English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Thursday, March 14, 2019

Kemendag Incar Pertumbuhan Ekspor 7,5 Persen pada 2019

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 12:32 AM No comments

PT KONTAK PERKASA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan pertumbuhan ekspor nonmigas ‎sebesar 7,5 persen pada 2019.
Hal ini disampaikan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat penutupan rapat kerja (Raker) Kemendag di Hotel Shangri La, Jakarta.
"Kementerian Perdagangan menargetkan pertumbuhan ekspor nonmigas sebesar 7,5 persen atau ‎sebesar USD 175 miliar. Target pertumbuhan ekspor ditetapkan dengan pertimbangan kondisi ekonomi global yang saat ini sedang melambat," ujar dia di Jakarta, Kamis (14/3/2019).
Pada 2019, pemerintah juga menargetkan inflasi sebesar 3,5 persen‎ dengan harga bahan kebutuhan pokok yang terkendali, terutama harga-harga bahan pokok di hari- ‎hari besar nasional.
"Untuk itu, Kemendag membutuhkan kerja keras dan kerja sama yang kuat dari semua lapisan, Gubernur, Bupati, Walikota, Dinas dan Tim Pengelola pasar di seluruh pelosok tanah air,” kata dia‎.‎
Sementara, guna mencapai target pertumbuhan ekspor, ada tiga hal penting yang dilakukan Kemendag yaitu m‎engembangkan sistem Informasi terpadu di Kemendag; simplifikasi peraturan dan prosedur ‎ekspor dan impor; menyukseskan perjanjian perdagangan, misi dagang, dan trade expo.
Untuk meningkatkan kinerja ekspor dan memperluas akses pasar, Kemendag akan terus menambah jumlah kerja sama perdagangan internasional. Pada 2019, Kemendag akan berupaya menyelesaikan perundingan dengan Iran, Uni Eropa, Mozambik, Turki, Tunisia,  Bangladesh, dan Korea Selatan. 
Selain itu, akan dilakukan penyelesaian perundingan Regional ‎Comprehensive Economic Partnership, ASEAN Economic Community, ASEAN-Australia-New ‎Zealand Free Trade Agreement, ASEAN-India Free Trade Agreement, serta peninjauan kembali I‎ndonesia-Jepang Economic Partnership Agreement.
Terkait perwakilan perdagangan luar negeri, Kemendag akan melanjutkan momentum reposisi dan ‎reorientasi Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center agar memberikan hasil yang optimal. Reposisi yang dilakukan dengan memperhatikan potensi peningkatan nilai ekspor di masa depan. 

Wednesday, March 13, 2019

Pemerintah Harus Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 1:27 AM No comments

PT KONTAK PERKASA FUTURES - Kemajuan ekonomi digital harus dimanfaatkan untuk mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Salah satunya dengan memberdayakan kelompok wirausaha serta Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk masuk ke dalam ekosistem digital, serta pengembangan industri financial technology (fintech) syariah.

Praktisi Startup, Hamdan Hamedan mengatakan, para pemangku kepentingan harus dapat menangkap peluang dalam era digitalisasi seperti saat ini untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk yang untuk kalangan santri.

"Dalam hal ini pemberdayaan santri menjadi urgensi, karena ada sekitar 4 juta santri di Indonesia ditambah purna santri yang angkanya meningkat berpuluh-puluh kali lipat, namun secara umum mereka belum tergali untuk menerapkan pemberdayaan ekonomi umat," ujar dia di Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Sementara itu, Pengamat Ekonomi Digital, Beginda Pakpahan mengungkapkan, tantangan dari digitalisasi ekonomi di Indonesia adalah sumber daya manusia, regulasi serta pelaksanaan di lapangan, infrastruktur komunikasi, serta teknologi dan ekonomi syariah. Menurut dia, masih terlalu banyak instansi pemerintah yang terlibat dalam mengatur digitalisasi ekonomi di Indonesia.

"Pemerintah harus mempertimbangkan kemungkinan untuk membentuk lembaga tersendiri yang bertugas melakukan pengaturan digitalisasi sektor ekonomi di Indonesia,” kata dia.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Markas Terpadu C19 K.H. Ma’aruf Amin, Gus Syauqi Ma’aruf Amin menyatakan keterbukaan ekonomi dalam era ekonomi digital akan mendorong kolaborasi antara pelaku ekonomi kecil dan industri besar sehingga tercipta efek trickle down yang dapat mendorong terciptanya ekonomi berkeadilan.

Selanjutnya

Menurut dia, mengatakan, dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat yang setara dengan pemberdayaan ekonomi kerakyatan, harus dibangun dengan prinsip keseimbangan, yaitu menguatkan yang lemah tanpa melemahkan yang kuat.

Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi antar semua pihak, baik usaha kecil, usaha besar dan pemerintah. 

"Perlu dibangun konsep kemitraan antara kelompok usaha kecil dengan usaha besar dan termediasi oleh masyarakat dan disponsori oleh pemerintah. Ini akan menjadi kesimbungan ekonomi yang dinamis," tandas dia.

Monday, March 11, 2019

Obat-obatan Palsu Telah Membunuh Lebih dari 250.000 Anak di Seluruh Dunia

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 7:56 PM No comments

PT KONTAK PERKASA FUTURES - Para dokter menyerukan upaya internasional yang mendesak untuk memerangi "pandemi obat-obatan buruk", yang diperkirakan telah membunuh ratusan ribu orang secara global setiap tahun.

Lonjakan obat-obatan palsu dan berkualitas buruk berarti bahwa 250.000 anak per tahun diperkirakan meninggal setelah menerima dan mengonsumsinya, yang hanya dimaksudkan untuk mengobati malaria dan pneumonia saja, para dokter memperingatkan.

Adapun anak-anak yang meninggal, sebagaimana dikutip dari The Guardian pada Selasa (12/3/2019), lebih banyak disebabkan karena vaksin dan antibiotik palsu yang digunakan untuk mengobati atau mencegah infeksi akut dan penyakit seperti hepatitis, demam kuning, dan meningitis.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 11.381 kali dengan volume perdagangan 771 juta saham. Nilai transaksi Rp 259,9 miliar.

Investor asing melakukan aksi jual saham kurang lebih Rp 6 miliar di pasar reguler. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 14.245.

Sebagian besar sektor saham menghijau kecuali sektor saham perdagangan yang turun tipis 0,04 persen. Sektor saham aneka industri menguat 1,74 persen, dan bukukan penguatan terbesar. Sektor saham kontruksi mendaki 0,84 persen dan sektor saham manufaktur naik 0,64 persen.

Saham-saham yang menguat sehingga mendorong IHSG antara lain saham SKBM naik 16,59 persen ke posisi 478 per saham, saham KOIN mendaki 12,24 persen ke posisi 330 per saham, dan saham AKSI melonjak 9,76 persen ke posisi 360 per saham.

Sedangkan saham-saham yang melemah antara lain saham TCPI melemah 20 persen ke posisi 4.580 per saham, saham LPCK tergelincir 4,39 persen ke posisi 2.180 per saham, dan saham TMAS terpangkas 2,86 persen ke posisi 680 per saham.


Kerja Pemerintah Tak Cuma Tarik Pajak, Banyak Juga Insentif Diberikan

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 12:59 AM No comments

PT KONTAK PERKASA  - Pihak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kembali membahas rendahnya tax ratio Indonesia. Tetapi, Kemenkeu menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya mengumpulkan pajak, melainkan memberikan insentif pajak dalam beragam kerangka hukum.

"Tax incentive itu kan besar, kita mau nunjukin bahwa yang namanya pemerintah tak hanya mengumpulkan pajak, tetapi juga memberi insentif pajak," jelas Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu, Suahasil Nazara pada acara Maybank Economic Outlook 2019, Senin (11/3/2019) di Jakarta.

Dalam pidatonya, ia menampilkan bermacam jenis insentif pajak yang diberikan pemerintah. Ada jenis insentif yang umum dan ada pula untuk kawasan tertentu.

Ia mencontohkan seperti tax holiday, tax allowance, import duty, tax exemption, import duties borne by government dan import duty exemption facilities, yang ditujukan untuk semua sektor. Kemudian, ada insentif pajak untuk sektor spesifik seperti migas dan local incorporated bank, serta untuk zona khusus seperti kawasan berikat.

Suahasil menjelaskan, estimasi Kementerian Keuangan mencatat pemerintah kehilangan penghasilan pajak sebesar Rp 143,4 Triliun di tahun 2016 dan Rp 154,4 triliun di tahun 2017 karena beragam insentif pajak tersebut. Itu setara 1,15 persen dan 1,14 persen GDP Indonesia.

Mengingat angka tax ratio Indonesia yang masih rendah, Suahasil pun menyarankan bahwa seharusnya tax ratio dapat disesuaikan berdasarkan besar persenan hasil tax incentive.

"Harusnya, kita 11,5 persen kalau tax incentive 1,1 persen, yang 11,5 tambah 1,1 persen," jelas Suahasil.



economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search