English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Tuesday, October 16, 2018

Optimisme Kinerja Emiten Tumbuh, Indeks Stoxx Ditutup Menguat

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:30 PM No comments
Optimisme Kinerja Emiten Tumbuh, Indeks Stoxx Ditutup Menguat
KONTAK PERKASA FUTURESBursa saham Eropa ditutuup menguat pada akhir perdagangan Selasa (16/10/2018) karena optimisme didorong oleh awal musim pelaporan kinerja emiten yang menggembirakan dari Goldman Sachs dari Morgan Stanley.
Indeks Stoxx Europe 600 ditutup menguat 1,58% ke level 364,99 setelah melemah ke level terendah sejak Desember 2016 di sesi sebelumnya di tengah kekhawatiran kenaikan imbal hasil Treasury AS dan ketegangan geopolitik.
Dilansir Reuters, sekitar 6% dari emiten pada indeks Stoxx 600 dijadwalkan merilis laporan keuangan pekan ini, dengan musim laporan penghasilan melewati titik tengahnya selama minggu pertama bulan November.
Secara keseluruhan, laba kuartal ketiga untuk indeks diperkirakan meningkat 14%, menurut data Refinitiv I/B/E/S, sementara pendapatan zona euro diperkirakan menguat 12%.
"Valuasi yang rendah dan penurunan harga baru-baru ini menunjukkan bahwa jika kita menavigasi musim ini tanpa terlalu banyak kerusakan, maka kita bisa konstruktif dan mencari peluang aksi beli," kata manajer portofolio Kairos Partners, Federico Trabucco, seperti dikutip Reuters.
Perusahaan logistik Jerman,Kion, menjadi penopang terbesar setelah ditutup menguat 9,2% menyusul peningkatan rating saham perusahaan oleh UBS menjadi "beli", dengan alasan bahwa kinerja kuartal ketiga akan meredakan kekhawatiran pasar.
Saam Meggitt juga mencatat salah satu kenaikan saham terbesar di Eropa setelah ditutup menguat 7%. Perusahaan rekayasa ini meningkatkan panduan pertumbuhan pendapatan organik tahun 2018, didorong oleh peningkatan permintaan roda, rem, tangki bahan bakar dan bagian pesawat lainnya.

Monday, October 15, 2018

Indeks Stoxx Pulih dari Level Terendah 22 Sejak Desember 2016

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:36 PM No comments
Indeks Stoxx Pulih dari Level Terendah 22 Sejak Desember 2016
PT KONTAK PERKASA  - Bursa saham Eropa pulih dari level terendahnya dalam 22 bulan terakhir dan ditutup menguat tipis pada perdagangan Senin (15/10/2018).
Indeks Stoxx ditutup menguat 0,1% atau 0,36 poin ke level 359,31 setelah sempat melemah ke level 356,34, level terendah sejak Desember 2016.
Dilansir Reuters, indeks melemah pada awal perdagangan setelah perang perdagangan, kenaikan imbal hasil AS, Brexit, dan persoalan anggaran Italia/Uni Eropa terus membebani pasar.
Memperhatikan bahwa Wall Street juga berhasil melakukan rebound pada hari Jumat, analis ING mengatakan risiko pasar masih signifikan.
"Sama seperti Anda tidak seharusnya bernapas lega setelah akhir gempa bumi, kita tetap cemas dari pasar yang tampaknya gelisah, bahkan dengan latar belakang ekonomi AS yang sangat kuat," ungap mereka analis ING kepada klien, seperti dikutip Reuters.
Saham Eropa telah underperformed dari bursa saham di Amerika sejak awal tahun dan analis percaya perusahaan yang gagal memenuhi harapan selama musim laporan laba kuartal ketiga akan tertekan cukup dalam.
Saham di jaringan supermarket Spanyol, Dia, tenggelam 40% setelah mengeluarkan peringatan laba ketiga dalam 12 bulan dan menangguhkan pembayaran dividen tahun 2019.
Sementara itu, perusahaan teknologi medis Inggris, ConvaTec, menjadi penekan terbesar indeks Stoxx setelah kehilangan sepertiga dari nilai pasarnya setelah menyusul pemangkasan proyeksi dan pengumuman pengunduran diri CEO perusahaan.

Sunday, October 14, 2018

BURSA SAHAM 15 OKTOBER: Pukul 10.02 WIB: IHSG Naik 0,43%

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 9:29 PM No comments

PT KONTAK PERKASA FUTURES  – Pergerakan IHSG diprediksi akan kembali ke level penguatan pascsditutup terjerembab dalam perdagangan akhir pekan kemarin.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area resistance.

Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama maupun kedua memiliki range pada level 5.723,091 hingga 5.689,692.

Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki range pada 5.789,285 hingga 5.822,079.
Berdasarkan indikator, MACD berada di area negatif. Sementara itu, Stochastic dan RSI berada di area netral. 

Sementara itu, Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan diperkirakan IHSG cenderung  bergerak menguat tertahan diawal pekan dengan support resistance 5.706-5.800.

Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya ANTM, ASII, BBRI, BBNI, BBCA, MEDC.
Dia menjelaskan IHSG mengalami rebound secara teknikal dengan mencoba menutup gap down yang terbentuk pada hari Kamis.

Namun pergerakan terlihat tertahan pada resistance MA5 dengan Menipisnya ruang pergerakan penguatan Stochastic pada area middle oscillator. 


Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lanjut naik 0,43% atau 24,48 poin ke level 5.780,97 pada perdagangan pagi ini, Senin (15/10/2018).

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,52% atau 30,17 poin di level 5.786,66 pada perdagangan hari ini, Senin (15/10/2018).

baca juga : 

Kurs Jisdor Melemah ke 15.246, Dolar AS Tekan Spot Rupiah


Thursday, October 11, 2018

Volatilitas Merembes ke Energi, Harga Minyak Longsor

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 10:27 PM No comments

PT KONTAK PERKASA FUTURES  – Harga minyak mentah mencatat penurunan terbesar dalam delapan pekan pada perdagangan Kamis (11/10/2018), saat sentimen penghindaran aset berisiko menjalar ke seluruh pasar global.
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak November ditutup anjlok sekitar 3% atau US$2,20 di level US$70,97 per barel di New York Mercantile Exchange, level terendah sejak dalam lebih dari dua pekan. Total volume yang diperdagangkan sekitar 21% di atas rata-rata 100 hari.
Adapun harga minyak Brent untuk pengiriman Desember anjlok US$2,83 dan mengakhiri sesi di level US$80,26 per barel di ICE Futures Europe exchange. Minyak acuan global ini diperdagangkan premium US$9,45 terhadap WTI untuk bulan yang sama.
Bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) kian tersungkur pada perdagangan Kamis di tengah tingginya volatilitas. Indeks S&P turun pada sesi perdagangan hari keenam berturut-turut, sedangkan Nasdaq mengakhiri sesi dengan penurunan sebesar 9,6% dari rekor level penutupan pada 29 Agustus.
Perusahaan-perusahaan AS semakin resah dengan dampak perang perdagangan yang sedang berlangsung. Masalah yang sama mendorong Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas ekspektasi pertumbuhan global.
Pada saat yang sama, jumlah stok minyak mentah domestik naik untuk pekan ketiga berturut-turut saat kilang-kilang menjalankan pemeliharaan musiman dan memroses lebih sedikit minyak, menurut data dari Energy Information Administration (EIA).
EIA melaporkan persediaan minyak mentah komersial domestik naik 5,99 juta barel pekan lalu, sedangkan utilisasi kilang turun ke level terendah sejak Maret.
Di sisi lain, stok pada Cadangan Minyak Strategis turun 1,31 juta barel. Sejumlah analis dalam survei Bloomberg telah memperkirakan kenaikan sebesar 2,8 juta barel dalam suplai minyak mentah.
“Volatilitas yang meningkat di pasar secara umum merembes ke energi, karena investor mengurangi aset berisiko,” kata Rob Thummel, managing director di Tortoise, seperti dikutip Bloomberg.
“Ketika Anda memiliki pasar ekuitas yang bergejolak, perdagangan yang menghindari aset berisiko pun terjadi dan Anda melihat kenaikan [stok minyak] ketiga berturut-turut, pada umumnya itu bukan resep yang baik untuk harga minyak mentah.”
Sebelumnya pada sesi tersebut, ukuran volatilitas pasar minyak menanjak ke level tertinggi sejak Juli.
Sementara itu, OPEC memangkas estimasi permintaan global untuk minyak mentah tahun depan akibat melemahnya pertumbuhan ekonomi dan output yang lebih tinggi dari para saingan, seperti pengebor minyak shale AS.
Prospek OPEC datang di tengah tekanan pada kartel minyak ini untuk memompa lebih banyak minyak demi mengimbangi dampak dari sanksi Iran dan seruan dari Presiden AS Donald Trump untuk meningkatkan output.
BACA JUGA : 

Wall Street Kian Tersungkur di Tengah Volatilitas

economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search