English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Tuesday, December 12, 2017

Stok AS Turun untuk Pekan Keempat, Harga Minyak WTI Memanas

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 4:38 PM No comments
PT Kontak Perkasa Futures  | Pergerakan harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) mampu berbalik menguat pada perdagangan pagi ini (Rabu, 13/12/2017), menyusul laporan industri yang menunjukkan penurunan stok minyak mentah AS untuk pekan keempat.
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari diperdagangkan di US$57,46 per barel pada pukul 4.32 sore waktu setempat, setelah mengakhiri sesi perdagangan Selasa (12/12) di level US$57,14 di New York Mercantile Exchange. Total volume yang diperdagangkan sekitar 29% di atas rata-rata 100 hari.
Adapun harga minyak Brent untuk pengiriman Februari ditutup turun $1,35 di US$63,34 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London.
Baik harga minyak Brent dan West Texas Intermediate turun pada akhir perdagangan Selasa akibat meredanya kekhawatiran tentang dampak pasokan dari penutupan pipa utama di Laut Utara.
Namun bursa minyak AS naik setelah American Petroleum Institute (API) dikabarkan melaporkan penurunan persediaan minyak AS sebesar 7,38 juta barel pekan lalu atau lebih dari dua kali penurunan sebesar 2,89 juta yang diprediksi survei analis Bloomberg.
Jika badan energi AS, Energy Information Administration (EIA) mengonfirmasikan hal tersebut pada laporannya yang dirilis hari ini waktu setempat, maka itu akan menjadi penurunan terbesar sejak Agustus.
“Persediaan yang menurun harus mendukung minyak. Data juga menunjukkan bahwa permintaan penyuling untuk minyal sangat kuat,” kata Phil Flynn, analis pasar senior di Price Futures Group Inc., seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (13/12/2017).
Tren kenaikan harga minyak sebelumnya didukung kekuatan kesepakatan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sejumlah negara non OPEC seperti Rusia untuk memperpanjang upaya pengurangan pasokan.
Namun, kesepakatan tersebut dihantui aktivitas pengebor minyak shale Amerika, yang diperkirakan oleh pemerintah akan meningkatkan output menjadi lebih dari 10 juta barel per hari tahun depan.

Monday, December 11, 2017

IHSG Cenderung Tertekan, Perhatikan Saham Pilihan Hari Ini

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:47 PM No comments
PT Kontak Perkasa Balikpapan | IHSG diperkirakan bergerak melemah di kisaran 6,005-6,060 pada hari ini, Selasa (12/12).
Riset OSO Sekuritas menjelaskan menutup perdagangan awal pekan ini (11/12), IHSG turun tipis 0.07% ke level 6,026.63. Lima dari sepuluh indeks sektoral berada dalam zona merah.
Sektor pertambangan dan industri dasar memimpin penurunan masing-masing sebesar 1.89% dan 0.91%. Saham-saham yang menjadi pemberat indeks diantaranya : BUMI, BBTN, MNCN, AKRA, dan WIKA.
Penurunan indeks terjadi ditengah positifnya data penjualan ritel dan cadangan devisa yang diatas ekspektasi.
Retail sales bulan Oktober tumbuh 2.2% (YoY) lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yang hanya tumbuh 1.8% (YoY).
Adapun cadangan devisa bulan November senilai USD 126 miliar lebih tinggi dari perkiraan yang senilai USD 124 miliar.
Pelaku pasar asing membukukan aksi jual bersih (netsell) senilai Rp 300.4 miliar. Nilai tukar Rupiah terdepesiasi sebesar 0.01% ke level Rp 13,552.
IHSG ditutup melemah sebesar 0.08% dengan candle bearish. IHSG masih bergerak sideways dengan RSI melemah, Stochastic berpotensi dead cross dan MACD line bearish serta volume turun.
Beberapa saham masih memiliki potensi kenaikan yaitu : ACES, ADHI, ASII, BBRI, HMSP, INDY, LPKR, RALS, SMGR, dan SRIL.

Sunday, December 10, 2017

PT kontak Perkasa | Harga karet ditutup merosot pada perdagangan hari ini, Jumat (8/12/2017), menyusul prediksi berkurangnya permintaan dari China pada tahun 2018.
Harga karet untuk pengiriman Mei 2018, kontrak teraktif di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), ditutup merosot 1,40% atau 2,90 poin ke level 204,10 yen per kilogram (kg).
Sebelumnya harga karet kontrak Mei dibuka merosot 1,64% atau 3,40 poin di level 203,60, setelah pada perdagangan Kamis (7/12/2017) berakhir menguat 0,88% atau 1,80 poin di level 207 yen per kg.
Menurut Gu Jiong, seorang analis di Yutaka Shoji, kekhawatiran tentang lesunya permintaan di China mendorong sejumlah investor untuk melepaskan posisi.
Laju pertumbuhan impor China diperkirakan akan melambat pada tahun 2018 pasca tahun yang mengalami kenaikan. Menurut survei Bloomberg terhadap sejumlah ekonom, impor oleh China hanya akan naik 5% pada 2018 setelah naik 14,9% tahun ini.
Investasi infrastruktur yang lebih lambat, kebijakan moneter yang lebih ketat, inflasi komoditas yang lebih lemah, serta efek basis yang tinggi kemungkinan menjadi penekan terhadap pertumbuhan impor.
“Ekspektasi pertumbuhan yang moderat dalam impor China pada tahun 2018 cenderung tercermin pada pertumbuhan ekspor yang lebih lambat dari negara Asia lainnya,” kata Rajiv Biswas, kepala ekonom Asia Pasifik di IHS Markit.
“Komoditas, produk-produk minyak sulingan, dan barang-barang elektronik akan sangat terpengaruh,” lanjutnya, seperti dikutip dari Bloomberg.
Sejalan dengan karet, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari 2018 terpantau kembali bergerak di zona merah dengan penurunan 0,05% atau 0,03 poin ke US$56,66 per barel pada pukul 10.10 WIB.
Padahal, harga minyak acuan AS tersebut mampu mencatatkan rebound dengan menguat 1,3% atau 0,73 poin di level US$56,69 per barel pada akhir perdagangan Kamis (7/12).
Di sisi lain, nilai tukar yen terpantau melemah 0,32% atau 0,36 poin ke posisi 113,45 per dolar AS pada pukul 14.01 WIB.
Pergerakan Harga Karet Kontrak Mei 2018 di TOCOM
Tanggal
Harga (Yen/Kg)
Perubahan
8/12/2017
204,10
-1,40%
7/12/2017
207,00
+0,88%
6/12/2017
205,20
-2,01%
5/12/2017
209,40
+0,05%
4/12/2017
209,30
+2,85%
Sumber: Bloomberg

Thursday, December 7, 2017

Sentimen Negatif Berlalu, WTI Rebound | Kontak Perkasa Futures

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 4:51 PM No comments
Kontak perkasa Futures | Minyak berada di jalur untuk penguatan tahunan yang kedua kalinya setelah Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen lain termasuk Rusia setuju untuk memperpanjang kesepakatan pemangkasan pasokan hingga akhir tahun depan.
Sementara itu, Arab Saudi akan tetap "proaktif" mengenai pengelolaan pasokan minyak mentah global jika minyak mentah Brent turun di bawah US$60 per barel, kata Amrita Sen, kepala analis pasar minyak Energy Aspects.
Harga minyak rebound setelah pada sesi sebelumnya tertekan oleh data Energy Information Administration (EIA) yang menunjukkan persediaan bensin AS meningkat sebesar 6,78 juta barel pekan lalu, kenaikan terbesar sejak Januari.
Sementara itu, produksi minyak meningkat menjadi 9,71 juta barel per hari, level tertinggi dalam data mingguan yang disusun oleh EIA sejak 1983.
"Risiko pertumbuhan produksi shale lebih lanjut dan pertumbuhan produksi dalam negeri, yang kami lihat pada hari Rabu, adalah faktor negatif yang lebih besar yang akan terjadi dalam beberapa minggu mendatang," kata Haworth.
"Tapi untuk saat ini, pasar benar-benar menunggu untuk melihat data dan sebaliknya tenor bullish masih bertahan," lanjutnya.

SIMAK : 

Pantau Pergerakan Rupiah dari Pembukaan Hingga Penutupan


economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search