English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Sunday, November 3, 2013

 
Bloomberg (02/11) - Minyak mentah WTI (West Texas Intermediate) turun di bawah level harga US$ 95 per barrel untuk pertama kalinya sejak bulan Juni di tengah kenaikan stok minyak AS dan sejalan dengan penguatan dolar terhadap euro, membatasi permintaan komoditas dari investor.

Minyak berjangka menuju penurunan mingguan keempat secara berturut-turut, terpanjang dari penurunan lebih dari setahun terakhir. Sebuah laporan pemerintah AS pada 30 Oktober menunjukkan bahwa pasokan minyak naik pada minggu keenamnya. Dolar menguat terhadap euro untuk hari kelima pada spekulasi bahwa Bank Sentral Eropa akan menurunkan suku bunga untuk memacu pertumbuhan ekonomi.

Minyak WTI untuk pengiriman Desember turun $ 1,33, atau 1,4 persen, ke level harga US$95,05 per barel pada pukul 12:48 di New York Mercantile Exchange. Minynak berjangka menyentuh level harga US$ 94,66, ini menjadi level intraday terendahnya sejak 26 Juni. Harga turun sebesar 2,9 persen pada minggu ini dan jatuh sebesar 5,8 persen pada bulan Oktober. Volume semua perdangan berjangka yang diperdagangkan adalah sekitar 17 persen di bawah rata-rata 100 hari.

Minyak Brent untuk pengiriman Desember turun US$2,08, atau 1,9 persen, ke level US$106,76 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Volume adalah 23 persen di atas rata-rata 100 hari. Minyak mentah patokan Eropa diperdagangkan lebih tinggi US$ 11,71 dibandingkan minyak WTI, turun dari level harga US$12,46 kemarin. (izr)

U.S. Stocks Gain Amid Rising Factory Data, Corporate Earnings

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:38 PM No comments
Bloomberg (02/11) -- U.S. stocks rose, halting the first two-day drop in the Standard & Poor’s 500 Index in three weeks, as investors assessed factory data and earnings for clues on when the Federal Reserve may trim stimulus.

The S&P 500 climbed 0.3 percent to 1,761.92 at 4 p.m. in New York, after earlier falling as much as 0.2 percent. The equity gauge advanced 0.1 percent in the past five days, its fourth straight weekly gain.

Better-than-forecast corporate results and Fed stimulus have helped the S&P 500 rally 24 percent this year as it challenges 2009 for the best annual gain in the past decade. The gauge jumped 4.5 percent in October for the biggest advance in three months and closed at a record Oct. 29.

Of the 368 S&P 500 companies that have reported results for the third quarter, 75 percent exceeded analysts’ predictions for profit, while 53 percent beat sales estimates, data by Bloomberg showed. Profits for members of the gauge probably increased 4.1 percent in the period as sales climbed 2.9 percent, according to analysts’ estimates compiled by Bloomberg.

Saham AS Gain ditengah Meningkatnya Data Pabrik, Pendapatan Perusahaan

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:38 PM No comments
Bloomberg (02/11) - Saham AS naik, menghentikan penurunan pertama dalam dua hari pada indeks Standard & Poor 500 dalam tiga minggu terakhir, seiring investor menilai data yang pabrik dan pendapatan sebagai petunjuk pada saat Federal Reserve mungkin memangkas stimulus.

Indeks S & P 500 naik 0,3 persen menjadi 1,761.92 pada pukul 4 sore di New York, setelah sebelumnya jatuh sebanyak 0,2 persen. Ekuitas Indeks menguat 0,1 persen dalam lima hari terakhir, kenaikan mingguan keempat secara berturut-turut.

Lebih baiknya laba perusahaan dari perkiraan dan stimulus The Fed telah membantu indeks S & P 500 reli sebesar 24 persen pada tahun ini seiring tantangan 2009 untuk keuntungan tahunan terbaik dalam satu dekade terakhir. Indeks itu melonjak 4,5 persen pada bulan Oktober untuk kenaikan terbesar dalam tiga bulan terakhir dan ditutup pada rekor tertingginya pada tanggal 29 Oktober.

Dari 368 perusahaan yg terdaftar pada indeks S & P 500 yang telah melaporkan hasil pendapatan untuk kuartal ketiganya, sebanyak 75 persen keuntungana melampaui prediksi analis, sementara 53 persen penjualan memperkirakan mengalahkan, data Bloomberg menunjukkan. Keuntungan bagi anggota indeks mungkin meningkat sebesar 4,1 persen pada periode seiring penjualan naik sebesar 2,9 persen, menurut perkiraan analis yang dikumpulkan oleh Bloomberg. (izr)

Gold falls, posts sharp weekly drop on Fed worries

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:37 PM No comments
Reuters (02/11) - Gold fell about 1 percent on Friday, posting its biggest weekly loss in seven weeks, as renewed anxiety about the U.S. Federal Reserve could scale back its bond-buying stimulus prompted bullion investors to reduce positions.

The precious metal was down 3 percent for the week, reversing two consecutive weekly gains.

Richmond Fed President Jeffrey Lacker said on Friday that the U.S. labor market has recovered enough in the last 14 months to allow the central bank to reduce its bond-buying stimulus.

Any sign that the Fed will reduce its $85 billion monthly bond-buying program is likely to weigh heavily on gold prices. Funds and institutional investors have in recent years bought gold as a hedge against inflation and monetary actions by central banks.

Spot gold was down 0.9 percent at $1,311.50 an ounce by 2:57 p.m. EDT (1857 GMT), extending Thursday's 1.4 percent slide. Spot gold has ended lower every day this week.

U.S. Comex gold futures for December settled down $10.50 to $1,313.20 an ounce, with trading volume about 20 percent below its 30-day average, preliminary Reuters data showed.

Reuters (02/11) - Emas turun sekitar 1 persen pada hari Jumat, membukukan penurunan mingguan terbesarnya dalam tujuh minggu terakhir, sebagaimana diperbaharui kecemasan tentang Federal Reserve AS bisa kembali memangkas stimulus pembelian obligasi yang mendorong investor bullion untuk mengurangi posisi.

Logam mulia turun sebesar 3 persen pada minggu ini, membalikkan kenaikan mingguan kedua secara berturut-turut.

Richmond Presiden The Fed Jeffrey Lacker mengatakan pada hari Jumat bahwa pasar tenaga kerja AS telah cukup pulih dalam 14 bulan terakhir untuk memungkinkan bank sentral untuk mengurangi stimulus pembelian obligasi.

Ada tanda-tanda bahwa The Fed akan mengurangi program pembelian obligasi bulanannya senilai US$ 85 miliar yang cenderung akan membebani harga emas. Dana dan institusi investor telah dalam beberapa tahun terakhir dalam membeli emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan tindakan moneter oleh bank sentral.

Spot emas turun 0,9 persen pada level $ 1,311.50 per ons pada 02:57 EDT, memperpanjang penurunan sebesar 1,4 persen pada hari Kamis. Spot emas telah berakhir lebih rendah setiap harinya pada minggu ini.

Comex Emas berjangka AS untuk Desember menetap di level US$ 10,50 menjadi US$ 1,313.20 per ons, dengan volume perdagangan sekitar 20 persen di bawah rata-rata 30 hari, data Reuters menunjukkan. (izr)

economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search