English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Sunday, February 4, 2018

Faktor-faktor Ini Tekan Pergerakan Bursa Asia

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:17 PM No comments
Kontak Perkasa Futures  - Bursa saham Asia melemah pada perdagangan Senin (5/2/2018) di tengah kekhawatiran inflasi yang kembali menekan obligasi, menggulingkan Wall Street dari rekor tertinggi, serta memicu spekulasi bahwa bank sentral global mungkin lebih agresif melakukan pengetatan kebijakan.
Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang terpantau melemah 0,8%, melanjukan pelemahan tiga hari berturut-turut. Sementara itu, indeks Nikkei Jepang melemah 2,2% dan indeks S&P ASX/200 Australia turun 1,3%.
Dilansir Reuters, investor mengkhawatirkan dengan data non-farm payroll AS pada hari Jumat (2/2) yang menunjukkan upah tumbuh pada laju tercepat dalam lebih dari 8,5 tahun terakhir dan memicu ekspektasi inflasi.
Pasar berjangka bereaksi dengan harga memperkirakan tiga atau bahkan lebih kenaikan suku bunga Federal Reserve tahun ini.
"Data tersebut akan menambahkan bahan bakar pada perdebatan mengenai apakah the Fed berada di belakang kurva. Ini akan meningkatkan peluang titik median Fed bergeser hingga empat kali kenaikan suku Bungan di 2018," ungkap analis makro Deutsche Bank, Alan Ruskin, seperti dikutip Reuters.
Hal ini akan menjadi sentiment negatif bagi pasar negara berkembang, kata Ruskin. Baik dolar Australia dan Selandia Baru turun tajam seiring dengan rilis data tenaga kerja, bersama dengan sejumlah mata uang Asia lainnya.
Data tersebut juga menekan obligasi pemerintah AS. Imbal hasil obligasi Treasury bertenor 10 tahun naik ke level tertinggi dalam empat tahun terakhir sebesar 2,86%, telah melonjak hampir 7 basis poin pada hari Jumat.

Thursday, February 1, 2018

Bursa Asia Diestimasi Melemah Mengekor Wall Street

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 11:29 PM No comments
PT Kontak Perkasa Futures | Bursa saham Asia diperkirakan menurun pada perdagangan Jumat (2/2/2018) menyusul penurunan saham teknologi AS dan aksi jual obligasi pemerintah AS. Sementara itu, dolar kembali meluncur menjelang rilis data ketenagakerjaan AS.
Saham Australia tergelincir dan kontrak berjangka di Korea Selatan dan Jepang menunjuk ke posisi yang lebih rendah. Di AS, Indeks Nasdaq 100 menanggung beban penjualan selama sesi utama.
Saham Apple Inc. dan Alphabet Inc. melaporkan laba yang mengecewakan meski Apple membalikkan pelemahan di awal dan kembali diperdagangkan menguat. Rata-rata saham besar lainnya mengalami penurunan. Adapun imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun melonjak ke leveltertinggi sejak April 2014.
Kenaikan imbal hasil memperbarui spekulasi bahwa tekanan di pasar obligasi akan meluas ke bursa saham karena indeks utama stagnan atau bahkan melemah. Sejumlah manajer investasi mengatakan suku bunga 3% pada imbal hasil obligasi AS akan memberi sinyal pasar obligasi yang bearish, sementara pelaku pasar lainnya memperkirakan level tersebut juga dapat berarti koreksi terhadap saham.
"Kinerja pasar obligasi mulai memberikan peringatan untuik pasar saham," kata Mark Heppenstall, kepala investasi Penn Mutual Asset Management, seperti dikutip Bloomberg.
"Hanya reli di pasar saham yang akan membawa The Fed semakin banyak bermain tahun ini. Sepertinya kita mencapai level kritis pada tingkat suku bunga yang dapat memberikan sentimen negative di pasar saham," lanjutnya.
Di lain pihak, minyak mentah membukukan penguatan terbaiknya dalam sepekan menyusul prospek yang positif terhadap keseimbangan penawaran dan permintaan. Sementara itu, harga Bitcoin terus meluncur setelah, bahkan jatuh ke level US$8.771 pada pukul 7.48 WIB, menurut Coinbase.

Wednesday, January 31, 2018

KURS RUPIAH 1 FEBRUARI: Pukul 08.56 WIB: Spot Melemah 16 Poin

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 7:33 PM No comments
PT Kontak Perkasa Balikapan - Berikut adalah pergerakan rupiah sepanjang hari ini yang disajikan secara live di Bisnis.com.
Nilai tukar rupiah berhasil membukukan rebound pada perdagangan hari ini, Rabu (31/1/2018), mematahkan pelemahan selama tiga hari berturut-turut sebelumnya.
Rupiah ditutup menguat 0,36% atau 48 poin di Rp13.386 per dolar AS. Pagi tadi, rupiah dibuka dengan apresiasi tipis 11 poin atau 0,08% di posisi 13.423, setelah pada perdagangan Selasa (30/1) berakhir melemah 0,51% atau 68 poin di posisi 13.434.
Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di kisaran Rp13.366 – Rp13.428 per dolar AS.
Bersama rupiah, mayoritas mata uang lainnya di Asia terpantau menguat, dipimpin renminbi China sebesar 0,58% dan won Korea Selatan dengan 0,56%. Di sisi lain, ringgit Malaysia dan rupee India masing-masing terpantau terdepresiasi 0,44% dan 0,08%.
09:06 WIB

Pukul 08.56 WIB: Spot Melemah 16 Poin

Nilai tukar rupiah melemah 16 poin atau 0,12% ke level Rp13.402 per dolar AS.
08:06 WIB

Pukul 08.00 WIB: Spot Dibuka Melemah 3 Poin di 13.389

Nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka melemah 3 poin atau 0,02% ke level Rp13.389 per dolar AS.
BACA JUGA : 

Kepatuhan OPEC Meningkat Meski Produksi Minyak Naik Bulan Lalu

Tuesday, January 30, 2018

Terdepresiasi ke 13.413, Rupiah Menguat di Pasar Spot

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 8:11 PM No comments
PT Kontak Perkasa | Kurs rupiah menyentuh posisi Rp13.413 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Rabu (31/1/2018).
Data yang diterbitkan BI pagi ini terpantau menempatkan Jisdor di Rp13.413 per dolar AS, terdepresiasi 15 poin atau 0,11% dari posisi Rp13.398 pada hari Selasa (30/1/2018).
Di pasar spot, pergerakan nilai tukar rupiah terpantau menguat 43 poin atau 0,32% ke Rp13.391 per dolar AS pada pukul 10.14 WIB.
Pagi tadi rupiah dibuka dengan penguatan 11 poin atau 0,08% di posisi Rp13.423 per dolar AS, setelah pada perdagangan Selasa (30/1) berakhir di posisi Rp13.434 per dolar AS.
Sepanjang perdagangan pagi ini rupiah bergerak pada kisaran Rp13.390 - Rp13.428 per dolar AS.
Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah 0,05% atau 0,042 poin ke level 89,118 pada pukul 10.02 WIB.
 Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)
31 Januari
13.413
30 Januari
13.398
29 Januari
13.327
26 Januari
13.303
25 Januari
13.290
               
 Sumber: Bank Indonesia

economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search