English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Thursday, November 7, 2013

Emas Turun Ke Tiga Pekan Terendahnya Pasca ECB Pangkas Suku Bunga

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:33 PM No comments
 
NEW YORK/LONDON, Reuters (8/11) – Emas jatuh ke tiga pekan terendahnya di hari Kamis, membalikkan gain pada awal pembukaan yang diakhiri turun mendekati 1%, ditandai dengan penguatan pertumbuhan ekonomi AS dan sejalan dengan bank sentral eropa memangkas tingkat suku bunga ke rekor terendahnya.

Logam mulia pada awal pembukaan naik pasca bank sentral eropa memangkas tingkat suku bunga ke rekor terendahnya pada hari Kamis dan mengatkan bahwa hal ini dapat menurunkan suku bunga lebih rendah lagi guna mencegah pemulihan ekonomi zona eropa dari keterlambatan akibat penurunan inflasi.

Emas bullion berada dibawah tekanan pasca pemerintah AS merilis data pertumbuhan ekonomi yang tinggi pada kuartal ketiga bisnis mengisi persediaan-persediaannya kembali.

Bagaimanapun, pertumbuhan yang rendah pada belanja konsumen dalam dua tahun terakhir mengindikasikan bahwa adanya sebuah momentum yang mendasari penurunan.

Pertumbuhan pasar ekuitas baru-baru ini terkait perkiraan pertumbuhan ekonomi yang membaik juga melemahkan momentum emas sebagai tradisional safe haven, menurut para analis. Saham AS di indeks S&P 500 turun di hari Kamis.

Spot emas turun sebesar 0.9% pada level harga $1,305.71 per ounce pada pukul 2:19 siang EST (19:59 GMT), setelah sebelumnya mencapai level harga $1,298.31, terendah sejak tanggal 17 Oktober lalu.

Emas berjangka AS untuk pengiriman bulan Desember turun sebesar $9.30 pada level harga $1,308.50, dengan volume transaksi sebesar 10% diatas 250 hari rata-ratanya, rilis data awal oleh Reuters, pembalikkan (reversal) trend baru-baru ini dari perputaran yang melemah.

Harga emas telah jatuh sebesar 20% pada tahun ini terkait perkiraan bahwa Federal Reserve akan mengurangi program stimulusnya.

Para analis mengatakan bahwa laporan pekerjaan AS bulan oktober pada hari Jumat kemungkinan akan menujukkan pandangan mengenai dampak shutdown pemerintah pada bulan lalu yang memacu keberlanjutan perpanjangan akan pembelian obligasi Federal Reserve. (bgs)

Gold drops to 3-week low after ECB rate cut, US GDP

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:33 PM No comments
 
NEW YORK/LONDON, Reuters (8/11) - Gold fell to a three-week low on Thursday, reversing early gains end down nearly 1 percent, hit by signs of strong U.S. economic growth, and as the European Central Bank cut interest rates to a record low.

The precious metal initially rose after the ECB cut interest rates to a record low on Thursday and said it could take them lower still to prevent the euro zone's recovery from stalling as inflation tumbles.

Bullion later came under pressure after U.S government data showed economic growth accelerated in the third quarter as businesses restocked shelves. However, the slowest expansion in consumer spending in two years suggested an underlying loss of momentum.

A recent strong run of the equities market on a better economic outlook also sapped momentum in gold, a traditional safe haven, analysts said. U.S. stocks measured by the S&P 500
index fell on Thursday but stayed within striking distance to a record high set last week.

Spot gold was down 0.9 percent at $1,305.71 an ounce by 2:19 p.m. EST (1959 GMT), having earlier hit $1,298.31, the lowest since Oct 17.

U.S. gold futures for December delivery settled down $9.30 at $1,308.50, with trading volume about 10 percent above its 250-day average, preliminary Reuters data showed, reversing a recent trend of weak turnover.

Gold prices have fallen 20 percent this year on expectations that the Federal Reserve would taper its economic stimulus program.

Analysts say Friday's U.S. jobs report for October may provide the most telling insight into the impact of a government shutdown last month that may provoke an extended continuation of Fed bond-buying.

GDP Picu Kekhawatiran Federal Reserve, Saham AS Turun

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:31 PM No comments
Bloomberg (8/11) – Saham-saham AS jatuh, menyeret indeks Standard & Poor 500 ke level terendahnya dalam sebulan terakhir sejalan dengan spekulasi Federal Reserve kemungkinan akan mempertimbangkan kembali stimulus ditengah pertumbuhan ekonomi yang tinggi dari estimasi sebelumnya yang dibayangi sebuah tindakan oleh Bank Sentral Eropa memangkas tingkat suku bunga.

Twitter Inc., yang telah menaikkan IPO (initial public offering) sebesar $1.82 miliar , mengalami rally sebesar 82% dalam debutnya. Qualcomm Inc. turun sebesar 4.7% pasca pembuat chip smartphone terbesar memprediksi bahwa penjualan kuartalannya kurang dari estimasi para analis ebelumnya. Whole Foods Market Inc. turun 11% pasca menurunkan perkiraan labanya. J.C. Penney Co. naik 6.9% pasca melaporkan kenaikan penjualan bulanan pertama dalam dua tahun terakhir.

Indeks S&P 500 jatuh 1%, penurunan tajam sejak tanggal 8 Oktober lalu, ke level 1,753.28 pada pukul 2:49 siang di New York. Dow Jones Industrial Average tergelincir sebesar 101.43 point, atau 0.6%, ke level 15,645.45. Indeks Nasdaq Composite turun sebesar 1.6% penurunan tajam dalam sebulan terkahir. Transaksi saham di indeks S&P 500 sebesar 17% diatas 30 hari rata-rata selama hari ini.

Dow Jones naik ke rekornya kemarin dan indeks S&P 500 ditutup pada satu minggu tertingginya sejalan dengan Federal Reserve mengatakan bahwa ekonomi yang memburuk memperingatkan kembali mengenai stimulus dari bank sentral. Indeks pasar ekuitas  Amerika telah mengalami rally sebesar 23% pada tahun ini, menantang tahun 2009 untuk gain tahunan terbaik selama satu dekade terakhir, sejalan dengan pendapatan-pendapatan perusahaan yang tinggi dari estimasi sebelumnya  dan bank sentral mempertahankan tingkat suku bunga rendah guna memacu pertumbuhan ekonomi. (bgs)

U.S. Stocks Drop as GDP Fuels Fed Concern; Twitter Soars

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:28 PM No comments
Bloomberg (8/11) -- U.S. stocks fell, dragging the Standard & Poor’s 500 Index to its biggest loss in a month, as speculation the Federal Reserve may scale back stimulus amid faster-than-estimated economic growth overshadowed a move by the European Central Bank to cut a key interest rate.

Twitter Inc., which raised $1.82 billion in its initial public offering, rallied 82 percent in its debut. Qualcomm Inc. dropped 4.7 percent after the largest maker of smartphone chips predicted quarterly sales that missed analysts’ estimates. Whole Foods Market Inc. slumped 11 percent after cutting its profit forecast. J.C. Penney Co. jumped 6.9 percent after posting its first rise in monthly same-store sales in two years.
The S&P 500 fell 1 percent, the most since Oct. 8, to 1,753.28 at 2:49 p.m. in New York. The Dow Jones Industrial Average (INDU) slid 101.43 points, or 0.6 percent, to 15,645.45. The Nasdaq Composite Index dropped 1.6 percent for the biggest decline in a month. Trading in S&P 500 stocks was 17 percent above the 30-day average during this time of the day.

“The market will be volatile,” Ernie Cecilia, chief investment officer at Bryn Mawr Trust Co. in Bryn Mawr, Pennsylvania, said in a phone interview. His firm oversees about $7 billion. “You had some good economic news today and we’ll see what the payrolls numbers are tomorrow. The fear is that with better-than-expected economic numbers, tapering will commence sooner rather than later.”

The Dow climbed to a record yesterday and the S&P 500 (SPX) closed at a one-week high as Federal Reserve officials said economic weakness warrants continued stimulus from the central bank. The broad gauge of American equities has rallied 23 percent this year, challenging 2009 for the best annual gain in a decade, as corporate earnings beat estimates and the central bank kept interest rates low to spur economic growth.

Bloomberg ( 7/11 ) - Saham AS dan emas tergelincir seiring pertumbuhan ekonomi yang cepat memacu kekhawatiran Federal Reserve akan kembali  melakukan stimulus lebih cepat dari yang diperkirakan’ sementara Twitter Inc melonjak pada debut transaksinya. Euro jatuh, sementara obligasi regional eropa naik, seiring Bank Sentral Eropa menurunkan tingkat suku bunga.

Indeks Standard & Poor 500 turun 0,7 persen menjadi 1,757.94 pada pukul 11:29 siang di New York  sementara Twitter melonjak sebanyak 93 persen. Euro turun 0,9 persen ke level $ 1,3394 setelah sebelumnya tergelincir sebesar  1,6 persen, terbesar selama hampir dua tahun. Indeks Stoxx Europe 600 sedikit berubah, menghapus kenaikan sebelumnya, sementara obligasi dengan imbal hasil 10 tahun di Spanyol dan Italia setidaknya  turun 10 basis poin. Obligasi Treasury dengan imbal hasil 10 tahun turun  4 basis poin sebesar 2,60 persen. The Koruna Ceko tenggelam setelah bank sentral menyetujui penjualan nilai mata uang. Emas berjangka turun 0,6 persen ke level $ 1,309.90 per ons.

Pembuat kebijakan ECB memangkas acuan suku bunga ke rekor mereka seiring penurunan laju inflasi ke fase terendah dalam empat tahun terakhir yang mengancam misi untuk menjaga stabilitas harga. Ekonomi AS tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 2,8 persen, lebih dari perkiraan median untuk pertumbuhan sebesar 2 persen dan memacu kekhawatiran Federal Reserve akan mempertimbangkan untuk mengurangi stimulus lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya. Pemerintah akan merilis laporan tenaga kerja bulan Oktober besok.  ( rk )



 

economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search