English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Thursday, December 27, 2018

Rekor Baru dari Lantai Bursa, Momentum Ekspansi Anorganik

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 11:41 PM No comments
PT KONTAK PERKASA FUTURES  - Berita terkait minat korporasi menawarkan saham serta ekspansi anorganik korporasi sepanjang 2018 menjadi sorotan media nasional, Jumat (28/12/2018).

Berikut rincian topik utama di sejumlah media nasional:

Rekor Baru dari Lantai Bursa. Minat korporasi untuk menawarkan sahamnya ke publik melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) terus meningkat. Hingga 26 Desember 2018, terdapat 57 emiten baru yang mencatatkan sahamnya di pasar modal. (Bisnis Indonesia)

Momentum Ekspansi Anorganik. Pada tahun ini, sejumlah emiten getol melakukan aksi korporasi. Ekspansi anorganik melalui aksi merger dan akuisisi (M&A) cukup mendominasi sepanjang tahun berjalan 2018. (Bisnis Indonesia)

Tahun Penuh Pencapaian. Tahun ini bisa dikatakan sebagai era penuh sejarah bagi pasar modal. Sejumlah pencapaian berhasil ditorehkan kendati dibayangi oleh sejumlah sentimen negatif dari ekonomi global. Bukan itu saja, sejumlah peristiwa penting terekam sepanjang tahun ini. (Bisnis Indonesia)           

2019, Jasa Marga Bidik Pinjaman Sindikasi Rp10 T. PT Jasa Marga Tbk. (JSMR) melalui anak usahanya mengincar pinjaman sindikasi dari lembaga keuangan sebesar Rp10 triliun pada 2019. (Investor Daily)

META Menggelar Proyek Jalan Tol. Setelah resmi di bawah kendali Grup Salim melalui PT Metro Pacific Tollways Indonesia, kini PT Nusantara Infrastructure Tbk. siap melanjutkan ekspansi bisnis jalan tol. (Kontan)

BACA JUGA : 

Harga Batu Bara Pulih, Minyak Bergejolak.


Wednesday, December 26, 2018

IHSG Berupaya Rebound Jelang Akhir Tahun

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:24 PM No comments

PT KONTAK PERKASA  -  Binaartha Sekuritas mengestimasi IHSG mampu rejound menuju level resisten dalam perdagangan hari ini, Kamis (27/12/2018).
Analis Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan terlihat pola bullish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area resistance.
Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama maupun kedua memilikirange pada 6.099,973 hingga 6.072,096.
Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki range pada 6.150,166 hingga 6.172,482.
Berdasarkan indikator, MACD telah menunjukkan pola dead cross di area positif. Sementara itu, Stochastic dan RSI berada di area netral. 
Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut.
*BBTN, Daily (2540) (RoE: 12.52%; PER: 9.09x; EPS: 283.96; PBV: 1.14x; Beta: 1.92):* Terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area 2530 - 2550, dengan target harga secara bertahap di level 2590, 2640 dan 2850. Support: 2530 & 2430.
*BSDE, Daily (1210) (RoE: 2.65%; PER: 29.32x; EPS: 41.61; PBV: 0.78x; Beta: 1.67):* Terlihat pola bullish hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 1200 – 1220, dengan target harga secara bertahap di level 1290, 1330, 1360 dan 1510. Support: 1160 & 1110.
*DOID, Daily (525) (RoE: 17.78%; PER: 8.61x; EPS: 60.96; PBV: 1.52x; Beta: 2.58):* Terlihat pola bullish pin bar candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada level 500 – 530, dengan target harga secara bertahap di level 550 dan 560. Support: 500 & 480.
*JSMR, Daily (4280) (RoE: 12.24%; PER: 13.20x; EPS: 323.52; PBV: 1.61x; Beta: 1.19):* Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 4250 – 4290, dengan target harga secara bertahap di level 4350, 4500, 4850 dan 5200. Support: 4230 & 4150.
*HMSP, Daily (3870) (RoE: 38.19%; PER: 34.93x; EPS: 111.09; PBV: 13.34x; Beta: 0.86):* Terlihat pola bearish doji star candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi pelemahan pada pergerakan harga saham. “Sell on strength” pada area level 3880 – 3900, dengan target harga secara bertahap di level 3850 dan 3800. Resistance: 3940.
*UNVR, Daily (45525) (RoE: 100.23%; PER: 31.70x; EPS: 1456.75; PBV: 31.90x; Beta: 0.50):* Terlihat pola tweezer top candle yang mengindikasikan adanya potensi pelemahan pada pergerakan harga saham. “Sell on Strength” pada area level 45600 – 46600, dengan target harga di level 44600. Resistance: 46600 & 47200.


PT KONTAK PERKASA 

Tuesday, December 25, 2018

Harga Emas Comex Fluktuatif di Awal Dagang

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:09 PM No comments

PT KONTAK PERKASA FUTURES - Harga emas Comex  bergerak flultuatif pada perdagangan hari ini, Rabu (26/12/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas Comex kontrak Desember 2018 dibuka dengan kenaikan  0,30% atau 1,70 poin di level US$1.273,50 per troy ounce.

Harga emas comex berbalik merah pada pukul 07.11 WIB dimana emas comex naik 0,10% atau 1,30 poin ke level US$1.270,50 per troy ounce.

Sepanjang pagi ini, harga emas bergerak pada kisaran US$1.1269,80-US$1.274,90 per troy ounce.

Adapun pada perdagangan Jum'at (21/12/2018) harga emas Comex kontrak Desember berakhir hijau  1,09% atau 13,70 poin ke level US$1.271,80 per troy ounce.

Bagaimana pergerakan emas selanjutnya? Ikuti lajunya secara live di Bisnis.com:

Pergerakan harga emas Comex kontrak Februari 2019 naik 2,10 poin atau 0,17% ke level US$1.273,90 per troy ounce, saat indeks dolar AS naik 0,013 poin atau 0,01% ke level 96,594 pada perdagangan pagi ini, Rabu (26/12/2018).


Thursday, December 20, 2018

Efek Prospek Suku Bunga Fed Kian Menjalar, Wall Street Tambah Lesu

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:26 PM No comments

PT KONTAK PERKASA FUTURES -  Bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) terus melemah pada perdagangan Kamis (20/12/2018), sehari setelah Federal Reserve mengindikasikan berlanjutnya penaikan suku bunga pada tahun depan terlepas dari tanda-tanda pertumbuhan ekonomi global yang tersendat.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup merosot 1,99% atau 464,06 poin di level 22.859,6, indeks S&P 500 melemah 1,6% atau 40,14 poin di 2.466,82, sedangkan indeks Nasdaq Composite berakhir melorot 1,63% atau 108,42 poin di level 6.528,41.

Seperti yang telah diantisipasi, The Fed mengerek suku bunga acuannya (Fed Funds Rate/FFR) sebesar 25 basis poin (bps) ke kisaran 2,25%-2,50% dalam pertemuan kebijakan monter yang berakhir Rabu (19/12).

Akan tetapi, bank sentral AS tersebut juga memproyeksikan dua kali penaikan suku bunga pada 2019 dan satu kali penaikan pada 2020.

Pandangan yang diperlihatkan The Fed pada Rabu serta merta memicu kekhawatiran pelaku pasar mulai dari kawasan Asia hingga Eropa. Sejumlah indeks saham utama turun ke level terendahnya dalam dua tahun setelah investor ramai-ramai beralih kepada obligasi pemerintah.

“Semua yang dibahas pasar hari ini adalah dampak dari kenaikan suku bunga The Fed. The Fed baru saja mengenyahkan anggapan bahwa mereka ada di sini untuk mendukung pasar,” kata Michael Antonelli, managing director perdagangan penjualan institusional di Robert W. Baird di Milwaukee, seperti dilansir Reuters.

Dalam pernyataan kebijakannya, The Fed mencatat “sedikit” kenaikan suku bunga secara bertahap akan diperlukan di masa mendatang. Meski sebagian besar sejalan dengan ekspektasi, arah kenaikan suku bunga yang digambarkan dirasa lebih agresif daripada yang pasar perkirakan.

"Ini jelas mengecewakan bagi mereka yang mengharapkan kenaikan suku bunga yang dovish," kata David Joy, kepala strategi pasar di Ameriprise Financial, Boston, seperti dilansir Reuters.

"Ini adalah kenaikan suku bunga yang lebih moderat namun tetap saja ini adalah kenaikan suku bunga dan masih ada celah antara di mana The Fed dan pasar berada dalam hal ekspektasi kebijakan untuk tahun depan.”

Pernyataan itu tidak banyak membantu menenangkan kekhawatiran investor atas perlambatan pertumbuhan dunia, ketegangan perdagangan AS dengan China, dan pengetatan kondisi moneter bagi perusahaan-perusahaan di AS.

"Tampaknya pasar aset berisiko menginginkan 'lemparan' yang lebih kuat dari The Fed mengingat godaan resesi yang sedang berlangsung mengambil alih sentimen pasar,” kata Salman Ahmed, pakar strategi investasi global di Lombard Odier Investment Managers.


economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search