English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Monday, September 23, 2013

Dollar Jatuh Vs Yen seiring Stimulus the Fed

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:50 PM No comments


Bloomberg (24/9) – Mata uang dollar melemah untuk hari kedua terhadap yen seiring dengan ketua the Fed Bank of New York William C. Dudley yang mengatakan bahwa para pihak otoritas harus “kuat” mendorong menentang angin haluan ekonomi”.

Mata uang A.S tersebut jatuh versus mayoritas dari 16 mata uang utama lainnya seiring ketua Bank of Atlanta Dennis Lockhart, yang telah mendukung pembelian obligasi bulanan sebesar $85 Milyar the Fed yang dipertahankan pada pekan lalu, mengatakan bahwa kebijakan harus focus pada terciptanya kondisi ekonomi yang lebih dinamis.

Sedangkan mata uang yen meraih gain terhadap sebagian besar mata uang rekanan lainnya seiring yield note obligasi 2 tahun A.S yang terjatuh sekitar 19 basis poin sejak mencapai level 0.53% pada tanggal 6 September, yang tertinggi sejak bulan Mei 2011.

Mata uang anggota ke 17 negara jatuh versus dollar setelah ketua bank sentral Eropa Mario Draghi yang telah mengatakan bahwa beliau sudah siap untuk meluncurkan operasi pembiayaan ulang jangka panjang yang lainnya, jika dibutuhkan.

Dollar melemah 0.5% menuju ke level harga 98.81 yen pada jam 2:32 siang, waktu New York, setelah jatuh 0.1% pada tanggal 20 September, sedangkan greenback turun 0.2% menuju ke level harga $1.3495 per euro, sementara yen naik 0.7% versus mata uang yang umum menuju ke level 133.48.(tito)

http://www.bloomberg.com/news/2013-09-23/dollar-weakens-for-second-day-versus-yen-before-fed-speakers.html
 

Dollar Falls a 2nd Day Versus Yen as Fed Officials Back Stimulus

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:41 PM No comments


Bloomberg (24/9) - The dollar weakened for a second day against the yen as Federal Reserve Bank of New York President William C. Dudley said policy makers must “forcefully” push against economic headwinds.

The U.S. currency fell versus the majority of 16 major peers as Bank of Atlanta President Dennis Lockhart, who has backed the Fed’s $85 billion in monthly bond purchases that were retained last week, said policy should focus on creating a more dynamic economy.

The yen gained against most of its major peers as U.S. two-year note yields have dropped about 19 basis points since reaching 0.53 percent on Sept. 6, the highest level since May 2011.

The 17-member currency fell versus the dollar after European Central Bank President Mario Draghi said he’s ready to deploy another long-term refinancing operation, if needed.

The dollar weakened 0.5 percent to 98.81 yen at 2:32 p.m. New York time, after dropping 0.1 percent on Sept. 20. The greenback lost 0.2 percent to $1.3495 per euro. The yen advanced 0.7 percent versus the common currency to 133.48.

http://www.bloomberg.com/news/2013-09-23/dollar-weakens-for-second-day-versus-yen-before-fed-speakers.html

Treasury Naik Setelah Pejabat The Fed Mempertahankan Stimulus

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:39 PM No comments


Bloomberg (24/9) - Treasury imbal hasil tenor 10-tahun jatuh ke level terendahnya hampir sebulan terakhir seiring pejabat Federal Reserve menyarankan para pembuat kebijakan akan mempertahankan percapatan pembelian obligasi untuk mempertahankan momentum dalam ekspansi ekonomi.
Obligasi naik untuk hari kedua setelah Federal Reserve Bank of New York Presiden William C. Dudley mengatakan para pembuat kebijakan harus 'tegas' mendorong terhadap permasalahan ekonomi. Bank daerah lain Presiden Fed, Atlanta Dennis Lockhart, mengatakan kebijakan harus fokus pada terciptanya ekonomi yang lebih dinamis. Perdebatan anggaran federal AS dan plafon utang, juga memperbarui kekhawatiran shutdown pemerintah, debt default atau near-miss yang dapat mengacaukan pasar keuangan.
Obligasi acuan yield 10-tahun turun tiga basis poin, atau 0,03% poin, menjadi 2,71% pada pukul 13:05 waktu New York, menurut Obligasi harga Trader Bloomberg. Imbal hasil 2,5% jatuh tempo pada Agustus 2023 naik 7/32, atau $ 2,19 per jumlah nominal $ 1.000, sampai 98 6/32.
Obligasi turun 15 basis poin pada pekan lalu, penurunan tertajam sejak periode yang berakhir 12 Juli. Obligasi tenor 10-tahun jatuh pada 18 September ke level 2,67%, terendah sejak 13 Agustus.
Sektor Treasury dijadwalkan untuk menjual $ 33 miliar saham sekuritas tenor dua tahun besok, obligasi $35 miliar tenor lima tahun pada hari berikutnya dan surat hutang sebesar $29 miliar tenor tujuh tahun pada 26 September. (izr)

Dudley Mengatakan Ekonomi Terlalu Lemah; The Fed

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:37 PM No comments


NEW YORK (23/9) - MarketWatch — Dua orang pejabat the Fed mengekspresikan kekecewaan dihari Senin dengan laju dari pemulihan kondisi ekonomi A.S, dengan ketua the Fed Washington William Dudley yang mengatakan bahwa kondisi ekonomi yang ada masih terlalu lemah bagi pihak bank sentral untuk penarikan kembali program pembelian obligasinya.

Dudley memperkirakan sebuah angin haluan untuk mempertahankan ekonomi yang menurun diawal tahun 2014, namun beliau mencatat bahwa “ini hanya merupakan sebuah perkiraan dan belum terealisasi.”

Sementara dengan lambatnya pemulihan ekonomi, tidak terdapat peningkatan dalam “momentum kedepan” dalam pidatonya di Fordham University.

Beliau menyalahkan kelesuan, sebagai bagian terhadap sebuah hambatan dari kebijakan fiskal, dalam bentuk berakhirnya kebebasan pajak payroll dan tingkat pajak yang lebih tinggi dibulan Januari, sejalan dengan penyerapan anggaran, selain itu peningkatan tajam dalam tingkat suku bunga di market sejak bulan Mei, ketika para investor mulai berupaya mencari sebuah potensi pengurangan dalam pembelian obligasi the Fed, yang juga berfungsi mempertahankan ekonomi.

“kondisi ekonomi yang ada masih membutuhkan dukungan dari kebijakan moneter yang akomodatif,”berdasarkan pernyataan Dudley.

Sekutu kunci dari ketua the Fed Ben Bernanke, Dudley mengatakan bahwa beliau ingin melihat “berita ekonomi yang membuatnya lebih yakin bahwa kita akan melihat berlanjutnya peningkatan dalam market tenaga kerja,” sebelum beliau melakukan voting untuk mengurangi laju program pembelian aset dari bank sentral.

Sementara dalam sebuah pidato terpisah, ketua the Fed Atlanta Dennis Lockhart mengatakan bahwa kondisi ekonomi kemungkinan telah kehilangan dinamisme.

“Apakah Amerika telah kehilangan gairahnya?” seperti kata Lockhart dalam pidatonya di New York menuju sebuah summit pada kepemimpinan kreatif yang disponsori oleh yayasan Louise Blouin,“Terdapat beberapa bukti pada penegasan tersebut,”

Bank sentral A.S pekan lalu telah mengejutkan banyak ekonom dan juga para investor dengan mempertahankan program pembelian obligasinya yang berdian di posisi $85 Milyar, dengan banyak pihak yang memperkirakan pengurangan sebesar $10 Milyar atau sebuah langkah pengurangan.

Komentar dari Dudley dan Lockhart menunjukkan bahwa pejabat the Fed memiliki kadar yang kurang dengan laju dari pemulihan serta peningkatan dalam market tenaga kerja dari perkiraan sebelumnya, sementara beberapa komentator berpendapat bahwa penolakan the Fed untuk memperlambat pembelian obligasinya dibulan September telah memicu pertanyaan tentang kebijakan komunikasi bank sentral, Dudley mengatakan bahwa keputusan tersebut masih dipertahankan dengan pedoman yang ditetapkan oleh Bernanke dibulan Juni.

Selain itu sebagian besar saham turun lebih rendah ditengah pidato tersebut, saham Dow Jones Industrial Average turun 66 poin ke level 15,384, harga treasury naik lebih tinggi mengirim yield obligasi menjadi lebih rendah.

Dudley juga mengatakan bahwa terdapat sebuah “pengosongan” pada pekerjaan yang berpenghasilan menengah yang umumnya bersifat rapuh bagi teknologi dan otomatisasi, beliau mengatakan bahwa meningkatkan pendapatan secara tidak imbang “jelas merupakan sebuah masalah,”(tito)

http://www.marketwatch.com/story/feds-lockhart-dudley-downbeat-on-outlook-2013-09-23

Treasuries Rise After Fed Officials Back More Economic Stimulus

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:36 PM No comments


Bloomberg (24/9) -- Treasury 10-year note yields fell to almost the lowest level this month as Federal Reserve officials suggested policy makers will maintain the current pace of bond purchases to sustain momentum in the economic expansion.
Bonds rose for a second day after Federal Reserve Bank of New York President William C. Dudley said policy makers must “forcefully” push against economic headwinds. Another regional Fed bank president, Atlanta’s Dennis Lockhart, said policy should focus on creating a more dynamic economy. Debate over the U.S. federal budget and the debt ceiling, is also renewing concern of a government shutdown, debt default or near-miss that may roil financial markets.
The benchmark 10-year yield fell three basis points, or 0.03 percentage point, to 2.71 percent at 1:05 p.m. New York time, according to Bloomberg Bond Trader prices. The 2.5 percent note maturing in August 2023 rose 7/32, or $2.19 per $1,000 face amount, to 98 6/32.
The yield dropped 15 basis points last week, the steepest decline since the period ended July 12. The 10-year note yield fell on Sept. 18 to 2.67 percent, the lowest since Aug. 13.
The Treasury is scheduled to sell $33 billion of two-year securities tomorrow, $35 billion of five-year notes the following day and $29 billion of seven-year debt on Sept. 26.

economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search