English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Wednesday, October 29, 2014



Emas tertahan di dekat level tiga pekan terendahnya pada hari Kamis pagi pasca Federal Reserve AS mengakhiri program stimulus pembelian obligasi dan mengungkapkan keyakinannya dalam pemulihan ekonomi, meredupkan daya tarik emas sebagai safe haven.
Spot emas stagnan pada level $1,212.60 per ons pukul 07:31 di Singapura. Di sesi sebelumnya, emas jatuh ke level $1,208.26 - terendah sejak 8 Oktober lalu, sebelum ditutup turun sebesar 1,3 persen.
Emas berjangka AS anjlok sekitar sebesar 1 persen ke level $1,212.80 pada hari Kamis, mengikuti penurunan di spot emas.
The Fed pada Rabu mengakhiri program pembelian obligasi bulanannya dan menjatuhkan karakterisasi pelemahan pasar tenaga kerja AS seiring secara "signifikan" menunjukkan peningkatan kepercayaan prospek perekonomian.
Dalam sebuah pernyataan pasca pertemuan dua hari, sebagian besar bank sentral menolak volatilitas pasar keuangan baru-baru ini, peredupan pertumbuhan ekonomi di Eropa dan prospek inflasi yang lemah seiring tidak mungkin untuk melemahkan kemajuan menuju tujuan pengangguran dan inflasi.
Emas, sering dianggap sebagai alternatif investasi saat ketidakpastian ekonomi dan keuangan, jatuh di tengah kekhawatiran bahwa mosi percaya dalam pemulihan bisa mendorong The Fed untuk menaikkan suku bunga segera. Bullion, sebagai aset non-berbunga, bisa menerima pukulan ketika suku bunga naik di AS.  (izr)
Sumber: Reuters

Persediaan Minyak AS Meningkat Akibatkan WTI Turun Dari Level Tertinggi

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 7:39 PM No comments


West Texas Intermediate turun dari level tertinggi lebih dari sepekan terakhir pasca sebuah laporan pemerintah menunjukkan persediaan minyak mentah meningkat di AS, sebagai konsumen minyak terbesar di dunia.
Kontrak berjangka turun sebesar 0,3 persen di New York pasca kemarin naik ke level tertinggi sejak 21 Oktober lalu. Stok minyak mentah naik 2,06 juta per barel pekan lalu, merupakan kenaikan yang paling tinggi dalam hampir empat bulan terakhir, Administrasi Informasi Energi mengatakan kemarin. Sementara pasokan minyak dan permintaan akan kembali stabil dan anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) tidak melancarkan perang harga, menurut kelompok sekretaris jenderal Abdalla El-Badri, mengatakan pada konferensi Minyak & Uang di London kemarin.
WTI untuk pengiriman Desember turun sebesar 31 sen ke level $ 81,89 per barel pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, dan berada di level $ 81,90 pukul 9:02 pagi di Seoul. Kontrak tersebut naik 78 sen ke level $ 82,20 kemarin. Volume semua berjangka yang diperdagangkan sekitar 55 persen di bawah RSI 100-hari. Sementara harga turun 17 persen tahun ini.
Brent untuk pengiriman Desember turun 24 sen, atau 0,3 persen, ke level $ 86,88 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak tersebut naik 1,3 persen kemarin. Sementara minyak mentah acuan Eropa diperdagangkan lebih tinggi sebesar $ 4,99 di bandingkan WTI. (vck)
Sumber: Bloomberg

Saham China di Hong Kong Hentikan Reli Dalam 2-Hari

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 7:38 PM No comments


Saham China yang diperdagangkan di Hong Kong turun untuk pertama kalinya dalam tiga hari terakhir pasca perusahaan dari BYD Co sampai PetroChina Co membukukan penurunan laba kuartalan dan Industrial & Commercial Bank of China Ltd melaporkan kenaikan terbesar dalam kredit bermasalah setidaknya sejak 2006 silam.
PetroChina, perusahaan minyak terbesar, turun 1,5 persen di Hong Kong pasca membukukan laba terendah dalam delapan kuartal. BYD, produsen mobil yang sahamnya dimiliki oleh Warren Buffett Berkshire Hathaway Inc, turun 5,1 persen pasca laba turun 26 persen. Sementara ICBC, kreditur terbesar, turun 0,8 persen.
Indeks Hang Seng China Enterprises Hong Kong turun 0,6 persen ke level 10,662.31 pukul 09:36 pagi waktu setempat, menghentikan dua hari penurunannya, sehingga naik 4 persen. Indeks Shanghai Composite stagnan. Sementara itu 193 perusahaan yang terdaftar di Shanghai, telah melaporkan pendapatan yang membuntuti perkiraan analis sebesar 64 persen.
Para pembuat kebijakan berusaha untuk menghindari perlambatan pasca produk domestik bruto naik 7,3 persen pada kuartal ketiga dari tahun sebelumnya, merupakan laju terlemah dalam lebih dari lima tahun terakhir. Pengumuman ini adalah yang pertama dalam beberapa tahun terakhir di mana pemerintah pusat secara resmi menyatakan dukungan langsung terhadap pasar perumahan, menurut Credit Suisse Group AG.
Indeks CSI 300 naik 0,1 persen. Sementara Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,2 persen.
Indeks Shanghai yang diproyeksikan pendapatan senilai 8,6 kali pada 12 bulan terakhir, dibandingkan dengan rata-rata lima tahun kelipatan senilai 10,8, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Sementara indeks acuan H-Shares memiliki kelipatan senilai 6,8. (vck)
Sumber: Bloomberg

Indeks Saham Asia Naik Terkait Optimisme The Fed

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 7:38 PM No comments


Acuan saham dari Jepang sampai Australia naik, sementara obligasi mengalami penurunan, pasca Federal Reserve menilai perekonomian AS cukup kuat untuk mengakhiri program pembelian aset. Mata uang dolar memperpanjang kenaikan terhadap sebagian besar mata uang utama dan emerging market, sementara minyak mentah turun.
Indeks Topix naik 0,4 persen pukul 09:24 pagi di Tokyo, naik pada hari kedua, terkait Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,4 persen dan Indeks NZX 50 naik ke level tertinggi di Wellington. Indeks Standard & Poor 500 berjangka stagnan pasca indeks acuan turun 0,1 persen di New York. Obligasi dengan tenor 10 tahun stabil sebesar 2,32 persen pasca dua hari naik. Sementara dolar AS naik 0,7 persen terhadap won Korea dan dekat tiga pekan tertinggi terhadap dolar Selandia Baru. Sementara minyak di New York dan London turun untuk pertama kalinya dalam tiga hari terakhir.
The Fed mempertahankan komitmen mereka untuk mempertahankan suku bunga rendah untuk waktu yang cukup, sementara memperbaiki pembicaraan hubungannya dengan memanfaatkan sumber daya tenaga kerja. Pembaharuan produk domestik bruto AS pada kuartal ketiga akan di rilis hari ini, sementara data kepercayaan zona euro dijadwalkan akan di rilis sebelum inflasi besok, ketika Bank of Japan (BoJ) akan melaporkan kebijakan moneter. (vck)
Sumber: Bloomberg

Saham Jepang Meningkat Pasca The Fed Mengakhiri Pembelian Obligasi

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 7:37 PM No comments


Saham Jepang naik mengirim indeks Topix memperpanjang gain kemarin, karena yen tertekan pasca Federal Reserve mengatakan akan mengakhiri program pembelian obligasi.
Indeks Topix naik sebesar 0,3 persen ke level 1,273.77 pukul 09:01 siang di Tokyo pasca melonjak sebesar 1,5 persen kemarin. Indeks Nikkei 225 Stock Average menguat sebesar 0,3 persen persen ke level 15,594.77. Yen ditransaksikan di level 108,85 per dolar setelah melemah sebesar 0,7 persen kemarin. Investor menunggu pengumuman kebijakan Bank of Japan (BOJ) besok
Kontrak pada indeks Standard & Poor 500 turun sebesar 0,1 persen hari ini. Saham acuan AS melemah sebesar 0,1 persen kemarin pasca keputusan the Fed.
The Fed mempertahankan komitmennya untuk mempertahankan suku bunga ultra rendahnya rendah untuk "waktu yang cukup" seiring berakhirnya pertemuan kebijakan selama dua hari terakhir. Para pejabat mengatakan kondisi pasar tenaga kerja "agak membaik lebih lanjut," dan bahwa berbagai indikator menunjukkan bahwa "underutilization sumber daya tenaga kerja semakin berkurang," memodifikasi bahasa sebelumnya bahwa disebut "underutilization signifikan."
Indeks Topix rebound sebesar 7,9 persen dari level terendahnya pada 17 Oktober lalu melalui perdagangan kemarin pasca memasuki fase koreksi. Indeks ditransaksikan pada 1,2 kali nilai buku kemarin, dibandingkan dengan 2,7 untuk S&P 500 dan 1,8 untuk indeks Stoxx Europe 600.
Sementara itu, perusahaan yang tercatat pada indeks Topix yang merilis laba kuartalan dari awal bulan ini hingga kemarin dan yang memiliki estimasi Bloomberg, sebesar 54 persen harapan mengalahkan untuk keuntungan. (izr)
Sumber: Bloomberg

economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search