English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Sunday, September 14, 2014

Melemahnya Pertumbuhan Output Industri China Tekan Saham Asia

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 9:34 PM No comments


Saham Asia jatuh, menyeret ekuitas regional melemah untuk hari ketujuh, pasca pertumbuhan melemahnya output industri China sejak tahun 2008 lalu. menambah bukti bahwa ekonomi dunia terbesar kedua tersebut sedang kehilangan momentum.
Indeks MSCI Asia Pasifik kecuali Jepang Index turun sebesar 0,2 persen ke level 499,72 pukul 10:01 pagi di Sydney. Pasar finansial Jepang ditutup untuk liburan, sedangkan pasar finansial di China dan Hong Kong belum dibuka ketika berita ini diturunkan. Indeks regional, berada jalur penurunan beruntun terpanjangnya sejak Juni 2011 silam, turun sebesar 2,5 persen pekan lalu, penurunan mingguan terbesar sejak Maret lalu.
produksi pabrik China naik sebesar 6,9 persen pada Agustus lalu dari tahun sebelumnya, Badan Biro Statistik Nasional mengatakan pada jumat kemarin di Beijing, dibandingkan dengan kenaikan sebesar 9 persen pada bulan Juli lalu dan 8,8 persen estimasi ekonom yang survei oleh Bloomberg News. Penjualan ritel naik sebesar 11,9 persen dan investasi aset tetap pada periode Januari-Agustus naik sebesar 16,5 persen. (izr)
Sumber: Bloomberg

Saham China di HK Turun ke Level Tujuh Pekan Terendah Pasca Rilis Data

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 8:53 PM No comments


Saham China jatuh dengan indeks saham yang ditransaksikan di Hong Kong bersiap menuju ke level tujuh pekan terandahnya, pasca laporan menunjukkan produksi industri China tumbuh di laju terlemah sejak krisis keuangan global.
Indeks Hang Seng China Enterprises, atau indeks H-saham, mengalami koreksi sebesar 1,6 persen pukul 10:09 pagi waktu setempat, menuju penutupan terendahnya sejak 23 Juli lalu. Laporan produksi pabrik Cina, penjualan ritel dan investasi aset selama akhir pekan lalu semua berada di bawah perkiraan para ekonom, menggarisbawahi risiko perlambatan ekonomi memperdalam yang dipimpin oleh merosotnya pasar properti.
Indeks Shanghai Composite turun dari level 18-bulan tertingginya, tergelincir sebesar 0,3 persen hari ini, sedangkan Indeks CSI 300 turun sebesar 0,5 persen. Indeks saham Hang Seng Hong Kong turun sebesar 1 persen, melemah untuk hari ketujuh untuk memperpanjang penurunan terpanjangnya sejak 2012 lalu. (izr)
Sumber: Bloomberg
 
Saham-saham Hong Kong jatuh mengirim indeks acuan memperpanjang penurunan terpanjangnya sejak Mei 2012 lalu, pasca data menunjukkan output industri China meningkat pada laju terlemah sejak krisis keuangan global.
Indeks Hang Seng turun sebesar 0,6 persen ke level 24,458.09 pukul 9:30 di Hong Kong, turun untuk hari ketujuh. Indeks anjlok sebesar 2,6 persen pekan lalu, penurunan paling tajam sejak Maret lalu. Indeks Hang Seng China Enterprises Index dari ekuitas China, juga dikenal sebagai indeks H-share, turun sebesar 0,9 persen hari ini ke level 10,915.32. Saham China Petroleum & Chemical Corp turun sebesar 3 persen setelah refineri yang dikenal sebagai Sinopec setuju untuk menjual saham senilai 107 miliar yuan ($ 17.5 miliar) di unit ritel.
Laporan selama akhir pekan kemarin menunjukkan produksi pabrik China naik sebesar 6,9 persen pada Agustus dari tahun sebelumnya, dibandingkan dengan 9 persen pada bulan Juli dan 8,8 persen estimasi ekonom yang di survei oleh Bloomberg News. Penjualan ritel naik sebesar 11,9 persen dan investasi aset tetap pada periode Januari-Agustus naik sebesar 16,5 persen, keduanya berada dibawah perkiraan analis.  
Data yang lemah menggarisbawahi risiko perlambatan ekonomi semakin dalam dipimpin oleh merosotnya kinerja sektor pasar properti. Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) mungkin turun menjadi antara 6,5 persen dan 7 persen pada kuartal ketiga jika angka bulan September juga melemah, Australia & New Zealand Banking Group Ltd analis memperkirakan, penurunan pada kisaran angka 7,5 persen pada periode April-Juni. (izr)
Sumber: Bloomberg

economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search