English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Tuesday, August 28, 2018

15 Saham Melemah, Indeks Syariah Tergelincir Pada Sesi I

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 11:59 PM No comments
15 Saham Melemah, Indeks Syariah Tergelincir Pada Sesi I
PT KONTAK PERKASA FUTURES Indeks harga saham syariah, Jakarta Islamic Index (JII), tergelincir ke zona merah pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Rabu (29/8/2018).
JII turun tipis 0,08% atau 0,54 poin ke level 661,52 di jeda siang, setelah dibuka di zona hijau dengan kenaikan 0,22% atau 1,48 poin di level 663,54.
Sepanjang perdagangan hingga akhir sesi I hari ini, indeks syariah bergerak pada level 659,86-664,13. Sebanyak 12 saham menguat, 15 saham melemah, dan 3 saham stagnan dari 30 saham yang diperdagangkan.
Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM) yang turun 1,12% menjadi penekan utama terhadap perubahan negatif JII siang ini, diikuti saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) yang turun 0,96%.
Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) terus tertekan di zona merah hingga akhir sesi I perdagangan hari ini.
IHSG melemah 0,53% atau 31,89 poin ke level 6.010,75 di jeda siang, setelah tergelincir ke zona merah dengan dibuka turun 17,05 poin atau 0,28% di posisi 6.025,60. Sepanjang perdagangan di sesi I hari ini, IHSG bergerak pada level 6.003,49-6.035,24.
Adapun pada perdagangan kemarin, Selasa (28/8), IHSG ditutup di zona hijau dengan penguatan 0,28% atau 16,68 poin ke level 6.042,65.
Berdasarkan data Bloomberg, sebanyak 137 saham menguat, 196 saham melemah, dan 267 saham stagnan dari 600 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang melemah 2,40% dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang merosot 1,2% menjadi penekan utama terhadap pelemahan IHSG di akhir sesi I.
Lima dari sembilan indeks sektoral IHSG berada di teritori negatif dengan tekanan terbesar dari sektor finansial yang melemah 1,27%, disusul sektor konsumer yang merosot 0,63%.
Di sisi lain, empat sektor lainnya menguat, dengan dorongan terbesar dari sektor pertanian yang menguat 1,98% di akhir sesi I.
Saham-saham indeks syariah yang melemah siang ini:
TLKM
-1,12%
UNVR
-0,96%
TPIA
-2,37%
INDF
-2,33%
Saham-saham indeks syariah yang menguat siang ini:
ASII
+1,02%
SMGR
+3,80%
LPPF
+10,45%
PGAS
+3,88%
Sumber: Bloomberg
BACA JUGA : 

Pukul 13.24 WIB: Spot Comex Turun 5,50 Poin

Monday, August 27, 2018

Kesepakatan Perdagangan AS-Meksiko Kerek Wall Street, Nasdaq Tembus 8.000

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:33 PM No comments

KONTAK PERKASA FUTURES – Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite di bursa Wall Street mencetak rekor terbaru untuk sesi perdagangan hari kedua berturut-turut, saat kabar tercapainya kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Meksiko menopang sentimen investor.
Pada perdagangan Senin (27/8/2018), indeks S&P 500 ditutup menguat 0,77% atau 22,05 poin di level 2.896,74 dan indeks Nasdaq Composite menguat 0,91% atau 71,92 poin di level 8.017,90. Adapun indeks Dow Jones Industrial Average berakhir menanjak 1,01% atau 259,29 poin di level 26.049,64.
Saham teknologi mendorong Nasdaq naik menembus level 8.000 untuk pertama kalinya. Sektor ini juga memberi dorongan terbesar pada S&P 500.
Dilansir dari Reuters, seorang pejabat perdagangan senior AS mengumumkan tercapainya kesepakatan dengan Meksiko untuk menggantikan Perjanjian Perdagangan Amerika Utara (NAFTA) serta mengungkapkan bahwa pembicaraan dengan Kanada diharapkan akan segera dimulai.
Prospek perdagangan yang optimistis lebih lanjut didorong oleh kabar bahwa pemerintah AS mendesak Uni Eropa untuk mempercepat perundingan tarif.
Perselisihan antara Amerika Serikat dan sejumlah mitra dagangnya telah menjadi penghambat sentimen investor untuk sebagian besar tahun ini, terlepas dari fundamental ekonomi yang solid dan kuatnya laporan keuangan korporasi selama dua kuartal.
“Dibutuhkan waktu lama bagi pelaku pasar untuk keluar dari kekhawatiran dan merasa sedikit lebih nyaman," kata Robert Pavlik, kepala strategi investasi di SlateStone Wealth LLC di New York. "Kekhawatiran perdagangan dan tarif, yang memainkan bagian di dalamnya, itulah yang menahannya. [Namun] pasar merasa sedikit lebih positif.”
Matt Blunt, Presiden Dewan Kebijakan Otomotif Amerika, menyatakan optimistis tentang kesepakatan perdagangan tersebut. Saham Ford Motor Co. pun naik 3,2%, sedangkan saham General Motors naik 4,8%.
Adapun saham sejumlah perusahaan yang sensitif dengan isu tarif, Boeing Co dan Caterpillar Inc, masing-masing naik 1,2% dan 2,8%, mendorong kenaikan sektor industri dan Dow Jones lebih tinggi.
BACA JUGA : 

Optimisme Kesepakatan AS-Meksiko Dorong Bursa Saham Eropa Naik

Yen Menguat, Harga Karet Tembah Melorot

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 2:51 AM No comments
Yen Menguat, Harga Karet Tembah Melorot
PT KONTAK PERKASA  – Penguatan nilai tukar yen Jepang terus membebani prospek permintaan untuk karet sekaligus menekan harga komoditas tersebut pada perdagangan hari ini, Senin (27/8/2018).
Harga karet untuk pengiriman Januari 2019, kontrak teraktif di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), berakhir turun 0,34% atau 0,60 poin di 175,30 yen per kg.
Dengan demikian, harga karet di bursa Tocom telah melemah pada perdagangan hari ketiga berturut-turut. Adapun pada perdagangan Jumat (24/8), harga karet ditutup turun 0,34% atau 0,60 poin di posisi 175,90.
Sementara itu, nilai tukar yen terpantau lanjut menguat 0,13% atau 0,14 poin ke posisi 111,09 per dolar AS pada pukul 14.22 WIB, setelah berakhir terapresiasi 0,05% atau 0,06 poin di level 111,23 pada Jumat (24/8).
Yen menguat untuk hari perdagangan kedua berturut-turut, saat komentar bernada dovish yang keluar dari Gubernur The Federal Reserve membebani pergerakan dolar AS.
Seperti diketahui, Powell mengatakan pendekatan bertahap untuk menaikkan suku bunga adalah yang terbaik untuk melindungi pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan di AS.
Seperti diketahui, penguatan nilai tukar yen Jepang membuat harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang ini menjadi relatif lebih mahal bagi para pembeli luar negeri. Dampaknya, permintaan akan komoditas ini berpotensi melesu.
Di sisi lain, di Shanghai Futures Exchange, harga karet untuk pengiriman Januari 2019 berhasil ditutup rebound meski dengan kenaikan tipis 0,04% atau 5 poin di 12.510 yuan per ton. Pada perdagangan Jumat (24/8), harga karet di bursa Shanghai berakhir turun 0,28% atau 35 poin di level 12.505.
Menurut Association of Natural Rubber Producing Countries, kondisi cuaca yang tidak mendukung dan harga rendah yang berlaku telah mengakibatkan produksi yang lebih rendah di Malaysia, Vietnam, India, dan Sri Lanka selama 7 bulan pertama 2018.
Meski demikian, produksi karet alami global dilaporkan meningkat 3,7% (y/y) menjadi 7,372 juta ton selama periode yang sama.
Dilansir dari Bloomberg, sentimen pasar sebagian besar didominasi oleh kekhawatiran atas memburuknya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China, ditambah dengan kenaikan lebih lanjut atas jumlah persediaan di gudang yang ditunjuk bursa Shanghai.
Pergerakan Harga Karet Kontrak Januari 2019 di Tocom
Tanggal
Harga (Yen/Kg)
Perubahan
27/8/2018
175,30
-0,34%
24/8/2018
175,90
-0,34%
23/8/2018
176,50
-1,29%
Sumber: Bloomberg
BACA JUGA : 

Pukul 15.52 WIB: Spot Comex Turun 2,80 Poin

Thursday, August 23, 2018

Saham Otomotif Tertekan Tarif Perdagangan AS-China, Indeks Stoxx Ditutup Melemah
KONTAK PERKASA FUTURES -   Bursa saham Eropa jatuh ke zona merah pada perdagangan Kamis (23/8/2018) setelah putaran terbaru dari tarif AS-China menekan saham otomotif.
Indeks Stoxx Europe 600 ditutup turun 0,16% ke level 383,42, dengan sebagian besar bursa di negara-negara eropa lainnya membukukan pelemahan.
Amerika Serikat dan China menerapkan tarif 25% pada barang impor satu sama lain senilai US$16 miliar pada hari Kamis, menjadikan nilai impor yang dikenakan tarif di kedua belah pihak mencapai US$50 miliar sejak awal Juli.
Saham otomotif menjadi yang paling tertekan selama perdagangan hari Kamis, dimana ditutup melemah 1,4%.
Pada hari Rabu, penurunan proyeksi laba mendadak dari produsen ban Continental menenggelamkan saham dan memukul sektor ini. Pada Kamis, saham Continental turun 4,3% dan menjadi penekan utama indeks DAX, dan telah melemah lebih dari 15% sejak pembukaan hari Rabu.
Produsen mobil Daimler, BMW dan Volkswagen turun 0,6 hingga 1,6%, sementara Peugeot, Michelin dan Renault menjadi penekan utama indeks CAC 40 setelah turun masing-masing 3,2%, 2,2%, dan 1,8%.
Keseluruhan saham terus bergerak dalam kisaran yang mengganggu beberapa investor yang khawatir terhadap kepuasan di pasar.
"Kami tidak (atau belum) menyaksikan hilangnya risk appetite tiba-tiba, seperti yang terjadi, misalnya, setelah musim panas 2015. Pada saat itu kesehatan ekonomi dunia benar-benar dalam perdebatan," kata ekonom ODDO BHF, seperti dikutip Reuters.
"Koreksi dan turbulensi dalam beberapa bulan dan minggu terakhir telah cukup dilokalisasi di ruang dan waktu,” lanjut mereka.
BACA JUGA : 

Binaartha Sekuritas: Investor Jenuh Beli, IHSG Terkoreksi

economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search