English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Tuesday, December 4, 2018

PT KONTAK PERKASA - Harga Minyak Tergelincir, Ini Penekannya

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:49 PM No comments

PT KONTAK PERKASA -  Harga minyak mentah tergelincir karena keraguan minat Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) memperburuk tanda-tanda membengkaknya surplus minyak di Amerika Serikat (AS).

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Januari turun 32 sen ke level US$52,63 per barel pada pukul 4.32 sore waktu setempat di New York Mercantile Exchange, setelah mampu membukukan kenaikan 30 sen dan mengakhiri perdagangan Selasa (4/12/2018) di level US$53,25 per barel.

Adapun harga minyak Brent untuk pengiriman Februari pada perdagangan Selasa ditutup turun 33 sen di level US$61,36 per barel di ICE Futures Europe exchange di London. Brent menghasilkan apa yang disebut "death cross" pada Selasa, sinyal teknis bearish ketika rata-rata pergerakan 50 hari turun di bawah rata-rata 200 hari.

Dilansir dari Bloomberg, Menteri Energi Saudi, Khalid Al-Falih, sepertinya mundur dari seruan baru-baru ini untuk pengurangan produksi harian sebesar 1 juta barel oleh eksportir-eksportir besar..

Sementara itu, American Petroleum Institute (API) dikabarkan melaporkan lonjakan persediaan minyak mentah, bensin, dan minyak diesel. Stok minyak mentah AS dilaporkan naik 5,36 juta barel pekan lalu, sedangkan persediaan untuk bensin dan minyak diesel juga meningkat berdasarkan perhitungan kelompok industri ini.

Setelah mampu mengakhiri sesi perdagangan yang bergelombang di posisi lebih tinggi, harga minyak AS pun tergelincir ke zona merah dalam perdagangan after-hours.

Dalam sebuah wawancara di konferensi perubahan iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa di Polandia, Menteri Al-Falih mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan apa yang akan terjadi di Wina.

“Kami perlu berkumpul dan mendengarkan rekan-rekan kami, mendengar pandangan mereka tentang penawaran dan permintaan serta proyeksi produksi negara mereka sendiri,” ujar Al-Falih.

Kesan kehati-hatian yang dikombinasikan dengan pemberitaan bahwa Arab Saudi telah memangkas harga yang dibebankan kepada pelanggan Asia akan memperlemah optimisme pedagang.

Komentar itu muncul hanya beberapa hari setelah kesepakatan antara Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dan Presiden Rusia Vladimir Putin tampaknya memperlancar jalan atas tercapainya kesepakatan produksi ketika OPEC berkumpul di Wina pekan ini.

“Ini bukan sinyal harga yang bagus,” kata Bob Yawger, direktur futures di Mizuho Securities. “Entah permintaan yang buruk atau semua pembicaraan tentang pemangkasan produksi hanyalah wacana.”

Terlepas dari adanya volatilitas, analis di UBS AG mengatakan bahwa mereka mengharapkan pemulihan berkelanjutan untuk minyak mentah pada tahun depan.

“Negara-negara OPEC memiliki insentif yang kuat untuk mendukung pembatasan output yang menentukan,” paparnya dalam riset.

“Penurunan hampir 30% dalam harga minyak sejak awal Oktober telah mendorong harga di bawah level yang sebagian besar negara-negara OPEC butuhkan untuk menyeimbangkan anggaran fiskal mereka.”

Sementara itu, produsen-produsen memiliki pengalaman tentang jatuhnya harga minyak pada tahun 2014 setelah OPEC menolak menyesuaikan output.

Negara anggota OPEC lainnya masih mendorong untuk pembatasan produksi. Menteri Energi Uni Emirat Arab Suhail Al Mazrouei menegaskan kembali perlunya pengurangan output. Adapun kementerian perminyakan Irak mengatakan bahwa Irak sedang mengupayakan keseimbangan di pasar.


Monday, December 3, 2018

Reliance Sekuritas: IHSG Terkoreksi Jangka Pendek

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 7:10 PM No comments


KONTAK PERKASA FUTURES - Reliance Sekuritas memperkirakan IHSG terkoreksi jangka pendek dengan support resistance 6.038-6.155.

Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya TBLA, INKP, TLKM, PGAS, ADRO, INDY, UNTR, MCAS.

Kepala Riset Lanjar Nafi mengatakan secara teknikal IHSG tepat menyentuh level FR161.8% sebagai target Wave 3 secara ideal.

Pola candlestick pun membentuk pola northern star dengan indikasi terkoreksi jangka pendek menguji MA200. Indikator stocahstic bergerak jenuh dengan momentum jenuh indikator RSI.

Dalam perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat 1,03% atau 62,19 poin ke level 6.118,32 dengan sektor pertambangan (+2.51%) dan Property (+2.19%) memimpin penguatan.

Harga komoditas tambang rebound setelah melewati bulan terburuknya di tahun ini. Harga Minyak yang rebound akibat pertemuan Rusia dan Arab Saudi diiringi reboundnya harga batubara setelah meredanya tensi perdagangan AS-China membuat trigger positif pada sektor pertambangan.

Sentimen data ekonomi awal bulan juga membuat dorongan positif dimana Indeks kinerja Manufaktur stabil pada zona expansi dan Tingkat inflasi YoY pun stabil dikisaran 3%. Rupiah ditutup menguat 0.40% kelevel Rp14.244 per USD meskipun investor asing tercatat net sell Rp776.78 Miliar.

Tag : IHSG

Sunday, December 2, 2018

LIVE Pelemahan IHSG Diprediksi Berlanjut Hari Ini

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:53 PM No comments


PT KONTAK PERKASA FUTURES  - Sejumlah analis memprediksi pelemahan IHSG berlanjut di awal pekan ini, pascaditutup turun akhir pekan kemarin.

Binaartha Sekuritas kembali memproyeksikan IHSG bergerak melemah lanjutkan penurunan di akhir pekan lalu.

Analis Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan terlihat pola bearish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi pelemahan lanjutaknpada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area support.

Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama maupun kedua memiliki range pada level 6.035,768 hingga 6.015,411.

Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki range pada 6.096,838 hingga 6.137,552.

Berdasarkan indikator, MACD berada di area positif. Namun demikian, Stochastic sudah membentuk pola dead cross di area overbought.

Reliance Sekuritas memperkirakan IHSG  bergerak tertekan menguji support MA200 dan fractal level dengan support resistance 6.000-6.100.

Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya TBLA, ADRO, MAIN, DOID, UNTR.

Kepala Riset Lanjar Nafi mengatakan secara teknikal IHSG membentuk pola bearish harami setelah tidak mampu bertahan diatas resistance 6.100. Indikator stochastic bergerak dead-cross dengan momentum bearish reversal jangka pendek.


Thursday, November 29, 2018

IHSG Menguat Terbatas, Cermati 6 Saham Ini

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:14 PM No comments

PT KONTAK PERKASA FUTURES - Reliance Sekuritas Indonesia memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) akan bergerak menguat terbatas melihat pergerakan yang signifikan pada perdagangan Kamis dengan rentang perdagangan hari ini 6043-6155.

Lanjar Nafi, Equity Technical Analyst Reliance Sekuritas menjelaskan bursa saham Asia ditutup mixed. Indeks Nikkei (+0.39%) dan TOPIX (+0.35%) menguat sedangkan HangSeng (-0.87%) dan Shanghai (-1.30%) terkoreksi. Investor bersikap hati-hati menanti hasil pertemuan G-20 diakhir pekan dengan Prospek kesepakatan dagang AS-China.

Ekuitas di pasar berkembang naik tertinggi sejak awal oktober seiring penguatan mayoritas mata uangnnya. Spekulasi meningkat mengenai ditahannya suku bunga The Fed hingga tahun depan menjadi faktor utama.
IHSG (+1.94%) ditutup menguat 115.92 poin kelevel 6107.17 dengan saham-saham sektor Property (+2.9%) dan Konsumer (+2.87%) memimpin penguatan. Pelonggaran kebijakan yang menguntungkan sektor property dalam hal pinjaman kebank hingga pajak penjualan menjadi trigger utama investor melihat outlook yang positif menyongsong tahun depan.

Pelemahan harga CPO menjadi penekan biaya produksi barang-barang konsumen sehingga diperkirakan berdampak positif pada kinerja terlepas dari pergerakan rharga saham emiten konsumer yang cenderung murah dibawah PER 28.74x dengan rata-rata diatas 30x dalam 5th terakhir. Rupiah menguat satu persen kelevel Rp14.383 per USD seiring aksi beli investor asing yang tercatat net buy 690.90 Miliar rupiah.

Indeks saham Eropa dibuka menguat. Indeks Eurostoxx (+0.80%), FTSE (+0.92%) dan DAX (+0.69%) dizona positif lebih dari setengah persen menyusul penguatan bursa saham di Asia. Euro dan obligasi zona Eropa naik lebih tinggi menjelang lelang obligasi Italia. Sentimen pertemuan G-20 dan prospek harga komoditas tambang energy masih menjadi fokus investor diakhir pekan.

Pergerakan IHSG secara teknikal berhasil break out MA200 sehingga menuju optimisme target Wave 3 dengan


economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search