English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Monday, October 29, 2018

WTI Melemah di Bawah Level US$67

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 7:50 PM No comments

PT KONTAK PERKASA - Harga minyak mentah diperdagangkan di bawah level US$67 per barel pada perdagangan pagi ini, Selasa (30/10/2018).
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Desember 2018 terpantau melemah 0,55% atau 0,37 poin ke level US$66,67 per barel pada pukul 05.57 WIB di New York Mercantile Exchange.
Sementara itu, minyak Brent kontrak Desember 2018 ditutup melemah 0,36% atau 0,28% ke level US$77,34 per barel di ICE Futures Exchange Eropa.
Dilansir Bloomberg, Rusia memperkirakan dapat mempertahankan tingkat output-nya di atas rekor pada era-Soviet atau meningkatkan produksi lebih lanjut, dan memperingatkan adanya potensi kekurangan pasokan.
Pernyataan tersebut hanya beberapa hari setelah Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya mengisyaratkan mereka dapat memangkas produksi pada 2019.
Minyak telah merosot sekitar 12% dari level tertinggi dalam empat tahun terakhir di awal bulan ini karena pelemahan di pasar ekuitas global menimbulkan kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi dan permintaan energi di tengah peningkatan persediaan minyak mentah AS.
Dengan sanksi baru dari AS terhadap Iran yang akan berlaku penuh pekan depan, para pelaku pasar mencari tanda-tanda apakah OPEC dan mitra-mitranya mampu (dan berkeinginan) untuk meningkatkan produksi guna mengisi kemungkinan adanya celah pasokan.
"Saya memperkirakan investor akan mengambil sikap wait and see minggu ini sebelum kembalinya sanksi terhadap Iran dan pemilihan paruh waktu di AS," kata Makiko Tsugata, analis senior di Mizuho Securities Co., seperti dikutip Bloomberg., Senin (29/10/2018).
Makiko mengatakan, meskipun ada potensi penurunan ekspor Iran, kelebihan pasokan masih akan terjadi jika Arab Saudi dan Rusia meningkatkan produksi dan produksi AS terus meningkat.
Sementara itu, Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan kepada wartawan di Istanbul, Turki, bahwa dia tidak melihat alasan untuk mengurangi produksi dan bahwa ada risiko defisit di pasar minyak.


Sunday, October 28, 2018

IHSG Diprediksi Bergerak di Level 5.760-5.840

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:35 PM No comments
Reliance Sekuritas: IHSG Diprediksi Bergerak di Level 5.760-5.840

KONTAK PERKASA FUTURES  - -Reliance Sekuritas memproyeksikan IHSG cenderung memerlukan konfirmasi break out resistance MA5 dan MA20 guna mencapai pengujian Bearish trend line.
Menurut Kepala Riset Lanjar Nafi hal tersebut membuat support resistance pada pekan depan berada dikisaran level 5.760-5.840.
Saham-saham yang masih dapat diperhatikan diantaranya AKRA, ANTM, BWPT, INDY, ITMG, PGAS, TLKM, ELSA, INKP, PNLF, TKIM.
Secara teknikal, katanyq,IHSG bergerak terkonsolidasi positif meskipun tertahan pada resistance MA5 dan MA20 pada trend bearish jangka menengah. Indikator Stochastic bergerak golden-cross pada area jenuh jual dengan momentum flat pada indikator RSI menjadi signal penguatan tertahan.
Dalam perdagangan akhir pekan kemarin, IHSG ditutup menguat 0,52% atau 29,95 poin ke level 5.784,92 dengan sektor infrastruktur (+1.09%) yang menjadi pemimpin penguatan diakhir pekan.
Saham TLKM (+2.82%) menjadi kontributor terbesar saham sektor infrastruktur menjelang penyampaian laporan keuangan kuartal ke-3 2018 dengan ekspektasi cukup optimis dengan ekspektasi pertumbuhan penjualan secara CAGR diatas rata-rata kompetitor.
Sektor keuangan (+0.70%) menjadi kontributor terbesar dalam penguatan IHSG dengan saham BBCA (+3.06%) naik lebih dari 3 persen seiring laporan kinerja keuangan kuartal ke-3 yang cukup baik. BBCA mengalami pendapatan bunga tumbuh +7.7% sebesar 33.36 triliun rupiah dengan pertumbuhan pinjaman +17,3% dengan Non Performing loan tidak berubah di kisaran 0,4% sehingga laba bersih tercatat naik +9.9% YoY dikuartal ketiga. Investor asing tercatat net buy 388.87 miliar rupiah meskipun rupiah terdepresiasi 0.19% kelevel Rp15.217 per USD.




Thursday, October 25, 2018

Kuartal IV/2018, Pasar Minyak Diprediksi ‘Oversupply’

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 7:32 PM No comments
Kuartal IV/2018, Pasar Minyak Diprediksi ‘Oversupply’
KONTAK PERKASA FUTURES -  Arab Saudi mengatakan pasar minyak kemungkinan akan bergeser menjadi kelebihan pasokan pada kuartal IV/2018 karena kenaikan cadangan minyak dan perlambatan permintaan, ditambah dengan pengekspor minyak teratas dunia yang akan kembali melakukan peninjauan pada produksi minyaknya.

Gubernur Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dari Arab Saudi Adeeb Al AAma mengatakan bahwa pihaknya berpandangan bahwa pasar minyak pada kuartal IV/2018 akan bergerak menuju oversupply karena adanya kenaikan cadangan minyak dalam beberapa pecan terakhir.

“Kami akan sangat mengawasi dan tidak mengoreksi terlalu dalam sehingga menyebabkan kenaikan cadangan minyak lanjutan,” papar Al-Aama, dilansir dari Reuters, Kamis (25/10).

Produsen minyak dari OPEC dan non-OPEC menyetujui pada Juni untuk mengurangi pengetatan pasokan minyaknya. Namun, organisasi tersebut pad Kamis (25/10/2018) dan merasa perlu untuk mengganti aturannya karena menyebabkan kenaikan cadangan minyak besar besaran dan ketidakpastian ekonomi.

Terkait dengan kekhawatiran akan pelemahan ekonomi global di Negara seperti China, sebagai konsumen terbesar di dunia, Al-Aama mengatakan bahwa pertumbuhan risiko menjadi kekhawatiran utama di Negara berkembang.

“Kami sadar bahwa respons permintaan pada minyak terhadap makroekonomi global akan menimbulkan respons balik dari rekanan kami,” lanjutnya.

Al-Aama menambahkan bahwa Arab Saudi tidak berniat mendorong pasolan ke pasar, melainkan menjadi respons terhadap kebutuhan pasar dan mengatakan bahwa kenaikan produksi dalam beberapa bulan terakhir itu merupakan respons dari kenaikan permintaan.

“Arab Saudi hanya memproduksi jika diperlukan oleh konsumen, tidak lebih. Kami melihat adanya penguatan permintaan untuk komoditas minyak kami pada kuartal III?2018 dan kami akan meningkatkan produksi minyak kami secara bertahap,” paparnya.

Menteri Energi Saudi Khalid Al-Falih mengatakan sebelumnya bahwa kerajaan Saudi akan segera meningkatkan cadangan minyak hingga menjadi 11 juta barel per hari dari jumlah saat ini mencapai 10,7 juta.

“Dengan kami dan produsen lainnya akan meningkatkan produksi, tapi tambahan cadangan kapasitas akan mengetat dengan jumlah yang sama,” kata Al-Falih.

Al-Falih melanjutkan dalam kasus Arab Saudi, dengan kapasitas cadangan yang akan semakin mengetat pada November, kemungkinan akan menahan permintaan dari pasar ke depannya.

Al-Falih menyebutkan permintaan minyak diperkirakan akan anjlok secara musiman pada akhir tahun. Saudi dinilai mampu dan sangat terbuka untuk menambah produksi minyaknya.
Harga Minyak Memanas, Batu Bara Masih Melemah

Wednesday, October 24, 2018

Wall Street Tambah Anjlok di Tengah Keresahan Pasar

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:10 PM No comments

KONTAK PERKASA FUTURES - Bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) tambah anjlok pada perdagangan Rabu (24/10/2018), setelah proyeksi mengecewakan dari produsen cip dan lesunya data penjualan rumah mendorong keresahan pasar tentang pertumbuhan ekonomi dan laba.

Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir anjlok 2,41% atau 608,01 poin di level 24.583,42, indeks S&P 500 terkulai 3,09% atau 84,59 poin di 2.656,1, dan indeks Nasdaq Composite ditutup terjerembap 4,43% atau 329,14 poin di level 7.108,40.
Nasdaq ditutup turun 12,4% dari rekor level penutupan tertingginya pada 29 Agustus sekaligus membukukan persentase penurunan harian terbesar sejak 18 Agustus 2011.

Produsen chip Texas Instruments dan STMicroelectronics memperingatkan adanya perlambatan permintaan, mengikuti perkiraan mengecewakan dari Caterpillar dan 3M pada Selasa (23/10).

“Perkiraan itu memberi investor alasan lebih lanjut untuk berhenti dan membantu mendorong momentum penjualan,” kata Peter Tuz, presiden Chase Investment Counsel di Charlottesville, Virginia, seperti dikutip Reuters.

Hampir sepanjang bulan ini, bursa saham telah tertekan berbagai kekhawatiran, mulai dari meningkatnya biaya pinjaman dan imbal hasil obligasi hingga anggaran Italia dan pemilihan kongres AS yang akan digelar dalam waktu kurang dari dua pekan.

Pada hari Rabu, data menunjukkan penjualan rumah di AS turun ke level terendah dalam dua tahun pada bulan September. Ini menjadi tanda terbaru bahwa kenaikan suku bunga hipotek dan harga yang lebih tinggi membebani permintaan untuk perumahan.

Menambah sentimen yang lebih lemah pada akhir perdagangan adalah laporan Federal Reserve tentang ekonomi bahwa pabrik-pabrik di AS telah menaikkan harga karena tarif.

Indeks Volatilitas Cboe melonjak 4,52 poin dan ditutup di 25,23, level penutupan tertinggi sejak 12 Februari. Indeks S&P 500 pun melemah pada hari keenam berturut-turut.

“Kelihatannya lebih karena kepanikan dan kekhawatiran karena penjualan terus bergulir,” kata Chris Zaccarelli, Chief Investment Officer untuk Independent Advisor Alliance yang bermarkas di Charlotte, North Carolina.

Texas Instruments turun 8,2%, membantu menarik indeks Semiconductor Philadelphia turun 6,6% dalam persentase penurunan harian terbesar sejak Oktober 2014. Saham Intel, yang dijadwalkan akan merilis laporan labanya pekan ini, turun 4,7%.

BACA JUGA : 

Bursa Eropa Turun 6 Hari Beruntun, Pasar Abaikan Kabar Paket Bom


economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search