English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Thursday, March 13, 2014

Pengaruh Pelambatan Ekonomi China, Bursa Saham Asia Melemah

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:05 PM No comments


Bursa saham Asia melemah, indeks acuan regional tersebut menuju level 1 bulan terendahnya, akibat setidaknya ada 4 institusi investasi perbankan menurunkan perkiraan mereka mengenai pertumbuhan ekonomi China.

Indeks MSCI Asia Pacific melemah 1.2% ke level 134.89 pukul 9:05 pagi di Tokyo, menuju penurunan tajam pekan ini sejak Juni tahun lalu. Indeks acuan saham Australia, yang merupakan mitra dagang terbesar China, turun 1.4%. Indeks Topix Jepang melemah 2.5% akibat menguatnya yen, sejalan dengan yen dipandang sebagai asset safe haven oleh beberapa investor.

Bank of America Corp., UBS AG, JPMorgan Chase & Co. dan Nomura Holdings Inc. menurunkan perkiraan mereka mengenai pertumbuhan ekonomi China pada tahun ini pasca rilis data ekonomi kemarin yang menunjukkan output industri di Januari dan Februari tidak sesuai dengan perkiraan, sementara itu penjualan ritel tumbuh pada laju terendah sejak 2004 silam. Perdana Menteri Li Keqiang menyatakan bahwa pencapaian target pertumbuhan ekonomi tahun 2014 yang sebesar 7.5% denganÅ“fleksible, dan gagal bayar beberapa produk keuangan kemungkinan tidak dapat dihindarkan.

Indeks Kospi Korea Selatan tergelincir 1%. Indeks NZX 50 Selandia Baru turun 0.8%. Bursa di Hong Kong, China dan Singapura belum dibukan hingga berita diturunkan. Saham-saham dari Olam International Ltd. diperkirakan naik setelah Breedens Investments Pte, unit perusahaan dari Temasek Holdings Pte, menawarkan guna membeli perusahaan senilai S$5.3 miliar ($4.2 miliar). (bgs)

Sumber : Bloomberg

Nikkei Berjangka dan Saham Australia Turun Ditengah Ketegangan Ukraina

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:05 PM No comments


Indeks berjangka Jepang dan indeks saham Australia turun menuju penurunan satu hari tertajam dalam lima minggu terakhir di tengah kekhawatiran atas situasi di Ukraina dan perlambatan ekonomi China. Yen menuju kenaikan mingguan terbesar sejak Januari sementara tembaga berjangka pertahankan penurunan.

Nikkei 225 Stock Average berjangka turun 1,8 persen di pre-market Osaka, setelah Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 1,3 persen pada 10:28 di Sydney, penutupan basis tertajam sejak 4 Februari yang lalu. Standard & Poor 500 berjangka naik 0,1 persen setelah indeks turun 1,2 persen di New York, menghapus kenaikan 2014. Yen mencatat gain terbesar di antara mata uang utama dalam minggu ini, diikuti oleh dolar Selandia Baru. Tembaga berjangka turun 0,1 persen untuk perdagangan mendekati level 44-bulan terendah.

Wilayah Laut Hitam Crimea melakukan pemilihan apakah akan meninggalkan Ukraina atau bergabung dengan Rusia pada 16 Maret mendatang setelah AS dan Jerman meningkatkan tekanan terhadap Moskow atas dukungan mereka untuk memisahkan diri tersebut. Saham global mencatatkan kemerosotan terpanjang mereka sejak 2012 setelah data ekonomi China yang mengecewakan selama seminggu terakhir mengalahkan tanda-tanda perbaikan dalam tenaga kerja dan sektor ritel AS. India melaporkan indikator utama inflasi hari ini, sementara di Jepang, merilis output pabrikan bersama dengan risalah pertemuan bank sentral.(frk)

Sumber : Bloomberg

Saham AS Turun karena China & Ukraina membayangi Ekonomi Amerika

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:05 PM No comments


Saham-saham AS Turun, menghapus keuntungan tahun ini untuk indeks Standard & Poor`s 500, setelah melemahnya perkiraan data dari China dan ketegangan di Ukraina membayangi laporan yang menunjukkan bahwa ekonomi Amerika mulai membaik.

Saham United Technologies Corp, Pfizer Inc dan American Express Co anjlok lebih dari 2,4 persen untuk memimpin penurunan di Dow Jones Industrial Average. Indeks S&P homebuilders kehilangan 2,4 persen, turun untuk hari ketujuh berturut-turut. Dollar General Corp tergelincir 2,8 persen karena memprediksikan laba di bawah estimasi para analis.

S&P 500 turun 1,2 persen menjadi 1,846.37 pada 4 sore di New York. Indeks acuan membalikkan keuntungan sebelumnya setelah naik empat poin dari rekor penutupan di kisaran 1,878.04 yang dicapai pada 7 Maret lalu. Dow turun 230,78 poin, atau 1,4 persen, ke level 16,109.30. Kedua indeks tersebut memiliki penurunan terbesar mereka sejak 3 Februari.

S&P 500 telah turun 1,7 persen dalam minggu ini, mengirim indeks dengan kerugian 0,1 persen untuk tahun ini, di tengah tanda-tanda perekonomian China yang melambat dan krisis di Ukraina yang meningkat.(frk)

Sumber : Bloomberg

Saham Eropa Turun ke Terendahnya dalam Sebulan

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:04 PM No comments


Saham-saham Eropa turun, memperpanjang satu bulan terendah, dengan Wm Morrison Supermarket Plc memimpin penurunan di saham pengecer, sementara kekhawatiran tumbuh atas situasi di Ukraina.

Saham Morrison mengalami penurunan terbesar dalam 11 tahun setelah memperkirakan penurunan keuntungan. Saham Adecco SA turun 6,6 persen setelah investor terbesarnya menjual saham sekitar 16 persen pada penyedia pekerja sementara terbesar di dunia. Saham Deutsche Lufthansa AG menguat 3,8 persen setelah perusahaan tersebut melanjutkan pembayaran dividen dan mempertahankan target tiga kali lipat laba operasi dalam waktu dua tahun.

Indeks Stoxx Europe 600 turun 1 persen menjadi 324,82 pada 4:30 sore di London setelah sebelumnya naik sebanyak 0,2 persen. Indeks tersebut turun 1,1 persen kemarin di tengah penjualan saham perusahaan, sementara Rusia dan Ukraina meneruskan kebuntuan atas Crimea. Indeks Eropa telah jatuh 4 persen dari enam tahun tertinggi yang di capai pada 25 Februari.(frk)

Sumber : Bloomberg

Sentimen Ekonomi China, Indeks Topix Jepang Dibuka Melemah

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:03 PM No comments


Bursa saham Jepang melemah, Indeks Topix mencatat penurunan tajam sejak Juni tahun lalu, akibat menguatnya yen dalam 5 hari berturut-turut terkait permintaan asset safe haven sejalan dengan munculnya kehawatiran mengenai pelambatan ekonomi China dan gejolak politik di Ukraina.

Indeks Topix melemah 2.4% ke level 1,175.97 pukul 9:04 pagi di Tokyo, menuju penurunan 5% untuk pekan ini. Pada hari ini semua 33 grup industri pada indeks tersebut melemah. Indeks Nikkei 225 Stock Average menurun 2.7% ke level 14,417.03. Hari ini yen naik 0.1% ke level 101.73 per dollar, kenaikan tertingginya sejak Mei tahun lalu.

Perkiraan mengenai pertumbuhan ekonomi China telah diturunkan oleh JPMorgan Chase & Co., UBS AG, Nomura Holdings Inc. dan Bank of America Corp. setelah rilis data kemarin yang menunjukkan untuk pertama kalinya output industri China naik sejak krisis keuangan global. Target GDP (gross domestic product) pemerintah China tahun ini sebesar 7.5%. (bgs)

Sumber : Bloomberg

economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search