English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Thursday, February 7, 2019

Miliuner SoftBank Raup Rp 69 Triliun Dalam Semalam

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 9:43 PM No comments

KONTAK PERKASA FUTURES - Miliuner Masayoshi Son yang memimpin SoftBank berhasil mengumpulkan puluhan triliun dalam semalam berkat harga sahamnya yang naik. Dia menarik perhatian para investor lewat trik matematika, yakni 25 - 4 = 9.

Maksudnya adalah 25 triliun yen adalah nilai aset SoftBank, kemudian dikurangi 4 triliun yen utang, tetapi hasilnya adalah 9 yang mewakili 9 triliun yen kapitalisasi pasar SoftBank, demikian laporan Bloomberg, Kamis (7/2).

Lewat cara itu, miliuner itu mempertegas argumennya bahwa harga saham SoftBank tiap mencerminkan nilai bisnis dan investasinya. Dan dia berusaha menutup selisih antara harga dan nilai tersebut.

SoftBank pun berusaha membeli kembali sahamnya senilai 600 miliar yen dan dilakukan bertahap hingga akhir Januari 2020. Setelahnya, saham akan dipensiunkan (retired shares).

Kabar tersebut memberi angin segar ke para investor. Terbukti, saham SoftBank melonjak 18 persen, itu adalah pertambahan tertingginya selama satu dekade.

Taktik buyback ini pernah dilakukan Son sebelumnya pada tahun 2016. Kala itu, sang miliuner mengungkap rencana membeli kembali saham senilai 500 miiar yen, dan harga sahamnya pun melonjak hingga limit pada keesokan harinya.

Nilai pasar SoftBank Group Corp bertambah sekitar 1,94 triliun yen (USD 17,6 miliar) seiring rencana pembelian saham kembali tersebut.

Alhasil, Son meraup uang sebesar USD 5 miliar atau Rp 69 triliun (USD 1 = Rp 13.972) dan kekayaannya diprediksi capai USD 14 miliar (Rp 195,6 triliun).

SoftBank memiliki saham di perusahaan terkemuka: 12,5 miliar yen di Alibaba Group Holding Ltd., 2,4 triliun yen unit telekomunikasi, 2,6 triliun yen di Sprint Corp, lalu Visio Fund dan Arm Holdings mendapat 2,7 triliun yen dan 600 miliar yen di Yahoo Japan Corp.

Wednesday, February 6, 2019

Rupiah Merosot, IHSG Menguat Terbatas

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 11:13 PM No comments

PT KONTAK PERKASA FUTURES - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu lanjutkan penguatan pada perdagangan saham Kamis pekan ini.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Kamis (7/2/2019), IHSG naik tipis 8,23 poin atau 0,13 persen ke posisi 6.556,11.

Penguatan IHSG berlanjut pada pukul 09.00 WIB, IHSG mendaki 13,97 poin atau 0,21 persen ke posisi 6.561. Indeks saham LQ45 menanjak 0,08 persen ke posisi 1.036,44. Sebagian besar indeks saham acuan menguat.

Sebanyak 162 saham menguat sehingga mengangkat IHSG ke zona hijau. 40 saham melemah dan 87 saham diam di tempat.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.563,98 dan terendah 6.555,88. Indeks saham LQ45 menanjak 0,07 persen ke posisi 1.036,29. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Total frekuensi perdagangan mencapai 18.788 kali dengan volume perdagangan 668 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 302,2 miliar. Investor asing beli saham Rp 16,59 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.978.

Sebagian besar sektor saham menguat kecuali sektor saham keuangan melemah 0,13 persen. Sektor saham konstruksi menguat 0,65 persen, dan bukukan penguatan terbesar. Disusul sektor saham pertanian menanjak 0,58 persen dan sektor saham perdagangan menguat 0,38 persen.

Saham-sahjam yang menguat antara lain saham LPLI naik 20 persen ke posisi 150 per saham, saham WIIM melonjak 10,38 persen ke posisi 404 per saham, dan saham BIRD menguat 9,57 persen ke posisi 3.090 per saham.

Sementara itu, saham PSDN melemah 4,72 persen ke posisi 242 per saham, saham KBLM susut 3,23 persen ke posisi 240 per saham, dan saham COWL tergelincir 3,54 persen ke posisi 382 per saham.

Bursa saham Asia bervariasi. Indeks saham Korea Selatan Kospi naik 0,17 persen dan indeks saham Singapura menguat 0,71 persen. Sedangkan indeks saham Jepang Nikkei terpangkas 0,79 persen. Bursa saham Asia lainnya masih libur peringati Imlek.


PT KONTAK PERKASA - Harga Minyak Jatuh Terbebani Data Ekonomi

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 12:10 AM No comments

PT KONTAK PERKASA  - Harga minyak turun dari posisi tertinggi dua bulan dipicu kekhawatiran tentang kondisi perlambatan ekonomi global kembali ke pasar dan penguatan Dolar Amerika Serikat (AS) juga ikut membebani.

Melansir laman Reuters, Rabu (6/2/2019), harga minyak mentah berjangka Brent turun 39 sen menjadi USD 62,12 per barel. Harga sempat menyentuh level tertinggi dalam lebih dari dua bulan ke posisi USD 63,63 sehari sebelumnya.
Adapun harga minyak mentah berjangka AS turun 82 sen menjadi USD 53,74 per barel, turun 1,5 persen.

Harga minyak merosot sehari setelah rilis data pesanan pabrik AS yang lemah. Kemudian ditambah dengan data ekonomi China baru-baru ini yang hasilnya mengecewakan. Kondisi ini memicu kekhawatiran tentang permintaan yang lebih lemah untuk minyak mentah pada 2019.

"Minyak juga merasakan tekanan dari penguatan dolar, yang menguat untuk sesi keempat berturut-turut, yang membuat minyak mentah lebih mahal untuk pembeli non-AS," kata Phillip Streible, Ahli Strategi Komoditas Senior di RJO Futures.

Sementara itu, lanjut dia, investor mengalihkan aset ke ekuitas dan menjauh dari pasar yang lebih sensitif terhadap hubungan perdagangan Washington-Beijing dan pergerakan Dolar.

Kemudian sanksi AS terhadap Venezuela dipandang mendukung harga dengan membantu memperketat pasokan global. Sejumlah kapal tanker saat ini berada di perairan lepas pantai Venezuela, tidak dapat bergerak karena PDVSA milik negara menuntut pembayaran, yang akan dikenai sanksi AS.

Pasokan minyak mentah berat seperti yang diproduksi di Venezuela langka, karena penyedia lain termasuk Meksiko dan Kanada juga menghadapi tantangan untuk output dan ekspor.
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutu-sekutunya, termasuk Rusia, sepakat untuk memangkas produksi mulai bulan lalu untuk mengalahkan pertumbuhan pasokan.

Sementara survei Reuters menemukan bahwa pasokan dari negara-negara OPEC telah jatuh paling besar dalam dua tahun, dengan Arab Saudi dan sekutunya di Teluk Arab memberikan lebih banyak pemotongan yang dijanjikan. Sementara Iran, Libya dan Venezuela mencatat penurunan pasokan minyak yang tidak disengaja.

Kekhawatiran tentang laju pertumbuhan ekonomi global tetap ada. Pesanan baru untuk barang-barang buatan AS turun secara tak terduga pada bulan November, dengan penurunan tajam dalam permintaan untuk mesin dan peralatan listrik, menurut data yang dirilis pada hari Senin.

Prospek ekonomi global dan prospek pertumbuhan permintaan bahan bakar juga telah diselimuti data ekonomi yang buruk di Tiongkok dan ketegangan perdagangan AS dan China.


Tuesday, February 5, 2019

Seluruh Sektor Saham Menghijau Bawa IHSG Menguat

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 11:39 PM No comments

PT KONTAK PERKASA  - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menghijau pada perdagangan di hari ini. Sedangkan nilai tukar rupiah di angka 13.950 per Dolar Amerika Serikat (AS).

Pada pra perdagangan saham, Rabu (6/2/2019), IHSG menguat 22,127 poin atau 0,34 persen ke posisi 6.503,57. IHSG kembali menguat pada pukul 09.00 wib sebesar 30,3 poin atau 0,56 persen menjadi 6.517,7.

Adapun indeks saham LQ45 mendaki 0,73 persen ke posisi 1.031,55. Seluruh indeks saham acuan menguat.

Sebanyak 144 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. Kemudian 26 saham melemah dan 115 saham diam di tempat. Pada hari ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.523,42 dan terendah 6.503,5.

Total frekuensi perdagangan saham mencapai 10.487 kali dengan volume perdagangan 587,8 juta saham dengan nilai transaksi harian saham Rp 236,4 miliar.

Investor asing jual saham Rp 8,05 miliar di total pasar. Posisi Dolar AS berada di kisaran Rp 13.950.

Seluruh sektor saham menguat. Penguatan dipimpin saham aneka industri sebesar 1,09 persen, diikuti sektor infrastruktur naik 0,86 persen dan industri dasar naik 0,77 persen.

Saham-saham yang catatkan top gainers antara lain saham PSSI mendaki 9,36 persen ke posisi Rp 187 per saham, saham ERTX menguat 7,94 persen ke posisi 136 per saham, dan saham WIM mendaki 6,80 persen ke posisi 314 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham INDX merosot 6,02 persen ke level Rp 78, saham HRTA tergelincir 5,38 persen ke posisi 246 per saham, dan saham HDFA terpangkas 5,29 persen ke posisi 161 per saham.

Usai Perayaaan Hari Imlek, Performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak memerah pada perdagangan saham Rabu. IHSG diprediksi bergerak di rentang support dan resistance pada level 6.428-6.582.

Secara teknikal, pola evening start pattern diasosiasikan sebagai momentum terkoreksi bagi indeks. Selanjutnya IHSG diramalkan akan menuju ke area support.

Head of Binaartha Parama Sekuritas Muhammaf Nafan Aji menjelaskan, meski potensi apresiasi nilai tukar rupiah menambah katalis positif bagi indeks, IHSG diprediksi masih tetap akan tersungkur hari ini. Adapun IHSG ia perkirakan akan berlabuh di kisaran 6.428-6.582.

Melanjutkan, menjelang rilis data pertumbuhan perekonomian esok oleh Badan Pusat Statistik, indeks tampaknya diproyeksikan bearish (pesimis) terhadap kondisi pasar pada hari ini. IHSG kemungkinan melemah di rentang sekitar 6.500.

"Investor menunggu katalis baru menyusul data ekonomi Amerika yang solid pada Jumat dan pembicaraan perdagangan yang tidak meyakinkan di Washington.

Sementara itu, jelang rilis data perekonomian IHSG akan terkoreksi di level 6424-6500," imbuh Head of Reliance Sekuritas Lanjar Nafi Taulat di Jakarta, Rabu (6/2/2019).

Untuk saham laik dikoleksi, mereka merekomendasikan saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT), PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID), dan PT Harum Energy Tbk (HRUM).



economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search