
New York, Bloomberg (16/08) – Indeks
Standard & Poor 500 catat penurunan empat hari pertamanya dalam
setahun ini, setelah saham-saham energi turun dan yield Treasury
melonjak ke level tertinggi dua tahun karena investor menunggu sinyal
rencana stimulus Federal Reserve pekan ini.
Indeks S & P 500
turun 0,6 persen menjadi 1,646.06 pada pukul 4 sore di New York, level
terendah sejak 8 Juli dan Indeks Dow Jones Industrial Average
tergelincir 70,73 poin, atau 0,5 persen ke 15,010.74.
Federal
Open Market Committee akan merilis risalah dari pertemuan kebijakan
30-31 Juli lalu pada 21 Agustus mendatang. Para investor dan analis akan
mencari petunjuk lebih lanjut terhadap kapan bank sentral AS tersebut
berencana untuk mengurangi pembelian aset bulanannya senilai $85 milyar.
Menurut 65 persen ekonom yang disurvei oleh Bloomberg pada 09-13
Agustus lalu para pembuat kebijakan itu akan mulai memangkas pembeli
pada pertemuan kebijakan 17-18 September,
Dari 464 perusahaan di
S & P 500 yang telah melaporkan pendapatan sejauh ini, 72 persen
telah melampaui perkiraan analis, menurut data yang dikumpulkan oleh
Bloomberg. Sekitar 55 persen telah melampaui proyeksi pendapatan dan
sekitar 23 perusahaan dari S & P 500 dijadwalkan untuk merilis hasil
kuartalannya pekan ini.
Saham-saham energi mencatat penurunan
terbesar hari ini, turun 1,5 persen. Minyak mentah West Texas
Intermediate turun untuk pertama kalinya dalam tujuh hari karena
meredanya ancaman badai di Teluk Meksiko, menghilangkan risiko terhadap
produksi minyak dan gas di daerah tersebut. Minyak juga turun karena
permintaan dari kilang AS menurun mengikuti berakhirnya puncak periode
penggunaan bensin. WTI ditutup meningkat beruntun terpanjang sejak April
pada 16 Agustus lalu di tengah kerusuhan Mesir. (brc)
No comments:
Post a Comment