
Bloomberg (05/9) – Mata uang dollar
mendekati sebulan tertinggi terhadap yen ditengah spekulasi the Fed yang
akan mengurangi stimulus bulan ini sementara BoJ mempertahankan
kebijakannya.
Demand terhadap greenback didukung sebelum laporan
dari pihak swasta di A.S yang memproyeksikan untuk memperlihatkan
peningkatan tenaga kerja dan ekspansi industri jasa, menambahkan perkara
the Fed untuk mengurangi pembelian surat hutang pada sebuah pertemuan
kebijakan ditanggal 17-18 September, selain itu yen mempertahankan tiga
hari penurunannya terhadap euro seiring perkiraan ekonom bahwa BOJ akan
memutuskan untuk tidak merubah pembelian obligasi yang belum pernah
terjadi pada sebuah pertemuan selama dua hari yang berakhir hari ini.
“
Outlook bagi ekonomi A.S dan kebijakan moneter akan memberi dampak
besar terhadap dollar dalam rentang medium hingga jangka panjang”
menurut Yuki Sakasai, seorang ahli strategi di New York dari Barclays
Plc.”Pandangan kami bahwa the Fed akan memutuskan untuk mengurangi
pelonggaran dua minggu kedepan.”
Mata uang A.S ditransaksikan
sedikit berubah dilevel harga 99.77 yen pada jam 8:27 pagi di Tokyo
setelah mencapai level 99.86 pada 3 September, yang tertinggi sejak 2
Agustus, yen berada dilevel harga 131.71 per euro setelah turun 1.5%
pekan ini menuju ke level 131.73 dihari kemarin, mata uang ke 17 negara
Eropa sedikit berubah berada dilevel harga $1.3205.(tito)
http://www.bloomberg.com/news/2013-09-04/dollar-near-month-high-versus-yen-on-u-s-japan-monetary-policy.html
No comments:
Post a Comment