English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Monday, September 30, 2013



Bloomberg (01/10), - Saham AS tergelincir, mengupas keuntungan kuartalannya untuk  Indeks Standard & Poor 500, seiring kebuntuan atas anggaran federal AS yang meningkatkan kemungkinan shutdown pemerintahan.
Indeks S&P 500 turun 0,6 persen ke level 1,681.67 pada pukul 4 pm di New York. Indeks acuan naik 2,9 persen pada bulan ini, memberikan keuntungan kuartalan sebesar 4,7 persen, seiring Federal Reserve mempertahankan dari pembelian obligasinya senilai USD$ 85 miliar perbulan.
Anggota parlemen AS harus menyetujui undang-undang darurat pada tengah malam untuk menjaga operasi pemerintah federal mulai besok, awal tahun fiskal 2014. Kegagalan untuk melakukannya dapat mengakibatkan sebanyak 800.000 pegawai federal dirumahkan sementara.
Partai Republik dan Demokrat tetap berselisih mengenai apakah untuk mengikat setiap perubahan Undang-Undang Perawatan Terjangkau Presiden Barack Obama untuk perpanjangan jangka pendek dari dana pemerintah. Perbandingan hasil voting senat 54-46 untuk menolak rencana terbaru DPR, dalam sebuah langkah partai-line yang menempatkan tekanan pada partai Republik. (rk)
 

U.S. Stocks Fall as Investors Face Government Shutdown

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:16 PM No comments


Bloomberg (01/10) -- U.S. stocks slid, paring a quarterly gain for the Standard & Poor’s 500 Index, as a stalemate over the federal budget increased the likelihood of a government shutdown.
The S&P 500 fell 0.6 percent to 1,681.67 at 4 p.m. in New York. The benchmark gauge climbed 2.9 percent this month, giving it a quarterly gain of 4.7 percent, as the Federal Reserve kept its $85 billion of monthly bond-buying.
U.S. lawmakers have to approve emergency legislation by midnight to keep the federal government operating from tomorrow, the beginning of the 2014 fiscal year. Failure to do so may result in as many as 800,000 federal employees being placed on temporary unpaid leave.
Republicans and Democrats remained at odds over whether to tie any changes to President Barack Obama’s Affordable Care Act to a short-term extension of government funding. The Senate voted 54-46 to reject the House’s latest plan, in a party-line move that puts the pressure back on House Republicans.

Emas Mencatatkan Gain Kuartal Pertamanya pada Tahun ini

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:15 PM No comments


MarketWatch (01 /10), SAN FRANCISCO - Emas berjangka ditutup melemah pada hari Senin seiring investor mempertimbangkan kemungkinan shutdown pada pemerintahan AS dan dampaknya terhadap permintaan untuk logam mulia, namun harga telah naik lebih dari 8% sejak akhir Juni - kenaikan emas kuartalan pertamanya dalam setahun terakhir.
Emas untuk pengiriman Desember turun $ 12,20, atau 0,9 %, untuk menetap di level $1.327 per ons di divisi Comex New York Mercantile Exchange .
Berdasarkan kontrak paling aktif, emas berjangka menderita kerugian bulanannya sekitar 5%, namun emas telah melonjak 8,4% untuk kuartalannya. Keuntungan kuartalan pertamanya sejak kuartal yang berakhir 28 September 2012. Pada penutupan perdagangan pada hari Senin, emas berjangka telah kehilangan keuntungan sekitar 21% pada tahun ini sampai saat ini.
Partai Republik yang memimpin di Senat AS memberikan suaranya pada hari Minggu untuk menunda hukum perawatan kesehatan Presiden Barack Obama dengan satu tahun. Jika Partai Republik dan Demokrat tidak dapat menyetujui anggaran AS hingga batas waktu pada Selasa pag , banyak kantor pemerintah akan tutup.
Emas sering menemukan dukungan seiring investasi safe haven pada saat ini tidak pasti. Tapi Yves Lamoureux, presiden Lamoureux & Co, sebuah perusahaan penasehat pasar berdasarkan perilaku ekonomi, menunjukkan bahwa 'shutdown pemerintah sangat disinflasi oleh kondisi dan tidak mendorong pergerakan emas.' Emas  sebaliknya, sering dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi. (izr)
 

Gold scores first quarterly gain in a year

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:14 PM No comments


MarketWatch (01/10) SAN FRANCISCO — Gold futures closed lower on Monday as investors mulled the possibility of a U.S. government shutdown and its impact on demand for the precious metal, but prices have gained more than 8% since the end of June — their first quarterly gain in a year.
Gold for December delivery fell $12.20, or 0.9%, to settle at $1,327 an ounce on the Comex division of the New York Mercantile Exchange.
Based on the most-active contracts, gold futures suffered monthly loss of about 5%, but jumped 8.4% for the quarter. The quarterly gain was the first since the quarter ended Sept. 28, 2012. As of Monday’s close, gold futures have lost roughly 21% this year to date.
The Republican-led House voted Sunday to delay President Barack Obama’s health-care law by one year. If Republicans and Democrats can’t agree on a budget by the Tuesday-morning deadline, many government offices will close.
Gold often finds support as a safe-haven investment in times of uncertainty. But Yves Lamoureux, president of Lamoureux & Co., a market advisory firm based on behavioral economics, pointed out that “a government shutdown is very disinflationary by nature and is not a gold driver.” Gold, instead, is often seen as a hedge against inflation.

Saham Eropa Jatuh Terhadap Potensi Shutdown pemerintah AS

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:13 PM No comments


Bloomberg ( 30/9 ) - Saham Eropa turun ke level terendahnya dalam sebulan terakhir, memangkas kenaikan kuartalan terbaiknya dalam empat tahun terakhirnya , seiring pemerintah Amerika Serikat menghadapi langkah penutupannya untuk pertama kali dalam 17 tahun terakhir dan Perdana Menteri Italia Enrico Letta berjuang untuk menyelamatkan pemerintahannya . UniCredit SpA dan Intesa Sanpaolo SpA , bank terbesar di Italia , turun lebih dari 1 persen seiring Indeks patokan FTSE MIB tergelincir 1,2 persen . Rio Tinto Group memimpin penurunan di perusahaan sektor pertambangan setelah manufaktur China melewatkan perkiraan awal . Aryzta AG rally terbesar dalam enam bulan terakhir seiring pemasok produk roti Swiss melaporkan hasil bahwa proyeksi keuntungan tertingginya. Indeks Stoxx Europe 600 turun 0,6 persen ke level 310,46 pada penutupan perdagangan , ini menjadi penurunan terbesarnya sejak 30 Agustus Indeks masih akan naik sebesar 4,4 persen pada bulan September seiring Federal Reserve menahan dari pemangkasan pembelian aset bulanannya . Indeks Stoxx Europe 600 telah melonjak 8,9 persen sejak akhir bulan Juni ini kenaikan kuartalan terbesarnya sejak periode ketiga tahun 2009 . Pemerintah AS sedang menuju shutdown pertama parsial sejak tahun 1996 di tengah malam ini, setelah akhir pekan dengan ada tanda-tanda negosiasi atau kompromi baik dari DPR atau Senat untuk mencegah hal itu. seiring pengambilan suara di senat AS 231-192 kemarin untuk mengikat perpanjangan pendanaan pemerintah melalui 15 Desember untuk penundaan dalam banyak ketentuan sentral perubahan perawatan kesehatan Presiden Barack Obama . pertemuan Senat yang diselenggarakan di Washington pada hari ini dan mungkin akan menolak penangguhan untuk Obamacare . Sebuah potensi shutdown pemerintah AS akan mengurangi pertumbuhan ekonomi kuartal keempatnya sebanyak 1,4 poin persentase, tergantung pada panjangnya, ekonom mengatakan, seiring pekerja pemerintah dari jagawana ke resepsionis telepon akan diberhentikan sementara. Kantor Manajemen dan Anggaran diperkirakan 30 hari penutupan tahun 1995 dan 1996 biaya lebih dari $ 1,4 miliar, atau $ 2.09 miliar dolar di hari ini. (rk)

Sunday, September 29, 2013

Dollar at Month Low Versus Yen as Shutdown Looms; Euro Declines

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:27 PM No comments


Bloomberg (30/9) -- The dollar dropped to a one-month low against the yen as political budget wrangling threatened a U.S. government shutdown from tomorrow.

The U.S. currency extended its biggest weekly slide versus the yen in more than a month with Congress deadlocked over Republicans’ insistence on delaying the 2010 health-care law.

The yen climbed against all its major peers and reached a three-week high per the euro as demand for safety increased with Italian Prime Minister Enrico Letta’s government on the verge of collapse after allies of former leader Silvio Berlusconi said they planned to quit the cabinet.

“The market is cautious, and that’s what’s leading to the safe-haven trade at the moment,” said Stan Shamu, a market strategist at IG Ltd. in Melbourne. “The yen just seems to be gaining ground against everything.”

The dollar touched 97.53 yen, the least since Aug. 29, before trading 0.4 percent lower at 97.87 yen as of 8:10 a.m. in Tokyo. Japan’s currency added 0.6 percent to 132.09 versus Europe’s 17-nation common tender and reached 131.38, the strongest level since Sept. 9. The euro declined 0.2 percent to $1.3494.

“Farce reigns and risk aversion rises,” Kit Juckes, the global strategist at Societe Generale SA in London, wrote in a note to clients. “The U.S. is still heading towards a shutdown, the Italian government is heading for a confidence vote that probably precedes elections. Yen up, euro down.

Spot Emas Naik ke Level Tertinggi ditengah Kecemasan

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:26 PM No comments


Bloomberg (30/9) – Spot Bullion mengalami peningkatan sebanyak 1.3% menuju ke level harga $1,354.35 per ons serta diperdagangkan dilevel harga $1,340.13 pada jam 7:01 pagi di Singapura.(tito)
 

Spot Gold Rises to Highest Since Sept. 20 Amid Shutdown Concern

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:25 PM No comments


Bloomberg (30/9) -- Spot bullion advances as much as 1.3 percent to $1,354.35 an ounce, and trades at $1,340.13 at 7:01 a.m. in Singapore.

Obama Mendesak Majelis Partai Republik Cegah Penutupan

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:25 PM No comments


WASHINGTON (28/9) - MarketWatch – Presiden Barack Obama dihari Jumat kemarin telah mendesak pihak Majelis partai Republik untuk mencegah sebuah langkah penutupan pemerintahan dengan menyetujui sebuah acuan untuk mempertahankan agar sektor pemerintahan bias tetap berjalan hingga pertengahan November.

Jika majelis partai Republik dan juga senat demokrat tidak dapat mencapai sebuah kompromi pada legislasi dlam rangka mempertahankan agar sektor pemerintahan dapat dibuka hingga hari Selasa pagi, maka para pekerja federal terpaksa diam dirumah.

Obama mengatakan bahwa beliau tidak akan menerima acuan apapun yang terikat perubahan pada hukum penanganan kesehatan yang ditandatangani olehnya untuk mempertahankan berjalannya pemerintahan, sementara beliau mengatakan bahwa ancaman dari sebuah langkah penutupan te;aj memiliki “sebuah dampak pengurangan terhadap kondisi ekonomi”

Presiden A.S tersebut juga mendesak pihak kongres untuk menaikkan batas hutang federal dan mengatakan bahwa beliau tidak akan bernegosiasi terhadap kendala tersebut, yang telah mengalami kegagalan pada batas hutang yang akan menjadi “jauh lebih berbahaya dari sebuah langkah penutupan pemerintahan,” seperti yang telah dikatakan oleh Obama.

“Hal tersebut akan menjadi sebuah langkah penutupan kondisi ekonomi” dengan dampak yang tidak hanya akan terasa dinegara A.S tapi juga diseluruh dunia” menurut pernyataan beliau, selain itu pihak Gedung Putih telah mengatakan kepada pihak kongres untuk meningkatkan batas hutang pada tanggal 17 Oktober atau sektor treasury kemungkinan akan kehabisan uang tunai untuk membayar tagihannya.(tito)

http://www.marketwatch.com/story/obama-urges-house-republicans-to-avert-shutdown-2013-09-27-16912852
 

Obama urges House Republicans to avert shutdown

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:25 PM No comments


WASHINGTON (28/9) - MarketWatch - President Barack Obama on Friday urged House Republicans to avert a government shutdown by approving a measure to keep the government running until mid-November.

If House Republicans and Senate Democrats cannot reach a compromise on legislation keeping the government open by Tuesday morning, federal workers will have to stay home.

Obama said he would not accept any measure that tied changes to his signature health-care law to keeping the government running. The threat of a shutdown already is having 'a dampening effect on the economy,' he said.

The president also again urged Congress to raise the federal debt ceiling and said he would not negotiate on the issue. Failing to act on the debt limit would be 'far more dangerous than a government shutdown,' Obama said.

'It would be an economic shutdown, with impacts not just here but around the world,' he said. The White House has told Congress it must increase the debt limit by Oct. 17 or Treasury may run out of cash to pay its bills.

http://www.marketwatch.com/story/obama-urges-house-republicans-to-avert-shutdown-2013-09-27-16912852

Thursday, September 26, 2013

Dolar Bersiap Untuk Gain Mingguan Sebelum Rilis Data Konsumen A.S

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 10:05 PM No comments


Bloomberg (27/9) - Indeks dolar bersiap untuk keuntungan lima hari pertamanya dalam empat minggu terakhir sebelum rilis data yang diperkirakan akan menunjukkan perbaikan dalam tingkat pengeluaran di A.S, menjadi tanda-tanda penguatan lebih lanjut atas kemungkinan pengurangan dalam stimulus moneter.

Mata uang A.S itu bersiap untuk meningkat pada minggu ini terhadap euro setelah Presiden Federal Reserve untuk Bank Kansas City, George Ester mengatakan bahwa kenaikan pasar tenaga kerja menjamin penurunan pembelian obligasi oleh bank sentral A.S sesegera mungkin. Anggota adi komite kebijakan, William C. Dudley dan Charles Evans juga dijadwalkan untuk berbicara pada hari ini, sama seperti Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi.

'Ekonomi A.S pasti membaik,' kata Peter Dragicevich, ahli strategi mata uang dari Commonwealth Bank of Australia di Sidney.

Indeks Dollar A.S Bloomberg, yang melacak greenback terhadap 10 mata uang utama, sedikit berubah pada level 1,015.22 pukul 10:26 pagi di Tokyo, siap untuk kenaikan mingguan sebesar 0,2 persen.

Dolar diperdagangkan pada level $ 1,3487 per euro dari posisi $ 1,3489 kemarin dan $ 1,3524 pada tanggal 20 September. Dolar kehilangan 0,1 persen menjadi 98,94 yen, turun 0,4 persen pada minggu ini. Mata uang Jepang tersebut berada di level 133,43 per euro dan naik 0,7 persen pada minggu ini.

Greenback telah jatuh 1,9 persen sejak tanggal 30 Agustus lalu terhadap counterpartnya di Eropa, memperpanjang penurunan kuartalan menjadi 3,5 persen. Yen telah kehilangan 2,8 persen pada bulan ini terhadap euro dan siap untuk penurunan 3,4 persen sejak tanggal 28 Juni yang lalu. (frk)
 

Obama Ejek Partai Republik karena Tolak UU Perawatan Kesehatan

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 10:02 PM No comments


Dalam pidato hari Kamis (26/9), Presiden Barack Obama menggambarkan taktik Partai Republik untuk memblokir undang-undang itu 'gila,' dan mengatakan mereka khawatir undang-undang itu akan berhasil, bukan karena undang-undang itu akan gagal.

Dia menuduh Partai Republik yang beroposisi berusaha memerasnya untuk membatalkan atau tidak mendanai Undang-Undang Perawatan Terjangkau dengan mengancam penutupan sebagian kegiatan pemerintah mulai 1 Oktober.

Sementara itu, ketua DPR dari Partai Republik, John Boehner, mengatakan kemungkinannya kecil DPR yang dikuasai Partai Republik akan mengesahkan rancangan undang-undang anggaran sementara yang akan mendanai pemerintah melewati hari Selasa.

Para anggota Senat yang dikuasai Partai Demokrat kini bersiap-siap mengadakan voting untuk RUU itu.

DPR diperkirakan akan menyetujui RUU itu pekan ini yang akan memungkinkan Departemen Keuangan meningkatkan otoritas pinjaman untuk membayar kewajiban-kewajiban pemerintah, sementara memberlakukan penundaan setahun bagi Undang-Undang Perawatan Terjangkau, yang memperluas asuransi kesehatan bagi jutaan warga Amerika yang tidak mampu.

Sebagian jajak pendapat menunjukkan warga Amerika umumnya merasa skeptis tentang undang-undang itu, yang juga dikenal sebagai Obamacare.

http://www.voaindonesia.com/content/obama-ejek-partai-republik/1758116.html
 

Dollar Poised for Weekly Gain Before Consumer Data, Fed Speakers

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 10:00 PM No comments


Bloomberg (27/9) -- A gauge of the dollar was poised for its first five-day gain in four weeks before data forecast to show spending in the U.S. improved, signs of strength that may prompt an easing in monetary stimulus.
The U.S. currency is set to rise this week against the euro after Federal Reserve Bank of Kansas City President Esther George said labor-market gains warrant tapering the U.S. central bank’s bond purchases immediately. Fellow voting members on the policy committee, William C. Dudley and Charles Evans are also scheduled to speak today, as is European Central Bank President Mario Draghi.
“The U.S. economy is definitely improving,” said Peter Dragicevich, a currency strategist in Sydney at Commonwealth Bank of Australia, the nation’s biggest lender. “All the Fed’s decision did was delay the inevitable, and it hasn’t really changed course. George is typically the most hawkish voting member of the Fed, so that might give the U.S. dollar a bit of support.”
The Bloomberg U.S. Dollar Index, which tracks the greenback against 10 major currencies, was little changed at 1,015.22 as of 10:26 a.m. in Tokyo, set for a 0.2 percent weekly gain.
The dollar traded at $1.3487 per euro from $1.3489 yesterday and $1.3524 on Sept. 20. It lost 0.1 percent to 98.94 yen, down 0.4 percent this week. Japan’s currency was at 133.43 per euro and is up 0.7 percent this week.
The greenback has fallen 1.9 percent since Aug. 30 versus its European counterpart, extending its quarterly decline to 3.5 percent. The yen has lost 2.8 percent this month against the euro and is set for a 3.4 percent drop since June 28.

Emas menuju penurunan mingguan kelima pada ketidakpastian stimulus

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 9:59 PM No comments


Singapura, (27/9) - Emas tergelincir untuk kedua kalinya pada Jumat pagi dan berada di jalur untuk penurunan mingguan kelima karena dilanda ketidakpastian yang terus-menerus atas prospek stimulus dari Federal Reserve.

Spot emas turun 0,2 persen menjadi $ 1,320.79 per ounce pada pukul 07:25 WIB, membawa kerugian minggunya menjadi 0,3 persen. Logam ini telah jatuh lebih dari 5 persen dalam beberapa pekan terakhir.

DPR AS dari Partai Republik pada hari Kamis menolak untuk menyetujui permintaan Presiden Barack Obama untuk meluluskan undang-undang agar pemerintah bisa cepat beroperasi sebelum 30 September dan untuk meningkatkan otoritas pinjaman guna menghindari default.

Volume emas yang ditransfer antara rekening yang dimiliki oleh lembaga-lembaga kliring bullion turun untuk bulan kedua berturut-turut pada bulan Agustus, mencerminkan tingkat permintaan yang relatif sepi untuk logam mulia, berdasarkan data dari London Bullion Market Association.

Produksi emas China dalam tujuh bulan pertama tahun ini dan hanya mencapai 232,189 ton, atau naik 11,5 persen dari periode yang sama tahun lalu, kata Asosiasi Emas China. (brc)

Gold headed for 5th weekly decline on stimulus outlook

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 9:59 PM No comments


Singapore, (27/9) -- Gold slipped for a second session on Friday and was on track for its fifth weekly drop, hit by persistent uncertainty over the Federal Reserve's stimulus outlook.

Spot gold eased 0.2 percent to $1,320.79 an ounce by 0025 GMT, bringing the week's losses to 0.3 percent. The metal has fallen over 5 percent in as many weeks.

U.S. House of Representatives Republicans on Thursday refused to give in to President Barack Obama's demand for straightforward bills to run the government beyond Sept. 30 and to increase borrowing authority to avoid a historic default.

The volume of gold transferred between accounts held by bullion clearers fell for a second straight month in August, reflecting subdued demand for the precious metal, data from industry group the London Bullion Market Association showed.

Some Indian banks, which are primary dealers of bullion, re-started imports for exports after the customs department gave a green signal to some lots.

China's gold output in the first seven months of the year totalled 232.189 tonnes, up 11.5 percent from the same period last year, the China Gold Association said.

Wednesday, September 25, 2013

Euro Reli seiring Anggaran AS Memicu Kecemasan Langkah Penutupan

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:16 PM No comments
Bloomberg (25/9) - Euro menguat terhadap dolar terhadap tanda-tanda penguatan ekonomi di kawasan 17 negara eropa dan kelompok pembicaraan anggaran di Washington Dapat menyebabkan federal shutdown.

Mata uang bersama (EURO) menguat terhadap sebagian besar rekan-rekan utama seiring kepercayaan konsumen di Jerman, ekonomi terbesar Eropa, meningkat lebih dari perkiraan akurat. Yen menguat terhadap mayoritas mata uang yang paling diperdagangkan di tengah penurunan risiko permintaan. Dolar Selandia Baru turun setelah defisit perdagangan negara itu tiba-tiba meluas. The Krona Swedia turun untuk hari keempat terhadap dolar seiring kepercayaan konsumen memburuk pada bulan September.

Euro menguat 0,4 persen ke level $1,3521 per dolar pada pukul 02:06 waktu New York. Mata uang umum naik 0,2 persen ke level  133,28 yen per. Dolar jatuh 0,2 persen ke level 98,57 yen.

Quarterback, dolar Selandia Baru telah menyebabkan semua gainers utama meningkat 6,7 persen, sedangkan berkinerja terburuk rand Afrika Selatan telah tergelincir 0,8 persen. Krone Denmark adalah mata uang berkinerja terbaik pada 2013 dan rand telah anjlok 14,9 persen. (izr)

Euro Rallies as U.S. Budget Spurs Shutdown Concern

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:12 PM No comments


Bloomberg (25/9) -- The euro advanced versus the dollar on signs of economic strength in the 17-nation region and concern Washington budget talks may lead to a federal shutdown.
The shared currency gained versus most of its major peers as consumer confidence in Germany, Europe’s biggest economy, increased more than estimated. The yen gained against a majority of its most-traded counterparts amid reduced risk demand. New Zealand’s dollar fell after the nation’s trade deficit unexpectedly widened. The Swedish krona dropped for a fourth day against the dollar as consumer confidence worsened in September.
The euro appreciated 0.4 percent to $1.3521 per dollar at 2:06 p.m. New York time. The common currency rose 0.2 percent to 133.28 per yen. The dollar fell 0.2 percent to 98.57 yen.
The quarter, New Zealand’s dollar has led all major gainers with a 6.7 percent increase, while the worst-performing South African rand has slipped 0.8 percent. Denmark’s krone is the best-performing currency in 2013 and the rand has plunged 14.9 percent.

Demand terhadap Barang Kapital di A.S berada dibawah Estimasi

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:10 PM No comments


Bloomberg (26/9) – Pesanan untuk barang-barang seperti komputer dan juga mesin telah naik kurang dari yang telah diperkirakan dibulan Agustus, memperlihatkan sebuah peningkatan dalam anggaran belanja bisnis A.S yang masih butuh waktu untuk berkembang.

Pemesanan untuk peralatan kapital non militer kecuali pesawat terbang telah meningkat sebanyak 1.5% setelah terjadinya penurunan sebesar 3.3% dibulan Juli, berdasarkan laporan dari pihak Departemen Perdagangan pada hari rabu di Washington, sementara perkiraan median dari survey ekonom oleh Bloomberg memproyeksikan gain sebanyak 2%, sedangkan laporan lainnya memperlihatkan melemahnya penjualan rumah baru selama dua bulan terakhir ditahun ini.

Selain itu produksi pabrik sedang mengalami penguatan seiring dengan warga Amerika yang mengganti mobil lama mereka dan perusahaan yang berinvestasi dalam teknologi baru, sebuah pertarungan peningkatan anggaran yang terjadi di Washington dan naiknya suku bunga yang berarti pihak perusahaan akan butuh untuk melihat gain yang lebih besar dalam tingkat penjualan untuk membenarkan pembaharuan peralatan, yang kemungkinan akan membatasi rebound dalam bentuk apapun dalam sektor manufaktur.

Jumlah pesanan sedang “meningkat, namun perlahan,” menurut Kevin Logan, chief U.S. economist untuk HSBC Securities USA Inc. di New York, yang merupakan forecaster kedua terbaik untuk pesanan barang kapital selama dua tahun terakhir, berdasarkan data Bloomberg, “Hingga sektor bisnis lebih yakin tentang pertumbuhan berdasarkan demand yang ada, mereka akan berwaspada sejauh penambahan kapasitas.”(tito)

http://www.bloomberg.com/news/2013-09-25/demand-for-u-s-capital-goods-climbs-as-investment-recovers.html
 

Demand terhadap Barang Kapital di A.S berada dibawah Estimasi

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:10 PM No comments


Bloomberg (26/9) – Pesanan untuk barang-barang seperti komputer dan juga mesin telah naik kurang dari yang telah diperkirakan dibulan Agustus, memperlihatkan sebuah peningkatan dalam anggaran belanja bisnis A.S yang masih butuh waktu untuk berkembang.

Pemesanan untuk peralatan kapital non militer kecuali pesawat terbang telah meningkat sebanyak 1.5% setelah terjadinya penurunan sebesar 3.3% dibulan Juli, berdasarkan laporan dari pihak Departemen Perdagangan pada hari rabu di Washington, sementara perkiraan median dari survey ekonom oleh Bloomberg memproyeksikan gain sebanyak 2%, sedangkan laporan lainnya memperlihatkan melemahnya penjualan rumah baru selama dua bulan terakhir ditahun ini.

Selain itu produksi pabrik sedang mengalami penguatan seiring dengan warga Amerika yang mengganti mobil lama mereka dan perusahaan yang berinvestasi dalam teknologi baru, sebuah pertarungan peningkatan anggaran yang terjadi di Washington dan naiknya suku bunga yang berarti pihak perusahaan akan butuh untuk melihat gain yang lebih besar dalam tingkat penjualan untuk membenarkan pembaharuan peralatan, yang kemungkinan akan membatasi rebound dalam bentuk apapun dalam sektor manufaktur.

Jumlah pesanan sedang “meningkat, namun perlahan,” menurut Kevin Logan, chief U.S. economist untuk HSBC Securities USA Inc. di New York, yang merupakan forecaster kedua terbaik untuk pesanan barang kapital selama dua tahun terakhir, berdasarkan data Bloomberg, “Hingga sektor bisnis lebih yakin tentang pertumbuhan berdasarkan demand yang ada, mereka akan berwaspada sejauh penambahan kapasitas.”(tito)

http://www.bloomberg.com/news/2013-09-25/demand-for-u-s-capital-goods-climbs-as-investment-recovers.html
 

Demand terhadap Barang Kapital di A.S berada dibawah Estimasi

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:09 PM No comments


Bloomberg (26/9) – Pesanan untuk barang-barang seperti komputer dan juga mesin telah naik kurang dari yang telah diperkirakan dibulan Agustus, memperlihatkan sebuah peningkatan dalam anggaran belanja bisnis A.S yang masih butuh waktu untuk berkembang.

Pemesanan untuk peralatan kapital non militer kecuali pesawat terbang telah meningkat sebanyak 1.5% setelah terjadinya penurunan sebesar 3.3% dibulan Juli, berdasarkan laporan dari pihak Departemen Perdagangan pada hari rabu di Washington, sementara perkiraan median dari survey ekonom oleh Bloomberg memproyeksikan gain sebanyak 2%, sedangkan laporan lainnya memperlihatkan melemahnya penjualan rumah baru selama dua bulan terakhir ditahun ini.

Selain itu produksi pabrik sedang mengalami penguatan seiring dengan warga Amerika yang mengganti mobil lama mereka dan perusahaan yang berinvestasi dalam teknologi baru, sebuah pertarungan peningkatan anggaran yang terjadi di Washington dan naiknya suku bunga yang berarti pihak perusahaan akan butuh untuk melihat gain yang lebih besar dalam tingkat penjualan untuk membenarkan pembaharuan peralatan, yang kemungkinan akan membatasi rebound dalam bentuk apapun dalam sektor manufaktur.

Jumlah pesanan sedang “meningkat, namun perlahan,” menurut Kevin Logan, chief U.S. economist untuk HSBC Securities USA Inc. di New York, yang merupakan forecaster kedua terbaik untuk pesanan barang kapital selama dua tahun terakhir, berdasarkan data Bloomberg, “Hingga sektor bisnis lebih yakin tentang pertumbuhan berdasarkan demand yang ada, mereka akan berwaspada sejauh penambahan kapasitas.”(tito)

http://www.bloomberg.com/news/2013-09-25/demand-for-u-s-capital-goods-climbs-as-investment-recovers.html
 

Emas naik hampir $ 20 untuk kenaikan pertama dalam empat sesi

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:01 PM No comments


MarketWatch (26/9) SAN FRANCISCO - Harga emas ditutup lebih tinggi pada hari Rabu untuk pertama kalinya dalam empat sesi, naik hampir $ 20 per ons seiring ketidakpastian pada anggaran AS dan plafon utang membuat beberapa investor kembali ke logam mulia.
Emas Desember naik $19,90, atau sebesar 1,5%, untuk menetap di level harga $1,336.20 per ons di divisi Comex New York Mercantile Exchange. Setelah turun $10,70, atau sebesar 0,8%, pada hari Selasa, harga telah dihitung kerugian selama tiga sesi sebesar 3,9%.
Jeffrey Wright, managing director H. C. Wainwright LLC, pada hari Rabu emas mendapat dukungan dari short covering, dan melemahnya dolar AS dan 'menjulang skenario fiskal AS.'
Menteri Keuangan Jacob Lew mengatakan Bahwa plafon utang AS akan Dicapai pada tanggal 17 Oktober.
Sejauh ini, 'masih belum ada undang-undang yang bisa diterapkan untuk bisa meloloskan kedua RUU di majelis Kongres dan ditandatangani menjadi undang-undang,' kata Wright. Dan 'kemungkinan shutdown pemerintah AS meningkat meningkat dari hari ke hari' dengan Kongres dan pemerintahan Obama 'sangat jauh terpisah pada kesepakatan apapun untuk pendanaan yang berkelanjutan oleh pemerintah,' katanya. Tanpa pengeluaran baru di tempat sebelum 1 Oktober, pemerintah secara parsial akan ditutup untuk pertama kalinya sejak 1996. Wright mengatakan ia Mengharapkan emas dapat menarik pembeli melalui akhir minggu ini 'seiring yang terlihat seperti kesepakatan anggaran mungkin akan turun ke risalah terakhir sekali lagi.' (izr)

Demand for U.S. Capital Goods Climbs Less Than Forecast

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:00 PM No comments


Bloomberg (26/9) - Orders for goods such as computers and machinery rose less than forecast in August, showing a pickup in U.S. business spending will take time to develop.

Bookings for non-military capital equipment excluding aircraft increased 1.5 percent after a 3.3 percent drop in July, the Commerce Department reported today in Washington.

The median forecast of economists surveyed by Bloomberg projected a 2 percent gain. Another report showed sales of new houses over the past two months were the weakest of the year.

Factory production is stabilizing as Americans replace older-model cars and companies invest in new technology. An escalating budget battle in Washington and higher interest rates mean companies will need to see bigger gains in sales to justify updating equipment, which will probably limit any rebound in manufacturing.

Orders are “rising, but they’re rising modestly,” said Kevin Logan, chief U.S. economist for HSBC Securities USA Inc. in New York, the second-best forecaster for capital goods orders over the past two years, according to data compiled by Bloomberg. “Until businesses are more confident about the growth in underlying demand, they’ll be cautious as far as adding capacity.”

http://www.bloomberg.com/news/2013-09-25/demand-for-u-s-capital-goods-climbs-as-investment-recovers.html
 

Demand for U.S. Capital Goods Climbs Less Than Forecast

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:59 PM No comments


Bloomberg (26/9) - Orders for goods such as computers and machinery rose less than forecast in August, showing a pickup in U.S. business spending will take time to develop.

Bookings for non-military capital equipment excluding aircraft increased 1.5 percent after a 3.3 percent drop in July, the Commerce Department reported today in Washington.

The median forecast of economists surveyed by Bloomberg projected a 2 percent gain. Another report showed sales of new houses over the past two months were the weakest of the year.

Factory production is stabilizing as Americans replace older-model cars and companies invest in new technology. An escalating budget battle in Washington and higher interest rates mean companies will need to see bigger gains in sales to justify updating equipment, which will probably limit any rebound in manufacturing.

Orders are “rising, but they’re rising modestly,” said Kevin Logan, chief U.S. economist for HSBC Securities USA Inc. in New York, the second-best forecaster for capital goods orders over the past two years, according to data compiled by Bloomberg. “Until businesses are more confident about the growth in underlying demand, they’ll be cautious as far as adding capacity.”

http://www.bloomberg.com/news/2013-09-25/demand-for-u-s-capital-goods-climbs-as-investment-recovers.html
 

Tuesday, September 24, 2013



Bloomberg (25/9) - Indeks berjangka Jepang naik seiring dolar memegang keuntungan terhadap sebagian besar rekan-rekan utama sementara minyak mentah rebound. Saham AS jatuh pada hari keempatnya pada kekhawatiran anggota parlemen tidak akan mencapai kesepakatan anggaran untuk menghindari shutdown pemerintah.
Nikkei 225 Stock Average berjangka yang menawar pada level 14.690 di Osaka pra-pasar, dari level 14.680 di Chicago dan Jepang kemarin. Kontrak pada Indeks Australia S&P/ASX 200 turun 0,1 persen. Indeks Standard & Poor 500 berjangka tergelincir 0,1 persen setelah indeks jatuh 0,3 persen penurunan terpanjang dalam sebulan. Dolar diperdagangkan mendekati satu minggu level tertingginya terhadap yen dan menguat terhadap mata uang Selandia Baru. Minyak mentah di New York menhentikan empat hari penurunannya seiring tembaga berjangka naik.
Sebuah survei swasta menunjukkan ekonomi China melambat pada kuartal ini, seiring investor Jim Chanos mengatakan dalam sebuah konferensi di New York, ia tidak yakin dengan membaiknya fundamental China. Filipina menerbitkan data perdagangan pada hari ini, sementara Jepang isu indeks harga jasa perusahaan dan Taiwan merilis pesanan ekspornya. Sedangkan masalah data AS pada pesanan barang tahan lama dan penjualan rumah baru hari ini, investor melihat untuk tanggal 4 Oktober seputar laporan payrolls untuk petunjuk pada timeline untuk pengurangan stimulus moneter. (izr)
 

Nikkei Futures Rise as Dollar Holds Gains While Crude Rebounds

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:13 PM No comments


Bloomberg (25/9) -- Japanese index futures rose as the dollar held gains against most major peers while crude oil rebounded. U.S. stocks fell a fourth day on concern lawmakers won’t reach a budget deal to avoid a government shutdown.
Nikkei 225 Stock Average futures were bid at 14,690 in the Osaka pre-market, from 14,680 in Chicago and Japan yesterday. Contracts on Australia’s S&P/ASX 200 Index lost 0.1 percent. Standard & Poor’s 500 Index futures slipped 0.1 percent after the gauge fell 0.3 percent to cap the longest stretch of declines in a month. The dollar traded near a one-week high versus the yen and rose against New Zealand’s currency. Oil in New York snapped a four-day drop as copper futures climbed.
A private survey showed China’s economy slowed this quarter, as investor Jim Chanos told a conference in New York he isn’t convinced by the nation’s improving fundamentals. The Philippines publishes trade data today, while Japan issues its corporate services price index and Taiwan posts export orders. While the U.S. issues data on durable goods orders and new home sales today, investors are looking to the Oct. 4 payrolls report for clues on the timeline for reductions in monetary stimulus.
 


Bloomberg (25/9) - Treasury imbal hasil tenor 10-tahun jatuh ke level terendah dalam enam minggu terakhir seiring investor bertaruh Federal Reserve akan mempertahankan stimulus moneter seiring menunggu meningkatnya pertumbuhan ekonomi, memicu permintaan untuk utang pemerintah.
Treasuries tetap tinggi menjual AS dijual USD$33 miliar dari obligasi dua tahunannya sebesar 0,348 persen, di bawah perkiraan dari 0.354 persen dalam survei Bloomberg News tujuh dari 21 dealer utama Federal Reserve. The Fed pada pekan lalu mempertahankan kebijakannya untuk tetap membeli USD$85 miliar obligasi bulanannya untuk menempatkan tekanan pada biaya pinjaman, menyebabkan investor untuk mendorong kembali perkiraan ketika bank sentral akan menaikkan suku bunga.
Ada 'penerimaan bertahap oleh pasar bahwa The Fed akan tetap akomodatif,' kata Aaron Kohli, sebuah strategi suku bunga di New York di BNP Paribas SA, dealer utama. 'Pasar akan bergerak melemah untuk imbal hasil yang lebih rendah selama beberapa bulan ke depan.'
The benchmark 10-tahun yield turun lima basis poin, atau 0,05 persen poin, menjadi 2,66 persen pada pukul 5 sore di New York, berdasarkan Bloomberg Obligasi Trader data, setelah turun lima basis poin dalam dua hari perdagangan sebelumnya. Hasil panen menyentuh 2,64 persen, terendah sejak 13 Agustus Harga keamanan 2,5 persen jatuh tempo pada bulan Agustus 2023 menambahkan 3/8, atau $ 3,75 per $ 1.000 nilai nominal, sampai 98 21/32.
Saat ini yield dua tahun sedikit berubah pada 0,33 persen. (izr)
 

Treasury Yields Fall to Lowest in 6 Weeks on Fed Stimulus Policy

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:11 PM No comments


Bloomberg (25/9) -- Treasury 10-year note yields fell to the lowest level in six weeks as investors bet the Federal Reserve will maintain monetary stimulus as it awaits a pick-up in economic growth, stoking demand for government debt.
Treasuries remained higher as the U.S. sold $33 billion of two-year notes at a yield of 0.348 percent, below a forecast of 0.354 percent in a Bloomberg News survey of seven of the Federal Reserve’s 21 primary dealers. The Fed last week maintained its policy of buying $85 billion of debt a month to put downward pressure on borrowing costs, causing investors to push back forecasts for when the central bank will raise interest rates.
There’s a “gradual acceptance by the market that the Fed will remain accommodative,” said Aaron Kohli, an interest-rate strategist in New York at BNP Paribas SA, a primary dealer. “The market is going to be grinding to lower yields over the next few months.”
The benchmark 10-year note yield fell five basis points, or 0.05 percentage point, to 2.66 percent at 5 p.m. in New York, based on Bloomberg Bond Trader data, after declining five basis points in the previous two trading days. The yield touched 2.64 percent, the lowest since Aug. 13. The price of the 2.5 percent security due in August 2023 added 3/8, or $3.75 per $1,000 face value, to 98 21/32.
The current two-year yield was little changed at 0.33 percent.
 

Saham A.S Jatuh pada Debat Anggaran, Kondisi Ekonomi Mencemaskan

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:10 PM No comments

Bloomberg (25/9) – Saham A.S jatuh untuk hari keempat yang berada ditengah kecemasan pada pembicaraan mengenai anggaran dan juga pertumbuhan ekonomi seiring dengan para investor yang menekankan pada prospek terhadap meredanya ketegangan di Timur Tengah.

Saham Red Hat Inc. anjlok sebanyak 12% setelah tagihan yang ada pada penjual terbesar dari Linux operating system dengan melemahnya perkiraan.

Grup Pembangun rumah meraih gain sebanyak 2.3% setelah sebuah laporan yang memperlihatkan peningkatan sebagian besar harga rumah selama lebih dari tujuh tahun terakhir dan juga terdapatnya laba pada Lennar Corp.’s yang mengalahkan estimasi dari para analis.

Selain itu Applied Materials Inc. naik 1.9% setelah menyetujui untuk membeli saham Tokyo Electron Ltd. untuk sekitar $9.39 Juta lembar saham.

Sementara Index Standard & Poor’s 500 jatuh 0.3% menuju ke level 1,697.42 pada jam 4 siang di New York, sedangkan saham dari Dow Jones Industrial Average jatuh sebanyak 0.4% sejumlah 66.79 poin menuju ke level 15,334.59 dengan sekitar 6 Juta saham yang berganti tangan pada bursa A.S, yang sesuai dengan nilai rata-rata selama tiga bulan terakhir.(tito)

Monday, September 23, 2013

Dollar Jatuh Vs Yen seiring Stimulus the Fed

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:50 PM No comments


Bloomberg (24/9) – Mata uang dollar melemah untuk hari kedua terhadap yen seiring dengan ketua the Fed Bank of New York William C. Dudley yang mengatakan bahwa para pihak otoritas harus “kuat” mendorong menentang angin haluan ekonomi”.

Mata uang A.S tersebut jatuh versus mayoritas dari 16 mata uang utama lainnya seiring ketua Bank of Atlanta Dennis Lockhart, yang telah mendukung pembelian obligasi bulanan sebesar $85 Milyar the Fed yang dipertahankan pada pekan lalu, mengatakan bahwa kebijakan harus focus pada terciptanya kondisi ekonomi yang lebih dinamis.

Sedangkan mata uang yen meraih gain terhadap sebagian besar mata uang rekanan lainnya seiring yield note obligasi 2 tahun A.S yang terjatuh sekitar 19 basis poin sejak mencapai level 0.53% pada tanggal 6 September, yang tertinggi sejak bulan Mei 2011.

Mata uang anggota ke 17 negara jatuh versus dollar setelah ketua bank sentral Eropa Mario Draghi yang telah mengatakan bahwa beliau sudah siap untuk meluncurkan operasi pembiayaan ulang jangka panjang yang lainnya, jika dibutuhkan.

Dollar melemah 0.5% menuju ke level harga 98.81 yen pada jam 2:32 siang, waktu New York, setelah jatuh 0.1% pada tanggal 20 September, sedangkan greenback turun 0.2% menuju ke level harga $1.3495 per euro, sementara yen naik 0.7% versus mata uang yang umum menuju ke level 133.48.(tito)

http://www.bloomberg.com/news/2013-09-23/dollar-weakens-for-second-day-versus-yen-before-fed-speakers.html
 

Dollar Falls a 2nd Day Versus Yen as Fed Officials Back Stimulus

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:41 PM No comments


Bloomberg (24/9) - The dollar weakened for a second day against the yen as Federal Reserve Bank of New York President William C. Dudley said policy makers must “forcefully” push against economic headwinds.

The U.S. currency fell versus the majority of 16 major peers as Bank of Atlanta President Dennis Lockhart, who has backed the Fed’s $85 billion in monthly bond purchases that were retained last week, said policy should focus on creating a more dynamic economy.

The yen gained against most of its major peers as U.S. two-year note yields have dropped about 19 basis points since reaching 0.53 percent on Sept. 6, the highest level since May 2011.

The 17-member currency fell versus the dollar after European Central Bank President Mario Draghi said he’s ready to deploy another long-term refinancing operation, if needed.

The dollar weakened 0.5 percent to 98.81 yen at 2:32 p.m. New York time, after dropping 0.1 percent on Sept. 20. The greenback lost 0.2 percent to $1.3495 per euro. The yen advanced 0.7 percent versus the common currency to 133.48.

http://www.bloomberg.com/news/2013-09-23/dollar-weakens-for-second-day-versus-yen-before-fed-speakers.html

Treasury Naik Setelah Pejabat The Fed Mempertahankan Stimulus

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:39 PM No comments


Bloomberg (24/9) - Treasury imbal hasil tenor 10-tahun jatuh ke level terendahnya hampir sebulan terakhir seiring pejabat Federal Reserve menyarankan para pembuat kebijakan akan mempertahankan percapatan pembelian obligasi untuk mempertahankan momentum dalam ekspansi ekonomi.
Obligasi naik untuk hari kedua setelah Federal Reserve Bank of New York Presiden William C. Dudley mengatakan para pembuat kebijakan harus 'tegas' mendorong terhadap permasalahan ekonomi. Bank daerah lain Presiden Fed, Atlanta Dennis Lockhart, mengatakan kebijakan harus fokus pada terciptanya ekonomi yang lebih dinamis. Perdebatan anggaran federal AS dan plafon utang, juga memperbarui kekhawatiran shutdown pemerintah, debt default atau near-miss yang dapat mengacaukan pasar keuangan.
Obligasi acuan yield 10-tahun turun tiga basis poin, atau 0,03% poin, menjadi 2,71% pada pukul 13:05 waktu New York, menurut Obligasi harga Trader Bloomberg. Imbal hasil 2,5% jatuh tempo pada Agustus 2023 naik 7/32, atau $ 2,19 per jumlah nominal $ 1.000, sampai 98 6/32.
Obligasi turun 15 basis poin pada pekan lalu, penurunan tertajam sejak periode yang berakhir 12 Juli. Obligasi tenor 10-tahun jatuh pada 18 September ke level 2,67%, terendah sejak 13 Agustus.
Sektor Treasury dijadwalkan untuk menjual $ 33 miliar saham sekuritas tenor dua tahun besok, obligasi $35 miliar tenor lima tahun pada hari berikutnya dan surat hutang sebesar $29 miliar tenor tujuh tahun pada 26 September. (izr)

Dudley Mengatakan Ekonomi Terlalu Lemah; The Fed

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:37 PM No comments


NEW YORK (23/9) - MarketWatch — Dua orang pejabat the Fed mengekspresikan kekecewaan dihari Senin dengan laju dari pemulihan kondisi ekonomi A.S, dengan ketua the Fed Washington William Dudley yang mengatakan bahwa kondisi ekonomi yang ada masih terlalu lemah bagi pihak bank sentral untuk penarikan kembali program pembelian obligasinya.

Dudley memperkirakan sebuah angin haluan untuk mempertahankan ekonomi yang menurun diawal tahun 2014, namun beliau mencatat bahwa “ini hanya merupakan sebuah perkiraan dan belum terealisasi.”

Sementara dengan lambatnya pemulihan ekonomi, tidak terdapat peningkatan dalam “momentum kedepan” dalam pidatonya di Fordham University.

Beliau menyalahkan kelesuan, sebagai bagian terhadap sebuah hambatan dari kebijakan fiskal, dalam bentuk berakhirnya kebebasan pajak payroll dan tingkat pajak yang lebih tinggi dibulan Januari, sejalan dengan penyerapan anggaran, selain itu peningkatan tajam dalam tingkat suku bunga di market sejak bulan Mei, ketika para investor mulai berupaya mencari sebuah potensi pengurangan dalam pembelian obligasi the Fed, yang juga berfungsi mempertahankan ekonomi.

“kondisi ekonomi yang ada masih membutuhkan dukungan dari kebijakan moneter yang akomodatif,”berdasarkan pernyataan Dudley.

Sekutu kunci dari ketua the Fed Ben Bernanke, Dudley mengatakan bahwa beliau ingin melihat “berita ekonomi yang membuatnya lebih yakin bahwa kita akan melihat berlanjutnya peningkatan dalam market tenaga kerja,” sebelum beliau melakukan voting untuk mengurangi laju program pembelian aset dari bank sentral.

Sementara dalam sebuah pidato terpisah, ketua the Fed Atlanta Dennis Lockhart mengatakan bahwa kondisi ekonomi kemungkinan telah kehilangan dinamisme.

“Apakah Amerika telah kehilangan gairahnya?” seperti kata Lockhart dalam pidatonya di New York menuju sebuah summit pada kepemimpinan kreatif yang disponsori oleh yayasan Louise Blouin,“Terdapat beberapa bukti pada penegasan tersebut,”

Bank sentral A.S pekan lalu telah mengejutkan banyak ekonom dan juga para investor dengan mempertahankan program pembelian obligasinya yang berdian di posisi $85 Milyar, dengan banyak pihak yang memperkirakan pengurangan sebesar $10 Milyar atau sebuah langkah pengurangan.

Komentar dari Dudley dan Lockhart menunjukkan bahwa pejabat the Fed memiliki kadar yang kurang dengan laju dari pemulihan serta peningkatan dalam market tenaga kerja dari perkiraan sebelumnya, sementara beberapa komentator berpendapat bahwa penolakan the Fed untuk memperlambat pembelian obligasinya dibulan September telah memicu pertanyaan tentang kebijakan komunikasi bank sentral, Dudley mengatakan bahwa keputusan tersebut masih dipertahankan dengan pedoman yang ditetapkan oleh Bernanke dibulan Juni.

Selain itu sebagian besar saham turun lebih rendah ditengah pidato tersebut, saham Dow Jones Industrial Average turun 66 poin ke level 15,384, harga treasury naik lebih tinggi mengirim yield obligasi menjadi lebih rendah.

Dudley juga mengatakan bahwa terdapat sebuah “pengosongan” pada pekerjaan yang berpenghasilan menengah yang umumnya bersifat rapuh bagi teknologi dan otomatisasi, beliau mengatakan bahwa meningkatkan pendapatan secara tidak imbang “jelas merupakan sebuah masalah,”(tito)

http://www.marketwatch.com/story/feds-lockhart-dudley-downbeat-on-outlook-2013-09-23

Treasuries Rise After Fed Officials Back More Economic Stimulus

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:36 PM No comments


Bloomberg (24/9) -- Treasury 10-year note yields fell to almost the lowest level this month as Federal Reserve officials suggested policy makers will maintain the current pace of bond purchases to sustain momentum in the economic expansion.
Bonds rose for a second day after Federal Reserve Bank of New York President William C. Dudley said policy makers must “forcefully” push against economic headwinds. Another regional Fed bank president, Atlanta’s Dennis Lockhart, said policy should focus on creating a more dynamic economy. Debate over the U.S. federal budget and the debt ceiling, is also renewing concern of a government shutdown, debt default or near-miss that may roil financial markets.
The benchmark 10-year yield fell three basis points, or 0.03 percentage point, to 2.71 percent at 1:05 p.m. New York time, according to Bloomberg Bond Trader prices. The 2.5 percent note maturing in August 2023 rose 7/32, or $2.19 per $1,000 face amount, to 98 6/32.
The yield dropped 15 basis points last week, the steepest decline since the period ended July 12. The 10-year note yield fell on Sept. 18 to 2.67 percent, the lowest since Aug. 13.
The Treasury is scheduled to sell $33 billion of two-year securities tomorrow, $35 billion of five-year notes the following day and $29 billion of seven-year debt on Sept. 26.

Sunday, September 22, 2013

Hong Kong bersiap hadapi topan super

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:21 PM No comments


BBC, (22/9) -- Pemerintah dan warga di Hong Kong bersiap menghadapi Topan Usagi, yang diperkirakan akan menjadi badai paling dahsyat yang menerjang Hong Kong selama lebih 30 tahun.

Para pejabat mengatakan kegiatan di pelabuhan Hong Kong -salah satu pelabuhan paling sibuk di dunia- untuk sementara dihentikan.

Penerbangan juga telah dibatalkan. Para petugas cuaca memperingatkan munculnya banjir akibat besarnya gelombang dan angin kencang.

Pemerintah Hong Kong mengatakan bila situasi di kawasan ini tidak membaik kegiatan bisnis, termasuk bursa saham, akan ditutup pada hari Senin (23/09).

Para teknisi yang bekerja di pusat pembangkit listrik tenaga nuklir di Guangdong telah mengambil berbagai langkah untuk memastikan instalasi ini aman.

Sementara itu ribuan perahu nelayan di Delta Sungai Mutiara diambil dan ditempatkan di darat untuk mencegah perahu-perahu ini rusak atau terlempar oleh gelombang tinggi.

Kantor berita Xinhua mengatakan jumlah perahu yang dipindahkan dari delta tak kurang dari 44.000.

Kecepatan Usagi, yang dalam bahasa Jepang berarti kelinci, bisa mencapai 156 km/jam.

Setidaknya dua orang tewas ketika Topan Usagi Klik melewati Selat Luzon yang memisahkan Taiwan dan Filipina.

Tak kurang dari 3.000 warga diungsikan ketika Usagi melewati Taiwan.

http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/09/130922_usagi_hongkong.shtml
 

Pemilu Jerman, Merkel galang dukungan

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:19 PM No comments


BBC, (22/9) -- Pemungutan suara sudah dimulai pada pemilihan umum di Jerman, dengan Kanselir Angela Merkel berupaya untuk meraih masa jabatan ketiganya untuk memimpin negara dengan ekonomi paling kuat di Eropa itu.

Lembaga survei memprediksi partai Merkel, Kristen Demokrat, dapat mengambil jumlah terbesar kursi di parlemen atau Bundestag.

Tapi mitra koalisi Merkel, Partai Demokrat Bebas, kemungkinan tidak dapat memperoleh pangsa suara 5% yang diperlukan untuk memenangkan kursi.

Jika demikian, Merkel mungkin harus mempertimbangkan koalisi dengan saingan utama mereka, Partai Demokrat Sosial, atau koalisi dengan Partai Sentral-Kiri, atau Partai Kiri dan Partai Hijau juga dimungkinkan.

Pemungutan suara dilakukan pada 08:00 dan ditutup pada 16.00 waktu setempat

Pemilu di Jerman sering diikuti dengan periode beberapa pekan pembicaraan koalisi sebelum bentuk akhir dari pemerintah muncul.

Pada Sabtu (21/09) kemarin, partai-partai utama mengadakan kampanye besar terakhir untuk menyampaikan kesimpulan akhir.

Di Berlin, Merkel meminta pemilih untuk tetap memilihnya dan melanjutkan kebijakan pemerintahan yang sudah ada hingga 2017 mendatang.

'Saya meminta orang-orang di German untuk memberikan kami mandat yang kuat, sehingga saya dapat melanjutkan pelayanan kepada Jerman untuk mepat tahun mendatang, untuk Jerman yang lebih kuat, sebuah negara yang sangat dihormati di Eropa, yang akan membela kepentingan negaranya dan juga berteman dengan banyak negara.'

Di Frankfurt, Peer Steinbrueck -yang memimpin Partai Sosial Demokrat, mengatakan kepada para pendukungnya untuk percaya pada kemenangan.

'Pemilih yang memutuskan,' katanya. 'Tak perlu berkomentar sebelum ada hasilnya.'

'Ini bukan permainan, jangan percaya bahwa hasilnya sudah ditentukan. Saya akan meminta rasa hormat terhadap pilihan warga. Karena ini adalah soal mereka, bukan lembaga survei, atau pengamat yang akhirnya menentukan hasil pemilu.'

http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/09/130922_jerman_pemilu.shtml

Bullard: Penurunan Lebih Mungkin Jika Pekerjaan Meningkat

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:17 PM No comments


NEW YORK, MarketWatch, (21/9) - Presiden The Fed St. Louis James Bullard mengatakan pada hari Jumat bahwa peningkatan berkelanjutan dalam pertumbuhan pekerjaan akan meningkatkan kemungkinan penurunan program pembelian obligasi Federal Reserve.
Tapi ia juga mencatat bahwa diberikan inflasi yang rendah, The Fed mampu untuk bersabar dalam menilai pembelian aset.
Komentar Bullard, disiapkan pada jamuan makan siang yang diselenggarakan oleh Asosiasi New York Ekonomi Bisnis di tengah kota Manhattan, memperkuat apa yang pejabat The Fed telah tekankan untuk sementara: ikatan membeli tergantung pada data ekonomi yang masuk.
Sejak The Fed memulai putaran ketiga pelonggaran kuantitatif pada September 2012, pasar tenaga kerja telah meningkat secara substansial, kata Bullard.
Nonfarm payrolls naik rata-rata sekitar 184.000 orang per bulan dari September 2012 hingga Agustus 2013, naik dari rata-rata sekitar 141.000 pekerjaan per bulan dari Maret 2012 hingga Agustus 2012. 'Sejauh ini dua indikator pasar tenaga kerja yang penting terus menunjukkan peningkatan, kemungkinan tindakan kebijakan penurunan akan terus meningkat,' kata Bullard. (frk)
 

Bullard Mengatakan Keputusan the Fed Mendorong Kredibilitas

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:16 PM No comments


NEW YORK (21/9) - MarketWatch – Ketua the Fed St.Louis James Bullard dihari Jumat mengatakan bahwa keputusan dibulan September dari pihak the Fed untuk mempertahankan program pembelian obligasi telah mendorong tingkat kredibilitas dari pihak bank sentral.

“Kami mengatakan bahwa hal tersebut merupakan sebuah ketergantungan data, yang telah meningkatkan kredibilitas kami dalam pengertian bahwa hal tersebut telah memperlihatkan bahwa kami benar-benar memperhatikan pada data yang ada,” berdasarkan pernyataan dari Bullard kepada para wartawan setelah memberikan sebuah pidato di New York.

Beliau juga mengatakan bahwa meski terdapat kenaikan terkini dalam tingkat hipotek, namun tetap berada relatif rendah dan “pemulihan pada sektor perumahan berada dalam kondisi yang baik.”(tito)

http://www.marketwatch.com/story/bullard-says-fed-decision-boosted-credibility-2013-09-20
 

Bullard: Tapering more likely if jobs improve

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:16 PM No comments


NEW YORK, MarketWatch, (21/9) — St. Louis Fed President James Bullard said on Friday that continuing improvement in job growth will increase the probability of tapering the Federal Reserve’s bond-buying program.
But he also noted that given low inflation, the Fed can afford to be patient in assessing its asset purchases.
Bullard’s comments, prepared for a luncheon organized by the New York Association for Business Economics in midtown Manhattan, reinforce what Fed officials have emphasized for a while: that bond buys depend on incoming economic data.
Since the Fed started its third round of quantitative easing in September 2012, the labor market has improved substantially, Bullard said.
Nonfarm payrolls rose by an average of about 184,000 per month from September 2012 to August 2013, up from an average of about 141,000 jobs per month from March 2012 to August 2012. “To the extent that these two important labor market indicators continue to show improvement, the likelihood of tapering policy action will continue to rise,” Bullard said.

 

Thursday, September 19, 2013

Dollar Naik, Wall Street ditarik Mundur Pasca Keputusan the Fed

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:24 PM No comments


Reuters (20/9) – Mata uang dollar A.S naik dihari kamis sementara sebagian besar saham Wall Street turun lebih rendah, tepat sehari pasca sebuah reli tajam yang digerakkan oleh keuptusan the Fed yang berada diluar dugaan untuk mempertahankan program stimulusnya.

Market ekuitas global juga naik, dengan Asia dan Eropa, dengan market yang sudah ditutup ketika the Fed merilis keputusannya dihari Rabu, dengan berita lonjakan, sementara itu Wall Street telah mencapai rekor tertingginya dihari Rabu.

Yield treasury A.S naik dari sebulan terendah dihari Kamis seiring dengan investor yang mempertanyakan kapan kiranya the Fed akan mulai mengurangi pembelian obligasi bulanannya.

Sedangkan index saham dunia MSCI yang menelusuri ekuitas di 45 negara, telah naik 0.9% dan mencapai lima tahun tertinggi seiring dengan gain yang besar di market Asia yang diikuti oleh peningkatan sebesar 0.6% dalam saham Eropa.

Namun Wall Street berada lebih rendah secara luas, meski terdapat peningkatan sebesar 1.6% dari saham Apple Inc yang telah membantu index Nasdaq yang naik lebih tinggi secara perlahan.

Sementara dalam mengumumkan keputusannya dihari Rabu, the Fed telah mengutip kecemasan tentang menguatnya pemulihan A.S serta memangkas outlook pertumbuhannya untuk tahun 2013 dan 2014.

Dow Jones industrial average turun 0.26% sejumlah 40.39 poin, dilevel 15,636.55, index Standard & Poor's 500 juga turun 0.18% sejumlah 3.18 poin dilevel 1,722.34, sedangkan index Nasdaq Composite naik 0.15% sejumlah 5.74 poin berada dilevel 3,789.38.(tito)

http://www.reuters.com/article/2013/09/19/us-markets-global-idUSBRE96S00E20130919
 

Dollar rises, Wall Street pulls back day after Fed decision

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:23 PM No comments


Reuters (20/9) - The U.S. dollar rose on Thursday while Wall Street shares mostly edged lower, a day after a sharp rally driven by the Federal Reserve's unexpected decision to maintain its stimulus program.

Global equities markets rose, with Asia and Europe, whose markets had already closed when the Fed released its decision on Wednesday, surging on the news. Wall Street hit record highs on Wednesday.

U.S. Treasuries yields rose from one-month lows on Thursday as investors questioned when the Fed is likely to begin to pares its $85 billion a month in bond purchases.

MSCI's world share index, which tracks equities in 45 countries, rose 0.9 percent and hit a five-year high as large gains in Asian markets were followed by a 0.6 percent rise in European shares.

But Wall Street was broadly lower, though a 1.6 percent rise in the shares of Apple Inc helped drive the Nasdaq modestly higher.

In announcing its decision on Wednesday, the Fed cited concerns about the strength of the U.S. recovery, and also cut its growth outlook for both 2013 and 2014.

The Dow Jones industrial average was down 40.39 points, or 0.26 percent, at 15,636.55. The Standard & Poor's 500 Index was down 3.18 points, or 0.18 percent, at 1,722.34. The Nasdaq Composite Index was up 5.74 points, or 0.15 percent, at 3,789.38.

http://www.reuters.com/article/2013/09/19/us-markets-global-idUSBRE96S00E20130919
 

Dollar Rebound Pasca Penurunan Tajam

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:22 PM No comments


Reuters (20/9) – Mata uang dollar pulih dihari Kamis, tepat sehari pasca terjadinya penurunan tajam seiring the Fed mengejutkan para investor dan diluar dugaan mempertahankan program stimulusnya agar tetap ada, namun prospek yang masih tersisa masih suram dengan rendahnya suku bunga A.S yang terlihat menetap untuk beberapa waktu.

Ketua the Fed Ben Bernanke, mengarah menuju pengetatan kondisi keuangan, pada hari Rabu menolak untuk berkomitmen untuk mengurangi pembelian obligasi tahun ini, pihak the Fed juga telah memangkas perkiraan pertumbuhan untuk 2013 dan 2014, mengutip serangkaian dalam kondisi ekonomi dari ketatnya kebijakan fiskal dan tingkat hipotek yang lebih tinggi.

Dengan tidak mengurangi, the Fed “bisa dikatakan telah menyingkirkan satu-satunya penopang paling bullish bagi dollar A.S,” menurut Richard Franulovich, senior currency strategist pada WestPac di New York.

Sementara itu safe haven mata uang yen juga jatuh dihari Rabu, merosot menuju 3 ½ tahun terendah terhadap euro, seiring dengan keputusan the Fed yang telah memicu sebuah reli dalam asset yang lebih beresiko dan juga mata uang., jadi aksi jual mata uang yen secara luas yang juga telah mencapai 23 tahun terendah terhadap mata uang Franc dari Swiss.

Index dollar terakhir naik 0.2% dilevel 80.373, menghapus beberapa penurunan sebesar 1.1% pada sesi sebelumnya, yang merupakan penurunan dalam sehari terbesarnya selama lebih dari dua bulan terakhir, setelah the Fed mempertahankan ukuran dari program pembelian asset bulanannya, selain itu ekspektasi secara umum adalah the Fed akan mengurangi pembelian obligasinya hingga sebesar $10 Milyar.

Index tersebut telah terjatuh menuju ke level yang belum pernah terlihat sejak baik sebelum Bernanke pertama kalinya melayangkan ide pengurangan stimulus dibulan Mei, sementara itu dihari Rabu index tersebut telah jatuh ke level terendahnya sejak bulan Februari.

Penurunan mata uang dollar telah melihat euro mencapai 7 ½ bulan tertingginya sebesar $1.3568, dengan level tingginya ditahun ini sebesar $1.3711 yang merupakan target dari beberapa bulls euro, menurut pernyataan dari para pedagang, euro telah sedikit berubah dilevel harga $1.3524.(tito)

http://www.reuters.com/article/2013/09/19/us-markets-forex-idUSBRE98F0L120130919
 

Dollar rebounds after steep losses, but outlook grim

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:21 PM No comments


Reuters (20/9) - The dollar recovered on Thursday, a day after incurring sharp losses as the Federal Reserve shocked investors and unexpectedly kept its stimulus program intact, but its prospects remained bleak with low U.S. interest rates seen staying for some time.

Fed Chairman Ben Bernanke, pointing to tightening financial conditions, on Wednesday refused to commit to reducing the bond purchases this year. The Fed also cut growth forecasts for 2013 and 2014, citing strains in the economy from tight fiscal policy and higher mortgage rates.

By not tapering, the Fed 'has arguably removed the single most bullish prop for the U.S. dollar,' said Richard Franulovich, senior currency strategist at WestPac in New York.

The safe-haven yen fell on Wednesday too, sliding to a 3 1/2-year low against the euro, as the Fed's decision sparked a rally in riskier assets and currencies. So widespread was the yen sell-off that it also hit a 23-year low against the Swiss franc.

The dollar index .DXY was last up 0.2 percent, at 80.373, erasing some of the previous session's 1.1 percent drop, its biggest one-day slide in more than two months, after the Fed kept the size of its asset-buying program at $85 billion a month.

The general expectation was that the Fed would reduce its bond purchases by $10 billion.

The index has fallen to levels not seen since well before Bernanke in May first floated the idea of reducing the stimulus. On Wednesday, it fell to its lowest level since February.

The dollar's losses saw the euro hit a 7 1/2-month high of $1.3568, with this year's high of $1.3711 the target for some euro bulls, traders said. The euro was last little changed at $1.3524.

http://www.reuters.com/article/2013/09/19/us-markets-forex-idUSBRE98F0L120130919
 

Emas Berjangka Mencetak Gain harian Terbaik sejak 2009

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:20 PM No comments


SAN FRANCISCO (20/9) - MarketWatch — Komoditi emas berjangka mengalami reli dihari Kamis untuk mencetak persentase gain dan dollar harian terbaiknya sejak 2009 setelah gerakan yang mengejutkan dari the Fed untuk mempertahankan pembelian obligasinya.

Emas Desember melonjak 4.7% sejumlah $61.70, untuk penetapan dilevel harga $1,369.30 per ons pada penutupan tertingginya sejak tanggal 9 September di New York Mercantile Exchange.

Sementara pada dollar dan juga basis persentase, gain tersebut merupakan yang terbesar untuk satu sesi sejak tanggal 19 Maret 2009, menurut data dari FactSet, berdasarkan pada kontrak yang teraktif, yang menarik bahwa gain dihari tersebut juga merupakan induksi dari the Fed, dollar harian yang naik dihari Kamis juga adalah rekor yang ketiga terbesar, berdasarkan data dari FactSet pada bulan November 1984.

Komoditi perak memiliki nasib persentase yang lebih baik, beserta dengan kontraknya dibulan Desember.

Melesat naik 8% sejumlah $1.73, menuju ke level harga $23.29 per ons, untuk penutupan tertingginya selama lebih dari sepekan, selain itu persentase gain harian tersebut juga merupakan yang terbesar sejak 19 Maret 2009.

Sedangkan dihari Rabu, komoditi emas bergerak turun secara fraksional berada dilevel harga $1,307.60 per ons sebelum terbakar dalam perdagangan elektronik berkat keputusan the Fed untuk mempertahankan laju dari pembelian obligasinya.

Pengumuman dari the Fed muncul tepat setengah jam setelah penutupan dari perdagangan emas pada divisi Comexx dihari Rabu.(tito)

http://www.marketwatch.com/story/gold-surges-4-after-fed-stands-pat-2013-09-18
 

Wednesday, September 18, 2013

Gold soars 4.2 pct after Fed's surprise on stimulus

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:24 PM No comments


NEW YORK/LONDON (19/9) - Reuters - Gold surged more than 4 percent to above $1,360 an ounce on Wednesday, its biggest one-day rally since June 2012, after the U.S. Federal Reserve's decision to continue buying bonds unleashed pent-up buying by investors who had braced for cuts.

The move by the U.S. central bank to continue its $85 billion monthly buying pace due to worries about rising borrowing costs surprised financial markets that were broadly braced for a reduction in the central bank's monetary stimulus.

Silver rallied around 7 percent, its biggest one-day gain since November 2008.

Citing strains in the economy from tight fiscal policy and higher mortgage rates, the Fed decided against the tapering of asset purchases that investors had all but priced into asset markets across the board.

The metal is a traditional hedge against inflation and economic uncertainty particularly those brought by central-bank actions.

After the Fed announcement, gold's gains sharply outpaced other markets', with the S&P 500 equities index rallying 1.2 percent to a record high and the Thomson-Reuters CRB index up around 1 percent led by crude oil's gains. A one-percent drop in the dollar index also underpinned gold buying.

Spot gold was up 4.2 percent to $1,364.01 an ounce by 3:46 p.m. EDT (1946 GMT), its biggest one-day percentage gain since June 1, 2012. It rebounded about $70, or 5.5 percent from a six-week low at $1,291.34 set earlier in the session.

U.S. Comex gold futures for December settled down $1.80 an ounce at $1,307.60 prior to the Fed announcement.

The pace of trading was hectic after the Fed announcement, with volume at 240,000 lots, already at 50 percent above its 30-day average, set to be the strongest daily turnover in two months, preliminary Reuters data showed.

Gold now rose above its 100-day moving average at $1,350, but is still some $70 below a four-month high at $1,433 set on Aug. 28.

http://www.reuters.com/article/2013/09/18/markets-precious-idUSL3N0HE1E220130918
 

Emas Melonjak 4.2 pct pasca Kejutan Stimulus the Fed

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:22 PM No comments


NEW YORK/LONDON (19/9) - Reuters – Komoditi emas melonjak lebih dari 4% menjadi diatas level harga $1,360 per ons dihari Rabu, yang merupakan reli satu hari terbesarnya sejak Juni 2012, pasca keputusan dari the Fed A.S untuk melanjutkan pembelian obligasinya yang melepaskan tertahannya pembelian oleh investor yang telah bersiap terhadap langkah pengurangan.

Pergerakan bank sentral A.S untuk melanjutkan laju pembelian obligasi bulanannya yang sebesar $85 Milyar sehubungan dengan kecemasan tentang naiknya dana pinjaman yang mengejutkan market yang secara luas telah bersiap untuk sebuah pengurangan dalam stimulus moneter dari bank sentral.

Selain itu komoditi perak telah mengalami reli sekitar 7%, yang merupakan gain satu hari terbesarnya sejak bulan November 2008.

Mengutip serangkaian dalam ekonomi dari ketatnya kebijakan fiskal dan tingginya tingkat hipotek, the Fed memutuskan menentang langkah pengurangan pada pembelian asset yang telah mana seluruh investor telah memiliki semuanya kecuali pemberian harga menuju kedalam market aset.

Logam tersebut adalah merupakan sebuah lindung nilai tradisional terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi khususnya yang dibawa oleh aksi dari bank sentral.

Pasca pengumuman the Fed, komoditi emas mengalami gain yang sangat tajam melebihi market lainnya, dengan index ekuitas S&P 500 yang reli sebanyak 1.2% menuju rekor tertinggi dan index Thomson-Reuters CRB uang naik sekitar 1% dipimpin oleh gain dari minyak mentah, selain itu penurunan sebesar 1% dalam index mata uang dolar juga menopang pembelian emas.

Spot emas naik 4.2% menuju ke level harga $1,364.01 per ons pada jam 3:46 siang EDT (1946 GMT), yang merupakan persentase gain terbesarnya dalam satu hari sejak tanggal 1 Juni, 2012 yang rebound sekitar 5.5% sejumlah $70 dari enam pekan terendah dilevel penetapan harga $1,291.34 sebelumnya disesi tersebut.

Penetapan harga Emas berjangka divisi Comex A.S untuk Desember turun sebanyak $1.80 berada dilevel harga $1,307.60 sebelum pengumuman the Fed.

Sementara itu laju perdagangan sangat padat setelah pengumuman dari pihak the Fed, dengan volume yang berada sebanyak 240.000 lot, yang sudah ada sebanyak 50% dibawah rata-rata 30 hari, siap untuk menjadi turnover harian terbesarnya selama dua bulan terakhir, berdasarkan data pendahuluan Reuters.

Komoditi emas sekarang naik diatas pergerakan rata-rata 100 harinya berada dilevel harga $1,350, namun masih sekitar $70 dibawah empat bulan tertingginya pada penetapan dilevel harga $1,433 pada tanggal 28 Agustus.(tito)

http://www.reuters.com/article/2013/09/18/markets-precious-idUSL3N0HE1E220130918
 

economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search