English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Sunday, August 18, 2013

Emas bukukan weekly gain 5% oleh karena ketidakpastian ekonomi

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:27 PM No comments


New York, 16/08 (Reuters) – Harga emas dan perak terus melaju dan ditutup menguat, dan bahkan perak mencatat level mingguan tertinggi dalam hampir 5 tahun terakhir.
Penguatan harga logam mulia selama sepekan ini berkat dukungan aksi beli investor yang mulai meninggalkan bursa saham dan pasar obligasi seiring dengan meningkatnya prospek pengurangan stimulus oleh Federal Reserve.

Emas untuk kontrak Desember menguat US$10,10, atau 0,7%, menjadi US$1.371 per troy ons di Comex, divisi dari New York Mercantile Exchange. Ini merupakan level penutupan tertinggi bagi emas sejak 19 Juni lalu. Bahkan dalam sepekan ini harga emas membukukan penguatan tertinggi sejak pekan yang berakhir pada 12 Juli, atau menguat sebesar 4,5%.
Sedangkan harga perak untuk kontrak September menguat 39 sen, atau 1,7%, menjadi US$23,32 per ons setelah sehari sebelumnya melonjak lebih dari 5%. Harga penutupan perak ini adalah yang tertinggi sejak medio Mei. Sementara dalam sepekan perak melambung 14%, yang merupakan penguatan mingguan tertinggi sejak pekan yang berakhir pada 19 September 2008.

Daya tarik emas sebagai lindung nilai investasi (investment hedge) meningkat setelah laporan ekonomi AS pada hari Jumat menunjukkan kepercayaan konsumen melemah pada bulan Agustus dan konstruksi perumahan lebih rendah dari perkiraan bulan lalu.

Data Jumat menunjukkan bahwa lonjakan suku bunga baru-baru ini, untuk mengantisipasi Federal Reserve AS yang menimbang kembali pembelian obligasi besar-besaran pada awal bulan depan, mulai berdampak pada figur rumah tangga (household), kata para analis.

Imbal hasil obligasi Treasury AS dengan tenor 10-tahun melonjak ke level tertinggi 2 tahun karena investor berspekulasi bahwa isyarat terbaru dari pertumbuhan ekonomi akan memacu Fed untuk mulai mengurangi kembali program pembelian obligasinya bulan depan. (rf)
 

Terganggu Treasury bonds, Dow Jones melorot

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:25 PM No comments


New York, GN (16/08) – Saham-saham di bursa AS mengakhiri perdagangan Jumat (16/8) di zona negatif setelah investor melihat adanya ketidakpastian menyusul meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury bonds) ke level tertinggi dalam dua tahun.

Indeks S&P 500 ditutup melemah 5,49 poin, atau 0,3%, menjadi 1.655,83. Pelemahan juga dialami indeks Dow Jones Industrial Average, yakni sebesar 30,72 poin, atau 0,2%, menjadi 15.081,47. Untuk indeks Nasdaq Composite melorot 3,34 poin, atau 0,1%, menjadi 3.602,78. Selama sepekan, indeks S&P 500 melorot 2,1%, indeks Dow Jones sebesar 2,2% dan Nasdaq 1,6%.

Di pasar komoditas, harga minyak mentah ditutup menguat tipis dan mengakhiri perdagangan dalam sepekan ini di area positif. Selama perdagangan yang volatile ini, harga minyak mentah sempat melambung hingga di atas level US$108 per barel dan melemah di bawah US$107 setelah pelaku pasar memfaktorkan risiko global atas pasokan minyak terkait dengan kekerasan yang terjadi di Mesir.

Minyak mentah untuk kontrak September naik 13 sen, atau 0,1%, menjadi US$107,46 per barel di New York Mercantile Exchange. Dalam sepekan, harga minyak menguat sebesar 1,4%.

Di sisi lain, harga emas dan perak terus melaju dan ditutup menguat, dan bahkan perak mencatat level mingguan tertinggi dalam hampir 5 tahun terakhir. Penguatan harga logam mulia selama sepekan ini berkat dukungan aksi beli investor yang mulai meninggalkan bursa saham dan pasar obligasi seiring dengan meningkatnya prospek pengurangan stimulus oleh Federal Reserve.  (rf)

Dolar Memimpin untuk Gain Mingguan seiring Data Ekonomi AS Membaik

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:23 PM No comments


Bloomberg, (17/8) - Dolar menuju kenaikan terbesar mingguan dalam lebih dari satu bulan terhadap yen seiring gain dalam sektor konstruksi rumah baru dan produktivitas pekerja ditambahkan dengan tanda-tanda bahwa perekonomian terbesar dunia tersebut mulai membaik.

Dolar naik 0,2 persen menjadi 97,56 yen pada pukul 03:11 sore di New York, setelah naik 1,4 persen minggu ini, terbesar sejak periode yang berakhir 5 Juli. Mata uang AS naik 0,1 persen menjadi $ 1,3331 per euro setelah menguat ke $ 1,3206 kemarin, level terkuat sejak 2 Agustus. Yen melemah 0,1 persen menjadi 130,07 per euro. (frk)
 

Dollar Heads for Weekly Gain as Economic Data Support Tapering

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:13 PM No comments


Bloomberg, (17/8) -- The dollar headed for its biggest weekly advance in more than a month against the yen as gains in new-home construction and worker productivity added to signs the world’s biggest economy is improving.

The dollar rose 0.2 percent to 97.56 yen at 3:11 p.m. in New York, having risen 1.4 percent this week, the most since the period ended July 5. The U.S. currency added 0.1 percent to $1.3331 per euro after appreciating to $1.3206 yesterday, the strongest level since Aug. 2. The yen dropped 0.1 percent to 130.07 per euro.
 

Saham AS Turun seiring Investor Menimbang Data Sektor Perumahan

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:11 PM No comments


Bloomberg, (17/8) - Saham AS jatuh, meninggalkan Indeks Standard & Poor 500 untuk penurunan mingguan terbesar sejak November, seiring para investor menimbang data yang menunjukkan sektor perumahan mulai naik pada bulan Juli sementara indeks kepercayaan konsumen turun.

Sembilan dari 10 industri dalam indeks patokan mundur, dipimpin oleh penurunan di antara perusahaan yang menawarkan dividen seiring yield treasuri 10-tahun naik ke level tertinggi dalam lebih dari dua tahun. Nordstrom Inc. kehilangan 3,7 persen seiring para pengecer memangkas proyeksi penjualan tahunan. Alcoa Inc. turun 1,3 persen setelah Bank of America Corp 's Merrill Lynch Unit menurunkan peringkat saham. Pandora Media Inc. menambahkan 6,9 persen setelah Goldman Sachs Group Inc. menaikkan rating pada saham.

S & P 500 turun 0,4 persen menjadi 1,655.17 pada pukul 01:59 siang di New York. Indeks acuan telah turun 2,1 persen dalam lima hari terakhir, dalam seminggu sejak 9 November. Indeks Dow Jones Industrial Average tergelincir 39,44 poin, atau 0,3 persen, ke 15,072.75. Perdagangan saham di S & P 500 3 persen di bawah rata-rata 30-hari pada hari ini. (frk)
 

economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search