English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Monday, May 28, 2018

BI Siapkan Jurus Stabilisasi, Rupiah Perkasa di Level 13.995

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 7:53 PM No comments

PT KONTAK PERKASA - Nilai tukar rupiah berhasil melanjutkan penguatannya pada awal perdagangan pekan ini, Senin (28/5/2018).
Rupiah ditutup menguat 130 poin atau 0,92% di Rp13.995 per dolar AS, setelah dibuka dengan apresiasi 30 poin atau 0,21% di Rp14.095. Pada perdagangan Jumat (25/5), rupiah ditutup menguat 8 poin di level Rp14.125 per dolar AS.
Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di zona hijau pada kisaran level Rp13.980 – Rp14.095 per dolar AS.
Dalam konferensi pers Penguatan Koordinasi Untuk Stabilisasi dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi di Jakarta, Senin (28/5/2018), Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan empat langkah kebijakan moneter untuk stabilisasi nilai tukar rupiah.
Pertama, respons kebijakan suku bunga secara preemptive dan front loading untuk memperkuat serta menstabilkan nilai tukar rupiah. Hal ini juga dilakukan agar tetap konsisten dalam menjaga inflasi di kisaran 3,5% plus minus 1% pada 2018-2019.
Untuk itu, bank sentral sudah menjadwalkan Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan tambahan lusa, Rabu (30/5/2018) untuk merumuskan kebijakan tersebut.
"Ini bukan RDG emergency, ini RDG tambahan,"  tegasnya.
Kedua, melanjutkan, memperkuat, dan mengoptimalkan intervensi ganda (dual intervention) yang telah dilakukan sejak 2013. BI, lanjut Perry, tidak hanya menstabilkan kurs tapi juga membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
Ketiga, terus mengarahkan agar likuiditas tercukupi, khususnya di rupiah dan pasar swap antar bank. Bank sentral bakal memastikan likuiditas perbankan cukup dan memenuhi berbagai kebutuhan likuiditas dari perbankan.
"Misalnya, hari ini suku bunga Pasar Uang Antar Bank (PUAB) hanya sekitar 4%, sedikit lebih rendah dari policy rate kita," tuturnya.
Keempat, komunikasi yang intensif dengan pelaku pasar, perbankan, dunia usaha, dan ekonom untuk membentuk ekspektasi yang rasional. Langkah ini diyakini dapat menghindari perkiraan nilai tukar yang kecenderungannya terlalu melemah.
Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama terpantau menguat 0,05% atau 0,049 poin ke level 92,204 pada pukul 16.12 WIB.

Sunday, May 27, 2018


KONTAK PERKASA FUTURES -   Rupiah ditutup menguat 8 poin atau 0,06% di Rp14.125 per dolar AS pada perdagangan Jumat (25/5/2018).

Sepanjang perdagangan Jumat, rupiah bergerak fluktuatif pada level Rp14.125 – Rp14.175 per dolar AS.

Sehari setelah dilantik, Gubernur baru Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan Dewan Gubernur memiliki ruang lingkup untuk menggelar rapat kebijakan tak terjadwal sebelum rapat reguler berikutnya pada 27-28 Juni, jika perkembangan baru memerlukan respons yang lebih cepat terhadap ketidakstabilan pasar saat ini.

Bank Indonesia, ungkapnya, akan terus bekerja sama dengan pemerintah untuk membendung aksi jual, yang telah menunjukkan sedikit tanda-tanda mereda, bahkan setelah BI pekan lalu menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2014.

Mata uang lainnya di Asia terpantau bergerak variatif, dengan rupee India yang menguat 0,87% pada pukul 17.31 WIB pada Jumat pekan lalu memimpin apresiasi di antara sejumlah mata uang Asia. Di sisi lain, renminbi China yang melemah 0,15% memimpin depresiasi beberapa mata uang Asia.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama terpantau menguat 0,07% atau 0,061 poin ke level 93,836 pada pukul 17.20 WIB.

Dilansir dari Bloomberg, mata uang Asia bergerak variatif terhadap dolar AS saat para pedagang mengenyampingkan kabar pembatalan pertemuan yang dinanti-nanti antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Korea Utara mengungkapkan keterkejutannya atas keputusan pembatalan itu, namun menyatakan tetap bersedia bertemu dengan AS kapan pun.

 “Pasar mata uang mengenyampingkan pembatakan KTT AS-Korea Utara karena kabar ini tidak memiliki implikasi besar dalam skema yang lebih besar,” kata Janu Chan, ekonom senior di St. George Bank di Sydney.

Bagaimana pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini? Ikuti lajunya secara live. 

06:25 WIB
Trump-Kim Jong Un Berpeluang Bertemu

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada Minggu (27/5/2018) tim persiapan dari negaranya telah tiba di Korea Utara untuk mempersiapkan KTT Korea Utara – AS, yang sempat dibatalkan Trump pekan lalu sebelum akhirnya dipertimbangkan kembali .

Sebelumnya, Departemen Luar Negeri AS mengatakan para pejabat AS dan Korea Utara telah bertemu di Panmunjom, sebuah desa di Demilitarized Zone (DMZ) di sepanjang perbatasan bersenjata antara Korea Utara dan Korea Selatan.

"Tim kami telah tiba di Korea Utara untuk persiapan KTT antara Kim Jong Un dan saya sendiri," tulis Trump di Twitter, dalam konfirmasi pertama Washington bahwa para pejabat AS telah memasuki Korea Utara untuk pembicaraan.

"Saya benar-benar percaya Korea Utara memiliki potensi dan akan menjadi negara ekonomi dan keuangan yang besar suatu hari nanti. Kim Jong Un setuju dengan saya tentang ini. Itu akan terjadi!" tambah Trump, seperti dikutip Reuters.

Selain pembicaraan tersebut, juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan ‘tim pendahulu" berangkat ke Singapura, yang diperkirakan menjadi tempat KTT berlangsung, pada Minggu pagi untuk melakukan persiapan logistik.

Sebelumnya pada Minggu, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengatakan dalam pertemuan mendadak antara dirinya dan Kim Jong Un pada Sabtu sepakat bahwa KTT Korea Utara-AS harus diadakan.

Pembicaraan akhir pekan tersebut sekaligus menjadi perkembangan terbaru dalam naik turunnya proses diplomatik atas prospek KTT AS-Korea Utara dan tanda terkuat bahwa kedua pemimpin Korea tetap menginginkan adanya pertemuan tersebut.

Korea Utara telah bertahun-tahun menghadapi sanksi ekonomi atas program nuklir dan rudalnya sejak melakukan uji coba nuklir pertamanya pada 2006.

Di sisi lain, AS telah berupaya untuk memperlambat program senjata Korut, yang telah menjadi prioritas keamanan bagi Washington menyusul ancaman Pyongyang untuk mengembangkan rudal nuklir yang mampu menghantam daratan AS.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa Sung Kim, mantan duta besar AS untuk Korea Selatan, akan memimpin delegasi untuk bertemu dengan pejabat Korea Utara di perbatasan. Pejabat Pentagon Randall Schriver menjadi bagian dari tim tersebut.

The Washington Post juga melaporkan bahwa tim yang juga diikuti ahli Korea di Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, Allison Hooker, bertemu dengan Choe Son Hui, wakil menteri luar negeri Korea Utara.

Pembicaraan di perbatasan tersebut akan dilanjutkan pada hari Senin dan Selasa di Tongilgak, gedung milik Korut di Panmunjom, yang pernah menjadi lokasi penandatanganan gencatan senjata Perang Korea 1950-1953.

Dalam pertemuan hari Sabtu, Kim menegaskan kembali komitmennya untuk menyelesaikan denuklirisasi Semenanjung Korea dan melaksanakan KTT yang direncanakan bersama Trump, Moon mengatakan kepada wartawan di Seoul.

" Kim dan saya setuju bahwa KTT 12 Juni harus diadakan dengan sukses, dan bahwa upaya kami untuk denuklirisasi Semenanjung Korea dan perdamaian abadi tidak boleh dihentikan," kata Moon.

Moon mengakui bahwa Korut dan AS mungkin memiliki ekspektasi yang berbeda dari denuklirisasi dan dia mendesak kedua belah pihak untuk mengadakan pembicaraan tingkat kerja untuk menyelesaikan perbedaan tersebut.

BACA JUGA : KONTAK PERKASA FUTURES - IHSG Bakal Terkoreksi Wajar, 6 Saham Ini Berpotensi Naik

Thursday, May 24, 2018

Pertemuan Trump-Kim Jong Un Batal, Logam Mulia Melesat ke Level 1.300

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:07 PM No comments


PT KONTAK PERKASA FUTURES -  Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange naik lebih dari 1% pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB, setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana pertemuan dengan Kim Jong Un, pemimpin puncak Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK).

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni, naik 14,80 dolar AS atau 1,15%, menjadi menetap di US$1.304,40 per ounce, kembali di atas level US$1.300 setelah ditinggalkannya level itu selama satu minggu.

Kekhawatiran geopolitik mendorong harga emas lebih tinggi, setelah Trump mengumumkan keputusannya dalam surat yang dikirim ke Kim Jong Un.

Dalam surat yang dikeluarkan oleh Gedung Putih, Trump mengatakan meskipun dia sangat menantikan untuk berada di Singapura dengan Kim, itu "tidak pantas" pada saat ini untuk mengadakan pertemuan ini "mengingat kemarahan yang luar biasa dan permusuhan terbuka" yang ditampilkan dalam pernyataan-pernyataan terbaru DPRK.

Namun Trump menambahkan bahwa dia masih sangat ingin bertemu Kim "suatu hari nanti."

Setelah pengumuman itu, indeks Dow Jones Industrial Average melemah 114,97 poin atau 0,46% menjadi 24.771,84 poin pada pukul 16.58 GMT atau pk. 23.58 WIB

Sementara itu, indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, turun 0,24 persen menjadi 93,69 pada pukul 16.48 GMT.

Ketika saham  dan dolar jatuh, harga emas biasanya naik karena para investor mencari aset-aset "safe haven".

BACA JUGA : 

Pertemuan AS-Korut Batal, Wall Street Memerah


PT KONTAK PERKASA FUTURES



Wednesday, May 23, 2018


PT KONTAK PERKASA -   Indeks dolar Amerika Serikat pada perdagangan Kamis (24/5/2018) pagi mulai meninggalkan level tertinggi tahun ini yang ditembus kemarin.
Pada perdagangan hari ini, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan mata uang Paman Sam tersebut atas sejumlah mata uang utama lainnya. dibuka melemah 0,13% ke level 93,878.
Pada Pk. 07.10, indeks dolar AS jadi melemah 0,09% ke 93,915.
Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (24/5/2018), indeks dolar mengurangi kenaikannya setelah rilis catatan pertemuan bank sentral AS pada 1-2 Mei.
Sentimen risalah Federal Reserve tersebut mampu mengimbangi kekhawatiran pasar atas masa depan kesepakatan perdagangan AS dan China.
Presiden AS Donald Trump menilai dari hasil diskusi perdagangan dengan China yang digelar pekan lalu, tampaknya masih sulit untuk mendapatkan kesepakatan antara dua negara tersebut.
Pernyataan itu muncul sehari setelah Trump mengatakan dia tidak senang dengan pembicaraan perdagangan antara AS dan China, sehingga membalikkan reli setelah ada komentar optimis dari pejabat Gedung Putih tentang diskusi selama akhir pekan yang menyebabkan penguatan pasar pada Senin.
Namun, setelah Fed merilis risalah rapat yang menunjukkan suku bunga tidak akan dinaikkan pada waktu yang lebih cepat dari perkiraan, pasar pun meresponsnya.
"Pasar saham tampaknya telah bereaksi positif (dari hasil catatan Fed). Catatan pertemuan(Fed) menjadi sedikit lebih hawkish," kata Michael Arone, kepala strategi investasi State Street Global Advisors seperti dikutip Reuters, Kamis (24/5/2018).
Pergerakan Indeks Dolar AS

24 Mei (buka)    93,878
23 Mei              94,003
22 Mei             93,609

Sumber: Bloomberg

economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search