English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Monday, September 9, 2013



Bloomberg (10/9) -- Indeks saham berjangka Asia menguat, menunjukkan Indeks acuan dapat memperpanjang reli terpanjang pada tahun ini, sebelum output pabrik Cina dan data penjualan ritel. Ekuitas AS naik dan minyak mentah turun dari level tertingginya selama dua tahun.

Nikkei 225 Stock Average berjangka naik 0,4 persen pada pukul 03:00 pagi di Osaka dan naik 3,4 persen di Chicago, sementara kontrak pada saham Australia naik sebesar 0,2 persen. Indeks Standard & Poor 500 reli pada hari kelima, naik 1 persen di New York dan selama 10 tahun Treasury yields kehilangan tiga basis poin menjadi 2,91 persen. Yen sedikit berubah padaangka 99,62 per dolar setelah tergelincir 0,5 persen kemarin. Minyak mentah West Texas Intermediate turun senilai 0,9 persen dan emas yang dimiliki mengalami kerugian di awal perdagangan.

Produksi industri China dan penjualan ritel laporan hari ini mungkin akan menambah tanda-tanda ekonomi terbesar kedua di dunia rebound, dengan output pabrik diproyeksikan telah tumbuh di laju tercepat tahun ini pada bulan Agustus, menurut survei Bloomberg. Bank of Japan juga mengeluarkan risalah rapat bulan lalu. Indeks MSCI Asia Pacific naik hari kedelapan kemarin untuk hampir empat minggu tertingginya. Minyak mentah merosot karena AS berusaha untuk mendapatkan persetujuan Kongres untuk menyerang Suriah.

'Risk appetite membaik,' Imre Speizer, ahli strategi pasar di Auckland di Westpac Banking Corp, menulis dalam e-mail kepada klien hari ini. 'Data China mungkin akan lebih penting untuk pasar hari ini.'

Kontrak pada indeks Hang Seng di Hong Kong naik sebesar 0,4 persen pada sesi perdagangan terakhir mereka, sementara kontrak di Indeks Hang Seng China Enterprises naik 0,6 persen. Indeks saham Ekuitas Bloomberg China-AS Cina yang paling diperdagangkan di New York naik seperlima hari perdagangan, meningkat sebesar 1,8 persen ke level tertingginya sejak tanggal 22 Januari.
 

Asian Index Futures Climb Before China Output Data as Oil Slips

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:22 PM No comments


Bloomberg (10/9) -- Asian stock-index futures rose, indicating the benchmark gauge may extend its longest rally this year, before Chinese factory output and retail sales data. U.S. equities gained and crude oil fell from a two-year high.

Nikkei 225 Stock Average futures added 0.4 percent by 3 a.m. in Osaka and rose 3.4 percent in Chicago, while contracts on Australian shares climbed 0.2 percent. The Standard & Poor’s 500 Index rallied a fifth day, rising 1 percent in New York and 10-year Treasury yields lost three basis points to 2.91 percent. The yen was little changed at 99.62 per dollar after slipping 0.5 percent yesterday. West Texas Intermediate crude lost 0.9 percent and gold held its losses in early trading.

Chinese industrial production and retail sales reports today will probably add to signs the world’s second-largest economy is rebounding, with factory output projected to have grown at the fastest pace this year in August, according to a Bloomberg survey. The Bank of Japan also issues minutes of last month’s meeting. The MSCI Asia Pacific Index climbed an eighth day yesterday to an almost four-week high. Crude slumped as the U.S. strived to get Congressional approval for a Syria strike.

“Risk appetite improved,” Imre Speizer, a markets strategist in Auckland at Westpac Banking Corp., wrote in an e-mail to clients today. “Chinese data will probably be more important for markets today.”

Futures on the Hang Seng Index in Hong Kong climbed 0.4 percent in their most recent trading session, while contracts on the Hang Seng China Enterprises Index added 0.6 percent. The Bloomberg China-US Equity Index of the most-traded Chinese stocks in New York rose a fifth trading day, increasing 1.8 percent to the highest level since Jan. 22.
 

Dow Jones melonjak ke dua bulan tertinggi

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:20 PM No comments


New York, Bloomberg  (09/09) – Indeks Dow Jones Industrial Average mencatat gain terbesar sejak 11 Juli merespon data ekspor dari China yang melampaui proyeksi dan akuisisi perusahaan memicu optimisme di ekonomi terbesar dunia itu.

Indeks S & P 500 naik 1 persen menjadi 1,671.71 di New York, level tertinggi sejak 14 Agustus. Indeks acuan AS itu telah reli 2,4 persen selama lima hari terakhir, kenaikan beruntun terpanjang sejak 15 Juli lalu. Indeks Dow menambahkan 140,62 poin , atau 0,9 persen, ke posisi 15,063.12 .

Ekspor China naik 7,2 persen pada bulan Agustus dari tahun sebelumnya, berdasarkan rilis dari Administrasi Umum Bea Cukai mengatakan di Beijing kemarin. Itu dibandingkan dengan 5,5 persen perkiraan rata-rata dari 46 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg dan kenaikan 5,1 persen untuk bulan Juli. Sementara itu, impor meningkat kurang dari perkiraan sebesar 7 persen .

Menurut rata-rata dari 34 responden dalam survei Bloomberg News diperkirakan bahwa bank sentral AS akan tetap mengurangi pembelian aset sebesar $ 10 miliar dari $ 85 milyar  secara bulanan dalam pertemuan 17-18 September mendatang.

Presiden Barack Obama mengintensifkan kampanye untuk membujuk publik Amerika untuk mendukung aksi militer terhadap Suriah seiring juga Bashar al - Assad mengancam akan melakukan pembalasan baik 'langsung maupun tidak langsung' AS menyerang. Rusia mendesak Suriah untuk menyerahkan persediaannya senjata kimianya jika hal itu akan membantu menghindari serangan militer pimpinan AS, kata Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov .

Obama dijadwalkan akan menyampaikan pidato nasional di 09:00 besok. Senat dijadualkan untuk memberikan suara atas resolusi itu pada akhir pekan ini. (brc)
 

Dow Average Climbs Most in Two Months on China Exports

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:13 PM No comments


Bloomberg, (9/9) -- U.S. stocks rose, giving the Dow Jones Industrial Average its biggest gain since July 11, as exports from China topped forecasts and corporate acquisitions fueled optimism in the world’s largest economy.

The S&P 500 gained 1 percent to 1,671.71 at 4 p.m. in New York, the highest level since Aug. 14. The benchmark gauge has rallied 2.4 percent over five days for the longest winning streak since July 15. The Dow added 140.62 points, or 0.9 percent, to 15,063.12.

Chinese exports climbed 7.2 percent in August from a year earlier, the General Administration of Customs said in Beijing yesterday. That compared with the 5.5 percent median estimate of 46 economists surveyed by Bloomberg and July’s 5.1 percent gain. Imports increased a less-than-estimated 7 percent.

Fed Bank of San Francisco President John Williams, who has backed record stimulus, said recent economic data signal gradual job market improvement in line with his expectations. The central bank will probably adopt a gradual, “multi-step” plan for tapering bond buying, Williams said today.

Economists forecast the central bank will reduce its monthly $85 billion in asset buying by $10 billion at its meeting on Sept. 17-18, according to the median of 34 responses in a Bloomberg News survey of economists.

President Barack Obama intensified his campaign to persuade a reluctant American public to back military action against Syria as Bashar al-Assad threatened retaliation “direct and indirect” if the U.S. attacks. Russia urged Syria to give up its stockpile of chemical weapons if doing so would help avoid a U.S.-led military strike, Foreign Minister Sergei Lavrov said.

Obama is scheduled to deliver a national address at 9 p.m. tomorrow. The Senate is expected to vote on a resolution by the end of this week and the House of Representatives will probably debate the proposal next week.

http://www.bloomberg.com/news/2013-09-09/u-s-stock-index-futures-gain-as-chinese-exports-rise.html
 


New York, 09/09 (Bloomberg) – Emas berayun antara keuntungan dan kerugian di New York sebelum akhirnya diselesaikan sedikit berubah karena investor mempertimbangkan tanda-tanda bahwa Federal Reserve akan mengurangi stimulus bulan ini terhadap kemungkinan serangan udara AS ke Suriah .

Meski data pekerjaan tidak begitu bagus untuk bulan Agustus, laporan yang dikeluarkan pada akhir pekan lalu tersebut masih belum cukup kuat untuk bisa menggagalkan ekspektasi para ekonom bahwa the Fed akan mengurangi langkah stimulusnya. The Fed akan menurunkan pembelian obligasi bulanan menjadi $ 75 miliar dari yang ada saat ini sebesar $ 85 milyar pada pertemuan FOMC 17-18 September mendatang, menurut estimasi rata-rata dari 34 ekonom yang disurvei Bloomberg News pada 6 September kemarin.

Bullion mencapai tertinggi tiga bulan di $ 1.434 per ounce pada 28 Agustus lalu karena melonjaknya permintaan sejak akhir Juni di Asia dan di tengah kekhawatiran bahwa AS akan menyerang Suriah atas dugaan penggunaan senjata kimia terhadap warga sipil.

'Ketegangan geopolitik terkait Suriah telah memberikan kontribusi terhadap kekuatan emas baru-baru ini,' ungkap Suki Cooper, analis dari Barclays Plc di New York. 'Meskipun data non-farm payrolls lebih lemah dari perkiraan telah memberikan dorongan untuk harga pada Jumat lalu, ekonom kami percaya laporan itu masih cukup untuk memberi lampu hijau atas pemangkasan pembelian aset the Fed bulan ini.'

Emas berjangka untuk pengiriman Desember naik kurang dari 0,1 persen dan ditutup pada posisi $ 1,386.70 di Comex, New York. Harga sempat turun sebanyak 0,3 persen dan naik sebanyak 0,6 persen.

Barack Obama akan membuat dorongan akhir minggu ini untuk membujuk Kongres dan publik Amerika dalam mendukung serangan udara terhadap Suriah. Ia gagal memperoleh dukungan dari para pemimpin asing pada KTT Kelompok 20 untuk aksi militer pekan lalu. Senat AS dijadualkan untuk memberikan suaranya terhadap resolusi tersebut pada akhir minggu ini, dan DPR AS mungkin akan memperdebatkan proposal tersebut minggu depan. (brc)
 

economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search