhnya pulih.'
Emas
berjangka untuk pengiriman Agustus naik 2,6 persen untuk menetap di $
1,279.90 per ounce pada pukul 1:46 p.m. di Comex, New York, lompatan
terbesar untuk kontrak teraktif sejak 1 Juli. Sebelumnya, logam mulia
menyentuh $ 1,297.20, tertinggi sejak 24 Juni, terakhir kali harga
mencapai $ 1.300.
'Sentimen sekarang adalah akan ke atas, dan
pasar akan mencari upaya untuk menempuh $ 1,300 kembali,' ungkap David
Govett, kepala logam mulia dari Marex Spectron Group di London hari ini
dalam sebuah laporan. (brc)
No comments:
Post a Comment