English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Wednesday, August 14, 2013

Dollar Holds 4-Day Gain as Data Surprise Boosts Taper Prospects

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:15 PM No comments


Bloomberg, (15/8) -- The dollar remained higher after a four-day advance versus the euro as U.S. economic data surpassed analyst expectations by the most this year, bolstering the case to reduce monetary stimulus that tends to debase the currency.
The Bloomberg U.S. Dollar Index was near a week-high before reports today that may show gains in industrial production and New York region manufacturing. The Citigroup Economic Surprise Index, which shows if U.S. data beat or missed expectations, touched a 2013 peak this week, adding to bets the Federal Reserve will start trimming bond purchases next month. The pound held near the strongest in six weeks against the euro before figures that may show U.K. retail sales rose in July.
The dollar was little changed at $1.3256 per euro as of 8:24 a.m. in Tokyo after climbing 1 percent in the previous four days. The greenback bought 97.95 yen, down 0.2 percent from yesterday. The euro lost 0.2 percent to 129.84 yen. The pound was little changed at 85.49 pence per euro from yesterday, when it touched 85.28, the strongest since July 4.

Peluang pemangkasan stimulus semakin besar, saham AS berakhir rendah

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:11 PM No comments


New York, Bloomberg (14/08) – Saham-saham AS jatuh, mengirimkan Indeks Standard & Poor 500 berakhir lebih rendah untuk keenam kalinya dalam delapan hari terakhir setelah banyak ekonom yang memperkirakan bahwa Federal Reserve akan mengurangi stimulusnya pada bulan September mengikuti data dari Eropa yang menambahkan tanda-tanda bahwa ekonomi global terus memperkuat.

Indeks S & P 500 kehilangan 0,5 persen menjadi 1,685.39 pada pukul 4 pm di New York, level terendah sejak 29 Juli. Indeks acuan itu telah turun 1,4 persen sejak capai rekor tertinggi pada 2 Agustus lalu. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 113,35 poin, atau 0,7 persen ke 15,337.66, juga level terendah sejak 10 Juli.

The Fed, yang dipimpin oleh Ben S. Bernanke, mungkin akan mengurangi pembelian obligasi bulanannya senilai $ 85 milyar pada pertemuan 17-18 September mendatang, menurut 65 persen ekonom yang disurvei oleh Bloomberg dari 9 Agustus - 13 Agustus Dalam survei bulan lalu, setengah dari ekonom memperkirakan penurunan pada pertemuan bulan depan.

Sebuah laporan ekonomi hari ini menunjukan bahwa harga grosir di AS sedikit berubah pada bulan Juli, yang mencerminkan penurunan terbesar dalam biaya automotif dalam empat tahun terakhir. Para pembuat kebijakan Fed terus melihat bahwa inflasi berjalan di bawah target bank sentral sebesar 2 persen bahkan  ekspansi ekonomi terus meningkat pada semester kedua tahun ini.

Data terpisah menunjukan bahwa ekonomi kawasan euro muncul dari rekor resesi yang berkepanjangan pada kuartal kedua, yang dipimpin oleh Jerman dan Perancis. Produk domestik bruto (GDP) tumbuh 0,3 persen setelah terkontraksi 0,3% persen pada kuartal pertama, kata kantor statistik Uni Eropa. (brc)
 

U.S. Stocks Fall as Economists Predict Fed Stimulus Cut

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:10 PM No comments


Bloomberg, (14/8) -- U.S. stocks fell, sending the Standard & Poor’s 500 Index lower for the sixth time in eight days, after economists predicted the Federal Reserve will reduce stimulus in September as European data added to signs that the global economy is strengthening.

he S&P 500 lost 0.5 percent to 1,685.39 at 4 p.m. in New York, the lowest level since July 29. The benchmark gauge has dropped 1.4 percent since a record high on Aug. 2. The Dow Jones Industrial Average declined 113.35 points, or 0.7 percent, to 15,337.66, the lowest since July 10.

The Fed, led by Chairman Ben S. Bernanke, will probably reduce its $85 billion in monthly bond purchases at its meeting on Sept. 17-18, according to 65 percent of economists surveyed by Bloomberg from Aug. 9 to Aug. 13. In a survey last month, half of economists predicted a reduction at next month’s meeting.

A report today showed wholesale prices in the U.S. were little changed in July, reflecting the biggest drop in auto costs in four years. Fed policy makers continue to see inflation running below the central bank’s 2 percent goal even as the expansion picks up in the second half of the year.

Separate data showed the euro area’s economy emerged from a record-long recession in the second quarter, led by Germany and France. Gross domestic product expanded 0.3 percent after a 0.3 percent contraction in the first quarter, the European Union’s statistics office said.
 

Berkat dollar, emas naik lagi setelah sempat koreksi

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:09 PM No comments


New York, 14/08 (Bloomberg) – Emas naik untuk kelima kalinya dalam enam sesi terakhir berkat penurunan nilai tukar dolar yang mendorong permintaan untuk investasi alternatif. Spekulasi memuncak bahwa pembelian akan meningkat dari China, konsumen terbesar kedua di dunia logam.

The Bloomberg Dollar Index, yang mengukur terhadap 10 mata uang utama lainnya, jatuh untuk pertama kalinya dalam tiga hari terakhir. Asosiasi Emas China mengatakan pada 12 Agustus lalu bahwa pembelian emas meningkat hingga 54 persen menjadi 706,4 metrik ton pada semester pertama tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya. Permintaan mengalami lonjakan sebesar 87 persen untuk emas batangan dan 44 persen untuk permintaan perhiasan.

'Pelemahan dalam dolar memberikan bantuan terhadap harga emas,' kata Frank McGhee, kepala dealer dari Integrated Brokerage Services LLC di Chicago, dalam sebuah wawancara telepon. 'Pasar melihat bahwa permintaan dari China tumbuh mengikuti ekonominya yang terus membaik.'

Emas berjangka untuk pengiriman Desember naik 1 persen untuk menetap diharga $ 1,333.40 per ounce pada pukul 1:41 sore di Comex, New York. Volume perdagangan adalah 35 persen di bawah rata-rata 100 hari terakhir untuk sesi kali ini, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Harga telah naik 4 persen sejak 6 Agustus lalu.

Emas telah jatuh sebesar 20 persen tahun ini. Sebagian investor telah kehilangan kepercayaannya terhadap komoditas sebagai penyimpan nilai ditengah inflasi yang rendah di AS. Minggu ini, India, pembeli utama emas dunia, menaikan pajak impor pada logam kuning tersebut untuk membendung defisit current account negaranya yang mencapai rekor. Permintaan untuk emas batangan dan perhiasan melonjak menyusul anjloknya harga. (brc)
 

economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search