
New York, 05/09 (Bloomberg) – Emas
jatuh ke level terendah dalam lebih dari seminggu terakhir karena data
ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan memperkuat kasus bagi Federal
Reserve untuk memperlambat stimulus moneternya.
Indeks
non-manufaktur dari Institute for Supply Management naik menjadi 58,6
pada bulan Agustus. Sementara, perkiraan rata-rata adalah untuk
penurunan ke angka 55. Angka yang lebih besar dari 50 adalah menunjukan
ekspansi aktivitas. Emas telah turun 18 persen pada tahun ini di tengah
spekulasi bahwa the Fed akan menurunkan skala pembelian obligasinya
karena perekonomi terus membaik. Sementara, the Bloomberg Dollar Index,
yang mengukur greenback terhadap 10 mata uang utama lainnya, naik
sebanyak 0,6 persen.
'Data ekonomi AS semakin kuat, pasar kembali
gelisah,' Tom Power, senior broker komoditas dari RJ O'Brien &
Associates di Chicago, mengatakan dalam sebuah wawancara telepon.
'Kekuatan dolar sedang bekerja terhadap emas.'
Emas berjangka
untuk pengiriman Desember turun 1,2 persen untuk diselesaikan pada
posisi $ 1.373 per ounce pukul 1:49 siang di Comex, New York, setelah
jatuh ke posisi $ 1,364.70, terendah sejak 22 Agustus lalu.
Sebelumnya,
logam itu naik sebanyak 0,7 persen setelah Komite Senat Hubungan Luar
Negeri kemarin mengotorisasi Presiden Barack Obama untuk melakukan
operasi militer terbatas di Suriah, meningkatkan daya tarik aset haven.
Sebagai
catatan, bullion telah naik sebesar 16 persen dari posisi terendah
34-bulan yang tercapainya pada 28 Juni lalu karena melonjaknya
permintaan fisik dan meningkatnya permintaan emas sebagai safe haven di
tengah meningkatnya kekhawatiran tentang ketegangan di kawasan Timur
Tengah. (brc)
No comments:
Post a Comment