
New York, Bloomberg (11/07) –
Saham-saham AS melonjak, membawa Indeks Standard & Poor 500 ke level
rekor penutupan tertinggi mengikuti Ketua Federal Reserve, Ben S.
Bernanke yang masih mendukung keberlanjutan stimulus moneter.
Index
S & P 500 naik 1,4 persen menjadi 1,675.02 pada pukul 4 pm di New
York. Index tersebut mengalahkan rekor penutupan 1,669.16 yang tercatat
21 Mei lalu dan menghapus kerugian sejak Bernanke pertama kali
mengusulkan the Fed untuk mengekang stimulus tahun ini. Indeks Dow Jones
Industrial Average melompat 169,26 poin, atau 1,1 persen ke posisi
15,460.92, juga capai rekor.
Stimulus bank sentral telah menjadi
bahan bakar reli di saham seluruh dunia, dengan indeks acuan AS melonjak
148 persen dari terendah Maret 2009. Index S & P 500 telah naik
selama enam hari berturut-turut, kemenangan beruntun terpanjang sejak 11
Maret, dan menuju kenaikan mingguan terbesar sejak 4 Januari.
Bernanke
kemarin mengatakan bahwa 'kebijakan moneter akomodatif untuk masa
mendatang' masih sangat diperlukan dalam perekonomian terbesar di dunia
tersebut. Ketua the Fed berbicara hanya tiga jam setelah bank sentral
merilis risalah dari pertemuan 18-19 Juni lalu yang menunjukkan bahwa
sekitar setengah dari 19 peserta dalam Federal Open Market Committee
ingin menghentikan program pembelian obligasi bulanan senilai $ 85
milyar pada akhir tahun.
Namnun pada saat yang sama, risalah
rapat tersebut menunjukkan bahwa banyak pejabat the Fed terlebih dahulu
ingin melihat lebih banyak tanda-tanda membaiknnya pasar tenaga kerja
sebelum memangkas atau menghentikan pembelian obligasi yang dikenal
sebagai pelonggaran kuantitatif (QE) tersebut. (brc).
No comments:
Post a Comment