English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Thursday, February 27, 2014

Indeks Bursa Asia Siap untuk Gain Bulanan Sebelum Laporan China

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:45 PM No comments


Indeks acuan saham Asia sedikit berubah, dengan indeks siap untuk kenaikan bulanan pertama sejak Oktober, menjelang laporan manufaktur China besok dan setelah Federal Reserve mengatakan bank sentral AS kemungkinan akan merubah strategi pengurangan stimulusnya jika perekonomian melemah.

Indeks MSCI Asia Pacific turun kurang dari 0,1 persen menjadi 137,95 pada 09:03 di Tokyo, sebelum pasar China dan Hong Kong di buka, membawa kenaikan pekan ini menjadi 0,4 persen. Indeks telah naik 2,3 persen bulan ini, dengan hampir $ 2 triliun ditambahkan ke nilai saham di seluruh dunia.

Indeks MSCI Asia Pacific naik 6 persen dari terendahnya di tahun ini pada 4 Februari sampai kemarin, meninggalkan perdagangan indeks mencapai 13 kali estimasi laba dari konsituante perusahaan, dibandingkan dengan 15,7 untuk indeks Standard & Poor 500 dan 14,5 untuk Indeks Stoxx Europe 600, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.

Dari 417 perusahaan pada ukuran Asia-Pasifik yang telah melaporkan laba kuartalan sejak awal tahun ini dan yang mengkompilasi estimasi Bloomberg , 53 persen melampaui proyeksi keuntungan.(frk)

Sumber : Bloomberg

Bursa Saham AS Ditutup Menguat, Mendorong S&P 500 Pada Rekornya

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:44 PM No comments


Bursa saham AS ditutup menguat, Indeks Standard & Poor 500 berada pada rekornya setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen menyatakan bahwa bank sentral akan mengubah strateginya akan pengurangan pembelian asset yang akan mempengaruhi ekonomi.

Indeks S&P 500 menguat  0.5% ke level 1,854.34 pukul 4 sore waktu New York. Dow Jones Industrial Average naik 74.75 poin atau 0.5% ke level 16,273.16.

Pada hari ini Yellen menyatakan pada testimoninya mengenai kebijakan moneter bahwa Federal Reserve sepertinya akan mempertahankan pemangkasan pembelian aset, Federal Reserve melakukan monitor data guna penentuan dilakukannya hal tersebut jika penurunan baru-baru ini pada ekonomi bersifat sementara.

Para investor melanjutkan keberpihakannya pada obligasi. Kemarin investor menambahkan dana sebesar $971.8 juta pada reksa dana di AS, dibandingkan dengan deposito sebesar $49.8 juta  dengan obligasi domestic yang diperdagangkan di bursa, menurut data yang dihimpun oleh Bloomberg.

Kemarin Indeks S&P 500 mengalami stagnan, ditutup kurang dari 4 poin yang berada dibawah rekornya untuk hari ketiga secara berturut-turut. Indeks acuan tersebut melampaui penutupan tertingginya pada sebelumnya di level 1,848.38 pekan ini, turun dari level tersebut diakhir sesi ini.

Pada hari ini laporan menujukkan pesanan untuk barang-barang tahan lama di AS turun 1% di Januari, kurang dari yang diperkirakan sebelumnya, pertanda bahwa manufaktur sedang mulai bergairah dari cuaca buruk. Sementara bursa tenaga kerja, warga Amerika dari yang diperkirakan mengisi aplikasi untuk klaim pengangguran pada pekan lalu, sebuah pertanda bursa tenaga kerja AS sedang mengalami pemulihan. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Indeks S&P 500 Melonjak; Saham AS Catat Kenaikan

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:44 PM No comments


Saham AS catat kenaikan, membawa Indeks Standard & Poor 500 di atas rekor penutupan, seiring ketua The Fed Janet Yellen mengatakan bahwa bank sentral dapat mengubah strateginya untuk mengurangi pembelian aset yang menyebabkan melemahnya perekonomian.
Sementara saham JC Penney Co melonjak sebesar 23% pasca memprediksikan peningkatan pendapatan tahunan dan margin yang lebih luas. Saham Best Buy Co naik 5,6% terkait pendapatan yang  melampaui perkiraan para analis. Sears Holdings Corp naik sebesar 7,3% pasca melaporkan kerugian kuartal keempatnya. General Motors Co turun  0,9 persen.
Indeks S&P 500 naik 0,2% ke level 1,848.93 pada 11:56 siang di New York. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 37,50 poin, atau sebesar 0,2%, ke level 16,235.91. Perdagangan saham di S P 500 sekitar 15 persen di bawah rata-rata 30-hari selama hari ini.(yds)

Sumber: Bloomberg


Bursa saham Eropa melemah untuk hari keduanya akibat kembali meningkatnya ketegangan di Crimea, pasca adanya perubahan kepengurusan pada pemerintah Ukraina.

WPP Plc tergelincir 3.5% dan Allianz SE turun 2.3% setelah labanya kurang dari yang diperkirakan sebelumnya. Royal Bank of Scotland Group Plc melemah 7.7% pasca bank milik pemerintah tersebut melaporkan mengalami kerugian besar sejak menerima dana talangan di tahun 2008. Man Group Plc mengalami reli 14% setelah mengumumkan rencananya untuk membeli saham kembali sebesar $115 juta.

Indeks Stoxx Europe 600 melemah sebesar 0.2% ke level 337.21 pada sesi penutupan perdagangan. Kemarin indeks acuan tersebut melemah setelah Credit Suisse Group AG mengakibatkan saham-saham perbankan menurun karena para analis menyatakan bahwa Komisi Sekuritas dan Bursa akan memulai investigasi kepada praktik akuntansi di tahun lalu. (bgs)

Sumber : Bloomberg


Saham AS sedikit berubah setelah indeks Standard & Poor 500 diperdagangkan mendekati rekor tertingginya, ketegangan meningkat di Ukraina dan investor menunggu pernyataan dari Ketua Federal Reserve Janet Yellen.
Indeks S&P 500 turun kurang dari 0,1 persen ke level 1,843.44 pukul 9:32 di New York. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 16,52 poin, atau 0,1 persen, ke level 16,181.89.
Indeks S&P 500 sedikit berubah kemarin, ditutup kurang dari 4 poin di bawah rekor tertingginya untuk hari ketiga secara berturut-turut. Indeks berada di atas level penutupan tertingginya sebelumnya di level 1,848.38 minggu ini, kembali dari level tersebut pada akhir sesi. Indeks naik enam poin dari catatan setiap harinya pada minggu lalu. Indeks mencapai level intraday tertingginya di level 1,858.71 pada 24 Februari lalu.
Indeks telah menguat 5,9 persen dari level terendahnya pada 3 Februari lalu karena investor berspekulasi cuaca musim dingin yang parah menyebabkan melemahnya laporan ekonomi seperti data perumahan dan perekrutan. Janet Yellen mengatakan bulan ini bahwa fundamental ekonomi dapat menahan pemotongan stimulus, dia menambahkan bahwa hanya perubahan penting yang dapat mendorong bank sentral untuk memperlambat laju pemangkasan. Yellen akan memberikan pernyataannya hari ini mengenai kebijakan moneter sebelum sidang Senat pukul 10 pagi di Washington. (izr)
Sumber : Bloomberg

economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search