English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Tuesday, July 23, 2013

Terbebani prospek laba, stimulus buat S&P berakhir rendah

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:35 PM No comments


New York, Bloomberg (23/07) – Standard & Poor 500 jatuh, menghentikan gain empat sesi beruntun karena para investor menimbang kinerja pendapatan perusahaan di tengah spekulasi terhadap kapan Federal Reserve akan mempertimbangkan skala pembelian asetnya.

Index S & P 500 turun 0,2 persen menjadi 1,692.39 di New York. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 22,19 poin, atau 0,1 persen ke rekor baru 15,567.74.

Investor semakin mengalihkan perhatian mereka ke laporan pendapatan, dengan 35 perusahaan yang terdaftar di S & P 500 yang siap merilis hasilny hari ini. Dari 130 perusahaan pada index tersebut yang telah merilis laporan, 71 persen berada diatas perkiraan laba analis sementara sekitar 52 persen telah melampaui ekspektasi pendapatan berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.

Indeks acuan saham menghapus keuntungan sebelumnya sebanyak 0,2 persen hari ini setelah index manufaktur di wilayah pertengahan Atlantik jatuh secara tak terduga pada bulan Juli. Index pabrik itu merosot ke minus 11. Bacaan lebih besar dari nol adalah sinyal ekspansi di daerah yang meliputi Carolina, District of Columbia, Maryland, Virginia dan West Virginia. Proyeksi median dalam survei Bloomberg terhadap para ekonom adalah untuk angka 9.

Investor telah menimbang data untuk menentukan waktu dan kecepatan setiap pengurangan stimulus oleh the Fed. Setengah dari ekonom dalam survei Bloomberg 18-22 Juli mengharapkan bank sentral untuk memangkas laju pembelian obligasi bulanan sampai $ 65 miliar dari yang ada saat ini sebesar $ 85 miliar pada pertemuan September naik dari 44 persen dalam jajak pendapat bulan lalu. (brc)
 

Aturan pajak impor tambahan India bebani harga emas

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:32 PM No comments


New York, 23/07 (Bloomberg) – Emas berjangka jatuh dari satu bulan tertinggi setelah India, pembeli emas terbesar di dunia, menambah kebijakan pembatasan impor.

The Reserve Bank of India kemarin mengatakan akan mewajibkan pembeli emas untuk menyisihkan 20 persen untuk di ekspor ulang sebagai perhiasan dalam upaya untuk memangkas rekor defisit current account. Negara iti telah melipat gandakan pajak atas impor emas menjadi 8 persen pada tahun ini. Tingkat impor emas negara itu mungkin akan jatuh sebesar 63 persen menjadi 175 metrik ton pada semester kedua tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya, kata Bachhraj Bamalwa, direktur dari All India Gems & Jewellery Trade Federation.

'Pembatasan impor India adalah pukulan lebih lanjut untuk permintaan fisik,' kata Marc Ground, analis komoditas dari Standard Bank Plc di Johannesburg, dalam sebuah wawancara telepon. 'Emas  akan tetap rentan terhadap downside.'

Emas berjangka untuk pengiriman Desember turun 0,2 persen untuk menetap di $ 1,335.20 per ounce pukul 1:39 sore di Comex, New York. Kemarin, harga emas melonjak sebanyak 3,6 persen menjadi $ 1,340.50, level tertinggi untuk kontrak paling aktif sejak 20 Juni lalu.

Logam ini telah naik 13 persen dari posisi terendah 34-bulan di posisi $ 1,179.40 yang tercatat pada 28 Juni lalu karena permintaan untuk koin, bar dan perhiasan meningkat pasca kemerosotan harga. Kemarin, kontrak berjangka naik 3,3 persen, tertinggi dalam 12 bulan yang dipicu oleh spekulasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan stimulus ekonominya.

'Pelaku pasar mengunci beberapa keuntungan yang didapat saat lonjakan harga kemarin,' kata Tom Hungerford, sales representative dari Heraeus Metals New York LLC.

'Untuk jangka menengah, kami prediksi harga emas akan menurun lebih lanjut berdasarkan perkiraan ekonom kami atas berlanjutnya peningkatan kegiatan ekonomi dan kebijakan moneter yang kurang akomodatif,' kata Goldman Sachs Group Inc kemarin. (brc)

Gold Falls From One-Month High as India Adds Import Rule

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:30 PM No comments


Bloomberg, (23/7) -- Gold futures fell from a one-month high as India, the world’s largest buyer, added to restrictions on imports.

The Reserve Bank of India said yesterday it would be mandatory for gold buyers to set aside 20 percent for re-exports as jewelry in a bid to cut a record current-account deficit. The country has doubled a tax on inbound shipments to 8 percent this year. Imports may tumble 63 percent to 175 metric tons in the second half from a year earlier, said Bachhraj Bamalwa, a director at the All India Gems & Jewellery Trade Federation.

“The restrictions on Indian imports is a further blow to physical demand,” Marc Ground, a commodity strategist at Standard Bank Plc in Johannesburg, said in a telephone interview. “Gold continues to remain vulnerable to the downside.”

Gold futures for December delivery fell 0.2 percent to settle at $1,335.20 an ounce at 1:39 p.m. on the Comex in New York. Yesterday, the price jumped as much as 3.6 percent to $1,340.50, the highest for a most-active contract since June 20.

The metal has climbed 13 percent from a 34-month low of $1,179.40 on June 28 as demand for coins, bars and jewelry increased following the slump. Yesterday, futures jumped 3.3 percent, the most in 12 months, on speculation that the Federal Reserve will maintain economic stimulus.

“Market participants are locking in some profits following yesterday’s surge,” Tom Hungerford, a sales representative at Heraeus Metals New York LLC, said in a report.

“Medium term, we expect that gold prices will decline further given our U.S. economists’ forecast for improving economic activity and a less accommodative monetary policy stance,” Goldman Sachs Group Inc. said yesterday in a report.
 

Treasury Terjatuh seiring Penurunan Demand pada Lelang Note Obligasi

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:29 PM No comments


Bloomberg (24/7) – Treasury terjatuh untuk pertama kalinya selama tiga hari terakhir seiring dengan adanya sebuah lelang pada note obligasi dua tahun yang telah memikat demand yang lebih rendah dari rata-rata dengan pihak the Fed yang kemungkinan akan bergerak lebih dekat untuk mengurangi program pembelian asetnya.

Sementara itu rasio dari bid-to-cover atau penawaran dari awal hingga akhir terhadap note obligasi seharga $35 Milyar, yang merupakan acuan terhadap demand dengan cara membandingkan total penawaran dengan jumlah sekuritas yang ditawarkan berada sebanyak 3.08, dibandingkan dengan sebuah rata-rata sebesar 3.54 untuk 10 penjualan terakhir.

Pihak the Fed akan mulai memangkas pembelian obligasi bulanannya nanti dibulan September, berdasarkan survey ekonom dari Bloomberg, sementara itu pihak A.S akan menjual sebanyak $35 dalam bentuk surat hutang periode lima tahun pada esok hari dan juga sebesar $29 Milyar dalam bentuk sekuritas periode tujuh tahun ditanggal 25 Juli.(tito)
 

economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search