English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Wednesday, January 2, 2019

Minyak Mentah Rebound, Batu Bara Newcastle Masih Lanjutkan Pelemahan

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 7:38 PM No comments

PT KONTAK PERKASA FUTURES - Harga batu bara di bursa ICE Newcastle melemah pada akhir perdagangan hari pertama di 2019, Rabu (2/1/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak teraktif Januari 2019 ditutup melemah 0,93% atau 0,95 poin di level US$101,10 per metrik ton.

Harga batu bara melanjutkan pelemahan di hari kedua setelah pada perdagangan Senin (31/12), harga batu bara kontrak Januari ditutup melemah 0,54% atau 0,55 poin ke level US$102,05 per metrik ton.

Adapun di bursa ICE Rotterdam, harga batu bara untuk kontrak teraktif Januari 2019 ditutup berbalik melemah 1,44% atau 1,25 poin ke level US$85,45 per metrik ton, setelah mampu rebound 0,76% pada sesi perdagangan sebelumnya.

Berbanding terbalik dengan harga batu bara, harga minyak mentah ditutup menguat pada perdagangan perdana di 2019 karena bursa saham AS pulih dan data menunjukkan OPEC memulai penurunan produksi yang dijanjikan lebih awal.

Minyak West Texas Intermediate untuk kontrak Februari menguat US$1,13, atau 2,5% ke US$46,54 per barel di New York Mercantile Exchange, dengan total volume yang diperdagangkan sekitar 20% di atas rata-rata 100 hari.

Sementara itu, minyak Brent untuk kontrak Maret menguat US$1,11 menjadi US$54,91 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London, dan diperdagangkan lebih tinggi US$8,05 dibandingkan WTI untuk bulan yang sama.

Output dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) turun paling banyak dalam hampir dua tahun pada Desember, menurut survei Bloomberg terhadap sejumlah pejabat, analis, dan data pelacakan kapal.

Pengurangan sekitar 500.000 barel per hari ini dimulai bahkan sebelum pemangkasan output yang dijadwalkan akan dimulai bulan ini, menyoroti urgensi bahwa eksportir minyak mentah merasa untuk membendung pasar yang telah jatuh bebas.

"Pemangkasan (output) itu besar dan akan tumbuh," ungkap Phil Flynn, analis pasar di Price Futures Group Inc., seperti dikutip Bloomberg. "Itu akan menyebabkan penurunan besar pada pasokan."

Skeptisisme investor tentang kemampuan OPEC untuk mencegah surplus tahun ini telah membantu menyeret harga anjlok hampir 40% hingga akhir tahun 2018. Pelaku pasar khawatir setiap pemotongan output tidak akan cukup dalam untuk membendung lonjakan pasokan dari pengebor minyak shale AS.

"Kami telah melihat beberapa kali di mana pasar berusaha untuk bangkit dan tampaknya tekanan jual selalu kembali," kata Gene McGillian, manajer riset pasar di Tradition Energy.

 "Sampai kita melihat lebih banyak bukti bahwa fundamental. di pasar tidak selemah yang dipikirkan orang, saya pikir kita akan terus merasakan tekanan itu."

Pergerakan harga batu bara kontrak Desember 2018 di bursa Newcastle

Tanggal                    US$/MT

2 Januari 2019          101,10

                              (-0,93%)

31 Desember 2018     102,05

                              (-0,54%)

28 Desember 2018     102,60

                              (+0,05%)

27 Desember             102,55

                              (+0,44%)

Sumber: Bloomberg


Tuesday, January 1, 2019

Awal Tahun, IHSG Bakal Terkoreksi Wajar

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:12 PM No comments

PT KONTAK PERKASA  - Binaartha Sekuritas memprediksi IHSG akan terkoreksi wajar dalam perdagangan di awal tahun 2019.

Analis Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan terlihat pola bearish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area support.

Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama maupun kedua memiliki range pada 6.176,711 and 6.158,924.

Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki range pada 6.212,205 hingga 6.229,912. Berdasarkan indikator, MACD telah menunjukkan pola dead cross di area positif.

Sementara itu, Stochastic dan RSI sudah menunjukkan overbought atau jenuh beli. .

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut.

*AALI, Daily (11825) (RoE: 14.68%; PER: 14.68x; EPS: 788.72; PBV: 1.15x; Beta: 0.93):* Terlihat pola bullish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 11425 – 11825, dengan target harga secara bertahap di level 12250, 13325 dan 14400. Support: 11425 & 11175.

*ACES, Daily (1490) (RoE: 23.25%; PER: 27.59x; EPS: 54.37; PBV: 6.43x; Beta: 1.63):* Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 1480 – 1500, dengan target harga secara bertahap di level 1540 dan 1650. Support: 1480 & 1425.

*BKSL, Daily (109) (RoE: 0.56%; PER: 105.77x; EPS: 1.04; PBV: 0.59x; Beta: 1.10):* Sebelumnya terlihat pola bullish matching low candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada level 107 – 110, dengan target harga secara bertahap di level 120 dan 128. Support: 102.

*INTP, Daily (18450) (RoE: 3.62%; PER: 83.11x; EPS: 222.59; PBV: 2.99x; Beta: 1.7):* Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada level 18400 – 18500, dengan target harga secara bertahap di level 19200, 19650, 20000 dan 21525. Support: 17850.

*PPRO, Daily (117) (RoE: 7.35%; PER: 17.84x; EPS: 6.61; PBV: 1.31x; Beta: N/A):* Pergerakan harga bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan sebelumnya terlihat pola bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 116 – 118, dengan target harga secara bertahap secara bertahap di level 121, 128, 132, 135 and 148. Support: 116 & 111.

*PTBA, Daily (4300) (RoE: 32.95%; PER: 9.39x; EPS: 455.64; PBV: 3.10x; Beta: 0.98):* Pergerakan harga bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada level 4260 - 4300, dengan target harga secara bertahap di 4370, 4630 dan 4890. Support: 4260 & 4170.

Sunday, December 30, 2018

rogres Diskusi AS-China Topang Bursa Asia Jelang Tutup Tahun

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:01 PM No comments

KONTAK PERKASA FUTURESBursa saham Asia mampu bergerak lebih tinggi pada perdagangan pagi ini, Senin (31/12/2018), di tengah sepinya aktivitas perdagangan menjelang libur tutup tahun 2018.

Berdasarkan data Reuters, indeks MSCI Asia Pacific selain Jepang naik 0,2% pada awal perdagangan. Meski naik, indeks acuan di kawasan Asia Pasifik ini masih membukukan penurunan sekitar 16% sepanjang tahun berjalan.
Sementara itu, aktivitas perdagangan pada indeks Nikkei Jepang ditiadakan karena libur hari ini. Nikkei mengakhiri tahun 2018 dengan penurunan sekitar 12%.
Petunjuk progres mengenai perselisihan perdagangan antara China dan Amerika Serikat (AS) memberi sedikit optimisme dalam apa yang telah menjadi tahun yang mengecewakan bagi pasar ekuitas di kawasan ini.
Presiden AS Donald Trump mengungkapkan telah melakukan komunikasi yang sangat baik dengan Presiden China Xi Jinping pada hari Sabtu (29/12) untuk membahas perdagangan dan mengklaim adanya kemajuan besar antara kedua negara.
Di sisi lain, media pemerintah China cenderung lebih tertutup, dengan mengatakan bahwa Presiden Xi berharap tim negosiasi kedua negara bisa saling bertemu dan mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.
Indeks blue chip China, yang kehilangan seperempat dari nilainya, mencatatkan penurunan terburuk di Asia tahun ini. Hal yang sama kurang lebih juga dialami hampir di seluruh dunia, dimana sebagian besar indeks saham utama memerah.
Indeks S&P 500 AS membukukan penurunan hampir 10% untuk Desember, kinerja bulanan terburuknya sejak Februari 2009. Dengan demikian, indeks ini telah turun 15% untuk kuartal tersebut dan turun 7% untuk tahun ini.
“Hanya dengan melihat kondisi pasar dapat terlihat bahwa ekonomi global mengarah ke resesi,” kata Robert Michele, kepala investasi di J.P. Morgan Asset Management.
“Namun, meski sepakat ekonomi global dalam perlambatan pertumbuhan, kami tidak melihat resesi sedang mendekat, sebagian karena Federal Reserve AS dapat memberikan bantalan kebijakan,” tambahnya.
Beberapa komentar yang muncul dari The Fed menunjukkan bahwa bank sentral AS ini sedang mendekati akhir dari perjalanan untuk menormalkan kebijakan.
Pasar obligasi jelas berpikir bahwa The Fed akan mengakhiri siklus kenaikannya yang agresif. Imbal hasil obligasi bertenor dua tahun telah turun menjadi hanya 2,52% dari puncaknya di 2,977% pada November.
Penurunan tajam dalam imbal hasil telah melemahkan pergerakan dolar AS dalam beberapa pekan terakhir. Terhadap sejumlah mata uang, dolar AS berada di jalur untuk mengakhiri Desember dengan penurunan 0,9% meskipun secara keseluruhan masih membukukan kenaikan tahun ini.


Thursday, December 27, 2018

Rekor Baru dari Lantai Bursa, Momentum Ekspansi Anorganik

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 11:41 PM No comments
PT KONTAK PERKASA FUTURES  - Berita terkait minat korporasi menawarkan saham serta ekspansi anorganik korporasi sepanjang 2018 menjadi sorotan media nasional, Jumat (28/12/2018).

Berikut rincian topik utama di sejumlah media nasional:

Rekor Baru dari Lantai Bursa. Minat korporasi untuk menawarkan sahamnya ke publik melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) terus meningkat. Hingga 26 Desember 2018, terdapat 57 emiten baru yang mencatatkan sahamnya di pasar modal. (Bisnis Indonesia)

Momentum Ekspansi Anorganik. Pada tahun ini, sejumlah emiten getol melakukan aksi korporasi. Ekspansi anorganik melalui aksi merger dan akuisisi (M&A) cukup mendominasi sepanjang tahun berjalan 2018. (Bisnis Indonesia)

Tahun Penuh Pencapaian. Tahun ini bisa dikatakan sebagai era penuh sejarah bagi pasar modal. Sejumlah pencapaian berhasil ditorehkan kendati dibayangi oleh sejumlah sentimen negatif dari ekonomi global. Bukan itu saja, sejumlah peristiwa penting terekam sepanjang tahun ini. (Bisnis Indonesia)           

2019, Jasa Marga Bidik Pinjaman Sindikasi Rp10 T. PT Jasa Marga Tbk. (JSMR) melalui anak usahanya mengincar pinjaman sindikasi dari lembaga keuangan sebesar Rp10 triliun pada 2019. (Investor Daily)

META Menggelar Proyek Jalan Tol. Setelah resmi di bawah kendali Grup Salim melalui PT Metro Pacific Tollways Indonesia, kini PT Nusantara Infrastructure Tbk. siap melanjutkan ekspansi bisnis jalan tol. (Kontan)

BACA JUGA : 

Harga Batu Bara Pulih, Minyak Bergejolak.


economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search