English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Wednesday, January 24, 2018

Cadangan Minyak AS Turun, WTI Sentuh Level US$65

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 4:28 PM No comments

PT Kontak Perkasa Balikpapan | Harga minyak mentah Amerika Serikat menembus level US$65 per barel untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun, setelah cadangan minyak negara turun untuk minggu ke-10 berturut-turut.
Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Maret melonjak 1,8% atau 1,14 poin ke level US$65,61 per barel di New York Mercantile Exchange, level tertinggi sejak Desember 2014. Total volume yang diperdagangkan sekitar 52% di atas rata-rata 100 hari perdagangan terakhir.
Sementara itu, minyak Brent untuk pengiriman Maret naik 0,81% atau 0,57 poin ke level US$70,53 di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London. Minyak mentah patokan global diperdagangkan lebih mahal US$4,92 dibanding WTI.
Dilansir Bloomberg, cadangan minyak mentah AS tergelincir pekan lalu ke level terendah sejak Februari 2015 sementara persediaan di pusat penyimpanan terbesar di negara itu juga melemah, menurut data pemerintah.
Energy Information Administration pada hari Rabu menyatakan produksi minyak mentah AS naik untuk minggu kedua berturut-turut menjadi 9,88 juta barel per hari. Persediaan minyak di pusat penyimpanan di Cushing, Oklahoma, turun ke level terendah sejak Januari 2015.
"Permintaan melebihi pasokan. Kesepakatan OPEC membantu dan kepatuhan mereka relatif kuat," ungkap Brian Kessens dari Tortoise Capital Advisors LLC, seperti dikutip Bloomberg
Sementara itu, CEO Lukoil PJSC, Vagit Alekperov pada Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, mengatakan dia berharap pasokan dan permintaan di seluruh dunia mencapai keseimbangan pada bulan April.

BACA JUGA :


Tuesday, January 23, 2018

HARGA EMAS 24 JANUARI: Pukul 09.54 WIB Spot Comex Menguat 4,60 Poin

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 7:45 PM No comments
Kontak Perkasa Futures  | Harga emas comex pagi ini dibuka bergerak menguat melanjutkan perdagangan kemarin, Selasa (23/01).
Pagi ini, harga emas comex dibuka naik 4,50 poin atau 0,34% di level US$1.3446,20 per troy ounce.
Penguatan berlanjut pada pukul 4,90 poin atau 0,39 % ke level US$1.346,60 per troy ounce.
Dalam perdagangan kemarin, harga emas ditutup naik 4,80 poin atau 0,34% di level US$1.341,70 per troy ounce.
Sementara itu, pergerakan harga emas hari ini berkisar US$1.345-US$1.346,90 per troy ounce.
Simak pergerakan harga emas hari ini secara live di Bisnis.com
10:16 WIB

Pukul 09.54 WIB: Spot Comex Menguat 4,60 Poin ke 1.346,30

Pergerakan harga emas Comex kontrak April 2018 menguat 4,60 poin atau 0,34% ke US$1.346,30 per troy ounce pada perdagangan pagi ini, Rabu (24/1/2018).
09:02 WIB

Pukul 08.45 WIB: Spot Comex Naik 3,30 Poin ke 1.345

Pergerakan harga emas Comex kontrak April 2018 naik 3,30 poin atau 0,25% ke US$1.345 per troy ounce pada perdagangan pagi ini, Rabu (24/1/2018).
08:08 WIB

Pukul 07.51 WIB: Spot Comex Menguat 4,50 Poin ke 1.346,20

Pergerakan harga emas Comex kontrak April 2018 menguat 4,50 poin atau 0,34% ke US$1.346,20 per troy ounce pada perdagangan pagi ini, Rabu (24/1/2018).
SIMAK JUGA
BACA JUGA : 

Monday, January 22, 2018

KURS RUPIAH 23 JANUARI: Pukul 08.53 WIB, Spot Menguat 32 Poin

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:27 PM No comments
PT Kontak Perkasa Futures  | Berikut adalah pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar yang disajikan secara live di Bisnis.com.
Nilai tukar rupiah berakhir melemah pada akhir perdagangan hari ini, Senin (22/1/2018). Rupiah ditutup melemah 0,26% atau 34 poin di Rp13.350 per dolar AS.
Pagi tadi, mata uang garuda dibuka dengan pelemahan 0,09% atau 12 poin di posisi Rp13.328, setelah pada perdagangan Jumat (19/1) berakhir menguat 0,23% atau 31 poin di posisi 13.316.
Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di kisaran Rp13.324 – Rp13.358 per dolar AS.
Sementara itu, mayoritas mata uang lainnya di Asia terpantau bervariasi, dengan dolar Taiwan membukukan penguatan paling tajam mencapai 0,5%, disusul rupee India yang menguat 0,2%.
Di sisi lain, won Korea Selatan terpantau melemah paling signifikan dengan depresiasi 0,39%, disusul peso Filipina yang melemah 0,27%.
Adapun indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama hari ini terpantau melemah 0,1% atau 0,088 poin ke level 90,484 pada pukul 16.44 WIB.
Dolar AS sempat menguat hingga level 90.698 saat investor mengambil sikap wait and see terhadap perkembangan di Washington.
Dilaporkan Reuters, performa dolar AS sempat tertekan oleh sentimen negatif dari government shutdown atau terhentinya sementara operasional pemerintahan federal di Amerika Serikat (AS).
“Pelemahan [dolar] terlihat terbatas saat pasar memiliki waktu untuk mencermati government shutdown di AS. Shutdown ini diperkirakan tidak akan berlangsung lama,” ujar Shin Kadota, pakar strategi senior di Barclays, Tokyo, seperti dikutip dari Reuters.
09:05 WIB

Pukul 08.53 WIB: Spot Menguat 32 Poin ke 13.318

Nilai tukar rupiah menguat 32 poin atau 0,24% ke Rp13.318 per dolar AS seiring dengan pergerakan IHSG pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa (23/1/2018).
08:02 WIB

Pukul 08.00 WIB: Spot Dibuka Menguat 11 Poin di 13.339

Pergerakan nilai tukar rupiah dibuka menguat 11 poin atau 0,08% di Rp13.339 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Selasa (23/1/2018).
SIMAK JUGA YANG LAIN : 

Sunday, January 21, 2018

KURS RUPIAH 22 JANUARI: Spot Dibuka Melemah 12 Poin di 13.328

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:48 PM No comments
PT Kontak Perkasa | Berikut adalah pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar dalam perdagangan hari ini, yang ditayangkan secara live di Bisnis.com.
Nilai tukar rupiah berhasil melanjutkan penguatannya di pengujung perdagangan pekan ini, Jumat (19/1/2018), sejalan dengan apresiasi mayoritas mata uang Asia terhadap dolar AS.
Rupiah ditutup menguat 0,23% atau 31 poin di Rp13.316 per dolar AS. Pagi tadi, mata uang garuda dibuka dengan apresiasi tipis 7 poin atau 0,05% di posisi 13.340, setelah pada perdagangan Kamis (18/1) berakhir menguat 0,09% atau 12 poin di posisi 13.347.
Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di kisaran Rp13.283 – Rp13.347 per dolar AS.
Sementara itu, mayoritas mata uang lainnya di Asia terpantau menguat, dipimpin dolar Taiwan sebesar 0,61%, yen Jepang dengan 0,49%, dan won Korea Selatan yang terapresiasi 0,43%.
Di sisi lain, dolar Hong Kong terpantau satu-satunya yang terdepresiasi meski hanya dengan pelemahan tipis sebesar 0,02%.
Adapun indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama hari ini terpantau melemah 0,25% atau 0,226 poin ke level 90,272 pada pukul 17.12 WIB.
Sebelumnya indeks dolar dibuka dengan kenaikan hanya 0,003 poin di level 90,501, setelah pada perdagangan Kamis (18/1) berakhir turun tipis 0,05% di posisi 90,498.
Dilansir Bloomberg, mata uang emerging markets di Asia menguat pekan ini, saat indeks dolar merayap di kisaran level terendahnya dalam tiga tahun, di tengah kekhawatiran atas potensi government shutdown di Amerika Serikat (AS).
Undang-undang pendanaan sementara untuk mencegah penghentian pemerintah federal (government shutdown) menemui hambatan di Senat AS pada Kamis (18/1) waktu setempat, meskipun Dewan Perwakilan Rakyat mengesahkan rancangan undang-undang pendanaan sementara beberapa jam sebelumnya.
Tanpa suntikan anggaran baru, sejumlah agen federal di seluruh AS akan dipaksa untuk tutup mulai Jumat tengah malam waktu setempat, saat dana yang ada akan habis masa berlakunya.
DPR menyetujui pendanaan sementara hingga 16 Februari setelah mengadakan pemungutan suara. RUU sementara tersebut kemudian dilanjutkan ke Senat untuk dipertimbangkan karena Presiden Donald Trump mendorong keras agar dapat menandatanganinya sebelum tenggat waktu Jumat.
Namun, Senat yang berisi anggota partai Demokrat dan Republik menentang RUU dari DPR tersebut karena berbagai alasan, sehingga membuat undang-undang di ambang kegagalan.
Hal tersebut memicu spekulasi bahwa pemerintahan AS akan berhenti atau Kongres hanya mengeluarkan sebuah rancangan anggaran yang sangat singkat yang tidak lebih dari beberapa hari untuk memberi waktu bagi para pembuat undang-undang untuk bernegosiasi.
Sementara itu, Trump terus mendorong untuk membangun tembok di sepanjang perbatasan AS dengan Meksiko yang tidak disetujui oleh banyak anggota di parlemen sebagai bagian dari kesepakatan imigrasi.
Dengan latar belakang tersebut, para anggota parlemen partai Republik dan Demokrat saling menyalahkan satu sama lain atas potensi government shutdown yang belum belum pasti tersebut.
“Agenda utamanya adalah AS dan potensi government shutdown. Hal itu menyebabkan sedikit volatilitas pada pergerakan dolar,” kata Sim Moh Siong, pakar strategi mata uang di Bank of Singapore, seperti dikutip dari Bloomberg.

economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search