English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Wednesday, February 6, 2019

Rupiah Merosot, IHSG Menguat Terbatas

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 11:13 PM No comments

PT KONTAK PERKASA FUTURES - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu lanjutkan penguatan pada perdagangan saham Kamis pekan ini.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Kamis (7/2/2019), IHSG naik tipis 8,23 poin atau 0,13 persen ke posisi 6.556,11.

Penguatan IHSG berlanjut pada pukul 09.00 WIB, IHSG mendaki 13,97 poin atau 0,21 persen ke posisi 6.561. Indeks saham LQ45 menanjak 0,08 persen ke posisi 1.036,44. Sebagian besar indeks saham acuan menguat.

Sebanyak 162 saham menguat sehingga mengangkat IHSG ke zona hijau. 40 saham melemah dan 87 saham diam di tempat.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.563,98 dan terendah 6.555,88. Indeks saham LQ45 menanjak 0,07 persen ke posisi 1.036,29. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Total frekuensi perdagangan mencapai 18.788 kali dengan volume perdagangan 668 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 302,2 miliar. Investor asing beli saham Rp 16,59 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.978.

Sebagian besar sektor saham menguat kecuali sektor saham keuangan melemah 0,13 persen. Sektor saham konstruksi menguat 0,65 persen, dan bukukan penguatan terbesar. Disusul sektor saham pertanian menanjak 0,58 persen dan sektor saham perdagangan menguat 0,38 persen.

Saham-sahjam yang menguat antara lain saham LPLI naik 20 persen ke posisi 150 per saham, saham WIIM melonjak 10,38 persen ke posisi 404 per saham, dan saham BIRD menguat 9,57 persen ke posisi 3.090 per saham.

Sementara itu, saham PSDN melemah 4,72 persen ke posisi 242 per saham, saham KBLM susut 3,23 persen ke posisi 240 per saham, dan saham COWL tergelincir 3,54 persen ke posisi 382 per saham.

Bursa saham Asia bervariasi. Indeks saham Korea Selatan Kospi naik 0,17 persen dan indeks saham Singapura menguat 0,71 persen. Sedangkan indeks saham Jepang Nikkei terpangkas 0,79 persen. Bursa saham Asia lainnya masih libur peringati Imlek.


PT KONTAK PERKASA - Harga Minyak Jatuh Terbebani Data Ekonomi

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 12:10 AM No comments

PT KONTAK PERKASA  - Harga minyak turun dari posisi tertinggi dua bulan dipicu kekhawatiran tentang kondisi perlambatan ekonomi global kembali ke pasar dan penguatan Dolar Amerika Serikat (AS) juga ikut membebani.

Melansir laman Reuters, Rabu (6/2/2019), harga minyak mentah berjangka Brent turun 39 sen menjadi USD 62,12 per barel. Harga sempat menyentuh level tertinggi dalam lebih dari dua bulan ke posisi USD 63,63 sehari sebelumnya.
Adapun harga minyak mentah berjangka AS turun 82 sen menjadi USD 53,74 per barel, turun 1,5 persen.

Harga minyak merosot sehari setelah rilis data pesanan pabrik AS yang lemah. Kemudian ditambah dengan data ekonomi China baru-baru ini yang hasilnya mengecewakan. Kondisi ini memicu kekhawatiran tentang permintaan yang lebih lemah untuk minyak mentah pada 2019.

"Minyak juga merasakan tekanan dari penguatan dolar, yang menguat untuk sesi keempat berturut-turut, yang membuat minyak mentah lebih mahal untuk pembeli non-AS," kata Phillip Streible, Ahli Strategi Komoditas Senior di RJO Futures.

Sementara itu, lanjut dia, investor mengalihkan aset ke ekuitas dan menjauh dari pasar yang lebih sensitif terhadap hubungan perdagangan Washington-Beijing dan pergerakan Dolar.

Kemudian sanksi AS terhadap Venezuela dipandang mendukung harga dengan membantu memperketat pasokan global. Sejumlah kapal tanker saat ini berada di perairan lepas pantai Venezuela, tidak dapat bergerak karena PDVSA milik negara menuntut pembayaran, yang akan dikenai sanksi AS.

Pasokan minyak mentah berat seperti yang diproduksi di Venezuela langka, karena penyedia lain termasuk Meksiko dan Kanada juga menghadapi tantangan untuk output dan ekspor.
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutu-sekutunya, termasuk Rusia, sepakat untuk memangkas produksi mulai bulan lalu untuk mengalahkan pertumbuhan pasokan.

Sementara survei Reuters menemukan bahwa pasokan dari negara-negara OPEC telah jatuh paling besar dalam dua tahun, dengan Arab Saudi dan sekutunya di Teluk Arab memberikan lebih banyak pemotongan yang dijanjikan. Sementara Iran, Libya dan Venezuela mencatat penurunan pasokan minyak yang tidak disengaja.

Kekhawatiran tentang laju pertumbuhan ekonomi global tetap ada. Pesanan baru untuk barang-barang buatan AS turun secara tak terduga pada bulan November, dengan penurunan tajam dalam permintaan untuk mesin dan peralatan listrik, menurut data yang dirilis pada hari Senin.

Prospek ekonomi global dan prospek pertumbuhan permintaan bahan bakar juga telah diselimuti data ekonomi yang buruk di Tiongkok dan ketegangan perdagangan AS dan China.


economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search