English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Wednesday, January 31, 2018

KURS RUPIAH 1 FEBRUARI: Pukul 08.56 WIB: Spot Melemah 16 Poin

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 7:33 PM No comments
PT Kontak Perkasa Balikapan - Berikut adalah pergerakan rupiah sepanjang hari ini yang disajikan secara live di Bisnis.com.
Nilai tukar rupiah berhasil membukukan rebound pada perdagangan hari ini, Rabu (31/1/2018), mematahkan pelemahan selama tiga hari berturut-turut sebelumnya.
Rupiah ditutup menguat 0,36% atau 48 poin di Rp13.386 per dolar AS. Pagi tadi, rupiah dibuka dengan apresiasi tipis 11 poin atau 0,08% di posisi 13.423, setelah pada perdagangan Selasa (30/1) berakhir melemah 0,51% atau 68 poin di posisi 13.434.
Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di kisaran Rp13.366 – Rp13.428 per dolar AS.
Bersama rupiah, mayoritas mata uang lainnya di Asia terpantau menguat, dipimpin renminbi China sebesar 0,58% dan won Korea Selatan dengan 0,56%. Di sisi lain, ringgit Malaysia dan rupee India masing-masing terpantau terdepresiasi 0,44% dan 0,08%.
09:06 WIB

Pukul 08.56 WIB: Spot Melemah 16 Poin

Nilai tukar rupiah melemah 16 poin atau 0,12% ke level Rp13.402 per dolar AS.
08:06 WIB

Pukul 08.00 WIB: Spot Dibuka Melemah 3 Poin di 13.389

Nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka melemah 3 poin atau 0,02% ke level Rp13.389 per dolar AS.
BACA JUGA : 

Kepatuhan OPEC Meningkat Meski Produksi Minyak Naik Bulan Lalu

Tuesday, January 30, 2018

Terdepresiasi ke 13.413, Rupiah Menguat di Pasar Spot

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 8:11 PM No comments
PT Kontak Perkasa | Kurs rupiah menyentuh posisi Rp13.413 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Rabu (31/1/2018).
Data yang diterbitkan BI pagi ini terpantau menempatkan Jisdor di Rp13.413 per dolar AS, terdepresiasi 15 poin atau 0,11% dari posisi Rp13.398 pada hari Selasa (30/1/2018).
Di pasar spot, pergerakan nilai tukar rupiah terpantau menguat 43 poin atau 0,32% ke Rp13.391 per dolar AS pada pukul 10.14 WIB.
Pagi tadi rupiah dibuka dengan penguatan 11 poin atau 0,08% di posisi Rp13.423 per dolar AS, setelah pada perdagangan Selasa (30/1) berakhir di posisi Rp13.434 per dolar AS.
Sepanjang perdagangan pagi ini rupiah bergerak pada kisaran Rp13.390 - Rp13.428 per dolar AS.
Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah 0,05% atau 0,042 poin ke level 89,118 pada pukul 10.02 WIB.
 Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)
31 Januari
13.413
30 Januari
13.398
29 Januari
13.327
26 Januari
13.303
25 Januari
13.290
               
 Sumber: Bank Indonesia

Monday, January 29, 2018

KURS RUPIAH 30 DESEMBER: Pantau Pergerakan Pasar Spot Hari Ini

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 4:20 PM No comments
Kontak Perkasa Futures - Berikut ini laporan Live kurs rupiah terhadap dolar AS Dari pasar spot Blomberg, yang diperbarui perkembangannya sejak pembukaan sampai dengan penutupan pasar hari ini, Selasa (30/1/2018).
Nilai tukar rupiah melanjutkan pelemahannya pada akhir perdagangan hari Senin (29/1/2018), sejalan dengan depresiasi mayoritas mata uang Asia terhadap dolar AS.
Rupiah ditutup melemah 0,45% atau 60 poin di Rp13.366 per dolar AS, setelah dibuka dengan depresiasi tipis 9 poin atau 0,07% di posisi 13.315. Pada perdagangan Jumat (26/1) berakhir melemah 0,13% atau 17 poin di posisi 13.306.
Sepanjang perdagangan kemarin rupiah bergerak di kisaran Rp13.313 – Rp13.369 per dolar AS.
Sementara itu, mayoritas mata uang lainnya di Asia terpantau melemah, dipimpin peso Filipina sebesar 0,58% dan rupiah. Pelemahan kedua mata uang tersebut diikuti ringgit Malaysia dan dan Baht Thailand yang masing-masing melemah 0,27% dan 0,25%.
Di sisi lain, renminbi China terpantau satu-satunya yang terapresiasi meski hanya dengan penguatan tipis sebesar 0,02%.
Adapun indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama kemarin terpantau menguat 0,15% atau 0,137 poin ke level 89,204 pada pukul 16.50 WIB.
Sebelumnya indeks dolar dibuka dengan kenaikan tipis 0,046 poin atau 0,05% di level 89,113, setelah pada perdagangan Jumat (26/1) berakhir melemah 0,36% di posisi 89,067.
Dilansir Bloomberg, dolar AS menguat dari posisi terendahnya. Namun greenback masih berjuang untuk mematahkan pelemahan enam pekan berturut-turut di tengah keraguan tentang komitmen Washington terhadap mata uang yang kuat.
Dolar AS sedikit terdorong data Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat pada Jumat. Data ini menunjukkan konsumsi domestik dan belanja modal yang kuat, meskipun PDB inti lebih lemah dari yang diperkirakan karena kenaikan impor. Namun, pelaku pasar mengharapkan akan lebih banyak dorongan terhadap dolar AS.
“Saya tidak melihat adanya perubahan dalam tren penurunan dolar yang lebih besar. Namun mengingat angka PDB AS menunjukkan konsumsi kuat dan imbal hasil obligasi AS meningkat, sulit untuk memperkirakan penurunan tajam dalam dolar,” kata Kazushige Kaida, kepala analis valuta asing State Street Bank, seperti dikutip Bloomberg.
Bagaimana pergerakan kurs rupiah pada hari ini. Ikuti laporannya di Bisnis.com.

Sunday, January 28, 2018

Produksi Bijih Besi Global Dipasok Perusahaan Utama

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 4:52 PM No comments
PT kontak Perkasa Futures | Proyeksi volume suplai bijih besi bertambah didorong oleh aktivitas sejumlah perusahaan pertambangan raksasa global seperti Rio Tinto, BHP Billiton, dan Vale SA.
Dikutip dari Reuters, Minggu (28/1/2018)Vale SA, produsen bijih besi nomor satu di dunia diprediksi bakal menambahkan output paling banyak diantara pemasok utama lainnya pada 2018.
Proyeksi volume suplai bijih besi bertambah didorong oleh aktivitas sejumlah perusahaan pertambangan raksasa global seperti Rio Tinto, BHP Billiton, dan Vale SA.
Dikutip dari Reuters, Minggu (28/1/2018)Vale SA, produsen bijih besi nomor satu di dunia diprediksi bakal menambahkan output paling banyak diantara pemasok utama lainnya pada 2018.
Rencananya, perusahaan pertambangan ini akan meningkatkan output-nya menjadi 390 juta ton dari proyeksi sebelumnya sebesar 365 juta ton karena meningkatnya tambang S11D di Brasil milik Vale SA.
Adapun Rio Tinto baru–baru ini melaporkan kenaikan produksi setelah adanya kenaikan pengiriman sebesar 3% menjadi 90 juta ton pada kuartal IV/2017. Perusahaan ini memproyeksikan produksi bijih besi pada 2018 mencapai 330 juta–340 juta ton.
Sementara itu, BHP Billiton diperkirakan akan menaikkan produksi bijih besi hingga 3% pada kuartal II/2018. Perusahaan pertambangan global ini mempertahankan panduan internalnya untuk menambang bijih besi sebanyak 275 juta–280 juta ton hingga 30 Juni 2018.
Dari segi permintaan, sebagian besar eksportir bijih besi telah berfokus pada margin di atas volume.
Clarksons Platou Securities, sebuah bank investasi global mengatakan bahwa pihaknya tidak memprediksi bahwa produksi baja China akan tumbuh untuk menyerap semua ekspansi di dunia dengan melihat penurunan harga secara bertahap.
“Perlambatan pertumbuhan sektor properti China dapat mengurangi produksi baja di negara ini menjadi 820 juta ton dari rekor tahun lalu sebanyak 831,7 juta ton,” sesuai laporan Bank Multinasional Barclays Plc. yang melihat harga bijih besi berpotensi turun rata–rata US$50 per ton pada kuartal kedua dari US$70 per ton pada Januari–Maret.
Produksi baja China naik tahun lalu meskipun diberlakukan pembatasan pemerintah dan tindakan keras polusi dengan pabrik yang mengejar margin kuat di tengah reli harga bahan bangunan.
Margin tersebut yang menyentuh level terkuatnya dalam dua dekade hingga 2.000 yuan (US$316) per ton, kemungkinan akan turun saat pembatasan produksi musim dingin yang terjadi pada pertengahan November 2017 akan selesai pada pertengahan Maret mendatang.
“Seperti sebelumnya, kapasitas baru selama periode Maret–April kami pikir penurunan berikutnya dalam profitabilitas akan memicu aksi jual harga bijih besi,” papar Barclays Plc.
Barclays Plc menambahkan, tidak seperti 2017, dampak pembatasan baru pada produksi baja dapat dikurangi pada tahun ini, sehingga membatasi kenaikan harga baja dan bijih besi.
“Efek dari pembatasan [curbs] akan berkurang karena produsen baja akan mencoba segala kemungkinan untuk meningkatkan produksinya terlebih dahulu,” kata Cao Ying, analis di SDIC Essence Futures. 
Sumber : Reuters

economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search