English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Sunday, August 12, 2018

Pelemahan Lira Dongkrak Safe Haven, Bursa Asia Terbebani

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 8:20 PM No comments

PT KONTAK PERKASA - Bursa saham Asia melemah, sedangkan nilai tukar euro menyentuh level terendah dalam satu tahun pada perdagangan pagi ini, Senin (13/8/2018), setelah berlanjutnya pelemahan mata uang lira Turki memicu permintaan mata uang safe haven, seperti dolar AS, franc Swiss, dan yen Jepang.

Dilansir Reuters, indeks Nikkei Jepang melorot 0,95% dan indeks MSCI Asia Pacific, selain Jepang, turun 0,3% saat indeks saham di kawasan tersebut memerah.

Nilai tukar euro bergerak lebih rendah setelah lira sempat tenggelam hingga mencapai level 7,24 terhadap dolar AS. Lira kemudian mampu sedikit naik menyentuh posisi 6,84.

Perbaikan gerak lira didukung pernyataan Menteri Keuangan Turki Berat Albayrak bahwa negara itu telah menyusun rencana langkah untuk meredakan kekhawatiran investor. Pada saat yang sama, pihak otoritas perbankan Turki menyatakan membatasi transaksi swap.

Lira telah melemah lebih dari 40% sepanjang tahun ini di tengah kekhawatiran atas meningkatnya kontrol Presiden Recep Tayyip Erdogan seputar ekonomi Turki berikut memburuknya hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat.

“Pelemahan pada lira yang dimulai pada bulan Mei sekarang terlihat pasti mendorong ekonomi Turki ke dalam resesi dan mungkin memicu krisis keuangan,” kata Andrew Kenningham, kepala ekonom global di Capital Economics.

“Ini akan menjadi pukulan lain bagi EM (emerging market) sebagai kelas aset,” tambahnya, dikutip Reuters.

Kenningham mencatat produk domestik bruto tahunan Turki sekitar US$900 miliar, hanya 1% dari ekonomi global dan sedikit lebih kecil dibandingkan dengan Belanda.

Sementara itu, lanjutnya, pasar ekuitas Turki hanya kurang dari 2% dari ukuran pasar Inggris. “Meskipun demikian, permasalahan yang dialami Turki adalah pukulan lebih lanjut untuk euro dan bukan pula kabar baik bagi aset-aset EM."

Terhadap dolar AS, euro menyentuh level terendah sejak Juli 2017 di US$1,13715. Posisi terakhir euro dikabarkan mencapai US$1,1392, tetapi masih jauh dari puncaknya yang dibukukan pekan lalu di US$1,1628.

Di sisi lain, meski melemah terhadap yen Jepang ke posisi 110,65,  dolar AS cenderung menguat terhadap sejumlah mata uang utama lain dengan mencapai posisi 96,388.

Mata uang peso Argentina dan rand Afrika Selatan juga terperangkap dalam dampak pelemahan lira.

“Risiko terseret terjadi pada bank-bank di Spanyol, Italia, dan Prancis yang terekspos utang mata uang asing Turki, serta Argentina dan Afrika Selatan,” papar analis ANZ.


Thursday, August 9, 2018

Sektor Energi & Finansial Jatuh, Indeks S&P dan Dow Jones Kompak Melemah

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 11:46 PM No comments


PT KONTAK PERKASA - Indeks S&P 500 dan Dow Jones ditutup melemah pada perdagangan Kamis (9/8/2018) setelah kenaikan saham Apple dan Amazon diimbangi oleh penurunan sektor energi dan finansial.

Saham Tesla Inc juga merosot dan menghapus semua penguatan yang dimotori oleh tweet terbaru dari CEO perusahaan, Elon Musk, yang mengumumkan rencana perusahaan untuk go private. Saham Tesla ditutup turun 4,8%.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 74,52 poin atau 0,29% menjadi 25.509,23, sedangkan indeks Standard & Poor’s 500 turun 4,12 poin atau 0,14% ke 2.853,58 dan Nasdaq Composite menguat 3,46 poin atau 0,04% ke 7.891,78.

Meskipun melemah, indeks S&P 500 berada di wilayah positif meski tipis hampir sepanjang hari, mendekati rekor tertinggi yang dicapai pada 26 Januari. Nasdaq juga mendekati level tertingginya.

Sektor teknologi telah menjadi pusat pemulihan yang tajam di bursa saham AS sejak penurunan pada bulan Februari. Saham Apple naik 0,8%, sementara Amazon menguat 0,6%.

"Sulit sekali bagi pasar ini untuk benar-benar membuat lompatan. Ini adalah kenaikan yang lambat dan stabil, dipimpin oleh perusahaan yang jumlahnya semakin kecil," kata Rick Meckler, mitra di Cherry Lane Investments, seperti dikutip Reuters.

"Entah bagaimana, teknologi tampaknya sedikit lebih terisolasi masalah yang dihadapi beberapa perusahaan, termasuk perang perdagangan,” tambah Meckler.

Sementara itu, Sektor energi melemah 0,9% dan menjadi penekan utama Wall Street, dengan saham Occidental Petroleum turun 4,2% setelah mempertahankan proyeksi produksi yang moderat untuk tahun ini. Adapun indeks sektor finansial S&P turun 0,6%.

Sementara itu, data ekonomi terbaru menunjukkan kekuatan di pasar tenaga kerja, menggarisbawahi kesehatan ekonomi AS meskipun ketegangan perdagangan sedang berlangsung.

Berdasarkan data Departemen Tenaga Kerja yang dilansir Reuters, jumlah warga AS yang mengajukan tunjangan pengangguran tercatat turun secara mengejutkan pekan lalu.



Tuesday, August 7, 2018

Indeks Stoxx Europe Terus Melaju di Zona Hijau

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 7:09 PM No comments

KONTAK PERKASA FUTURES  - Bursa saham Eropa ditutup menguat pada perdagangan Selasa (7/8/2018), menyusul kinerja postif UniCredit dan penguatan harga minyak mentah.

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup naik 0,56% ke level 390,83 poin dan telah menguat 0,42% sejak awal tahun ini. Meskipun masih tetap poin di bawah level puncaknya pada Januari yang mencapai level 403,72.

Dilansir Reuters, analis memperkirakan jika indeks menembus resisten, hal itu dapat mengkonfirmasi pasar bullish yang berkelanjutan.

"Dengan perdagangan S&P 500 hanya 0,5% dari rekor tertinggi, kami telah melihat pasar melihat melewati ketidakstabilan perdagangan global dan kembali fokus pada gambaran laba yang terus meningkat," ungkap Joshua Mahony, analis pasar di IG, seperti dikutip Reuters.

Saham UniCredit menguat 2,9% setelah pemberi pinjaman terbesar Italia tersebut melaporkan laba kuartal kedua turun kurang dari yang diperkirakan

Di sisi lain, saham Commerzbank melemah 1,5%, karena investor bereaksi buruk terhadap penyangga modal yang lebih lemah dari perkiraan dan perkiraan biaya yang lebih tinggi untuk tahun 2018.

"Kami pikir investor akan kecewa dengan perkiraan biaya yang direvisi, karena ini adalah elemen utama dalam kontrol manajemen, tetapi perhatikan bahwa harapan sudah sangat rendah untuk Commerzbank," tulis analis Citi.

Secara keseluruhan, indeks sektor perbankan naik 0,7%..

Saham sektor energi menguat 1,6% dan berkontribusi untuk mengangkat indeks, ditopang saham Royal Dutch Shell dan Total yang menguat masing-masing 1,4% dan 1,8%.

Harga minyak mentah menguat meningkat setelah sanksi AS terhadap barang-barang Iran mulai berlaku. Hal ini meningkatkan kekhawatiran bahwa sanksi terhadap minyak Iran, yang diperkirakan jatuh pada bulan November, dapat menyebabkan kekurangan pasokan.

Monday, August 6, 2018

Saudi Pangkas Produksi, WTI & Brent Kompak Menguat

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 9:25 PM No comments

PT KONTAK PERKASA - Harga minyak mentah ditutup pada level tertinggi dalam sepekan pada perdagangan Senin (6/8/2018) setelah pemangkasan produksi Arab Saudi meningkatkan kekhawatiran pengetatan pasokan dunia.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman September menguat 0,8% atau 0,52 poin di posisi US$69,01 per barel di New York Mercantile Exchange. Total volume yang diperdagangkan mencapai sekitar 38% di bawah rata-rata perdagangan 100 hari.

Sementara itu, Brent untuk pengiriman Oktober menguat 0,54 poin ke level US$73,75 di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London. Minyak mentah patokan global diperdagangkan lebih mahal US$5,81 terhadap WTI untuk bulan yang sama.

Dilansir Bloomberg, produsen terbesar OPEC, Arab Saudi, menekan output bulan lalu, menurut delegasi OPEC, meskipun Menteri Energi Khalid al-Falih berjanji untuk menambah sekitar 1 juta barel untuk mencegah kekurangan pasokan.

"Laporan bahwa output Saudi pada bulan Juli telah turun, tampaknya menangkap tawaran di pasar," kata Gene McGillian, Manajer Riset Pasar di Tradition Energy, seperti dikutip Bloomberg.

Minyak mentah acuan AS belum pulih dari pelemahan di bulan Juli yang dipicu oleh ketegangan perdagangan AS-China yang mengancam permintaan energi di kedua negara.

Meskipun Arab Saudi mengurangi produksi minyak bulan lalu, investor menunggu indikasi yang lebih jelas dari situasi pasokan global setelah Rusia mengatakan memiliki kapasitas untuk terus meningkatkan produksi.

"Apakah kita akan terus melihat pertumbuhan permintaan yang kuat dan kenaikan pasokan Rusia dan Saudi untuk menggantikan penurunan di Iran Iran dan Venezuela?" Kata McGillian. "Itu terus mengarah pada gambaran fundamental yang ketat."

Berdasarkan data delegasi OPEC yang dilaporkan oleh pemerintah Arab Saudi, negara tersebut memompa 10,3 juta barel per hari pada bulan Juli, turun dari 10,489 juta barel.

Sementara itu, Amerika Serikat kembali menerapkan sejumlah sanksi terhadap Iran dan menegaskan kembali rencana untuk menerapkan hukuman yang lebih keras atas penjualan minyak Iran pada bulan November.

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan dalam pidato televisi bahwa Iran terbuka untuk melakukan pembicaraan dengan AS, tetapi tidak di bawah sanksi.

PT KONTAK PERKASA

economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search