English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Wednesday, August 27, 2014

Saham AS Kehilangan Momentum Seiring Valuasi

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 11:43 PM No comments


Rally saham yang mendorong Indeks Standard & Poor 500 tembus level 2.000 kehilangan sedikit momentumnya saat ini.
Indeks S & P 500 naik sebesar 0,1 poin ke level 2,000.12 pukul 04:00 waktu New York dengan sekitar jumlah yang sama saham naik seiring dengan saham yang turun. Sekitar 4,2 miliar saham ditransaksikan di bursa AS, yang merupakan volume perdagangan terendahnya sejak 3 Juli lalu, rilis data yang disurvei oleh Bloomberg.
Pasar global terlampaui diatas krisis di Ukraina, Jalur Gaza dan Irak karena para investor memperbaharui spekulasi stimulus yang akan menghidupkan kembali pertumbuhan ekonomi. Aksi unjuk rasa dari Brasil hingga Jepang dan Indeks AS menembus level diatas 2.000 untuk pertama kalinya telah mengirim nilai ekuitas global ke rekor baru tertingginya sebesar $ 66 triliun.
Indeks S & P 500 naik hampir 5 persen sejak 7 Agustus lalu, didorong oleh spekulasi bahwa Federal Reserve akan tetap mempertahankan tingkat suku bunga ultra rendahnya karena menguatnya ekonomi. Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi juga telah mengisyaratkan para pembuat kebijakan dapat mempertimbangkan memperkenalkan rencana pembelian aset. (knc)
Sumber : Bloomberg


Rally saham yang mendorong indeks Standard & Poor 500 di atas rekor level tertingginya di level 2.000 kehilangan sedikit momentum saat ini.
Indeks S&P 500 turun sebanyak 0,13 poin, kurang dari 0,1 persen ke level 1,999.89 pukul 12:28 di New York dengan sekitar jumlah yang sama saham naik seiring dengan saham yang turun. Volume perdagangan sebesar 29 persen di bawah RSI 30-hari pada hari ini.
Pasar global berada di atas krisis di Ukraina, Jalur Gaza dan Irak karena investor memperbaharui spekulasi stimulus yang akan menghidupkan kembali pertumbuhan ekonomi. Unjuk Rasa dari Brasil hingga Jepang dan Indeks AS menembus level di atas 2.000 untuk pertama kalinya telah mengirim nilai ekuitas global ke rekor baru tertingginya $66 triliun.
Indeks S&P 500 naik hampir 5 persen sejak 7 Agustus lalu, didorong oleh spekulasi bahwa Federal Reserve akan tetap mempertahankan suku bunga ultra rendahnya karena menguatnya ekonomi. Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi juga telah mengisyaratkan para pembuat kebijakan dapat mempertimbangkan memperkenalkan rencana pembelian aset. (izr)
Sumber: Bloomberg

Rally Saham Telecom Italia, Saham Eropa Ditutup Mendatar

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 11:42 PM No comments


Saham-saham Eropa sedikit berubah, pasca kenaikan dua hari terbesar sejak April lalu, seiring tanda-tanda kemajuan antara Rusia dan Ukraina terkait data kepercayaan Jerman yang lebih buruk dari yang diperkiraan.
Saham Telecom Italia SpA naik sebesar 3,2 persen setelah saham Brazil Oi SA mengatakan akan membeli saham Tim Participacoes SA sebesar $ 8 miliar, sebuah perusahaan kelompok Telecom Italia. Saham Portugal Telecom SGPS SA, yang bergabung dengan Oi, melonjak sebesar 6,3 persen. Saham Asos Plc rally terbesarnya dalam satu dekade terakhir di tengah spekulasi pengambilalihan. Saham Marine Harvest ASA turun sebesar 2,7 persen setelah membukukan kerugian kuartalan yang tak terduga. Saham Amerika Utilities Group Plc melemah sebesar 1,3 persen setelah analis menurunkan peringkat terbesarnya pada perusahaan air minum publik di Inggris.
Indeks Stoxx Europe 600 naik sebesar 0,1 persen ke level 343,33 pada penutupan perdagangan, yang merupakan level tertingginya dalam sebulan terakhir. Indeks Stoxx Europe 600 menguat sebesar 1,8 persen dalam dua hari terakhir setelah Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi mengisyaratkan pembuat kebijakan siap untuk menambah stimulus.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan akan mengadakan pembicaraan positif dengan Ukraina Petro Poroshenko atas ketegangan antara kedua negara tersebut. Lebih dari 2.000 orang tewas di tengah pertempuran antara kelompok separatis pro-Rusia dan pasukan Ukraina. Poroshenko mengatakan bahwa Rusia, Belarus dan Kazakhstan membuat  strategi perdamaian di Ukraina.
Indeks kepercayaan konsumen di Jerman melemah menjadi 8,6 pada bulan September dari revisi 8.9 pada bulan Agustus, laporan yang diperkirakan oleh GfK AG. Menurut Para ekonom dalam survei Bloomberg menyerukan pembacaan di angka 8.9. (knc)
Sumber : Bloomberg

Saham AS Berfluktuasi Pasca S&P 500 Reli Lampaui Level 2.000

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 11:41 PM No comments


Saham AS berfluktuasi, pasca Indeks Standard & Poor 500 ditutup melampaui level 2.000 untuk pertama kalinya, Tiffany & Co meningkatkan perkiraan labanya, sementara itu Smith & Wesson Holding Corp melaporkan pendapatannya yang lebih rendah.
Saham Tiffany naik sebesar 2 persen terkait para pelanggan berkecukupan terus membelanjakan uangnya untuk membeli perhiasan bahkan ritel perhiasan mewah menaikan harganya. Smith & Wesson turun sebesar 12 persen pasca perusahaan pembuat senjata itu memangkas penjualannya dalam setahun penuh dan perkiraan laba menurun di tengah permintaan. Chico FAS Inc, peritel pakaian perempuan, turun sebesar 5,6 persen pada penurunan penjualan yang lebih rendah dari estimasi.
Indeks S&P 500 turun sebesar 0,1 persen ke level 1,998.07 pukul 10:01 pagi di New York. Indeks Dow Jones Industrial Average turun sebesar 11,18 poin ke level 17,095.52. Indeks Nasdaq Composite turun sebesar 0,2 persen.
Acuan ekuitas AS naik sebesar 0,6 persen selama dua hari terakhir, ekuitas tersebut ditutup di level 2,000.02 kemarin, pasca data memperkirakan tanda-tanda ekonomi AS akan menguat. Pesanan barang tahan lama AS naik ke rekor tertingginya pada bulan lalu dan kepercayaan konsumen naik pada bulan Agustus ini ke level tertingginya hampir tujuh tahun terakhir. (vck)
Sumber: Bloomberg

Indeks Berjangka AS Stagnan Pasca S&P 500 Lampaui Level 2.000

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 11:41 PM No comments


Indeks saham berjangka AS stagnan pasca indeks Standard & Poor 500 ditutup melampaui level 2.000 untuk pertama kalinya.
Tiffany & Co naik sebesar 1,6 persen pada awal perdagangan di New York sebelum rilis laporan pendapatan pada perusahaan perhiasan tersebut. MannKind Corp naik sebesar 1,5 persen pasca Jefferies Group LLC merekomendasikan pembelian saham mereka.
Kontrak berjangka S&P 500 yang akan berakhir pada bulan September nanti naik sebesar 0,1 persen ke level 2.000 pukul 10:51 pagi di London. Indeks tersebut naik ke level 2,000.02 kemarin, naik untuk keenam kalinya dalam tujuh hari terakhir, karena data ekonomi menunjukkan peningkatan pesanan barang tahan lama dan peningkatan tak terduga dalam kepercayaan konsumen. Kontrak Dow Jones Industrial Average meningkat sebesar 17 poin, atau 0,1 persen ke level 17.114 pada  hari ini. 
Babak ketiga terkait stimulus dan optimisme Federal Reserve bahwa bank sentral akan terus mendukung pertumbuhan ekonomi AS, bersamaan diikuti rekor pendapatan perusahaan, yang telah membantu S&P 500 mengalami penurunan hampir tiga kali lipat dari Maret 2009 silam. Sementara aksi unjuk rasa di Brasil sampai Jepang dan pertama kalinya indeks AS berada di atas level 2.000 mengirimkan nilai ekuitas global ke rekornya sebesar $ 6.6 triliun.
Saham Tiffany naik 1,6 persen ke level $ 102,40. Ritel perhiasan mewah terbesar kedua di dunia mungkin akan melaporkan laba yang telah disesuaikan sebesar 85 sen per saham untuk kuartal kedua, menurut perkiraan analis. Penjualan di Eropa mungkin telah membaik dan investor dapat mengharapkan pendapatan akan mengalahkan perkiraan, ungkap Deutsche Bank AG. 
MannKind naik sebesar 1,5 persen ke level $ 7,45. Saham Jefferies meliputi perusahaan dengan reting pembelian dan harga saham dalam 12 bulan terakhir yang diperkirakan sebesar $ 10, Afrezza dapat mencapai penjualan tertingginya sebesar $ 3,2 miliar. (vck)
Sumber: Bloomberg

economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search