English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Wednesday, January 29, 2014

Jelang Kenaikan Bulanan, Emas Pertahankan Gain pada Permintaan Haven

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 9:43 PM No comments


Komoditi emas pertahankan kenaikan terbesar sepekan terakhir terhadap kecemasan bahwa sebuah kemerosotan dalam market Negara berkembang kemungkinan akan memburuk, memicu permintaan untuk sebuah safe haven seiring dengan langkah yang lebih jauh lagi dari pihak the Fed dalam mengurangi laju pembelian asset.

Bullion untuk pengiriman cepat diperdagangkan pada level harga $1,266.27 per ons pada jam 8:07 di Singapura dari level $1,267.24 kemarin, ketika harga naik 0.8%, yang terbanyak sejak 23 Januari, logam kuning tersebut bergerak menuju kenaikan bulanan pertama sejak Agustus seiring dengan saham serta mata uang dari India hingga Afrika Selatan yang merosot.

Pihak FOMC kemarin mengatakan bahwa mereka akan memangkas pembelian obligasi bulanan hingga $10 Milyar menjadi $65 Milyar, memangkas pembelian untuk bulan kedua berturut seiring peningkatan ekonomi A.S, selain itu bank sentral dari India hingga Turki dan Afrika Selatan yang telah meningkatkan dana pinjaman pekan ini guna mencoba untuk menghentikan arus keluar modal yang berada ditengah kecemasan bahwa ekonomi China sedang melambat.

Peningkatan permintaan fisik di Asia telah membantu rebound emas dari enam pekan terendah pada tanggal 31 Desember, ketika harga membatasi penurunan tahunan terbesar sejak tahun 1981, support ini mulai memudar tepat sebelum tahun baru Imlek, yang dimulai besok, berdasarkan Australia & New Zealand Banking Group Ltd. dengan volume kemarin untuk kontrak acuan pada Shanghai Gold Exchange terjatuh untuk hari keempat menuju ke level terendah tahun ini.(tito)

Sumber : Bloomberg

Gold Holds Gain on Demand for Haven to Head for Monthly Advance

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:20 PM No comments
Gold held the biggest advance in a week on concern that a rout in emerging-market assets may deepen, fueling demand for a haven as the U.S. Federal Reserve further reduced the pace of asset purchases.

Bullion for immediate delivery traded at $1,266.27 an ounce at 8:07 a.m. in Singapore from $1,267.24 yesterday, when prices climbed 0.8 percent, the most since Jan. 23. The metal is headed for the first monthly advance since August as stocks and currencies from India to South Africa slumped.

The Federal Open Market Committee said yesterday that it will cut monthly bond-buying by $10 billion to $65 billion, trimming purchases for a second straight month, as the U.S. economy improved. Central banks from India to Turkey and South Africa raised borrowing costs this week to try to stem capital outflows amid concern that China’s economy is slowing.

Increased physical demand in Asia has helped gold rebound from a six-month low on Dec. 31, when prices capped the biggest annual decline since 1981. This support is waning just before the Lunar New Year, which begins tomorrow, according to Australia & New Zealand Banking Group Ltd. Volumes for the benchmark contract on the Shanghai Gold Exchange fell for a fourth day yesterday to the lowest level this year.

Copy Source : Bloomberg
 

Emas Berjangka Naik Seiring Gejolak Mata Uang Picu Permintaan Logam

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:10 PM No comments
Emas berjangka naik untuk pertama kalinya dalam tiga sesi terakhir sejalan dengan penurunan mata uang di emerging market yang memicu permintaan akan logam mulia sebagai safe haven.

South Africa Reserve Bank secara mengejutkan menaikkan tingkat suku bunga acuannya pada hari ini, mengikuti bank sentral di emerging market dari Turki hingga Brazil yang telah melakukan pengetatan kebijakan moneter guna menopang mata uangnya. Pada pekan ini, Bloomberg memonitor mata uang di 20 emerging-market yang jatuh ke level terendahnya sejak April 2009.

Sementara di Comex, New York, emas berjangka untuk pengiriman bulan April diperdagangkan pada level $1,267.60 per ounce pukul 4:24 sore pada perdagangan elektronik pasca Federal Reserve menyatakan akan memangkas pembelian obligasi bulanannya sebesar $10 miliar menjadi $65 miliar.

Pada awal perdagangan, harga ditutup pada level 0.9% lebih tinggi pada level $1,262.20 per ounce, gain tertingginya untuk kontrak yang paling aktif sejak tanggal 23 Januari lalu. Logam turun 1.1% pada dua sesi sebelumnya.

Bullion turun 28% pada tahun lalu terkait kekhawatiran bahwa bank sentral akan mengurangi pembelian obligasi.

Perakn berjangka untuk pengiriman bulan Maret naik 0.3% ke level $19.552 per ounce. Pada bulan Januari, logam telah mengalami kenaikan sebesar 0.9%, menuju ke gain pertamanya dalam tiga bulan terakhir.

Sementara itu di New York Mercantile Exchange, platinum berjangka untuk bulan April turun 0.1% ke level $1,408.10 per ounce. Logam turun dalam empat sesi secara berturut-turut, penurunan tertinggi dalam enam pekan terakhir.

Palladium berjangka untuk pengiriman bulan Maret turun sebesar 0.7% kel level $711.15 per ounce. Harga turun dalam lima sesi secara berturut-turut, penurunan tertinggi dalam 11 pekan terakhir. (bgs)

Sumber : Bloomberg
 

Saham AS Mundur Terkait Pengurangan Stimulus The Fed

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:59 PM No comments
Saham AS jatuh, menghapus keuntungan pada hari kemarin, terkaiti perkiraan mengecewakan para investor di Yahoo! Inc dan Boeing Co dan Federal Reserve yang tetap berencana untuk mengurangi stimulus bahkan ditengah gejolak di pasar negara berkembang.
Yahoo merosot 8,7 persen dari perkiraan penjualan yang menandakan melambatnya pertumbuhan. Boeing Co turun sebanyak 5,2 persen setelah proyeksi laba di tahun 2014 membuntuti perkiraan para analis ditengah laju perlambatan pesanan pesawat jet. Dow Chemical Co melonjak 3,9 persen setelah meningkatkan dividen dan rencana buyback sahamnya.
Indeks Standard & Poor 500 turun 1 persen ke level 1,774.26 pada pukul 4 sore di New York, penutupan terendah sejak November. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 188,68 poin, atau sebanyak 1,2 persen, ke level 15,739.88 hari ini. Perdagangan saham di S & P 500 adalah 46 persen di atas rata-rata 30-hari selama hari ini.
Saham jatuh ke level terendahnya terkait para otoritas terus mendesak pengurangan pada pembelian obligasi bulanan sebesar $ 10 milyar yang dimaksudkan untuk mempercepat pemulihan dari resesi terburuk sejak Depresi Besar. (yds)

Gold Futures Advance as Currency Turmoil Spurs Haven Demand

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:39 PM No comments
Gold futures rose for the first time in three sessions as a rout in emerging-market currencies spurred demand for the precious metal as a haven.

The South Africa Reserve Bank unexpectedly increased its benchmark interest rate today, following central banks in emerging markets from Turkey to Brazil that have tightened monetary policy to bolster their currencies. This week, a Bloomberg gauge tracking 20 emerging-market currencies fell to the lowest since April 2009.

On the Comex in New York, gold futures for April delivery traded at $1,267.60 an ounce at 4:24 p.m. in electronic trading after the Federal Reserve said it will trim its monthly bond buying by $10 billion to $65 billion.

In earlier floor trading, the price closed 0.9 percent higher at $1,262.20 an ounce, the biggest gain for a most-active contract since Jan. 23. The metal lost 1.1 percent the prior two sessions.

Bullion dropped 28 percent last year partly on concern that the central bank will reduce bond buying.

Silver futures for March delivery rose 0.3 percent to $19.552 an ounce. In January, the metal has climbed 0.9 percent, heading the first gain in three months.

On the New York Mercantile Exchange, platinum futures for April declined 0.1 percent to $1,408.10 an ounce. The metal dropped for the fourth straight session, the longest slump in six weeks.

Palladium futures for March delivery fell 0.7 percent to $711.15 an ounce. The price declined for the fifth straight session, the longest slump in 11 weeks.

Tuesday, January 28, 2014

Saham AS Gain Seiring Naiknya Kepercayaan Konsumen

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:09 PM No comments
Saham-saham AS naik, dengan Indeks Standard & Poor 500 mengalami rebound dari terendahnya sejak bulan Juni lalu, sejalan dengan pendapatan-pendapatan dari Pfizer Inc. hingga D.R. Horton Inc. naik dari estimasi sebelumnya dan kepercayaan konsumen naik menjelang sebuah pertemuan para pembuat kebijakan Federal Reserve.

Pfizer, perusahaan pembuat obat terbesar di dunia tersebut naik 2.5% pasca pendapatan naik dari perkiraan sejalan dengan perusahaan tersebut memangkas biaya dan turunnya pajak. Indeks para pengembang rumah melonjak sebesar 5.3% sejalan dengan D.R. Horton naik 9.8% dan sebuah laporan menunjukkan harga perumahan naik. Apple Inc. turun 8% sejalan dengan penjualan iPhone turun dari estimasi sebelumnya.

Indeks S&P 500 naik 0.6% ke level 1,792.49 pada pukul 4 sore di New York.

Ekuitas AS join dengan rebound global sejalan dengan saham-saham Eropa pulih dari penurunan tertingginya selama tiga hari dalam tujuh bulan terakhir sementara Indeks MSCI Emerging Markets naik dari level terendahnya sejak bulan Agustus lalu. (bgs)


Sumber : Bloomberg

U.S. Stocks Rebound as Consumer Confidence Increases

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:08 PM No comments
U.S. stocks rose, with the Standard & Poor’s 500 Index rebounding from its worst slump since June, as earnings at companies from Pfizer Inc. to D.R. Horton Inc. topped estimates and consumer confidence increased ahead of a Federal Reserve policy meeting.

Pfizer, the world’s biggest drugmaker, advanced 2.5 percent after earnings beat estimates as it cut costs and saw its tax rate fall. An index of homebuilders surged 5.3 percent as D.R. Horton jumped 9.8 percent and a report showed home prices climbed. Apple Inc. tumbled 8 percent as iPhone sales trailed estimates.

The S&P 500 rose 0.6 percent to 1,792.49 at 4 p.m. in New York.

U.S. equities joined a global rebound as European shares recovered from their biggest three-day decline in seven months while the MSCI Emerging Markets Index rose from its lowest level since August.

Copy Source : Bloomberg

Spekulasi The Fed, Emas Turun Tajam di Lima Minggu Terakhir

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:07 PM No comments
Emas berjangka turun tajam dalam lima minggu di tengah spekulasi bahwa Federal Reserve akan memangkas kembali stimulus, meredam permintaan untuk logam mulia sebagai alternatif investasi.
Para otoritas The Fed, yang akan memulai pertemuan dua hari ini, dapat mengurangi pembelian aset sebesar $ 10 miliar pada setiap pertemuan untuk mengakhiri program tahun ini, ekonom dalam survei Bloomberg telah diperkirakan. Emas telah turun 24 persen dalam 12 bulan terakhir, sementara indeks Standard & Poor 500 ekuitasnya telah naik sebanyak 19 persen.
Emas berjangka untuk pengiriman April turun 1 persen penyelesaian di level $ 1,250.50 per ons pada pukul 1:53 di Comex, penurunan terbesar untuk kontrak teraktif sejak 19 Desember. Perdagangan adalah 71 persen lebih tinggi dari rata-rata dalam 100 hari terakhir, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.
Kemarin, harga telah turun sebanyak 0,1 persen setelah mencapai level $ 1,280.10, tertinggi sejak 18 November.

Pada bulan Desember, The Fed memangkas pembelian obligasi bulanan menjadi $ 75 miliar dari $ 85 milyar.
Platinum berjangka untuk bulan April turun sebanyak 0,8 persen ke level $ 1,409.40 per ons  di New York Mercantile Exchange. Turun untuk sesi ketiga secara beruntun, kemerosotan terpanjang dalam enam minggu terakhir.
Produsen platinum terbesar di dunia membuat persediaa selama delapan minggu, untuk membantu menghadapi aksi mogok yang telah melumpuhkan kilang tambang di Afrika Selatan, 70 persen sumber pasokan global.
Palladium berjangka untuk pengiriman Maret turun 0,8 persen menjadi $ 716,50 per ons. Harga telah jatuh untuk sesi keempat secara berturut-turut, kemerosotan terpanjang dalam hampir 11 minggu.
Perak berjangka untuk pengiriman Maret turun 1,5 persen di level $ 19,503 per ons di Comex. Sebelumnya, harga menyentuh level $ 19,455, terendah sejak 9 Januari.(yds)

Sumber: Bloomberg

Kepercayaan Konsumen Naik, Saham AS Rebound Terkait Pendapatan

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:06 PM No comments
Saham-saham AS naik, dengan Indeks Standard & Poor 500 mengalami rebound dari terendahnya sejak bulan Juni lalu, sejalan dengan pendapatan-pendapatan dari Pfizer Inc. hingga D.R. Horton Inc. naik dari estimasi sebelumnya dan kepercayaan konsumen naik menjelang sebuah pertemuan para pembuat kebijakan Federal Reserve.

Pfizer, perusahaan pembuat obat terbesar di dunia tersebut naik 2.3% pasca pendapatan naik dari perkiraan sejalan dengan perusahaan tersebut memangkas biaya dan turunnya pajak. Indeks para pengembang rumah melonjak sebesar 4.6% sejalan dengan D.R. Horton naik 9.4% dan sebuah laporan menunjukkan harga perumahan naik. Comcast Corp. naik 1.4% pasca orang-orang familiar dengan hal yang menyatakan bahwa perusahaan kabel mendekati kesepakatan guna membeli aset dari Charter Communications Inc. Apple Inc. turun 7.6% sejalan dengan penjualan iPhone turun dari estimasi sebelumnya.

Indeks S&P 500 naik 0.4% ke level 1,788.43 pada pukul 12:17 siang di New York, pangkas rally pada awal perdagangan sebesar 0.7%. Dow Jones Industrial Average naik 63.71 poin, atau 0.4% ke level 15,901.59. Perdagangan pada Indeks saham S&P 500 sebesar 19% diatas 30 hari rata-rata sejauh ini.

Ekuitas AS join dengan rebound global sejalan dengan saham-saham Eropa pulih dari penurunan tertingginya selama tiga hari dalam tujuh bulan terakhir sementara Indeks MSCI Emerging Markets naik dari level terendahnya sejak bulan Agustus lalu. (bgs)

Sumber : Bloomberg

U.S. Stocks Rebound on Earnings as Consumer Confidence Increases

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:05 PM No comments
U.S. stocks rose, with the Standard & Poor’s 500 Index rebounding from its worst slump since June, as earnings at companies from Pfizer Inc. to D.R. Horton Inc. topped estimates and consumer confidence increased ahead of a Federal Reserve policy meeting.

Pfizer, the world’s biggest drugmaker, advanced 2.3 percent after earnings beat estimates as it cut costs and saw its tax rate fall. An index of homebuilders surged 4.6 percent as D.R. Horton jumped 9.4 percent and a report showed home prices climbed. Comcast Corp. increased 1.4 percent after people familiar with the matter said the cable company is near a deal to buy assets from Charter Communications Inc. Apple Inc. tumbled 7.6 percent as iPhone sales trailed estimates.

The S&P 500 rose 0.4 percent to 1,788.43 at 12:17 p.m. in New York, paring an earlier rally of as much as 0.7 percent. The Dow Jones Industrial Average climbed 63.71 points, or 0.4 percent, to 15,901.59. Trading in S&P 500 stocks was 19 percent above the 30-day average during this time of day.

U.S. equities joined a global rebound as European shares recovered from their biggest three-day decline in seven months while the MSCI Emerging Markets Index rose from its lowest level since August.
Copy Source : Bloomberg

Monday, January 27, 2014

Bursa AS Turun Diikuti S&P 500 Penurunan Mingguan Terburuk Sejak 2012

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:07 PM No comments
Saham-saham AS jatuh, memperpanjang penurunan mingguan terburuknya pada indeks acuan sejak 2012, di tengah kekhawatiran atas rencana Federal Reserve untuk memotong stimulus dan perlambatan ekonomi di China.
Indeks Standard & Poor 500 turun 0,5 persen ke level 1,781.54 pada pukul 4 sore di New York setelah jatuh sebanyak 2,6 persen pekan lalu. Indeks Dow Jones Industrial Average tergelincir 41,36 poin, atau sebesar 0,3 persen, ke level 15,837.75. Kedua indeks tersebut ditutup pada level terendah sejak pertengahan Desember. Perdagangan saham di S & P 500 adalah 37 persen di atas rata-rata 30-hari selama hari ini.
S & P 500 merosot tajam sejak Juni 2012 di pekan lalu seiring aksi jual dalam mata uang negara berkembang yang mendorong kekhawatiran di pasar global akan menjadi lebih tidak stabil. Penurunan tersebut mendorong indeks di bawah harga rata-rata dalam 50 hari terakhir untuk pertama kalinya sejak Oktober. Ambang batas saat ini dekat level 1.813.(yds)

Sumber: Bloomberg

U.S. Stocks Retreat Following S&P 500’s Worst Week Since 2012

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 4:58 PM No comments
U.S. stocks fell, extending losses after the worst week for benchmark indexes since 2012, amid concern over the Federal Reserve’s plans to cut stimulus and an economic slowdown in China.
The Standard & Poor’s 500 Index slipped 0.5 percent to 1,781.54 at 4 p.m. in New York after tumbling 2.6 percent last week. The Dow Jones Industrial Average slipped 41.36 points, or 0.3 percent, to 15,837.75. Both gauges closed at the lowest levels since the middle of December. Trading in S&P 500 stocks was 37 percent above the 30-day average during this time of day.
The S&P 500 sank the most since June 2012 last week as a sell-off in developing-nation currencies spurred concern global markets will become more volatile. The decline pushed the index below its average price in the past 50 days for the first time since October. The threshold is currently near 1,813.

Copy Source : Bloomberg
 

Sentimen The Fed, Emas Turun Dari 10 Minggu Tertinggi

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 4:57 PM No comments
Emas berjangka turun dari level tertinggi 10 minggu terakhir terkait spekulasi bahwa Federal Reserve akan mengurangi stimulus moneter AS pekan ini, pemangkasan permintaan untuk logam mulia sebagai tempat lindung nilai.
Bank sentral pada bulan Desember mengurangi pembelian obligasi bulanan sebesar $ 10 miliar menjadi $ 75 miliar seiring pertumbuhan ekonomi yang meningkat. The Fed akan mengurangi pembelian aset sebesar $ 10 miliar pada setiap pertemuan untuk mengakhiri program tahun ini, menurut perkiraan rata-rata para ekonom bulan ini dalam survei Bloomberg. Para pejabat memulai pertemuan kebijakan dua hari besok.
Emas berjangka untuk pengiriman April turun sebanyak 0,1 persen diselesaikan di level $ 1,263.50 per ons pada pukul 1:38 siang di New York Comex. Sebelumnya, harga mencapai $ 1,280.10, level tertinggi untuk kontrak teraktif sejak 18 November lalu. Perdagangan adalah 43 persen di atas rata-rata dalam 100 hari terakhir untuk hariini, data yang dikumpulkan oleh Bloomberg menunjukkan.
Perak berjangka untuk pengiriman Maret naik 0,1 persen di level $ 19,793 per ons di Comex.
Di New York Mercantile Exchange, platinum berjangka untuk pengiriman April turun sebanyak 0,5 persen di level $ 1,421.10 per ons.
Palladium berjangka untuk pengiriman Maret turun 1,7 persen di level $ 722,55 per ons di Nymex. Harga telah turun untuk sesi ketiga secara beruntun, penurunan terpanjang sejak 19 Desember lalu.(yds)

Sumber: Bloomberg

Gold Declines From 10-Week High on Bets Fed Will Reduce Stimulus

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 4:54 PM No comments
Gold futures fell from a 10-week high on speculation that the Federal Reserve will reduce U.S. monetary stimulus this week, trimming demand for the precious metal as a store of value.
The central bank in December cut monthly bond purchases by $10 billion to $75 billion as the economy gained. The Fed will reduce asset purchases by $10 billion at each meeting to end the program this year, according to the median of forecasts by economists this month in a Bloomberg survey. The officials begin a two-day policy meeting tomorrow.
Gold futures for April delivery declined 0.1 percent to settle at $1,263.50 an ounce at 1:38 p.m. on the Comex in New York. Earlier, the price reached to $1,280.10, the highest for a most-active contract since Nov. 18. Trading was 43 percent above the average in the past 100 days for this time, data compiled by Bloomberg showed.
Silver futures for March delivery gained 0.1 percent to $19.793 an ounce on the Comex.
On the New York Mercantile Exchange, platinum futures for April delivery fell 0.5 percent to $1,421.10 an ounce.
Palladium futures for March delivery declined 1.7 percent to $722.55 an ounce on the Nymex. The price dropped for the third straight session, the longest slump since Dec. 19.

Copy Source: Bloomberg
 

Saham AS Jatuh Perpanjang Penurunan Mingguan Terburuk Sejak 2012

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 4:52 PM No comments
Saham AS jatuh untuk hari ketiga, memperpanjang penurunan mingguan terburuknya sejak 2012 untuk indeks acuan, saham teknologi, pelayanan kesehatan dan saham keuangan memimpin penurunan.
Google Inc dan Facebook Inc turun lebih dari 2 persen pada laju penurunan di saham teknologi, sementara Apple Inc meningkat sebelum melaporkan hasil-hasilnya. Caterpillar Inc melonjak 4 persen setelah mengumumkan pembelian kembali saham dan perkiraan laba atas estimasi para analis di tengah peningkatan permintaan untuk peralatan konstruksi.
Indeks Standard & Poor 500 tergelincir sebanyak 0,6 persen ke level 1,779.42 pada pukul 11:59 di New York setelah jatuh sebesar 2,6 persen pekan lalu. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 45,42 poin, atau 0,3 persen, ke level 15,833.69. Perdagangan saham di S & P 500 adalah 27 persen di atas rata-rata 30-hari selama hari ini.
S & P 500 merosot tajam sejak Juni 2012 pekan lalu seiring aksi jual dalam mata uang negara berkembang yang mendorong kekhawatiran pasar global akan menjadi lebih tidak stabil. Penurunan tersebut mendorong indeks di bawah harga rata-rata dalam 50 hari terakhir untuk pertama kalinya sejak Oktober lalu. Ambang batas saat ini mendekati level 1.813.(yds)

Sumber: Bloomberg

Sunday, January 26, 2014

Keuntungan Mingguan Terpanjang Emas Sejak September '12

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:13 PM No comments
Emas berjangka menandai keuntungan mingguan terpanjang dalam 16 bulan terakhir karena penurunan ekuitas global yang mendorong permintaan untuk logam sebagai alternatif investasi.

Indeks saham MSCI All- Country World merosot sejak bulan Juni di tengah kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonomi di China mereda setelah indeks manufaktur secara tak terduga dikontrak dan regulator perbankan nasional memerintahkan kantor regional untuk meningkatkan pengawasan risiko kredit di industri pertambangan batu bara.

Emas berjangka untuk pengiriman April naik 0,2 persen untuk menetap di $ 1,264.50 per ons pada pukul 1:46 siang di Comex New York. Minggu ini, harga emas naik 1 persen, gain kelima berturut-turut dan reli terpanjang sejak September 2012 yang lalu. Sebelumnya, logam mencapai $ 1,273.20, tertinggi untuk kontrak teraktif sejak 20 November.

Bulan ini, emas telah melonjak 5,2 persen terhadap meningkatnya permintaan untuk koin, bar dan perhiasan di negara-negara termasuk China.

Tahun lalu, emas anjlok 28 persen, terbesar sejak 1981, di tengah reli ekuitas AS menuju rekornya dan spekulasi bahwa Federal Reserve akan kembali menskala kembali stimulus moneternya.

Perak berjangka untuk pengiriman Maret tergelincir 1,2 persen menjadi $ 19,765 per ons.

Platinum berjangka untuk pengiriman April turun 2,4 persen menjadi $ 1,428.60 per ons di New York Mercantile Exchange, penurunan terbesar sejak 20 September.

Palladium berjangka untuk pengiriman Maret turun 1,5 persen menjadi $ 734,80 per ons, kerugian terbesar sejak 17 Desember.

Pemogokan di tambang platinum - Afrika Selatan telah melumpuhkan tiga produsen logam terbesar dunia untuk hari kedua karena pembicaraan untuk menyelesaikan sengketa upah berakhir sampai tanggal 27 Januari mendatang.(frk)

Sumber : Bloomberg

Saham AS Jatuh Sejak Juni terhadap Kekacauan emerging Market

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:08 PM No comments
Saham AS merosot terbesar sejak Juni, menandai mingguan terburuk  untuk indeks acuan sejak 2012, seiring aksi jual dalam mata uang negara berkembang yang mendorong kekhawatiran pasar global menjadi lebih tidak stabil.
Indeks Standard & Poor `s 500 mundur sebesar 2,1 persen ke level 1,790.31 pada pukul 4 sore di New York ditutup pada level terendahnya  sejak 17 Desember. Indeks acuan turun 2,6 persen pekan ini. Indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 318.24 poin atau 2 persen, ke level 15,879.11 hari ini. Indeks 30 saham turun 3,5 persen minggu ini. Perdagangan saham di S & P 500 adalah 52 persen di atas rata-rata 30-hari pada hari ini.
Mata uang emerging market melakukan aksi jual terburuk mereka dalam lima tahun terakhir kemarin seiring para otoritas di Argentina mendevaluasi mata uang peso dengan mengurangi dukungan di pasar valuta asing. Mata uang Lira Turki jatuh, hryvnia Ukraina merosot ke level terendahnya dalam empat tahun terakhir dan rand Afrika Selatan melemah melampaui melebihi  11 per dolar untuk pertama kalinya sejak 2008. Regulator perbankan China memerintahkan kantor regional untuk meningkatkan pengawasan risiko kredit di sektor industri pertambangan batu bara, kata dua orang dengan pengetahuan tentang masalah tersebut.(yds)

Sumber: Bloomberg

Gold Has Longest Run of Weekly Gains Since September ’12

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:07 PM No comments
 
Gold futures capped the longest run of weekly gains in 16 months as declines in global equities spurred demand for the metal as an alternative investment.

The MSCI All-Country World Index of stocks slumped the most since June amid concern that economic growth in China is easing after a manufacturing gauge unexpectedly contracted and the nation’s banking regulator ordered its regional offices to increase scrutiny of credit risks in the coal-mining industry.

Gold futures for April delivery advanced 0.2 percent to settle at $1,264.50 an ounce at 1:46 p.m. on the Comex in New York. This week, the price climbed 1 percent, the fifth straight gain and the longest rally since September 2012. Earlier, the metal reached $1,273.20, the highest for a most-active contract since Nov. 20.

This month, gold has jumped 5.2 percent on increasing demand for coins, bars and jewelry in countries including China.

Last year, gold plunged 28 percent, the most since 1981, amid a U.S. equity rally to a record and speculation that the Federal Reserve will scale back monetary stimulus.

Silver futures for March delivery slipped 1.2 percent to $19.765 an ounce.
Platinum futures for April delivery fell 2.4 percent to $1,428.60 an ounce on the New York Mercantile Exchange, the biggest drop since Sept. 20.

Palladium futures for March delivery declined 1.5 percent to $734.80 an ounce, the largest loss since Dec. 17

A strike at South African platinum mines paralyzed the world’s three biggest producers of the metal for a second day as talks to resolve the dispute over pay broke up until Jan. 27.

Copy Source : Bloomberg

U.S. Stocks Tumble Most Since June on Emerging Market Turmoil

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:05 PM No comments
U.S. stocks sank the most since June, capping the worst week for benchmark indexes since 2012, as a selloff in developing-nation currencies spurred concern global markets will become more volatile.
The Standard & Poor’s 500 Index retreated 2.1 percent to 1,790.31 at 4 p.m. in New York to close at the lowest level since Dec. 17. The benchmark index declined 2.6 percent this week. The Dow Jones Industrial Average slid 318.24 points, or 2 percent, to 15,879.11 today. The 30-stock gauge lost 3.5 percent this week. Trading in S&P 500 stocks was 52 percent above the 30-day average at this time of day.
Emerging-market currencies had their worst selloff in five years yesterday as Argentine policy makers devalued the peso by reducing support in the foreign-exchange market. The Turkish lira plunged, Ukraine’s hryvnia sank to a four-year low and South Africa’s rand weakened beyond 11 per dollar for the first time since 2008. China’s banking regulator ordered its regional offices to increase scrutiny of credit risks in the coal-mining industry, said two people with knowledge of the matter, signaling government concern about possible defaults.

Copy Source : Bloomberg
 

Saham AS Mundur Dengan Dow Menuju Mingguan Terburuk Sejak 2012

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:04 PM No comments
Saham-saham AS jatuh, mendorong Dow Jones Industrial Average menuju penurunan mingguan terbesar sejak Juni 2012 yang lalu, setelah ekuitas merosot di seluruh dunia di tengah aksi jual pada mata uang emerging - market.

Caterpillar Inc., General Electric Co. dan Boeing Co. turun lebih dari 2,6 persen untuk memimpin kerugian di Dow. Kansas City Southern anjlok 14 persen, penurunan terbesar sejak 2008, setelah melaporkan pendapatan yang lebih rendah dari estimasi. International Game Technology anjlok 13 persen setelah pembuat mesin slot tersebut membukukan laba kuartal pertama yang tidak terjawab proyeksi para analis.

Indeks Standard & Poor  500 mundur 1,4 persen menjadi 1,803.64 pada pukul 11:41 siang di New York. Indeks acuan telah turun 1,9 persen pada minggu ini. Indeks Dow turun 183,60 poin, atau 1,1 persen, ke 16,013.75 pada hari ini. Indeks 30 saham turun 2,7 persen minggu ini, bersiap untuk minggu terburuk sejak Mei 2012. Perdagangan saham di S & P 500 adalah 56 persen di atas rata-rata 30 - hari pada hari ini.(frk)

Sumber Copy : Bloomberg
 

Thursday, January 23, 2014

Indeks Berjangka Asia Dan AS Jatuh Pasca Yen, Emas Naik

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:25 PM No comments
Bloomberg, (24/01) -- Indeks berjangka Asia jatuh dibarengi saham AS karena yen naik tajam sejak September di tengah kekacauan mata uang negara berkembang (emerging-market). Dolar Australia berada di dekat 3 ½ tahun terendah, sementara obligasi negara tersebut diikuti Treasuries lebih tinggi seiring emas dan gas alam memimpin kenaikan pada sektor komoditas.
Indeks Nikkei 225 Stock Average berjangka turun setidaknya 1,5 persen di Osaka dan Chicago karena yen naik 1,2 persen versus greenback. Indeks S & P / ASX 200 Australia turun sebanyak 0,2 persen dengan Dow Jones Industrial Average ditutup pada level terendahnya satu bulan. Dolar Australia diperdagangkan di dekat level terendah sejak Juli 2010, sementara hasil obligasi 10-tahun jatuh di hari kedua setelah Treasuries jatuh tempo yang sama naik. Emas naik ke level tertinggnyai dua bulan sementara gas berjangka menguat untuk hari ketiga.
Indeks MSCI Asia Pacific menurun untuk minggu keempat, menetapkan untuk penurunan terpanjang dalam 18 bulan terakhir. Sementara dolar merosot terhadap euro dan yen kemarin, itu menjadi dasar di pasar negara berkembang seperti Argentina mendevaluasi peso dan Turki campur tangan untuk menghentikan penurunan lira ke rekornya. Samsung Electronics Co bergabung Kia Motors Corp dalam mancatat pendapatan hari ini setelah Microsoft Corp memperpanjang kenaikan di perdagangan AS setelah perusahaan tersebut melaporkan hasil kuartalannya lebih baik dari perkiraan sebelumnya.(yds)

Saham AS Jatuh Terhadap Laporan Data China

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:23 PM No comments
AFP, (24/01) -- Saham AS merosot pada Kamis ini menyusul laporan lemahnya aktivitas manufaktur Cina dan serangkaian terbaru dari pendapatan perusahaan yang melesu.
Pada sesi penutupan, indeks Dow Jones Industrial Average merosot sebanyak 171,69 (1,05 persen) ke level 16,201.65.
Indeks S&P 500 secara keseluruhan jatuh sebanyak 16.02 (0,87 persen) ke level 1,828.84, sementara Indeks Composite teknologi Nasdaq turun 24,36 (0,57 persen) menjadi 4,218.64.
Laporan Data menyarankan investor untuk menjauh dari pasar ekuitas Treasuries AS, dengan imbal hasil pada obligasi 10 tahun jatuh menjadi 2,77 persen dari 2,86 persen pada Rabu kemarin.
Laporan Data China terjadi di tengah serangkaian campuran laporan pendapatan perusahaan dengan pendapatan yang kuat dari Netflix diimbangi dengan hasil yang mengecewakan dari Lockheed Martin dan lain-lainnya.(yds)
 

Emas Berjangka Melonjak ke Tertinggi Setelah Dolar Memangkas Reli

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:22 PM No comments
Bloomberg (24/01) - Harga emas melonjak ke harga penutupan tertinggi dalam sembilan minggu setelah dolar memangkas reli terpanjang dalam delapan bulan terakhir, mendorong permintaan untuk logam mulia sebagai alternatif investasi.

Greenback, turun untuk pertama kalinya dalam delapan sesi terakhir, telah naik 1 persen pada bulan Januari terhadap sekeranjang 10 mata uang. Emas telah naik 5 persen pada bulan ini karena permintaan untuk koin, perhiasan dan bar meningkat setelah harga turun ke posisi terendah dalam enam bulan terakhir pada 31 Desember yang lalu.

Emas berjangka untuk pengiriman April naik 1,9 persen ditutup pada level $ 1,262.50 per ons pada pukul 1:40 siang di Comex New York, merupakan penutupan tertinggi sejak 19 November yang lalu. Gain tersebut adalah lonjakan terbesar sejak 10 Desember yang lalu. Perdagangan adalah 74 persen di atas rata-rata dalam 100 hari terakhir untuk kali ini, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.

Pada tahun 2013 yang lalu, emas telah jatuh 28 persen, terbesar sejak 1981. Beberapa investor kehilangan kepercayaan dalam logam sebagai penyimpan nilai di tengah reli ekuitas AS ke rekornya dan inflasi diredam.

Hari ini, berjangka mencapai $ 1,267.10, harga intraday tertinggi sejak 10 Desember. Indeks Dow Jones Industrial Average menuju penurunan terbesar dalam empat bulan terakhir setelah ekuitas global menurun pasca indeks manufaktur China mengisyaratkan kontraksi.

Platinum berjangka untuk pengiriman April naik 0,1 persen menjadi $ 1,463.20 per ons di New York Mercantile Exchange. Sebelumnya, harga Platinum mencapai $ 1,470.70, tertinggi untuk kontrak teraktif sejak 7 November yang lalu.

Setidaknya 70.000 pekerja di Afrika Selatan mulai mogok pada hari ini atas upah di tambang platinum terbesar di dunia tersebut. Penghentian ini akan mengganggu operasi akuntansi untuk 70 persen dari output global.

Perak berjangka untuk pengiriman Maret naik 0,9 persen menjadi $ 20,01 per ons di Comex.

Palladium berjangka untuk pengiriman Maret turun 0,4 persen menjadi $ 745,90 per ons di Nymex.(frk)
 

U.S Stocks Tumble On China Data, Mediocre Earnings

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:20 PM No comments
AFP, (24/01) -- US stocks sank Thursday following a weak report on Chinese manufacturing activity and the latest batch of lackluster corporate earnings.
At the closing bell, the Dow Jones Industrial Average slumped 171.69 (1.05 percent) to 16,201.65.
The broad-based S&P 500 fell 16.02 (0.87 percent) to 1,828.84, while the tech-rich Nasdaq Composite Index fell 24.36 (0.57 percent) to 4,218.64.
Data suggested investors fled the equity market for US Treasuries, with the yield on the 10-year bond falling to 2.77 percent from 2.86 percent Wednesday.
HSBC's China manufacturing sector purchasing managers index fell to 49.6, below the line between growth and contraction, raising concerns about the prospects for the world's second largest economy.
The China report came amid a mixed batch of corporate earnings reports with strong earnings from Netflix offset by disappointing results from Lockheed Martin and others.
Michael James, managing director of equity trading at Wedbush Securities, said Thursday's China data, while 'concerning,' is 'just one datapoint.'

Gold Futures Jump to Highest in Nine Weeks as Dollar Snaps Rally

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:10 PM No comments
Bloomberg (24/01) -- Gold futures jumped to the highest closing price in nine weeks as the dollar snapped the longest rally in eight months, boosting demand for the precious metal as an alternative investment.

The greenback, down for the first time in eight sessions, has climbed 1 percent in January against a basket of 10 currencies. Gold has climbed 5 percent this month as demand for coins, jewelry and bars increased after prices dropped to a six-month low on Dec. 31.

Gold futures for April delivery rose 1.9 percent to close at $1,262.50 an ounce at 1:40 p.m. on the Comex in New York, the highest settlement since Nov. 19. The gain was the biggest jump since Dec. 10. Trading was 74 percent above the average in the past 100 days for this time, data compiled by Bloomberg showed.

In 2013, gold tumbled 28 percent, the most since 1981. Some investors lost faith in the metal as a store of value amid a U.S. equity rally to a record and muted inflation.

Today, futures reached $1,267.10, the highest intraday price since Dec. 10. The Dow Jones Industrial Average headed for the biggest drop in four months as global equities declined after a gauge of China’s manufacturing signaled contraction.

Platinum futures for April delivery climbed 0.1 percent to $1,463.20 an ounce on the New York Mercantile Exchange. Earlier, the price reached $1,470.70, the highest for a most-active contract since Nov. 7.

At least 70,000 workers in South Africa began a strike today over wages at the world’s biggest platinum mines. The stoppage will disrupt operations accounting for 70 percent of global output.

Silver futures for March delivery gained 0.9 percent to $20.01 an ounce on the Comex.

Palladium futures for March delivery fell 0.4 percent to $745.90 an ounce on the Nymex.
 

Wednesday, January 22, 2014

Mayoritas Saham AS Naik, Dipimpin oleh Norfolk Southern, Coach Jatuh

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 4:22 PM No comments
Bloomberg, (23/01) -- Sebagian besar saham AS naik terkait para investor mengkaji pendapatan dari perusahaan seperti Norfolk Southern Corp, Coach Inc, International Business Machines Corp.

Tiga saham naik untuk setiap dua saham yang mengalami penurunan pada Indeks Standard & Poor 500. Acuan ekuitas AS naik kurang dari 0,1 persen ke level 1,844.88 pada pukul 4 sore di New York. Indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 40,58 poin, atau sebanyak 0,3 persen, ke level 16,373.86 untuk penurunan di hari kedua.

Dua puluh lima perusahaan di S & P 500 termasuk Northern Trust Corp, Netflix Inc dan EBay Inc laporan merilis laporan pendapatan hari. Dari anggota indeks 81 yang telah membukukan hasil sejauh musim ini, 70 persen telah mengalahkan perkiraan untuk keuntungan dan 64 persen yang telah melampaui proyeksi penjualan, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.

Laba per saham untuk perusahaan pada acuan kemungkinan naik 6 persen pada kuartal keempat, sementara penjualan meningkat sebesar 2,2 persen, menurut analis yang disurvei oleh Bloomberg.

Reli lima tahun yang mengangkat indeks S & P 500 naik lebih dari 170 persen dari posisi terendahnya dari bearish market yang mendorong valuasi ekuitas mendekati level tertingginya sejak 2009. Perdagangan indeks sebesar 15,6 kali estimasi laba anggotanya, lebih dari rata-rata lima tahun kelipatan 14,1, data yang dikumpulkan oleh Bloomberg menunjukkan.(yds)
 

Most U.S. Stocks Rise, Led by Norfolk Southern as Coach Tumbles

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 4:21 PM No comments
Bloomberg, (23/01) -- Most U.S. stocks rose as investors assessed earnings from companies including Norfolk Southern Corp., Coach Inc., International Business Machines Corp.
Three stocks rose for every two that declined in the Standard & Poor’s 500 Index. The U.S. equity benchmark added less than 0.1 percent to 1,844.88 at 4 p.m. in New York. The Dow Jones Industrial Average lost 40.58 points, or 0.3 percent, to 16,373.86 for a second day of declines.
Twenty-five companies in the S&P 500 including Northern Trust Corp., Netflix Inc. and EBay Inc. report earnings today. Of the 81 index members that have posted results so far this season, 70 percent have beaten estimates for profit and 64 percent have exceeded sales projections, according to data compiled by Bloomberg.
Per-share profit for companies in the benchmark probably climbed 6 percent in the fourth quarter, while sales increased 2.2 percent, according to analysts surveyed by Bloomberg.
A five-year rally that lifted the S&P 500 up more than 170 percent from a bear-market low has boosted equity valuations to near the highest level since 2009. The index trades at 15.6 times the estimated earnings of its members, more than the five-year average multiple of 14.1, data compiled by Bloomberg show.
 

economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search