English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Tuesday, September 10, 2019

Harga Emas Antam Lebih Murah Rp 3.000 per Gram

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 9:24 PM No comments
PT KONTAK PERKASA FUTURES - Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau emas Antam turun Rp 3.000 menjadi Rp 751 ribu per gram, pada perdagangan Selasa (11/9/2019). Pada perdagangan kemarin, harga emas Antam dipatok Rp 754 ribu per gram.
Sedangkan untuk harga buyback emas Antam juga pada hari ini turun Rp 3.000 menjadi Rp 675 ribu per gram. Harga buyback ini adalah jika Anda menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 675 ribu per gram.
Saat ini, Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Hingga pukul 08.50 WIB, mayoritas ukuran emas Antam masih tersedia.
Harga emas Antam ini berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Sementara, di gerai penjualan emas Antam lain bisa berbeda.
Sementara untuk harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 7.750.000. Sedangkan untuk ukuran 20 gram dijual Rp 14.950.000.
Harga emas Antam sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Sertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen).
* Pecahan 0,5 gram Rp 400.000
* Pecahan 1 gram Rp 751.000
* Pecahan 2 gram Rp 1.451.000
* Pecahan 3 gram Rp 2.155.000
* Pecahan 5 gram Rp 3.575.000
* Pecahan 10 gram Rp 7.085.000
* Pecahan 25 gram Rp 17.605.000
* Pecahan 50 gram Rp 35.135.000
* Pecahan 100 gram Rp 70.200.000
* Pecahan 250 gram Rp 176.000.000
* Pecahan 500 gram Rp 351.800.000
* Pecahan 1.000 gram Rp 724.600.000.

Monday, September 9, 2019

Bahaya Membunyikan Leher, Bisa Sampai Stroke

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:02 PM No comments
PT KONTAK PERKASA - Kebiasaan membunyikan anggota tubuh mungkin menjadi kebiasaan yang menyenangkan, terutama saat sedang pegal-pegal. Anggota tubuh yang biasa dibunyikan adalah bagian yang memiliki sendi, seperti jari tangan atau leher.

Ternyata, kebiasaan ini bisa berbahaya bagi kesehatan. Rasa pegal yang hilang dari membunyikan leher ini hanya berlaku untuk waktu yang singkat. Di baliknya, akan terdapat banyak konsekuensi jangka panjang jika Anda kerap melakukan hal ini.

Melansir dari Mirror, 9 September 2019, bunyi yang dihasilkan dari leher sebenarnya disebabkan oleh pemisahan sementara permukaan sendi yang menyebabkan udara masuk sehingga gelembungnya dapat meletus ketika bagian sendi terputar.

Meskipun pemisahan permukaan sendi bersifat sementara, membunyikan leher tetap dapat menyebabkan sobekan kecil pada arteri. Hal ini akan berisiko membentuk gumpalan darah.

Gumpalan ini dapat mengalir ke seluruh peredaran darah di tubuh tanpa bisa dikontrol. Akibatnya, gumpalan dapat berkelana dan berdiam hingga mengadang jalur aliran darah normal, terutama di bagian leher.

Di leher, terdapat gabungan dua arteri utama yang biasa disebut arteri vertebral. Gabungan ini akan membentuk arteri basilar yang berfungsi untuk mengalirkan darah ke otak bagian belakang. Jika penghambatan ini sampai ke aliran darah ini, risiko yang dapat terjadi adalah terkena stroke.

Meskipun tidak semua kejadian pembunyian leher berdampak pada stroke, tapi hal ini dengan jelas akan melemahkan ligamen. Bagaimana tidak, sobekan sementara dan masuknya udara dapat mengendorkan kekuatannya.

Ligamen yang ada berfungsi untuk menyatukan tulang leher dan tulang punggung. Tak hanya itu, jaringan ikat pada sendi ini juga memudahkan perputaran dan gerakan lainnya pada leher.

Jika kekuatan pada ligamen semakin longgar, cidera dapat semakin rentan terjadi. Beberapa cedera yang dapat dialami adalah osteoartritis atau munculnya tonjolan tulang pada permukaan sendi.

Ligamen yang lemah juga dapat mengganggu produksi cairan sendi. Hal ini akhirnya berdampak pada terbatasnya pergerakan sendi secara permanen. (Novi Thedora)

Sunday, September 8, 2019

Harga Emas Dibayangi Negosiasi Perang Dagang

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 9:22 PM No comments
KONTAK PERKASA FUTURES - Harga emas pekan ini diprediksi tetap meneruskan trend bullishmeski sempat turun pekan lalu. Jumat kemarin, emas ditutup turun 0,66 persen ke level USD 1.515 per ounce.
Namun, kabar negosiasi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China, serta meredanya protes Hong Kong mengancam harga emas. Kedua kabar itu bisa mendorong gerakan risk on di pasar yang menyebabkan investor menjadi lebih berani berinvestasi ke komoditas yang berisiko ketimbang emas.
"Pada awal pekan lalu, ada hingar bingar yang cukup positif seputar perang dagang AS dan China yang terjadi dengan kedua pihak setuju bertemu bulan ini. Meski semua 'hingar bingar' perang dagang harus diperlukan dengan waspada, kehadiran gerakan positif akan memberi pasar dorongan risk on yang tajam dan mendorong harga emas jatuh ke bawah USD 1.500 per ounce," ujar analis Daily FX seperti dikutip Senin (9/8/2019).
Sisi positif yang mendorong harga emas adalah potensi turunnya suku bunga AS dan pertumbuhan kerja pada bulan Agustus yang lebih lemah dari ekspektasi. Pemerintahan Donald Trump menambah 130 ribu pekerjaan bulan lalu, tetapi ekspektasinya adalah 150 ribu.
"Emas bisa mendapat keuntungan dari laporan tersebut, tetapi tidak banyak. Angka ketenagakerjaan mengalami pelemahan tetapi itu tak membuat Fed (Federal Reserve/Bank Sentral AS) terlalu cemas," ujar kepala strategi global TD Securities, Bart Melek, kepada Kitc
Jumat kemarin ucapan Gubernur Fed Jerome Powell membuat harga emas sempat jatuh satu persen karena berkata ekonomi dalam keadaan sehat.
Namun, keputusan Federal Reserve pada 18 September diprediksi memberi dukungan pada emas, sebab suku bunga diprediksi kembali dipangkas 0,25 persen.
Melek pun optimistis pekan depan emas akan naik, meski tidak besar.Senada, analisa Daily FX menyebut harga emas masih akan di sekitar level saat ini dengan kecenderungan naik sedikit.

Thursday, September 5, 2019

Eropa Sebut Kualitas Minyak Sawit Indonesia Terbaik di Dunia

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 3:49 AM No comments
KONTAK PERKASA FUTURES  - Uni Eropa mengakui kelapa sawit asal Indonesia memiliki kualitas dan kuantitas sebagai penghasil minyak nabati terbaik, dibandingkan tanaman-tanaman lain seperti rapeseed, bunga matahari dan kedelai.
Pejabat Delegasi Uni Eropa, Michael Bucki mengatakan sebagai negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia, Indonesia mampu memproduksi minyak kelapa sawit dengan jumlah besar.
Di mana kelapa sawit mampu memproduksi 4 ton minyak nabati setiap hektare (Ha). Sementara, produktivitas bunga matahari hanya 0,6 ton per Ha dan kedelai hanya 0,4 ton per Ha.
"Kami tidak menyangkal kehebatan kelapa sawit. Kelapa sawit adalah tanaman yang luar biasa, bisa tumbuh dengan sangat cepat, memproduksi lebih banyak minyak dan membutuhkan lahan yang lebih sedikit. Itu semua tidak perlu dipertanyakan lagi," kata Michael Bucki di Jakarta, Kamis (5/9/2019).
Kendati begitu, Menurut Michael Bucki jika dilihat dari segi pelepasan karbon ke udara, kelapa sawit menjadi terburuk. Sebab berdasarkan data pihaknya, sebanyak 45 persen dari ekspansi kelapa sawit terjadi di daerah dengan cadangan karbon tinggi.
Sedangkan, tanaman sumber minyak nabati lain hanya melepas karbon paling besar 10 persen. "Kami melihat ini bukan secara kualitas tanaman, tetapi secara pendekatan kepada lingkungan," pungkasnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra
Sumber: Merdeka.com

economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search