 5 Agustus (Bloomberg) - Emas berjangka
jatuh untuk sesi kelima beruntun capping kemerosotan terpanjang sejak
Mei, seiring permintaan dolar yang lebih kuat untuk logam mulia sebagai
alternatif investasi. Dolar naik sebanyak 0,4 persen menjadi $
1,3233 terhadap euro. Emas telah jatuh 22 persen tahun ini karena
greenback menguat 4,2 persen terhadap ukuran dari 10 mitra dagang utama.
Logam juga telah mundur karena beberapa
investor kehilangan kepercayaan pada emas sebagai penyimpan nilai tengah
kekhawatiran bahwa Federal Reserve akan memperlambat laju stimulus.
Emas berjangka untuk pengiriman Desember turun 0,6 persen dan berada di
angka $ 1,302.40 per ounce pada pukul 1:50 siang Comex di New York.
The Fed mengatakan pekan lalu akan mempertahankan program pembelian
obligasi nya $ 85 miliar bulanan, dan memperingatkan bahwa inflasi masih
rendah bisa menghambat ekspansi ekonomi.
Lima puluh persen dari 54 ekonom dalam
survei Bloomberg bulan lalu memperkirakan Fed memutuskan untuk pare
pembelian obligasi pada bulan September. Perak berjangka untuk pengiriman September turun 1 persen menjadi $ 19,719 per ons di New York.
Di New York Mercantile Exchange,
platinum berjangka untuk pengiriman Oktober tergelincir 0,2 persen
menjadi $ 1,448.10 per ounce. Palladium berjangka untuk pengiriman
September naik 0,8 persen menjadi $ 735,20 per ounce.
|
No comments:
Post a Comment