English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Tuesday, October 14, 2014

Rilis Data Ekonomi Eropa Menunjukan Resiko Perlambatan, Dolar Menguat

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:35 PM No comments


Dolar meningkat tajam terhadap euro dalam lebih dari sepekan terakhir seiring tanda-tanda pertumbuhan yang goyah di Eropa kontras dengan membaiknya ekonomi AS.
Mata uang euro turun pasca laporan menunjukkan produksi industri di eropa merosot dan pemerintah Jerman memangkas prospek ekonomi untuk tahun ini dan berikutnya. Pound jatuh terhadap sebagian besar mata uang utama seiring laporan menunjukkan laju inflasi Inggris turun ke level terendah dalam lima tahun terakhir. Yen menguat terhadap sebagian besar mata uang utama terkait permintaan aset haven, sementara dolar Kanada mencapai level terendahnya sejak Juli 2009 lalu seiring penurunan harga minyak mentah turun.
Dolar menguat sebesar 0,8 persen ke level $1,2647 per euro pada pukul 3:43 sore waktu New York, gain intraday terbesar sejak 3 Oktober lalu dan rebound dari penurunan sebesar 1 persen kemarin. Greenback naik sebesar 0,2 persen ke level 107,03 yen. Yen menguat sebesar 0,7 persen ke level 135,36 per euro.
Dolar memangkas penurunan dari kemarin dipicu oleh Federal Reserve komentar bahwa pertumbuhan global lebih lambat yang mungkin akan menunda kenaikan suku bunga AS. Ekonomi AS akan meningkat sebesar 2,2 persen tahun ini dan 3 persen pada tahun 2015 mendatang, menurut survei Bloomberg News. Kawasan euro akan tumbuh 0,8 persen dan 1,3 persen, sementara Jepang akan meningkat 1 persen pada 2014 dan 1,2 persen pada tahun berikutnya, survei memprediksi. (izr)
Sumber: Bloomberg

Emas Turun dari Level 4 Pekan Tertinggi Akibat Penguatan Dolar

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:34 PM No comments


Emas tergelincir pada Selasa karena harga minyak mentah turun dan rebound dolar mendorong pasar bullion untuk mengambil nafas pasca reli baru-baru ini.
Pasar energi merosot lebih lanjut pada Selasa, dengan AS dan minyak mentah berjangka Brent keduanya jatuh lebih dari 4 persen pasca pengawas energi Barat memangkas estimasi permintaan minyak tahun ini dan berikutnya.
Kecemasan tentang pertumbuhan ekonomi global yang melambat juga mengirimkan obligasi imbal hasil AS tenor 30-tahun berada di bawah level 3 persen untuk pertama kalinya sejak Mei 2013 lalu, sedangkan obligasi imbal hasil AS acuan tenor 10-tahun jatuh ke level terendah dalam 16-bulan terakhir di level 2,18 persen.
Spot emas turun 0,3 persen ke level $1,232.75 per ons pukul 2:34 waktu setempat pasca menyentuh level tertinggi dalam empat pekan terakhir dari level $ 1,237.90 per ons.
Emas berjangka untuk pengiriman Desember mengungguli spot di COMEX AS, ditutup naik $ 4,30 per ons ke level $ 1,234.30 omset lebih rendah dari biasanya.
Dolar rebound terhadap sejumlah mata uang utama pasca data ekonomi yang lemah dari zona euro dan Inggris menggarisbawahi kesehatan relatif dari ekonomi AS. (izr)
Sumber: Bloomberg

Saham AS Gagal Rebound Seiring Penurunan Saham Energi & Minyak Mentah

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:33 PM No comments


Rebound saham AS menghilang di akhir sesi terkait saham energi turun bersama harga minyak, tembakau yang melakukan reli sebelumnya dalam indeks acuan dipimpin oleh perusahaan-perusahaan industri, perusahaan penerbangan dan bank.
Indeks Standard & Poor 500 mengakhiri sesi ini naik kurang dari 0,2 persen ke level 1,877.74 pukul 04.00 sore di New York pasca sebelumnya naik sebesar 1,3 persen. Indeks tersebut turun sebesar 6,6 persen dari level tertinggi pada 18 September lalu dan kemarin ditutup setelah melakukan tiga hari retret terburuk sejak 2011 lalu. Dow Jones Industrial Average turun 5,75 poin, atau kurang dari 0,1 persen, ke level 16,315.32 hari ini, menghapus gain sebelumnya 143 poin.
Saham energi di S&P 500 turun sebesar 1,2 persen karena sebuah kelompok saham memperpanjang penurunan mereka dari level tertinggi lebih dari 20 persen sejak Juni lalu. Minyak mentah West Texas Intermediate turun sebesar 4,5 persen ke level $ 81,91 per barel, merupakan harga terendah dalam lebih dari dua tahun terakhir, pasca Badan Energi Internasional mengatakan permintaan akan meningkat tahun ini di laju paling lambat sejak 2009 lalu. Sementara minyak mentah Brent turun ke level terendah sejak 2010 lalu.
Beberapa saham perusahaan dari 53 saham di S&P 500 dijadwalkan untuk merilis laba pekan ini, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Laba untuk anggota indeks kemungkinan naik sebesar 4,8 persen pada kuartal ketiga dan penjualan naik sebesar 4,2 persen, menurut prediksi analis.
Data dari Eropa hari ini menunjukkan harga konsumen di Swedia dan Spanyol menurun, sementara inflasi Inggris melambat ke level terendah dalam lima tahun terakhir, dan tingkat kepercayaan investor Jerman turun untuk bulan ke-10. Pemerintah Jerman memangkas proyeksi perekonomiannya untuk tahun ini dan untuk tahun 2015 nanti.
Ekuitas AS turun hampir $ 744 miliar sejak 8 Oktober kemarin di tengah kekhawatiran bahwa pertumbuhan perekonomian global yang melambat bisa berdampak pada pemulihan perekonomian AS karena Federal Reserve tau kapan harus menaikkan suku bunga. Sementara aksi jual kemarin dipercepat karena saham maskapai penerbangan turun di tengah kekhawatiran Ebola dan saham energi turun pasca minyak mentah Brent turun ke level terendah dalam hampir empat tahun terakhir.
Indeks S&P 500 ditutup di bawah RSI 200-hari untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir kemarin dan turun ke level terendah sejak Mei lalu. (vck)
Sumber: Bloomberg

Penurunan Obligasi Tenor 30 Tahun dibawah 3% Angkat Saham AS

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:31 PM No comments


Saham AS naik, dipimpin oleh reli saham lapis kedua, spekulasi terburuk aksi jual selama tiga hari terakhir sejak 2011 lalu sudah berlebihan. Minyak memperpanjang penurunannya dan obligasi imbal hasil 30-tahun turun di bawah 3 persen untuk pertama kalinya sejak 2013 lalu.
Indeks Standard & Poor 500 naik sebesar 1,2 persen ke level 1,897.37 pukul 12:13 siang di New York, pasca anjlok sebesar 4,8 persen selama tiga sesi sebelumnya. Indeks Russell 2000 meningkat sebesar 2,4 persen, terbesar sejak Mei. Obligasi tenor 30-tahun turun 3 basis poin menjadi 2,99 persen di tengah spekulasi Federal Reserve yang akan mendorong kembali waktu terkait kenaikan suku bunga. Dolar menguat terhadap sebagian besar mata uang utama. Minyak mentah Brent turun 2,2 persen.
Sekitar $744 miliar telah keluar dari ekuitas AS sejak 8 Oktober lali di tengah kekhawatiran melambatnya pertumbuhan global yang bisa melukai perekonomian seiring the Fed menarik upaya stimulus. Rilis data di Eropa hari ini menunjukkan harga konsumen di Swedia dan Spanyol jatuh, laju inflasi Inggris melambat menuju lima tahun terendahnya dan tingkat kepercayaan investor Jerman turun untuk bulan ke-10. Sementara itu, saham Citigroup Inc melonjak sebesar 2,7 persen seiring naiknya pendapatan perdagangan obligasi dan meningkatnya pinjaman. (izr)
Sumber: Bloomberg

Saham Eropa Ditutup Stagnan Terkait Investor Mengkaji Outlook

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:31 PM No comments


Saham Eropa stagnan, memangkas penurunan di akhir perdagangan hari ini, karena saham pembuat mobil dan produsen komoditas menguat, sementara investor mengkaji bukti bahwa pelemahan perekonomian Eropa yang berpotensi merugikan pendapatan perusahaan dan melemahnya kepercayaan dari para investor.
Daimler AG memimpin acuan saham otomotif yang lebih tinggi. Rio Tinto Group dan Anglo American Plc memimpin kenaikan pada saham perusahaan sumber daya. Burberry Group Plc turun tajam dalam setahun terakhir. Konsultasi perekrutan Michael Page International Plc anjlok ke level terendah dalam 15-bulan terakhir pasca pihaknya mengatakan laba setahun penuh akan turun menurut perkiraan analis.
Indeks Stoxx Europe 600 turun kurang dari 0,1 persen ke level 321,53 pada penutupan perdagangan hari ini, pasca sebelumnya turun sebesar 1,4 persen. Indeks tersebut telah turun sebesar 4,3 persen sejak 6 Oktober kemarin terkait Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan perekonomian global, sementara industri output Jerman turun tajam sejak 2009, dan investor mengkaji dampak dari epidemi Ebola.
Kepercayaan investor Jerman turun untuk bulan ke-10 pada bulan Oktober ini, menurut  laporan hari ini. ZEW Pusat Riset Ekonomi Eropa di Mannheim mengatakan indeks investor dan ekspektasi analis turun menjadi minus sebesar 3,6 bulan ini dari 6,9 pada bulan September kemarin. Itu  merupakan level terendah sejak November 2012 lalu. (vck)
Sumber: Bloomberg

economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search