
New York, 10/09 (Bloomberg) – Emas
mencatat kejatuhan yang paling dalam di dua bulan terakhir sebagai
Sekretaris Negara AS, John Kerry mengatakan bahwa Amerika akan
mempertimbangkan rencana dari Rusia untuk menghilangkan senjata kimia
Suriah dalam upaya untuk meredakan potensi serangan militer.
Pemimpin
Mayoritas Senat AS, Harry Reid mengatakan upaya diplomatik untuk
membujuk Suriah menyerahkan senjata kimianya harus diberikan waktu untuk
bekerja, dan sekelompok senator bipartisan tetap akan menyusun
alternatif usulan otorisasi untuk serangan militer AS. Emas juga jatuh
pada spekulasi bahwa Federal Reserve akan segera memangkas stimulus
moneternya, mengikis daya tarik logam sebagai alternatif investasi.
Harga
emas telah berada di bawah tekanan dalam menanggapi tanda-tanda terbaru
dari de-eskalasi terkait krisis Suriah, seperti dikatakan oleh
Commerzbank AG di Frankfurt dalam sebuah laporan. 'Kemungkinan The Fed
sudah mulai menurunkan kembali pembelian obligasi setelah pertemuan
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) minggu depan juga akan membebani
harga emas.'
Emas berjangka untuk pengiriman Desember turun 1,6
persen dan ditutup pada posisi $ 1.364 per ounce pukul 1:54 p.m. di
Comex,i New York, penurunan terbesar untuk kontrak paling aktif sejak 5
Juli. Logam ini telah merosot 19 persen sejak awal tahun.
Pada
tanggal 28 Agustus, harga mencapai 15-minggu tertinggi di $ 1434 saat AS
mengindikasikan akan menyerang Suriah terhadap tuduhan penggunaan
senjata kimia kepada warga sipilnya.
Rebound telah selesai,
sebagian karena meredanya ketegangan di Suriah, dan harga dapat turun ke
$ 1.200 pada akhir tahun ini, Societe Generale SA mengatakan hari ini
dalam sebuah laporan. Penjualan 'kuat' pada exchange-traded funds
mungkin akan segera dilanjutkan, kata bank tersebut. (brc)
No comments:
Post a Comment