
Bloomberg (24/9) – Mata uang dollar
melemah untuk hari kedua terhadap yen seiring dengan ketua the Fed Bank
of New York William C. Dudley yang mengatakan bahwa para pihak otoritas
harus “kuat” mendorong menentang angin haluan ekonomi”.
Mata uang
A.S tersebut jatuh versus mayoritas dari 16 mata uang utama lainnya
seiring ketua Bank of Atlanta Dennis Lockhart, yang telah mendukung
pembelian obligasi bulanan sebesar $85 Milyar the Fed yang dipertahankan
pada pekan lalu, mengatakan bahwa kebijakan harus focus pada
terciptanya kondisi ekonomi yang lebih dinamis.
Sedangkan mata
uang yen meraih gain terhadap sebagian besar mata uang rekanan lainnya
seiring yield note obligasi 2 tahun A.S yang terjatuh sekitar 19 basis
poin sejak mencapai level 0.53% pada tanggal 6 September, yang tertinggi
sejak bulan Mei 2011.
Mata uang anggota ke 17 negara jatuh
versus dollar setelah ketua bank sentral Eropa Mario Draghi yang telah
mengatakan bahwa beliau sudah siap untuk meluncurkan operasi pembiayaan
ulang jangka panjang yang lainnya, jika dibutuhkan.
Dollar
melemah 0.5% menuju ke level harga 98.81 yen pada jam 2:32 siang, waktu
New York, setelah jatuh 0.1% pada tanggal 20 September, sedangkan
greenback turun 0.2% menuju ke level harga $1.3495 per euro, sementara
yen naik 0.7% versus mata uang yang umum menuju ke level 133.48.(tito)
http://www.bloomberg.com/news/2013-09-23/dollar-weakens-for-second-day-versus-yen-before-fed-speakers.html
No comments:
Post a Comment