English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Wednesday, July 9, 2014

Emas Mendekati Level Satu Pekan Tertingginya Terkait Risalah The Fed

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 11:32 PM No comments


Emas mendekati level tertingginya dalam sepekan terakhir karena pemelemahan dolar pasca Federal Reserve AS merilis risalah dari pertemuan terakhir dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, meningkatkan permintaan untuk aset safe haven. Palladium naik ke level tertingginya dalam 13 tahun terakhir.
Bullion untuk pengiriman segera naik sebanyak 0,3 persen ke level $1,331.46 per ons, dan ditransaksikan di level $1,328.69 pukul 12:40 di Singapura, menurut harga generic dari Bloomberg. Emas kemarin naik ke level $1,332.20, tertinggi sejak 1 Juli lalu karena indeks  Bloomberg Dollar Spot anjlok tajam sejak 30 Juni lalu.
Risalah pertemuan Juni menunjukkan beberapa pejabat bank sentral menyatakan investor khawatir tentang prospek ekonomi. Risalah pertemuan kemarin tidak memberikan petunjuk baru terkait waktu kenaikan suku bunga bahkan seiring pihak otoritas setuju pembelian obligasi akan berakhir pada bulan Oktober mendatang. Emas naik sebesar 11 persen tahun ini di tengah ketegangan geopolitik di seluruh dunia, pemulihan ekonomi AS tidak rata dan melambatnya kecepatan penjualan emas ETF produk reksadana yang unit penyertaannya ditransaksikan dibursa terbesar didunia.
Israel memulai serangan militer di Jalur Gaza pekan ini dengan menyatakan tujuannya adalah untuk menghentikan serangan roket Palestina, seiring gejolak di Ukraina dan Irak berkurang. Ukraina melakukan penahanan terhadap pilot Rusia yang merupakan perwira tentara adalah bukti penghubung antara "teroris di Ukraina dan pemerintah Rusia," kata seorang pejabat keamanan Ukraina.
Emas untuk pengiriman Agustus naik sebesar 0,4 persen ke level $1,329.40 per ons di Comex. Kepemilikan emas ETF di SPDR Gold Trust tidak berubah di level 800,28 metrik ton kemarin pasca menghapus aset penurunan tahun ini pada tanggal 8 Juli lalu.  (izr)
Sumber: Bloomberg

WTI Jatuh Ditengah Meningkatnya Cadangan Bensin

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 11:32 PM No comments


Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun untuk hari ke-10, penurunan tertajam dalam catatan, pasca rilis data pemerintah yang menunjukan kenaikan cadangan bensin AS di tengah meningkatnya permintaan pada Negara pengguna minyak terbesar dunia tersebut.
Kontrak berjangka turun sebesar 0,6 persen di New York. Persediaan bensin naik sebesar 579.000 barel pekan lalu sebagai ukuran menurunnya tingkat pengguna bensin, Administrasi Informasi Energi melaporkan. Cadangan bensin diperkirakan menyusut 400.000 barel, menurut survei Bloomberg News. Minyak jenis Brent ditutup pada level terendah dua bulan terakhir di tengah tanda-tanda bahwa Negara Libya, pemegang cadangan minyak mentah terbesar di Afrika akan meningkatkan ekspornya.
Minyak mentah WTI untuk pengiriman bulan Agustus turun sebesar  57 sen ke level $ 101,72 per barel di perdagangan elektronik New York Mercantile Exchange dan berada di level $ 101,99 pukul 11:33 waktu Sydney. Kontrak itu turun dari level $ 1.11 ke level $ 102,29 kemarin, penutupan terendah sejak 16 Mei lalu. Volume berjangka diperdagangkan sebesar 19 persen di bawah rata-rata 100 hari. Penurunan 10 hari terakhir menjadi penurunan terlama sejak Bloomberg mulai mengumpulkan data tersebut di Maret 1983 silam.
Brent untuk pengiriman bulan Agustus turun sebesar 25 sen, atau 0,2 persen, ke level $ 108,03 ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Turun sebesar 0,6 persen ke level $ 108,28 kemarin, harga terendah sejak 9 Mei lalu. Minyak mentah acuan Eropa diperdagangkan lebih tinggi sebesar $ 6,10 terhadap WTI. Spread meluas untuk pertama kalinya dalam empat hari terakhir kemarin dan ditutup pada level $ 5,99. (knc)
Sumber: Bloomberg

Emas naik Terkait Penurunan Dollar

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 11:31 PM No comments


Emas naik untuk sesi kedua berturut-turut pada pagi hari ini, seiring dengan dolar yang melemah dan pasca kebijakan terbaru Federal Reserve yang tidak memberikan indikasi percepatan kenaikan tingkat suku bunga AS.
Pasar juga mengamati perkembangan konsumen emas terbesar kedua di dunia, India, di mana pemerintah baru diharapkan untuk memangkas rekor bea masuk impor emas pada laporan anggaran yang akan disampaikan hari ini.
Spot emas naik sebesar 0,1 persen ke level $ 1,327.05 per ounce pukul 07:18 pagi, pasca naik sebesar 0,5 persen pada sesi sebelumnya.
Fed mulai akan merinci bagaimana rencana untuk membuat ekonomi AS dari kebijakan moneter yang longgar, yang menandakan bahwa akan mengakhiri pembelian aset pada bulan Oktober dan muncul kesepakatan tentang rencana untuk mengelola tingkat suku bunga di masa depan, menurut hasil kebijakan bulan Juni lalu.
Emas telah berada di bawah tekanan sejak Kamis lalu ketika laporan pekerjaan AS yang kuat memicu spekulasi bahwa Fed bisa menaikan tingkat suku bunga lebih cepat dari yang diharapkan. Kenaikan harga emas akan mendorong investor untuk menarik uang dari aset non-suku bunga. (knc)
Sumber: Reuters


Dolar berada 0,1 persen dari level satu pekan terendahnya di tengah spekulasi Bank sentral AS akan tetap mempertahan suku bunga mendekati nol tahun ini pasca rilis risalah pertemuan terakhir Federal Reserve gagal untuk memberikan petunjuk kapan waktu kenaikan dari suku bunga.
Indeks volatilitas greenback terhadap yen berada di dekat rekor terendahnya sebelum Wakil Ketua The Fed Stanley Fischer dan Presiden The Fed Kansas City Esther George berbicara. Dolar Australia tetap lebih tinggi melanjutkan kenaikannya dalam empat hari terakhir sebelum rilis laporan hari ini yang mungkin menunjukkan rebound dalam pekerjaan dan data yang dapat menunjukkan keuntungan ekspor di China, mitra dagang terbesar bangsa, dipercepat bulan lalu.
Indeks Dollar Spot Bloomberg, yang melacak greenback terhadap 10 mata uang utama, sedikit berubah pada level 1,004.72 pukul 08:46 di Tokyo. Dolar jatuh ke level 1,004.32 kemarin, terendah sejak 2 Juli lalu.
Dolar turun sebesar 0,1 persen ke level 101,56 yen. Dolar sedikit berubah pada level $1,3643 per euro. Mata uang Australia di transaksikan pada 94,18 sen AS dari level 94,14 sen kemarin, ketika menyelesaikan kenaikan sebesar 0,7 persen dalam empat hari terakhir.
Volatilitas tersirat dalam dolar-yen dalam enam bulan terakhir berada di angka 6,11 persen setelah jatuh ke angka 6,015 persen pada tanggal 7 Juli lalu, terendah dalam data yang dikumpulkan oleh Bloomberg seperti data pada Desember 1995 lalu. (izr)
Sumber: Bloomberg

WTI Turun Hari Ke-9 Pasca Stok Cushing Naik: Brent Melemah

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 7:10 PM No comments


Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun untuk hari kesembilan, Penurunan tertajam sejak 2009, pasca laporan menunjukkan persediaan di Cushing, Oklahoma, titik pengiriman untuk kontrak, naik. Minyak Brent jatuh ke level terendah satu bulan di tengah tanda-tanda ekspor minyak Libya akan meningkat.
Stok Cushing naik sebanyak 597.000 barel, dikatakan American Petroleum Institute kemarin. Data Energy Information Administration (EIA) hari ini diperkirakan stok minyak mentah turun 2,5 juta barel pekan lalu, menurut survei Bloomberg. Libya berencana secara bertahap meningkatkan ekspor untuk menghindari terganggunya pasar, kata Samir Kamal, gubernur Organization of Petroleum Exporting Countries.
WTI untuk pengiriman Agustus turun 57 sen, atau 0,6%, ke level $ 102,83 per barel pada 09:21 pagi di New York Mercantile Exchange. Kontrak berjangka menyentuh level $ 102,70, yang terendah sejak 9 Juni. Harga telah naik sebanyak 4,5% tahun ini.
Brent untuk pengiriman Agustus turun 27 sen, atau 0,3%, ke level $ 108,67 per barel di ICE Futures Europe yang berbasis di London. Kontrak tersebut menyentuh level $ 108,41, level terendah sejak 5 Juni. Menghapus kenaikan sejak awal Juni ketika militan Islam merebut kota Mosul, Irak utara.(yds)
Source: Bloomberg

Dolar Akhiri Tiga Hari Penurunan Jelang Rilis Risalah The Fed

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 7:10 PM No comments


Dolar menghentikan penurunan tiga harinya terhadap yen jelang rilis risalah The Fed pada pertemuan bulan Juni hari ini.
Yen melemah terhadap semua kecuali dua dari 16 mata uang utama. Yuan China naik ke level terkuat dalam tiga bulan terakhir terkait dilaksanakannya dialog Strategis dan Dialog selama dua hari dan jelang rilis laporan Ekonomi mengatakan akan menunjukkan surplus perdagangan negara Asia naik pada bulan Juni. krona Swedia melonjak setidaknya 0,3% versus semua rekan-rekan yang diperdagangkan seiring tingkat pengangguran naik kurang dari perkiraan analis. Dolar Selandia Baru berada 0,5% dari rekor tertinggi.
Dolar naik 0,1% ke level 101,69 ¥ pada 07:44 pagi waktu New York setelah mencapai level ¥ 101,45, yang terlemah sejak 2 Juli lalu. Dolar stagnan pada level $ 1,3607 per euro. Mata uang Jepang berada di level 138,36 per euro, juga stagnan.
Hari ini The Fed akan merilis risalah dari pertemuan pada 17-18 Juni lalu, ketika para otoritas memangkas pembelian obligasi bulanan menjadi US $ 35 miliar. Ketua bank sentral AS Janet Yellen mengatakan tingkat suku bunga mungkin akan tetap rendah untuk "waktu yang cukup" dalam konferensi pers setelah pertemuan tersebut.(yds)

Sumber: Bloomberg


Emas naik di New York pasca pelemahan dolar dan ekuitas meningkatkan permintaan emassebagai perlindungan kekayaan. Palladium diperdagangkan mendekati level tertinggi 13 tahun setelah mengalami gain terpanjang dalam lebih dari satu dekade.

Dolar sedikit berubah mendekati level terendah dalam empat hari versus sekeranjang 10 mata uang utama
jelang rilisrisalah Federal Reserve AS dari pertemuannya pada tanggal 17-18 Juni yang lalu, saatmemangkas pembelian aset untuk kelima kalinya. Ekuitas global mencapai level terendah dalam bulan ini.

Ketua The Fed Janet Yellen mengatakan bahwa tingkat suku bunga kemungkinan akan tetap rendah untuk "waktu yang dirasa cukup." Emas juga telah mengalami gain dalam tahun ini seiringterjadinya kerusuhanmulai dari Ukrainahingga Irak mendorong permintaan emas sebagai safe haven. Meningkatnya pertempuran di Ukraina menghidupkan kembali kekhawatiran Uni Eropa akan memberikan sanksi baru terhadap Rusia. Sementara itu, Israel memulai serangan militer di Jalur Gaza pekan ini dengan menyatakan tujuannya adalah untuk menghentikan serangan roket Palestina.

Emas untuk pengiriman Agustus naik 0,7 persen
ke level $ 1,325.20 per ons padapukul 7:26 pagi di Comex New York. Emas mencapailevel $ 1,327.20, yang merupakan level tertinggi sejak 3 Juli. Bullion untuk pengiriman segera naik 0,4 persen menjadi $ 1,324.20 di London, menurut Bloomberggeneric pricing.(frk)

Sumber: Bloomberg

Emas Naik Di London Seiring Palladium Dekati Level 13 Thn Tertingginya

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:52 PM No comments


Emas naik di London akibat melemahnya dollar dan meningkatnya permintaan ekuitas untuk pelindung kekayaan. Palladium diperdagangkan mendekati level 13 tahun tertingginya setelah gain tertinggi terlama dalam lebih dari 6 tahun terakhir.

Dollar mendekati level terendahnya dalam 4 hari terakhir terhadap 10 mata uang lainnya menjelang rilis hasil pertemuan Federal Reserve tanggal 17-18 Juni lalu, saat The Fed mengurangi pembelian aset untuk ke-5 kalinya. Ekuitas global mencapai level terendahnya di bulan ini.

Ketua The Fed Janet Yellen telah menyatakan bahwa suku bunga diperkirakan akan tetap rendah Å“untuk beberapa eaktu kedepan. Emas juga mencatat gain sepanjang tahun 2014 ini akibat konflik di Ukraina dan Irak yang memicu permintaan aset safe haven. Kembalinya pertempuran di Ukraina memberikan kekhawatiran bahwa Uni Eropa akan memberikan sanksi baru kepada Rusia. Sementara pekan ini Israel memulai kembali serangan militer di jalur Gaza, menyerukan tujuannya untuk menghentikan serangan roket Palestina.

Emas untuk pengiriman segera naik 0.3% ke level $1,323.50 per ounce pukul 9:35 pagi waktu London, menurut harga Bloomberg. Emas mencapai level $1,326.18, level tertinggi sejak 3 Juli lalu. Emas untuk pengiriman bulan Agustus naik 0.6% ke level $1,324.30 di Comex, New York. (bgs)

Sumber : Bloomberg

economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search