English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Wednesday, July 31, 2019

Mengenal Letusan Freatik Gunung Tangkuban Parahu

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 9:11 PM No comments
PT KONTAK PERKASA  - Gunung Tangkuban Parahu di Subang, Jawa Barat mengalami erupsi pertama pada tahun ini, Jumat, 26 Juli 2019. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVBMG) menyebutkan bahwa erupsi Gunung Tangkuban Parahu merupakan tipe freatik.
Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur PVMBG, Devy Kamil Syahbana menjelaskan, tipe freatik merupakan erupsi yang tidak mengeluarkan magma segar sebagaimana tipe erupsi di Gunung Merapi. Tipe erupsi ini, tidaklah mengeluarkan magma, melainkan uap air.
Air yang tepat berada di atas dapur magma Gunung Tangkuban Parahu terpanaskan magma. Air yang panas akan berubah menjadi uap air.
"Panas magmanya saja yang memanaskan sistem hidrotermal di sini kemudian terjadi perubahan volume metrik (volume air). Volume air ini berubah menjadi lebih besar karena berubah menjadi uap," jelas Devy di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB, Jakarta Timur, Rabu 31 Juli 2019.
Uap air inilah, kata Devy yang kemudian menjadi erupsi dan menekan material-material yang ada di dalam kawah. Termasuk material-material krikil dan pasir serta debu.
"Erupsi ini dikenal dengan cold eruption," kata Devy.
Makanya, lanjut Devy, pada saat terjadi erupsi di Gunung Tangkuban Parahu masih ada orang yang bisa jalan-jalan di sekitarnya. Menurut Devy hal itu disebabkan embusan erupsinya tidak bertipe panas.
"Kalau kita lihat di video ya tadi setelah terjadi erupsi masih ada orang yang berjalan, kuda tetap berjalan ini menandakan erupsi ini tidak berasal dari magma," kata Devy.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan, Taman Wisata Alam (TWA) Tangkuban Parahu akan dibuka kembali untuk umum pada Kamis (1/8/2019). Hal tersebut diputuskan setelah mendapat jaminan keamanan dan keselamatan bagi pengunjung.
"Hari Kamis pagi TWA Gunung Tangkuban Parahu sudah bisa dibuka untuk umum," ucapnya usai menggelar rapat koordinasi dengan pihak pengelola, perwakilan PVMBG, BPBD, Bupati Subang, Kepolisian, TNI, dan ASITA, di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (30/7/19).
Menurut RK, sapaan Ridwan Kamil, pengelola siap memperbaiki sistem evakuasi, seperti rute evakuasi yang dipasang maupun papan informasi lengkap dan menyebar. Dia pun memberi tenggat waktu kepada pengelola untuk menuntaskan hal tersebut sampai Rabu (31/7).
"Bisa dibuka dengan syarat perbaikan-perbaikan antara lain rute-rute evakuasi lewat poster atau papan informasi harus dibuat dan selesai besok lalu diperlihatkan ke saya, sehingga pengunjung bisa tahu ke mana harus bergerak bila ada kejadian serupa," katanya.
RK juga meminta kepada pengelola untuk membuat grup komunikasi via smartphone guna memperlancar komunikasi. Grup tersebut terdiri dari anggota berbagai pihak yang berada di radius 5 kilometer dari TWA Gunung Tangkuban Parahu.
"Lalu harus ada WA grup antara pengelola dengan Muspida dan Kepala Desa di radius 5 kilometer sehingga kalau ada kejadian lagi jangan seperti kemarin banyak yang tidak tahu malah tahunya dari viralisasi di Medsos," ucapnya.

Sri Mulyani Gelontorkan Rp 35,7 Triliun untuk Riset di 2019

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 12:07 AM No comments
KONTAK PERKASA FUTURES  - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan tahun ini pemerintah menggelontorkan dana sebesar Rp 35,7 triliun untuk riset atau penelitian. Dana tersebut naik jika dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya sekitar Rp 24,9 triliun.
"Tahun 2019 alokasi anggaran riset kita Rp 35,7 triliun, naik jika dibandingkan dengan tahun 2017 sekitar Rp 24,9 triliun," ujar Sri Mulyani di Kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu (31/7).
Sri Mulyani mengatakan, pengalokasian dana penelitian mayoritas berasal dari Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN). Sementara itu, peran swasta masih tergolong kecil yaitu sekitar 10 persen.
"Dalam konteks Indonesia dengan anggaran yang tadi, kita dihadapkan pada desain tata kelolanya. Riset itu sangat didominasi oleh pemerintah. 66 persen dari total belanja penelitian itu dari pemerintah. Swasta hanya 10 persen," jelasnya.
Menurut Sri Mulyani, pelibatan swasta dalam mengadakan lebih banyak riset sudah dimunculkan sejak 10 tahun lalu dengan pemberian insentif. Namun, insentif ini masih banyak dikeluhkan karena pengurusan yang dianggap cukup ribet.
"Swasta bilang, prosesnya rese. Terlalu banyak rambu-rambunya. Akhirnya 10 tahun terakhir tidak terlalu berdampak. Walaupun sudah dimunculkan semenjak lebih dari 10 tahun yang lalu, itu tidak menimbulkan dampak. Sangat kecil swasta yang menganggap berharga untuk melakukan riset karena itu bisa dikurangkan dari pajaknya," jelasnya.
Untuk menggaet lebih banyak peran dari swasta, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu pun menyiapkan berbagai insentif berupa diskon pajak. Salah satu yang dipangkas adalah cara pemberian insentif yang disesuaikan dengan besaran investasi yang ditanamkan oleh investor.
"Sehingga sekarang berdasarkan PP 45 2019 yang tadi disebutkan, sekarang kamu boleh double deduction bahkan bahkan bisa triple deduction untuk masalah riset Inovasi dan bahkan kita memberikan insentif untuk pelatihan vokasi," tandasnya.

Reporter: Anggun P. Situmorang
Sumber: Merdeka.com

economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search