English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES
Showing posts with label Kontakperkasa Futures. Show all posts
Showing posts with label Kontakperkasa Futures. Show all posts

Sunday, October 11, 2020

Saham di Asia Melemah, Investor Pantau Pergerakan Yuan China

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 11:14 PM No comments
PT KONTAK PERKASA FUTURES  - Saham di Jepang diperdagangkan lebih rendah pada pembukaan Senin pagi, karena investor mengamati pergerakan yuan China.

Kontrak berjangka Nikkei di Chicago berada di 23.600 sementara mitranya di Osaka berada di 23.560. Itu dibandingkan dengan penutupan terakhir Nikkei 225 di 23.619,69.

Sementara itu, saham di Australia lebih rendah pada awal perdagangan, dengan S&P/ASX 200 turun sekitar 0,1 persen.

Pergerakan yuan China akan diawasi oleh investor pada hari Senin, setelah Bank Rakyat China mengumumkan perubahan aturan yang membuatnya lebih murah untuk mempersingkat yuan.

Pada Sabtu lalu, Bank sentral mengumumkan bahwa lembaga keuangan sekarang tidak perlu lagi menyisihkan uang tunai ketika melakukan perdagangan valuta asing, yang berlaku mulai Senin. Sebelumnya, lembaga keuangan harus menyisihkan 20 persen dari jumlah penyelesaian ke depan yuan bulan sebelumnya sebagai cadangan risiko valuta asing, menurut Reuters.

Yuan luar negeri terakhir diperdagangkan lebih dari 0,6 persen lebih lemah terhadap greenback, pada 6,7323 per dolar, setelah menguat selama beberapa bulan terakhir.

Tapas Strickland dari National Australia Bank mengatakan pergerakan yuan kemungkinan didorong oleh perubahan aturan "yang membuatnya lebih murah untuk mempersingkat (yuan China) dan menandakan lebih sedikit (kekhawatiran) tentang kelemahan mata uang."

Pada Jumat pekan lalu, Bursa saham di Asia-Pasifik beragam pada perdagangan Jumat pagi karena investor menunggu rilis survei swasta aktivitas sektor jasa China untuk September.

Dikutip dari CNBC, Jumat (9/10/2020), di Jepang, Nikkei 225 naik 0,15 persen sedangkan indeks Topix sedikit lebih rendah.

Sementara itu, saham di Australia sedikit berubah, dengan S & P / ASX 200 berada di bawah garis datar.

Indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan sedikit lebih tinggi.

Pasar di Korea Selatan dan Taiwan tutup pada hari Jumat karena hari libur.

Di China, Indeks Manajer Pembelian layanan Caixin / Markit diperkirakan akan keluar sekitar jam 9:45 pagi HK / SIN. Data tersebut dapat memberikan lebih banyak petunjuk tentang keadaan pemulihan ekonomi China dari pandemi virus corona.

Fokus investor juga kemungkinan akan berada pada perkembangan yang sedang berlangsung mengenai potensi stimulus fiskal baru di Amerika Serikat. Ketua DPR Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin berbicara pada hari Kamis tentang rencana stimulus virus korona yang luas, setelah Presiden AS Donald Trump menarik diri dari pembicaraan awal pekan ini dan menyerukan RUU yang berdiri sendiri.

Semalam di Amerika Serikat, Dow Jones Industrial Average menyentuh level tertinggi dalam sebulan. Indeks ditutup 122,05 poin lebih tinggi, atau 0,4 persen, pada 28.425,51. S&P 500 naik 0,8 persen untuk mengakhiri hari perdagangannya di 3.446,83 sementara Nasdaq Composite naik 0,5 persen menjadi ditutup pada 11.420,98.

Pergerakan itu terjadi karena data klaim pengangguran mingguan AS terbaru pada hari Kamis menunjukkan tambahan 840.000 orang Amerika mengajukan tunjangan pengangguran untuk pertama kalinya. Itu dibandingkan dengan ekspektasi ekonom yang disurvei oleh Dow Jones tentang 825.000 klaim pertama kali untuk asuransi pengangguran untuk pekan yang berakhir 3 Oktober.

BACA JUGA : Harga Emas Berpeluang Naik Pekan Ini, Tapi Tak Tinggi
PT KONTAK PERKASA FUTURES

Friday, May 8, 2020

Harga Emas Antam Melonjak Rp 5.000 per Gram

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 12:02 AM No comments
KONTAK PERKASA FUTURES  - Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau emas Antam naik Rp 5.000 menjadi Rp 918 ribu per gram pada perdagangan Jumat (8/5/2020). Pada perdagangan Rabu lalu harga emas Antam di angka Rp Rp 913 ribu per gram.
Sementara harga buyback emas Antam naik Rp 6.000 menjadi Rp 819 ribu per gram. Hargabuyback ini adalah jika Anda menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 819 ribu per gram.
Saat ini, Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Hingga pukul 08.32 WIB, mayoritas ukuran emas Antam masih tersedia.
Untuk harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 9.420.000, sementara untuk ukuran 20 gram dijual Rp 18.290.000.
Harga emas Antam sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Jika menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dapat memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen).
* Pecahan 0,5 gram Rp 483.500
* Pecahan 1 gram Rp 918.000
* Pecahan 2 gram Rp 1.785.000
* Pecahan 3 gram Rp 2.656.000
* Pecahan 5 gram Rp 4.410.000
* Pecahan 10 gram Rp 8.755.000
* Pecahan 25 gram Rp 21.780.000
* Pecahan 50 gram Rp 43.485.000
* Pecahan 100 gram Rp 86.900.000
* Pecahan 250 gram Rp 217.000.000
* Pecahan 500 gram Rp 433.800.000
* Pecahan 1.000 gram Rp 867.600.000.


Sunday, December 1, 2019


KONTAK PERKASA FUTURES - IMP Manufaktur Caixin China November (Markit, yang disponsori oleh Caixin) telah dirilis menyusul kejutan IMP Manufaktur akhir pekan yang mencatat ekspansi pertama dalam enam bulan. Data akhir pekan bergerak kembali di atas 50, mencerminkan bahwa aktivitas manufaktur telah meningkat dari kontraksi ke ekspansi yang memicu tawaran risk-on fx dan di Aussie.

IMP Manufaktur Caixin China, dirilis oleh  Markit Economics, didasarkan pada data yang dikumpulkan dari balasan bulanan hingga kuesioner yang dikirimkan kepada eksekutif pembelian di lebih dari 400 perusahaan sektor manufaktur swasta.

China Caixin/IHS Markit bulan November memproduksi IMP di 51,8 (vs 51,7 pada Oktober).

"Aktivitas pabrik China secara tak terduga berkembang pada laju tercepat dalam hampir tiga tahun pada bulan November, dengan peningkatan yang solid dalam output dan pesanan baru, sebuah survei bisnis swasta menunjukkan pada hari Senin," lapor Reuters, bagaimanapun, mencatat bahwa "kepercayaan bisnis merosot dan perusahaan enggan untuk mengisi kembali persediaan mereka, khawatir tentang prospek permintaan yang tidak pasti dan perang dagang China-AS yang berkepanjangan."

Tuesday, November 26, 2019

PT KONTAK PERKASA - Saham Hong Kong mulai dengan sedikit kenaikan pada hari Rabu pagi setelah rekor penutupan di Wall Street didorong oleh harapan perdagangan.

Indeks Hang Seng menambahkan 0,11 persen, atau 29,60 poin, ke level 26.943,52.

Tetapi indeks Shanghai Composite turun 0,06 persen, atau 1,66 poin, ke level 2.905,40, sedangkan Indeks Shenzhen Composite, yang menelusuri saham-saham di bursa kedua China, turun 0,26 persen, atau 4,24 poin ke level 1.601,40.

Emas stabil setelah Presiden Donald Trump menyatakan pada hari  Selasa bahwa pembicaraan tentang fase pertama dari kesepakatan perdagangan dengan Cina hampir selesai.equityworld futures

Kedua negara "dalam gejolak terakhir dari sebuah perjanjian yang sangat penting," kata Trump kepada wartawan. Bulan lalu, dia mengatakan dia mencapai garis besar dari kesepakatan "substansial," tetapi sebagian yang akan membuat Cina meningkatkan pembelian barang pertanian AS, membuat komitmen baru untuk melindungi kekayaan intelektual AS dan selanjutnya membuka sektor keuangannya kepada investor asing.
Kepemilikan ETF yang didukung oleh emas naik untuk hari keenam pada hari Selasa ke level tertinggi sejak 12 November.
Harga Emas Spot turun 0,1% menjadi $ 1,460.17 / ons pada pukul 9:45 pagi waktu Singapura, setelah naik 0,4% pada hari Selasa. Spot silver turun 0,1% hingga $ 17,06 / ons. Platinum turun 0,3% setelah dua hari naik; paladium turun 0,2%.

Monday, November 25, 2019

PT KONTAK PERKASA - Emas stabil setelah penurunan empat hari seiring optimisme atas pembicaraan perdagangan AS-China mendorong aset berisiko.

China dan AS "mencapai konsensus terkait penyelesaian masalah yang relevan dengan benar" dan setuju untuk tetap berhubungan dengan poin-poin yang tersisa untuk kesepakatan perdagangan "fase satu" selama panggilan telepon pada Selasa pagi waktu Beijing, Kementerian Perdagangan mengatakan dalam sebuah pernyataan. Wakil Perdana Menteri Liu He, Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin membahas keprihatinan-keprihatinan inti tentang panggilan itu.

emas equityworld

Saham-saham di seluruh Asia naik seiring tanda-tanda kemajuan dan ekuitas global menuju bulan kenaikan di tengah harapan bahwa kesepakatan perdagangan fase-satu sudah dekat.

Harga Spot gold turun 0,1% menjadi $ 1,453.84 / oz pada pukul 10:43 pagi waktu Singapura setelah turun 0,4% pada minggu lalu. Spot silver turun 0,2% hingga $ 16,8555 / ons. Platinum sedikit berubah pada $ 897,86 / ons.

Sunday, November 24, 2019

Equityworld Futures, Equity World, PT EquityworldPT KONTAK PERKASA - Dolar dan mata uang yang berfokus pada ekspor sedikit lebih tinggi pada hari Senin pada berita utama optimis luas tentang pembicaraan perdagangan AS-China, sementara pound naik di tengah harapan Brexit yang akan segera terjadi dan berakhirnya kelumpuhan politik selama bertahun-tahun.

Namun, pergerakan sedikit marjinal, seiring skeptisisme dan keletihan arus berita tentang negosiasi perdagangan AS dan China dan Brexit membuat investor berhati-hati. 


Sterling naik 0,2% menjadi $ 1,2854 di perdagangan Asia, mengangkatnya dari level terendah hampir dua minggu pada hari Jumat setelah survei menunjukkan bisnis di pasar terdalam mereka sejak 2016.
Greenback, juga didukung oleh data ekonomi positif yang dirilis akhir pekan lalu, naik 0,1% pada safe-haven yen Jepang menjadi 108,78 yen. Euro stabil di $ 1,1021 sementara dolar Australia dan Selandia Baru berdetak lebih tinggi.

Terhadap sekumpulan mata uang, dolar stabil di 98,258.



Wednesday, November 20, 2019


PT KONTAK PERKASA : Komentar Trump Bikin Rupiah Keok ke Rp14.104 per Dolar AS PT KONTAK PERKASA - Nilai tukar rupiah melemah ke Rp14.104 per dolar AS atau sebesar 0,06 persen pada perdagangan pasar spot, Kamis (21/11) pagi. Sebelumnya, posisi rupiah berada di Rp14.094 per dolar AS pada penutupan pasar Rabu (20/11).

Pagi hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia melemah terhadap dolar AS. Terpantau won Korea melemah 0,51 persen, ringgit Malaysia 0,25 persen, dolar Turki 0,05 persen serta dolar Singapura 0,03 persen.

Selanjutnya, peso Filipina terpantau melemah 0,10 persen, baht Thailand dan dolar Hong Kong juga melemah dengan 0,01 persen. Hanya yen Jepang yang terpantau menguat 0,2 persen.


Kemudian di negara maju, mayoritas nilai tukar bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris dan Euro terpantau menguat dengan nilai masing-masing 0,03 persen, sementara dolar Australia dan dolar Kanada melemah dengan masing-masing nilai sebesar 0,11 dan 0,19 persen terhadap dolar AS.

Baca: PT KONTAK PERKASA : Saham Hong Kong anjlok lebih dari satu persen di pembukaan bursa Kamis

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai pelemahan rupiah masih disebabkan kemunduran dalam negosiasi dagang antara AS dan China.PT EQUITY WORLD

"Semalam Trump  (Presiden AS Donald Trump) memberikan komentar negatif bahwa China tidak selaras dengannya dalam negosiasi," kata Ariston saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (21/11).

Menurut Ariston, kemungkinan China akan merespon dengan menginginkan penghapusan tarif impor yang lebih besar. Selain itu, lanjut Ariston, lolosnya RUU Hong Kong di Senat dan DPR AS juga meningkatkan sentimen negatif dan menambah ketegangan AS dan China.

"Pasar masih menunggu Presiden Trump, apakah RUU ini akan ditandatangani atau ditolak," ungkapnya.

Lebih lanjut, Ariston berpendapat kemungkinan rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.050 hingga Rp14.120 per dolar AS pada hari ini.

PT KONTAK PERKASA

Friday, November 1, 2019

Sambut Akhir Pekan, IHSG Ditutup Melemah ke 6.207,19

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 3:19 AM No comments

KONTAK PERKASA FUTURES -  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan saham Jumat ini. Nilai tukar rupiah berada di level 14.039 per dolar Amerika Serikat (AS).
Pada penutupan perdagangan saham Jumat(1/11/2019), IHSG ditutup di zona merah dengan turun 21,12 poin atau 0,34 persen ke posisi 6.207,19. Sementara itu, indeks saham LQ45 juga turun 0,48 persen ke posisi 980,08.
Sebanyak 135 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara 299 saham menguat dan 128 saham diam di tempat.
Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 573.802 kali dengan volume perdagangan 18,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 8,9 triliun.
Investor asing jual saham mencapai Rp 347,96 triliun miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.035.
Dari 10 sektor pembentuk IHSG, hanya dua sektor berada di zona hijau yaitu sektor industri dasar yang naik 1,35 persen dan sektor keuangan naik 0,33 persen.
Sementara sektor yang melemah antara lain sektor aneka industri yang anjlok 1,87 persen. Disusul sektor pertambangan yang turun 1,8 persen dan sektor infrastruktur yang turun 1,58 persen.
Sementara saham-saham yang menguat antara lain BLUE yang naik 24,74 persen ke Rp 474 per saham, SMMA naik 20 persen ke Rp 11.550 per saham dan KBLM naik 17,86 persen ke Rp 330 per saham.
Saham-saham yang melemah antara lain LUCK turun 25 persen ke Rp 975 per saham, POSA turun 16 persen ke Rp 63 per saham dan MLPT turun 14,29 persen ke Rp 600 per saham.
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bergerak melemah di pasar saham. Pemangkasan suku bunga acuan The Fed belum mampu menopang indeks.
Analis PT Artha Sekuritas Dennies Christoper menjelaskan, penurunan suku bunga Federal Reserve belum mengkerek gerak indeks karena rencana negosiasi damai dagang antara AS-China batal untuk direalisasikan.
"Meski the Fed lakukan pemangkasan tapi belum mampu mendorong penguatan IHSG. Itu karena kesepakatan Amerika Serikat dan China dibatalkan," ungkap dia dalam risetnya Jumat (1/11/2019).
Untuk rentang IHSG, pihaknya menilai indeks akan ditransaksikan ke zona merah pada kisaran support 6.164-6.196 dan resistance 6.281-6.334.
Senada, Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi Taulat menuturkan, menjelang penantian rilis data inflasi bulan Oktober 2019 IHSG terindikasi terkoreksi.
Kata dia, indeks kemungkinan akan bergerak tertahan dengan support-resistance di level 6.171-6.250
Adapun dia bilang investor dapat mengoleksi saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), dan saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN).
Sedangkan Dennies cenderung mencermati saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), hingga saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)

Tuesday, September 3, 2019

Malware Ini secara Khusus Targetkan Muslim Uyghur

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:55 PM No comments
PT KONTAK PERKASA - Selama dua tahun terakhir Muslim Uyghur telah menjadi target situs web berbahaya sebagai jalan untuk peretasan iPhone.

Situs web tersebut, menurut sumber Tech Crunch yang Tekno Liputan6.com kutip pada Rabu (4/9/2019), adalah bagian dari serangan yang didukung negara--kemungkinan Tiongkok--yang dirancang untuk menargetkan Muslim Uyghur di wilayah Xinjiang.

Laporan ini berawal dari temuan peneliti keamanan di Google mengenai situs web berbahaya tersebut yang dipublikasikan pada pekan lalu.
Namun pada saat itu, belum disebutkan siapa yang menjadi target situs web tersebut. Menurut temuan Google, situs web tersebut dikunjungi ribuan orang per pekan selama dua tahun.

Situs web tersebut menginfeksi iPhone dengan malware berbahaya hanya dengan mengunjungi halaman web jebakan. Pihak di balik situs web dan malware ini dapat membaca pesan, kata sandi, bahkan melacak lokasi real-time dari iPhone korbannya.

Apple sempat menambal kerentanan ini dengan menggulirkan pembaruan iOS 12.1.4, selang beberapa hari setelah Google secara personal menyampaikan temuannya, pada Februari lalu. Namun, masalah ini memang baru pertama kali diungkapkan pada pekan lalu.
Perangkat Android dan Windows Juga Jadi Korban

Laporan Forbes senada dengan laporan Tech Crunch. Disebutkan bahwa situs web yang sama juga digunakan untuk menargetkan pengguna perangkat Android dan Windows. Ini merupakan indikasi bahwa upaya yang menargetkan Muslim Uyghur ini memiliki cakupan lebih luas ketimbang yang Google ungkapkan sebelumnya.

Korban dijebak untuk mengklik tautan, yang ketika dibuka akan memuat salah satu situs web berbahaya yang digunakan untuk menginfeksi perangkat miliknya. Ini adalah taktik umum untuk menargetkan pemilik perangkat dengan spyware.

Salah satu sumber Tech Crunch mengatakan bahwa situs-situs web itu juga menginfeksi orang-orang selain Uygur yang secara tidak sengaja mengaksesnya karena situs-situs itu juga terindeks di hasil pencarian Google. Oleh sebab itu, FBI telah mengingatkan Google untuk menghapus situs-situs itu sistem indeksnya untuk mencegah infeksi lebih luas.

(Why/Isk)

Monday, May 27, 2019

Harga Emas Antam Turun Rp 3.000 per Gram

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 9:32 PM No comments

PT  KONTAK PERKASA FUTURES - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk atau emas Antam turun Rp 3.000 menjadi Rp 662 ribu per gram pada perdagangan Selasa (28/5/2019). Pada Senin kemarin, harga emas Antam dipatok Rp 665 ribu per gram.
Demikian pula harga buyback emas Antam juga turun Rp 3.000 ke posisi Rp 587 ribu per gram. Harga buyback ini adalah jika Anda menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 587 ribu per gram.
Adapun Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Hingga pukul 08.25 WIB, sebagian besar ukuran emas Antam tidak tersedia.
Harga emas Antam ini berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Sementara, di gerai penjualan emas Antam lain bisa berbeda.
Sementara untuk harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 6.860.000. Adapun, ukuran 20 gram di angka Rp 13.170.000.
Harga emas Antam sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Sertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen).

RINCIAN HARGA EMAS
* Pecahan 0,5 gram Rp 357.000
* Pecahan 1 gram Rp 665.000
* Pecahan 2 gram Rp 1.273.000
* Pecahan 3 gram Rp 1.888.000
* Pecahan 5 gram Rp 3.130.000
* Pecahan 10 gram Rp 6.195.000
* Pecahan 25 gram Rp 15.380.000
* Pecahan 50 gram Rp 30.685.000
* Pecahan 100 gram Rp 61.300.000
* Pecahan 250 gram Rp 153.000.000
* Pecahan 500 gram Rp 305.800.000
* Pecahan 1.000 gram Rp 611.600.000.

Thursday, December 20, 2018

Efek Prospek Suku Bunga Fed Kian Menjalar, Wall Street Tambah Lesu

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:26 PM No comments

PT KONTAK PERKASA FUTURES -  Bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) terus melemah pada perdagangan Kamis (20/12/2018), sehari setelah Federal Reserve mengindikasikan berlanjutnya penaikan suku bunga pada tahun depan terlepas dari tanda-tanda pertumbuhan ekonomi global yang tersendat.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup merosot 1,99% atau 464,06 poin di level 22.859,6, indeks S&P 500 melemah 1,6% atau 40,14 poin di 2.466,82, sedangkan indeks Nasdaq Composite berakhir melorot 1,63% atau 108,42 poin di level 6.528,41.

Seperti yang telah diantisipasi, The Fed mengerek suku bunga acuannya (Fed Funds Rate/FFR) sebesar 25 basis poin (bps) ke kisaran 2,25%-2,50% dalam pertemuan kebijakan monter yang berakhir Rabu (19/12).

Akan tetapi, bank sentral AS tersebut juga memproyeksikan dua kali penaikan suku bunga pada 2019 dan satu kali penaikan pada 2020.

Pandangan yang diperlihatkan The Fed pada Rabu serta merta memicu kekhawatiran pelaku pasar mulai dari kawasan Asia hingga Eropa. Sejumlah indeks saham utama turun ke level terendahnya dalam dua tahun setelah investor ramai-ramai beralih kepada obligasi pemerintah.

“Semua yang dibahas pasar hari ini adalah dampak dari kenaikan suku bunga The Fed. The Fed baru saja mengenyahkan anggapan bahwa mereka ada di sini untuk mendukung pasar,” kata Michael Antonelli, managing director perdagangan penjualan institusional di Robert W. Baird di Milwaukee, seperti dilansir Reuters.

Dalam pernyataan kebijakannya, The Fed mencatat “sedikit” kenaikan suku bunga secara bertahap akan diperlukan di masa mendatang. Meski sebagian besar sejalan dengan ekspektasi, arah kenaikan suku bunga yang digambarkan dirasa lebih agresif daripada yang pasar perkirakan.

"Ini jelas mengecewakan bagi mereka yang mengharapkan kenaikan suku bunga yang dovish," kata David Joy, kepala strategi pasar di Ameriprise Financial, Boston, seperti dilansir Reuters.

"Ini adalah kenaikan suku bunga yang lebih moderat namun tetap saja ini adalah kenaikan suku bunga dan masih ada celah antara di mana The Fed dan pasar berada dalam hal ekspektasi kebijakan untuk tahun depan.”

Pernyataan itu tidak banyak membantu menenangkan kekhawatiran investor atas perlambatan pertumbuhan dunia, ketegangan perdagangan AS dengan China, dan pengetatan kondisi moneter bagi perusahaan-perusahaan di AS.

"Tampaknya pasar aset berisiko menginginkan 'lemparan' yang lebih kuat dari The Fed mengingat godaan resesi yang sedang berlangsung mengambil alih sentimen pasar,” kata Salman Ahmed, pakar strategi investasi global di Lombard Odier Investment Managers.


Tuesday, November 6, 2018

Optimisme Hasil Pemilu Paruh Waktu AS Kerek Wall Street

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 4:57 PM No comments

KONTAK PERKASA FUTURES - Pergerakan tiga indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) berhasil menguat di wilayah positif pada perdagangan Selasa (6/11/2018).

Hal itu seiring dengan ekspektasi investor bahwa hasil pemilu paruh waktu akan memberikan kelegaan bagi saham setelah ketidakpastian yang berkepanjangan.

Indeks S&P 500 ditutup menguat 0,63% atau 17,14 poin di 2.755,45, indeks Dow Jones Industrial Average menanjak 0,68% atau 173,31 poin di level 25.635,01, dan indeks Nasdaq Composite berakhir naik 0,64% atau 47,11 poin di level 7.375,96.

Beberapa saham seperti CVS Health Corp dan Mylan NV didorong oleh laporan kinerja keuangan yang kuat. Meski demikian, volume perdagangan relatif tipis karena banyak investor menahan diri untuk membuat pertaruhan besar apabila hasil pemilu nanti mengejutkan.

Wall Street telah memperkirakan bahwa Partai Republik yang dipimpin Presiden Donald Trump akan kehilangan kendali di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), walaupun mempertahankan dominasinya di Senat.

“Masih ada pemikiran dalam para pelaku pasar bahwa mungkin akan ada kejutan. Kebanyakan orang menunggu untuk melihat apa hasilnya sebelum mereka membuat keputusan investasi besar,” ujar Mona Mahajan, Pakar Strategi Investasi AS, Allianz Global Investors, New York.

Sejumlah investor mengatakan mereka memperkirakan adanya aksi jual yang tajam, setidaknya dalam waktu dekat, jika Partai Demokrat menguasai kendali baik di DPR maupun Senat.

Sebaliknya, bursa saham dapat rally didorong ekspektasi pemangkasan pajak lebih lanjut jika kubu Republik mempertahankan kendali di DPR. Yang lainnya berharap bahwa hilangnya ketidakpastian tentang pemilu akan menciptakan dorongan yang baik.

“Apa yang saya perhatikan selama beberapa pekan terakhir adalah kembalinya pelaku pasar. Setelah kami melewati pemilu paruh waktu, saham biasanya naik, apa pun hasilnya, dan Anda pun melakukan pembelian," kata Jason Ware, kepala investasi di Albion Financial, seperti dikutip Reuters.

Seluruh 11 sektor utama dalam S&P menunjukkan kenaikan, dipimpin sektor indeks material yang naik sebesar 1,5%, didukung laporan kinerja keuangan.

Saham perusahaan pupuk Mosaic Co naik 10,6% dan produsen bahan bangunan Martin Marietta Materials Inc naik 8,4% setelah melaporkan kinerja yang kuat.

Sektor industri yang sensitif terhadap isu perdagangan juga ditutup naik 1,1% setelah Wakil Presiden China Wang Qishan menyatakan China siap untuk mengadakan diskusi dan bekerja sama dengan AS untuk menyelesaikan perselisihan perdagangan.

“Di luar pemilu paruh waktu, yang telah diperhitungkan, kami telah melihat beberapa tanda umum negosiasi perdagangan AS-China yang membantu sentimen,” kata Ryan Larson, kepala perdagangan ekuitas AS di RBC Global Asset Management di Chicago.


Monday, July 16, 2018

Harga Batu Bara Melemah Tiga Hari Beruturut-turut

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 8:48 PM No comments
PT KONTAK PERKASA FUTURES  – Harga batu bara melanjutkan pelemahannya hari ketiga berturut-turut pada akhir perdagangan Senin (16/7/2018).
Pada perdagangan Senin, harga batu bara untuk kontrak Agustus 2018 di bursa komoditas Rotterdam ditutup melemah 1,05% atau 1,05 poin di posisi US$98,50/metrik ton.
Harga batu bara kontrak Agustus 2018 pada perdagangan Selasa melanjutkan pelemahan di hari ketiga berturut-turut, setelah pada perdagangan sesi sebelumnya, Jumat (13/7), harga batu bara ditutup melemah 1,09% ke level US$99,55.
Pelemahan harga batu bara sejalan dengan turunnya harga minyak mentah di tengah keresahan perdagangan global yang bercampur aduk dengan tawaran Arab Saudi menambah suplai minyak mentah untuk Asia meningkatkan volatilitas pasar.
Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Agustus 2018 anjlok US$2,95 dan berakhir di US$68,06 per barel di New York Mercantile Exchange, level terendah dalam tiga pekan.
Adapun harga minyak Brent untuk pengiriman September 2018 anjlok US$3,49 dan berakhir di US$71,84 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London.
Minyak mentah acuan global ini diperdagangkan premium US$4,77 terhadap WTI untuk bulan yang sama serta ditutup di bawah rata-rata pergerakan 100 hari untuk pertama kalinya sejak Maret, mengindikasikan sinyal bearish.
Dilansir dari Bloomberg, harga minyak anjlok 4,2% di New York pada perdagangan Senin, setelah terjerembap sekitar 5% pada Rabu pekan lalu. Hal ini meningkatkan ukuran volatilitas ke level tertingginya dalam sekitar setahun.
Mengutip sumber terkait, Bloomberg mengabarkan bahwa Arab Saudi menawarkan tambahan kargo minyak mentah jenis Arab Extra Light kepada setidaknya dua pembeli di Asia untuk bulan Agustus, setelah memasok volume kontrak penuh kepada pelanggan di kawasan tersebut.
Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat (AS) dikabarkan mempertimbangkan pelepasan minyak dari suplai minyak darurat AS yakni Strategic Petroleum Reserve (SPR) demi melemahkan kenaikan harga minyak. Opsi yang dipertimbangkan mulai dari uji penjualan sebesar 5 juta barel hingga pelepasan 30 juta barel dari SPR.
“Ini sangat mirip dengan reaksi lanjutan atas potensi peningkatan pasokan,” kata Bart Melek, kepala strategi komoditas global di TD Securities.
“Kombinasi dari efek sisi penawaran dan potensi permintaan yang lebih sedikit sebagai akibat dari perselisihan perdagangan yang kita lihat, mendorong pelaku pasar untuk melepaskan posisi dari minyak saat ini.”
Pergerakan harga batu bara kontrak Agustus 2018 di bursa Rotterdam
Tanggal                                    
US$/MT
16 Juli
98,50
(-1,05%)
13 Juli
99,55
(-1,09%)
12 Juli
100,65
(-1,42%)
11 Juli
102,10
(+0,69%)
10 Juli
101,40
(+0,35%)





Sumber: Bloomberg
BACA JUGA : 

Ada Tanda Peningkatan Suplai, Harga Minyak Mentah Anjlok


Monday, July 9, 2018

Dow Jones & S&P Catat Kenaikan Terbesar Dalam Satu Bulan Terakhir

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 9:23 PM No comments

KONTAK PERKASA FUTURES - Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Senin (9/7/2018), dengan indeks Dow Jones dan S&P 500 mencatat kenaikan terbesar dalam lebih dari satu bulan terakhir.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 320,11 poin atau 1,31% ke level 24.776,59, sedangkan indeks S&P 500 menguat 24,35 poin atau 0,88% ke 2.784,17 dan Nasdaq Composite naik 67,81 poin atau 0,88% ke level 7.756,20.
Saham perbankan melonjak menjelang rilis laporan keuangan pekan ini. Sementara itu, sektor industri, energy, dan konsumer saham juga meningkat tajam. Di sisi lain, sektor utilitas dan telekomunikasi memimpin persentase penurunan.
Indeks sektor perbankan S&P menguat 2,7%, mencatatkan persentase kenaikan harian terbesar sejak 26 Maret. Adapun sektor finansial S&P 500 naik 2,3%. Saham JPMorgan Chase & Co, Wells Fargo & Co dan Citigroup Inc dijadwalkan untuk merilis laporan keuangan hari Jumat, dan menandai dimulainya musim laporan kinerja emiten.
"Kita berada pada malam musim laporan kinerja perusahaan untuk indeks S&P 500 secara keseluruhan,” ungkap Bucky Hellwig, wakil presiden senior di BB&T Wealth Management di Birmingham, Alabama, seperti dikutip Reuters.
Investor juga mungkin mengalihkan fokus mereka dari ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China. Kedua negara mengenakan tarif pada barang senilai US$34 miliar dari masing-masing negara pada hari Jumat pekan lalu.
Membantu meningkatkan indeks Dow Jones, saham Caterpillar Inc naik 4,1%. Sektor industri S&P melonjak 1,8%. Caterpillar dan industri lainnya termasuk yang paling tertekan oleh kekhawatiran perdagangan baru-baru ini.
Laporan penelitian Bank of America Merrill Lynch menunjukkan laba per saham untuk emiten pada indeks S&P 500 di tahun 2018 direvisi lebih tinggi di tengah hasil kuartal pertama yang lebih baik dari perkiraan, harga minyak yang lebih tinggi, dan pertumbuhan ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan.
Tag : bursa as
BACA JUGA : 

Korea Investment dan Sekuritas Meluncur di Indonesia

KONTAK PERKASA FUTURES

Wednesday, May 23, 2018


PT KONTAK PERKASA -   Indeks dolar Amerika Serikat pada perdagangan Kamis (24/5/2018) pagi mulai meninggalkan level tertinggi tahun ini yang ditembus kemarin.
Pada perdagangan hari ini, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan mata uang Paman Sam tersebut atas sejumlah mata uang utama lainnya. dibuka melemah 0,13% ke level 93,878.
Pada Pk. 07.10, indeks dolar AS jadi melemah 0,09% ke 93,915.
Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (24/5/2018), indeks dolar mengurangi kenaikannya setelah rilis catatan pertemuan bank sentral AS pada 1-2 Mei.
Sentimen risalah Federal Reserve tersebut mampu mengimbangi kekhawatiran pasar atas masa depan kesepakatan perdagangan AS dan China.
Presiden AS Donald Trump menilai dari hasil diskusi perdagangan dengan China yang digelar pekan lalu, tampaknya masih sulit untuk mendapatkan kesepakatan antara dua negara tersebut.
Pernyataan itu muncul sehari setelah Trump mengatakan dia tidak senang dengan pembicaraan perdagangan antara AS dan China, sehingga membalikkan reli setelah ada komentar optimis dari pejabat Gedung Putih tentang diskusi selama akhir pekan yang menyebabkan penguatan pasar pada Senin.
Namun, setelah Fed merilis risalah rapat yang menunjukkan suku bunga tidak akan dinaikkan pada waktu yang lebih cepat dari perkiraan, pasar pun meresponsnya.
"Pasar saham tampaknya telah bereaksi positif (dari hasil catatan Fed). Catatan pertemuan(Fed) menjadi sedikit lebih hawkish," kata Michael Arone, kepala strategi investasi State Street Global Advisors seperti dikutip Reuters, Kamis (24/5/2018).
Pergerakan Indeks Dolar AS

24 Mei (buka)    93,878
23 Mei              94,003
22 Mei             93,609

Sumber: Bloomberg

Thursday, June 29, 2017




PT Kontakperkasa Futures
 – Nikkei jepang berbagi rata-rata mendekati posisi tertinggi dua tahun pada hari kamis setelah Wall Street rebound, dengan saham teknologi seperti Advantest Corp dan Shin-Etsu Chemical mengalahkan pasar secara keseluruhan.

Indeks Nikkei naik 0,45 persen ke 20,220.30, bergerak lebih dekat untuk 20,318.11 hit pekan lalu, tingkat tertinggi sejak april 2015. Indeks Topix ditutup naik 0.6 persen lebih tinggi pada 1,624.07 setelah menyikat dua tahun tinggi dari 1,627.54.

Saham teknologi, yang tersandung hari sebelumnya, rebound setelah indeks Nasdaq semalam membukukan kenaikan terbaik sejak sesi Nov. 7. Keuntungan di Philadelphia Semikonduktor Indeks juga ditopang oleh sentimen di sektor teknologi.

Baca: Kontakperkasa Futures Balikpapan : Emas menuju Penurunan Bulanan Pertama di tahun 2017 Tingkat suku bunga

Nikkei jepang berbagi rata-rata naik pada kamis pagi melayang-layang di dekat posisi tertinggi dua tahun setelah Wall Street rebound, dengan saham teknologi, seperti Advantest Corp dan Shin-Etsu Chemical, mengalahkan pasar secara keseluruhan.

Indeks Nikkei naik 0,5% ke 20,238.75 pada perdagangan pagi menjelang siang, bergerak lebih dekat untuk 20,318.11 hit pekan lalu, tingkat tertinggi sejak april 2015.

Sementara itu, indeks Topix naik 0,8 persen ke dekat level tertinggi dalam dua tahun dari 1,627.54.

Saham teknologi, yang tersandung pada hari sebelumnya, rebound setelah indeks Nasdaq membukukan kenaikan terbaik sejak sesi Nov. 7 semalam. Keuntungan di Philadelphia Semikonduktor Indeks juga ditopang oleh sentimen di sektor teknologi.

Sumber : Reuters Editing oleh : Kontakperkasa Futures Balikpapan

economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search