English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Friday, October 18, 2019

Harga Emas Antam Tak Bergerak dari Rp 758 Ribu per Gram

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 12:34 AM No comments

PT KONTAK PERKASA FUTURES Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau emas Antam tak  bergerak dari posisi Rp 758 ribu per gram, pada perdagangan Jumat (18/10/2019). Sebelumnya, harga emas Antam juga dipatok Rp 758 ribu per gram.
Namun harga buyback emas Antam pada hari ini naik Rp 1.000 menjadi Rp 680 ribu per gram. Harga buyback ini adalah jika Anda menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 680 ribu per gram.
Saat ini, Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Hingga pukul 08.32 WIB, mayoritas ukuran emas Antam masih tersedia.
Harga emas Antam ini berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Sementara, di gerai penjualan emas Antam lain bisa berbeda.
Sementara untuk harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 7.800.000. Sedangkan untuk ukuran 20 gram dijual Rp 15.090.000.
Harga emas Antam sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Sertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen).
* Pecahan 0,5 gram Rp 403.500
* Pecahan 1 gram Rp 758.000
* Pecahan 2 gram Rp 1.465.000
* Pecahan 3 gram Rp 2.176.000
* Pecahan 5 gram Rp 3.610.000
* Pecahan 10 gram Rp 7.155.000
* Pecahan 25 gram Rp 17.780.000
* Pecahan 50 gram Rp 35.485.000
* Pecahan 100 gram Rp 70.900.000
* Pecahan 250 gram Rp 177.000.000
* Pecahan 500 gram Rp 353.800.000
* Pecahan 1.000 gram Rp 711.600.000.

Thursday, October 17, 2019

3 Cara Menyiasati Ketakutan Saat Berinvestasi

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 1:48 AM No comments
PT KONTAK PERKASA - Berinvestasi merupakan cara seseorang untuk memenuhi tujuan keuangan . Tetapi kerap ada alasan yang membuat seseorang tak berani menempatkan uangnya pada instrumen investasi. Bagi Anda yang merasa masih ragu untuk berinvestasi, berikut cara yang dapat digunakan untuk mengatasi ketakutan saat berinvestasi. Berikut tiga cara diantaranya, seperti dikutip dariLaruno.id:
Metode yang paling sederhana dan paling mudah bagi Anda untuk mengatasi rasa takut berinvestasi adalah mendidik diri tentang topik tersebut.
Hal ini penting karena Anda harus paham tentang potensi masalah serta metode yang dapat digunakan untuk menyelesaikannya. Inin seharusnya membuat Anda jauh lebih mudah dipahami dan lebih mudah dikelola.
Untuk itu, Anda tidak boleh berinvestasi sampai benar-benar memiliki pemahaman dasar tentang investasi karena taruhannya sangat tinggi.
Saat Anda berencana untuk menangani investasi daripada mempercayakannya kepada profesional keuangan, maka pemahaman Anda tentang berinvestasi harus benar.
Secara umum, spekulasi bukanlah jalan menuju sukses yang dapat diandalkan. Sebaliknya, Anda harus menetapkan tujuan tertentu ke diri Anda sendiri sebelum berinvestasi dalam instrumen keuangan. 
Misalnya, jika Anda tertarik untuk membangun kekayaan sebagai antisipasi masa pensiun. Bila ini yang dipilih maka Anda mungkin menginginkan portofolio investasi dengan tingkat pengembalian yang lebih tinggi tanpa terlalu banyak mengambil risiko dalam prosesnya. Ini berarti bahwa Anda mungkin tertarik pada 20-80 rasio saham dan obligasi.
Pengenalan awal dapat membantu Anda mengatasi ketakutan. Bagi Anda yang ragu-ragu untuk memulai investasi harus mempertimbangkan untuk melakukannya melalui akun perdagangan praktik yang ditawarkan beberapa platform.
Dengan cara ini, Anda dapat memahami investasi sebelum memulainya. Ini yang memungkinkan Anda untuk membangun pengalaman yang dapat meningkatkan peluang untuk mendapatkan hasil sesuai keinginan.

Wednesday, October 16, 2019

Meski Melambat, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tak Separah Negara Lain

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 1:48 AM No comments

KONTAK PERKASA FUTURES - IMF baru saja merilis laporan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia akan merosot dari 3,5 persen menjadi 3 persen saja. Prediksi ekonomi Indonesia pun ikut turun dari 5,2 persen menjadi 5 persen saja.
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Iskandar Simorangkir berkata fenomena ini memang sedang terjadi di berbagai negara akibat dampak perang dagang. Penurunan ekonomi Indonesia juga dinilai tak terlalu parah dibanding negara lain.
"India yang tadinya (pertumbuhan ekonomi) sampai 9 persen, sekarang sama kayak kita 5 persen. Turun jadi 8 persen, sekarang dia 5 persen. Jadi in term of penurunan, kita enggak signifikan," ujar Iskandar pada Rabu (16/10/2019) di Jakarta.
Perlambatan ekonomi global memang membuat ekspor berkurang, tetapi impor pun menurun. Iskandar pun menyebut konsumsi domestik bisa menjadi tameng terhadap perlambatan ekonomi global sehingga pertumbuhan ekonomi tak anjlok ke bawah 5 persen.
"Sepanjang kita bisa mempertahankan domestic demand, kita paling apes skenario terburuk di 5 persen, tapi masih bisa kita mencapai 5,1. Pesimisnya 5.0," jelas Iskandar.
CNBC melaporkan Pemangkasan prediksi pertumbuhan ekonomi global oleh IMF adalah yang terendah sejak krisis finansial satu dekafe lalu. Apabila ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan China tidak kunjung reda, maka pertumbuhan ekonomi global bisa makin buruk.
Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi negara berkembang di Asia Timur dan Pasifik melambat dari 6,3 persen pada 2018 menjadi 5,8 persen pada 2019. Perlambatan ini juga akan berlanjut menjadi 5,7 persen pada 2020 dan 5,6 persen pada 2021.
Menurut laporan Weathering Growing Risk (laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi Oktober 2019), melemahnya permintaan global dan meningkatkan tensi perang dagang AS dengan China menyebabkan penurunan ekspor dan pertumbuhan investasi di negara berkembang.
"Ketika perusahaan mencari cara menghindari tarif (impor), akan sulit bagi negara berkembang di Asia Timur dan Pasifik untuk menggantikan peran Tiongkok dalam rantai produksi global dalam jangka pendek karena infrastruktur yang belum memadai dan skala produksi yang kecil," ujar Andrew Mason, Ekonom Utama Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik dalam telekonferensi dari Bank Dunia Bangkok, Kamis (10/10/2019).
Di Indonesia sendiri, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan melambat dari 5,2 persen pada 2018 menjadi 5,0 persen pada 2019, namun meningkat menjadi 5,1 persen pada 2020 dan 5,2 persen pada 2021.
Sementara, pertumbuhan konsumsi dilaporkan stabil meski lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan di sektor pariwisata, real estate dan ekstraktif juga stabil untuk negara-negara yang lebih kecil di kawasan ini.
Kemudian di beberapa negara, tingkat utang yang tinggi juga turut berpengaruh terhadap kebijakan. Perubahan yang mendadak berdampak pada meningkatnya biaya pinjaman yang akhirnya menekan pertumbuhan kredit dan investasi.

Monday, October 14, 2019

Rupiah Dibuka Melemah, tetapi Peluang Penguatan Terbuka Lebar

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 11:31 PM No comments

PT KONTAK PERKASA FUTURES -  nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada perdagangan Selasa ini.
Mengutip Bloomberg, Selasa (15/10/2019), rupiah dibuka di angka 14.137 per dolar AS, menguat tipis jika dibandingkan kemarin yang ada di di angka 14.139 per dolar AS. Namun menjelang siang, rupiah melemah ke 14.145 per dolar AS.
Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.137 per dolar AS hingga 14.147 per dolar AS. Jika dihiting dari awal tahun, rupiah masih menguat 1,70 persen.
Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.140 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan patokan sebelumnya yang ada di angka 14.126 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah pada hari ini berpeluang kembali menguat setelah di awal pekan melemah tipis.
"Pagi ini mata uang kuat Asia yen, dolar Hong Kong, dan dolar Singapura, kompak dibuka menguat terhadap US dolar yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini," kata ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih dikutip dari Antara.
Dari eksternal, neraca perdagangan China masih surplus walaupun ekspor turun. Neraca perdagangan China pada September tercatat surplus sebesar 396,5 miliar dolar AS, naik dibandingkan Agustus yang sebesar USD 348,26 miliar.
Nilai ekspor tercatat sebesar USD 2.181,25 miliar dan impor tercatat sebesar USD 1.784,74 miliar. Ekspor tercatat turun 3,2 persen (yoy) pada September tersebut, dibandingkan Agustus yang turun 1 persen (yoy), dan diatas ekspektasi konsensus yang perkirakan turun 3 persen (yoy).
Penurunan tersebut terutama terjadi untuk ekspor ke Amerika Serikat (AS) yang turun hingga 17,,8 persen (yoy), sementara ekspor justru tumbuh naik ke Jepang, Uni Eropa, Korea Selatan Taiwan, dan ke negara-negara ASEAN.
"Kesepakatan fase pertama dengan AS yang akan ditandatangani lima minggu mendatang menjadi harapan membaiknya ekspor China terutama ke AS," ujar Lana.
Turunnya ekspor tersebut berdampak pada potensi pertumbuhan ekonomi China menjadi 6,2 persen dari proyeksi awal 6,4 persen pada 2019.
Lana memperkirakan nilai tukar rupiah hari ini akan bergerak menguat di kisaran Rp14.120 per dolar AS hingga Rp14.130 per dolar AS.

economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search