English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Tuesday, January 2, 2018

IHSG Diprediksi Kembali Melemah Hari Ini | PT kontak Perkasa

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:01 PM No comments

PT Kontak Perkasa | IHSG diperkirakan akan kembali bergerak melemah hari ini, pasca ditutup turun dalam perdagangan kemarin.
Binaartha Securities memproyeksikan adanya potensi koreksi sehat lanjutan pada pergerakan indeks saham.
Analis Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan IHSG ditutup melemah 0,26% di level 6339.238 pada 2 Januari 2018. Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama dan kedua berada pada level 6294.915 dan 6250.596.
Sementara itu, resistance pertama dan kedua berada pada level 6414.734 dan 6490.231. Berdasarkan indikator daily, MACD masih berada di area positif. Sementara itu, Stochastic dan RSI sudah menunjukkan jenuh beli.
Terlihat pola bearish pin bar candle yang mengindikasikan adanya potensi koreksi sehat lanjutan pada pergerakan indeks saham.
"Dengan demikian, IHSG akan menuju ke area support pada level 6295 dan 6251," tulisnya dalam riset.
Reliance Securities mengetimasi IHSG akan kembali labjutkan koreksi hari ini.
Analis Lanjar Nafi mengatakan secara teknikal IHSG membentuk pola long leg candle dengan dark cloud cover setelah sempat menyentuh target 6.400.
Indikator stochastic dead-cross pada area overbought dengan indikasi bearish reversal momentum indikator RSI yang cukup kuat.

Monday, January 1, 2018

Pantau Pergerakan di Awal Dagang 2018 | Kontak Perkasa Futures

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:05 PM No comments
Kontak Perkasa Futures  | Berikut adalah pergerakan nilai tukar rupiah sepanjang perdagangan hari ini, yang merupakan awal dagang di tahun 2018.
Nilai tukar rupiah berakhir menguat tipis pada perdagangan Jumat (29/12/2017), sejalan dengan pelemahan indeks dolar AS.
Rupiah ditutup terapresiasi hanya 0,01% atau 2 poin di Rp13.555 per dolar AS setelah pagi tadi rupiah dibuka dengan penguatan 0,03% atau 4 poin di posisi 13.553 per dolar AS.
Sepanjang perdagangan akhir pekan lalu, rupiah bergerak cenderung tipis pada kisaran Rp13.544 – Rp13.563 per dolar AS.
Sementara itu, pergerakan mata uang lainnya di Asia terpantau menguat, dipimpin oleh tinggit Malaysia yang terapresiasi 0,46%, disusul rupee India yang menguat 0,39% dan renminbi China yang naik 0,34%.
Adapun indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah 0,31% atau 0,283 poin ke level 92,319 pada pukul 16.359WIB.
Dilansir Reuters, dolar AS melemah ke level terendah dalam lebih dari tiga bulan terakhir karena tertekan oleh penguatan euro dan pounsterling, menempatkan greenback pada jalur untuk penurunan hampir 10% sepanjang tahun 2017, terburuk sejak 2003.
Dolar memulai 2017 pada level terkuatnya dalam 14 tahun dengan harapan bahwa presiden AS Donald Trump akan menerapkan langkah pro-pertumbuhan dan pro-inflasi.
Namun, dolar melemah di tengah keraguan terhadap kemampuan Trump untuk mengesahkan kebijakannya tersebut. Selain itu, bank sentral negara-negara lain bergerak menuju kebijakan moneter yang lebih ketat, mengurangi kesenjangan antara Federal Reserve dan yang lainya.
"Kami melihat pertumbuhan global yang disinkronkan, khususnya pemulihan pertumbuhan yang sangat kuat di zona euro, yang memimpin ECB (European Central Bank) untuk secara perlahan menormalkan kebijakan, sehingga menopang euro," ungkap Alvin Tan, ahli strategi mata uang di Societe Generale, seperti dikutip Bloomberg..


Thursday, December 28, 2017

Jelang Akhir Tahun, Indeks Stoxx Ditutup Melemah

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:17 PM No comments
PT Kontak Perkasa Futures | Bursa saham Eropa ditutup melemah pada perdagangan Kamis (28/12/2017) di tengah minimnya katalis penggerak penggerak bursa.

Indeks Stoxx Europe ditutup melemah 0,26% atau 1 poin ke posisi 389,54 setelah bergerak pada kisaran 389,09 – 390,82. Adapun indeks blue chip zona Euro tergelincir 0,7%.

Reli harga komoditas terus mendukung indeks FTSE 100, walaupun ditutup cenderung datar. Sektor sumber daya Eropa menjadi pendorong utama saham setelah menguat 0,4% ke level tertinggi dalam hampir 5 tahun.

Di sisi lain, sektor teknologi memperpanjang pelemahan saat produsen chip terdampak oleh kekhawatiran atas permintaan iPhone X. Namun, saham Dialog Semiconductor rebound.
Sektor teknologi turun 0,8%, namun telah menguat lebih dari 19% sepanjang tahun 2017 dan menjadi sektor terkuat di zona euro.

Secara lebih luas, volume perdagangan cenderung tipis dan likuiditas tidak mencukupi, dengan hanya sedikit berita emiten memacu pergerakan signifikan pada saham.

Saham Banco BPM bank Italia naik 2% setelah mengatakan memiliki modal melebihi persyaratan yang ditetapkan oleh Bank Sentral Eropa. Adapun penyedia layanan kantor, IWG, turun 1,3%.

Menjelang akhir tahun, saham Eropa telah menikmati tahun yang positif, dengan STOXX 600 naik sekitar 8% sepanjang 2017 menyusul kinerja emiten dan latar belakang pertumbuhan ekonomi yang positif.

"Saya pikir sebagian besar sentimen AS dan reformasi pajak benar-benar mendorong pasar saham, dan juga bank sentral mulai bersikap lebih hawkish. ECB mengikuti AS dalam beberapa pengetatan kuantitatif, berbeda dari pelonggaran yang telah terjadi. selama bertahun-tahun," kata Henry Croft, analis riset di Accendo Markets, seperti dikutip Reuters.

sumber : bisnis.com




Wednesday, December 27, 2017

KURS RUPIAH 28 DESEMBER: Pantau Pergerakan Sepanjang Hari Ini

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 4:44 PM 1 comment
PT kontak Perkasa | Berikut adalah pergerakan nilai tukar rupiah sepanjang hari ini dari pembukaan hingga penutupan yang disajikan secara live di Bisnis.com.
Pergerakan nilai tukar rupiah berakhir melemah pada perdagangan Rabu (27/12/2017).
Rupiah ditutup terdepresiasi 0,05% atau 7 poin di Rp13.561 per dolar AS setelah pagi tadi rupiah dibuka dengan penguatan 0,02% atau 3 poin di posisi 13.551.
Sepanjang perdagangan kemarin, rupiah bergerak di zona merah pada kisaran Rp13.542 – Rp13.564 per dolar AS.
Sementara itu, pergerakan mata uang lainnya di Asia terpantau bervariasi, dengan penguatan dipimpin dolar SIngapuira yang terapresiasi 0,19%, disusul won Korea Selatan yang menguat 0,17%.
Di sisi lain, baht Thailand dan renminbi China yang masing-masing terdepresiasi 0,20% dan 0,19% berada di antara mata uang yang mengalami pelemahan, seperti dikutip dari data Bloomberg.
Adapun indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah 0,16% atau 0,15 poin ke level 93,107 pada pukul 16.45 WIB.
Dilansir Reuters, sebelumnya indeks dolar AS menguat setelah ada dorongan yang ditopang lonjakan harga minyak mentah menyusul sebuah ledakan pada jaringan pipa di Libya.
Pada perdagangan Selasa (26/12), harga minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Februari 2018 ditutup menguat 1,50 poin di level US$59,97 per barel, level tertinggi sejak Juni 2015.
Adapun minyak Brent untuk pengiriman Februari berakhir melonjak 2,71% atau 1,77 poin di level U$67,02 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London, level tertinggi sejak Mei 2015.
Sebuah pipa yang dioperasikan oleh Waha Oil yang membawa minyak mentah ke terminal ekspor terbesar Libya meledak pada hari Selasa, menjatuhkan output negara tersebut sebesar 70.000-100.000 barel per hari.
Namun, harga minyak kembali berbalik melemah, dengan WTI turun 0,70% sedangkan minyak Brent melemah 1,10%.
Selain itu, Christin Tuxen, analis mata uang di Danske Bank mengatakan hanya ada sedikit sentimen yang menggerakkan dolar AS pada perdagangan hari ini, setelah engesahan reformasi pajak pemerintah AS minggu lalu tidak membantu dolar.
"Bagi kebanyakan orang, ini (pengesahan UU pajak AS) bukan menjadi sesuatu yang mendukung dolar," ungkapnya, seperti dikutip Reuters.
Tuxen menambahkan bahwa perdagangan dolar AS pada Desember telah didorong oleh volatilitas nilai tukar euro - dolar, yang melebar secara signifikan awal bulan in karena permintaan dolar melonjak.
BACA JUGA : 

Indeks Stoxx Bertahan Menguat di Tengah Tekanan Sektor Teknologi

economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search